Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Arsip untuk Transportation

3rd Warning!!!!!!!!! : TINGGALKAN ANS dan NPM

seorang rekan, auliahazza mencatatkan komentar, bahwa sebelum ke SUMBAR, 8dk harusnya bertanya ke dirinya, hal ini berkaitan dengan kelakuan ANS, yang selalu mengecewakan penumpang, dalam hal ini, dapat kita tafsirkan bahwa Auliah mengalami kekecewaan, jauh sebelum 8dk…

Menarik, tentu belajar dari pengalaman bukanlah hal yang mudah, begitu pula bagi 8dk…Pengalaman penuh kekecewaan menggunakan ANS saat perjalanan DKI – SUMBAR, tentu mengharuskan 8dk menggunakan PO Bus lain…pilihan, berdasarkan rekomendasi sanak dan saudara di Padang Panjang – Bukit Tinggi, Lorena adalah pilihan yang utama…Sayangnya, beberapa kali ke kantor Lorena di Bukit Tinggi, selalu bangku sudah penuh, tragisnya jadwal 8dk juga belum tentu…(kacian deh aye…)

Nah, akhirnya, ketika waktu pulkam tiba…Sumbar – Jakarta, 8dk hanya dapat mencoba melihat kondisi bus apa adanya di Terminal Padang Panjang…alhasil pilihan (terpaksa) dijatuhkan ke NPM (Naikilah Perusahaan Minang)… Penuh harapan – tentunya – akan lebih baik daripada NPM…

Sialnya…ternyata jauh panggang dari api…berikut beberapa keluhan :

a. Pemenuhan bis hingga sesak…terutama memadatkan penumpang tambahan pada kursi cadangan di tengah…pada awalnya, 8dk merasa akan lebih baik dibanding ANS, sebab, dari bangku yang ada, masih terdapat 4 kursi kosong, sehingga apabila ada mencatut penumpang cadangan, cukup (dan masih dapat 8dk pahami) apabila sesuai dengan ukuran kapasitas penumpang awal saja)… Tapi…ternyata…harapan itu hilang…di Solok…3 bangku cadangan di tengah sudah penuh, di tambah 6 bangku cadangan yang ada di bagian depan…gila kan!!!!!!!!!!  

b. Saat berhenti yang mana suka…tidak ada jaminan bahwa mobil akan berhenti dalam waktu yang terukur, kadang setengah jam, kadang bisa lebih dari setengah jam…..

c. yang paling memuakkan; di Merak, di laksanakan OPERASI PEKAT (25/10/08)..alhasil sebuah NPM, pengemudinya terjaring…nah….NPM yang kita tumpangi ikut membantu berbicara dengan polisi…walhasil berlarut-larut …sebagian penumpang sudah berteriak “Kasih AJA uang si POLISI’; tentu ini masuk akal, mengingat Operasi POLISI identik dengan penambahan kantong, gelembung lemak di bagian tubuh kebanyakan anggota polisi dibandingkan dengan penegakkan hukum …ya kan….

Alkisah…dua bis NPM itu keluar dari Merak…Nah..ketika berhenti untuk makan malam di RESTORAN RAJAWALI…di jalan lintas Merak – Cilegon…terjadi peristiwa yang mengerikan…Sang Sopir…berhenti tidak hanya sekadar untuk makan…melainkan bercengkerama (?) dengan sesama pengemudi NPM hingga memakan waktu lebih dari 1 1/2 jam…konyolnya lagi…ruangan pengemudi berbeda dengan ruang penumpang..hingga harus ada effort tambahan untuk mengingatkan sang sopir…yaitu dengan membuka jendela dari luar…dan berteriak agar jangan sampai membuat penumpang kecewa…sejatinya paling tidak pada mobil yang kami tumpangi *NPM BA 3554 J..ada 5 orang anak kecil…maka dapat kita simpulkan…si sopir kurang asem…Menyadari kesalahan sang sopir berusaha untuk berdalih bahwa ia pun terkena tilang…padahal hal itu sama sekali tidak kami liihat… :

d Yang paling tragis…..para penumpang tambahan yang merokok, diendorse oleh si supir yang juga perokok; untuk merokok di dalam mobil saat AC mobil hidup, baik pada situasi mobil berjalan maupun saat mobil berhenti di tempat makan…

Saya kaget…sebagai individu yang kebetulan juga memiliki kegiatan di bidang jasa… ternyata mendapatkan  bahwa NPM sama dan sebangun dengan ANS…TIDAK MEMILIKI NIATAN UNTUK MENYELENGGARAKAN SERVIS YANG BAIK SECARA PARIPURNA KEPADA PELANGGANNYA…BAYANGKAN…ketika ada 10 orang bangku tambahan…nilai masing-masing Rp.150.000…maka DUA SOPIR dan Satu KERNET…mengantongi uang minimal Rp.1, 5 juta…atau Rp 500 ribu masing-masing…DeNGAN mengorbankan KENYAMANAN penumpang…Nah…

NAH…BAGI ANDA YANG AKAN BERKUNJUNG KE SUMATRA BARAT…DENGAN JALAN DARAT………JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN BUS ANS DAN NPM…SUPER EXECUTIVE maupun EXECUTIVE mereka SAMA Dengan METRO MINI atau KOPAJA di JAKARTA…bAyangKAN..IKHLAS anda BAYAr MAhal UNTUk peLAYAnan KELAs KAmPUnG????? Mari KITA LIHAT…mereka akan memperbaiki layanan atau KITA BIARKAN merEKA sekARAT…Mari…INGAT..anDA sekALIAN sudaH BERsuSAH paYAH untuk MENCari UANg guna MEMBAyar ONGKos…SUper Executive maupun ExecutiVE… Jadi KIta CANANGKAN…tingGALKAN..NPM dan ANS…..Minta MINIMAL MEreka MEMPERBAIKI DIRI..atau untuk NPM ganti AJA nAMA ANDA…jangAN bawa-BaWa MINANG….

 

2nd Warning : Jangan Naik Bus AKAP ANS!!!!

Para pembaca, peristiwa ini terjadi beberapa hari lalu…8dk mencoba untuk bertemu dengan perwakilan bus AKAP ANS, terkait dengan keluhan dan apa yang dirasakan oleh 8dk, dan para penumpang bus ANS, pada saat keberangkatan 8dk dari Jakarta menuju Padang…Sejatinya…8dk juga memiliki keinginan, apabila ada jawaban yang menyenangkan dari pihak perwakilan bus…tidak menutup kemungkinan 8dk akan membeli tiket kembali dari

Singkat kata, kami tiba di Perwakilan ANS  di Kota Bukittinggi, tepatnya di Jalan Bukttinggi – Padang Panjang, di dekat Jambu Aie…Tiba di sana ada 3 orang pria dan seorang wanita…sepertinya mereka pekerja di ANS…Sampai di sana, 8dk memberikan info dan komplain tentang pengalaman selama perjalanan ANS mulai dari Jakarta hingga Padang… Lalu,..apa yang terjadi…

Si Perempuan (sepertinya petugas ticketing; karena sedang asyik memegang ticket) mengatakan bahwa PIHAK ANS secara perusahaan tidak bertanggungjawab atas apa yang terjadi selama perjalanan, mereka tidak dapat mengatur sopir untuk tidak menaikkan penumpang di tengah jalan…gila Gak!!!!!!!!!!!!!!!!!

Ketika saya sampaikan bagaimana dengan kenyamanan penumpang, untuk kelas Super Executive…? mereka telah membayar mahal…? Kembali mereka menegaskan (sang wanita) dan beberapa lelaki di sana mengatakan bahwa hal seperti itu diluar dari tanggungjawab ANS dan mereka tidak dapat memberikan jaminan apalagi kompensasi yang diderita penumpang karena perilaku sopir…GERAM dan NAIK PITAM…tapi karena kebetulan sedang membawa anak kecil, kami keluar dari loket perwakilan, sambil mengumpat…BAJINGAN ANS…BAJINGAN…TIDAK ADA PENGHARGAAN sama SEKALI atas PENUMPANG…Maka Para PEMIRSA…tinggalkan ANS…atau JANGAN PERNAH BERHARAP KENYAMANAN dengan ANS…Mohon sebarluaskan berita ini ke semua rekan Anda yang kebetulan akan bepergian dengan ANS…TINGGALKAN ANS…SEKARANG JUGA…INGAT…ANDA telah MEMBAYAR tidak hanya ONGKOS Transportasi…melainkan JUGA ANDA telah MEMBELI KENYAMANAN…Tinggalkan ANS…doakan agar MEREKA berubah…atau HANCUR SEKALIAN…(seingat saya sudah tidak sedikit PO bis yang runtuh, seperti HZN, Jambi Indah, dll)

Wajah POLISI…Aparat … (Kali Ini dan semoga untuk selanjutnya) BUKAN KEPARAT

Dear All…ini adalah pengalaman yang menarik dan baru saja dialami oleh 8dk beserta kru (baca : teman-teman)…

12 Oktober 2008…8dk kemalaman di jalan..tepatnya di Solok…perjalanan seharusnya menuju Silungkang..wilayah Kotamadya Sawahlunto…turun dari angkutan Bukittinggi – Sawahlunto…. Tiba di Solok jam 20.30…dan mobil ke sawahlunto dah ilang (baca ; sudah tidak beroperasi)

Rombongan kita ada lima orang…satu akan ke sungai Rumbai (Dharmasraya), 2 akan ke Sijunjung, 2 akan ke Silungkang….tiga cewek dua cowok…. Hingga pukul 21.30, tidak ada bis yang lewat menuju arah Silungkang, bahkan, bis-bis ke arah Jambi dan Jakarta pun tidak ada yang mau berhenti, mungkin karena sudah terlalu penuh, mengingat masih suasana lebaran…

Tak dinyana, saat jam hampir menunjukkan pukul sepuluh malam, sebuah kijang capsul berhenti…dua orang pemuda menyapa kami, menanyakan ke mana arah tujuan…mereka juga mengatakan bahwa tujuan mereka adalah Sijunjung…tepatnya Tanjung Gadang…mereka menawarkan kami untuk menompang…apabila tujuan kami searah dengan tujuan mereka…

Mula-nya, kami berlima ragu-ragu, tapi entah kenapa 8dk memberanikan diri menawarkan kompensasi, mengingat ada beban bensin, sekalipun (sebenarnya) searah…alhasil, mereka menjawab bahwa “terserah keikhlasan kami”…Menarik, mereka juga menegaskan bahwa mereka menawarkan diri karena searah, tidak lebih…

Singkat kata, kami ikut menumpang, di tengah perjalanan, kami berkenalan…dan ternyata…mereka berdua adalah Polisi dari Polsek (Polres) Tanjung Gadang,Sijunjung…Awalnya perkenalan kami hanya sebatas nama…keduanya Anto dan Fadhil…Mereka polisi yang baru saja pulang dari kuliah di Kota Padang, mengambil ekstensi kelas eksekutif sepertinya…Kedua polisi ini, benar-benar membantu perjalanan kami…Bahkan, Hendra yang akan ke Sungai Rumbai, mereka titipkan di salah satu rumah makan yang biasa dikunjungi para pengemudi truk..jadi Hendra dapat tiba di Sungai Rumbai pada hari yang sama…sekalipun menumpang truk pengangkut ikan…

8dk kagum, dan salut kepada keduanya…Anto di penjagaan pos polisi, sementara Fadhil di Unit Laka Lantas, Sijunjung… Bahkan,  ketika kami terlihat ragu (sekedar merefresh) mereka juga tidak mengetengahkan diri mereka polisi sehingga kita tidak perlu ragu terhadap mereka…Maka, 8dk melihat, bahwa sisi kemanusiaan kedua polisi ini, baik dan patut dijadikan teladan…sambil berdoa, apabila pola hubungan kemanusiaan dua orang polisi ini, dapat menjadi pola dan modus operandi kepolisian dalam bermasyarakat, melindungi dan melayani…

Terima Kasih Fadhil, Terima Kasih Anto…terima kasih Polsek Tanjung Gadang, Sijunjung, Sumatera Barat….Semoga apa yang Anda lakukan, telah, selalu dan akan dikekalkan sebagai SOP kepolisian dalam bekerjasama dengan masyarakat…Amien

Warning : JANGAN NAIK ANS…..

8dk, berkesempatan pulkam ke salah satu kampung  halaman di Sumbar..nah…kebetulan waktu pulkam…dapat naik ANS…begini ceritanya……….

10 Oktober…kita naik ANS…beli tiket di Rawamangun..SE…350 rb…masih bau lebaran…saat beli tiket…kita dah wanti-wanti…apakah penumpang sesuai dengan tempat duduk normal (2-1) atau ditambah serap…petugas loket (Saifuddin? ) janji katanya gak ada nambah orang di tengah jalan……

Ia mengatakan kalau pun ada di bangku tambahan depan…disamping sopir…eh…gak taunya…

di loket ANS sudah ada tambahan dua bangkuserap (dari krat teh botol terisi; nomor polisi bis B 7543…maaf dua huruf terakhir lupa) …lepas merak…tambah 4 lagi…jadi sekalipun ada toilet..perjuangan ke toilet amat melelahkan…gila kan………..mana ada yang muntah lagi…AMIT-AMIT…nah itu belum seberapa…

Tapi…itu belum seberapa….Pas ditengah jalan… baru masuk SUMSEL ternyata ada ANS yang rusak…nah…beberapa ANS…termasuk yang 8dk tumpangi…ikut…berhenti…entah toleransi atau gimana…yang jelas 4 kali berhenti diluar makan, menambah jam tempuh hingga 5 jam..Konyolnya…karena 8dk kesal…tanya sana-tanya sini…ternyata..hal ini biasa terjadi di ANS…jadi…SUper Executive Sama dengan EKonomi Plus AC doank…

Maka 8dk menyerukan SEBISA MUNGKIN HINDARI MENGGUNAKAN JASA BUS ANS UNTUK TUJUAN SUMATERA…ingat ANDA membayar tidak sekadar ONGKOS, melainkan KENYAMANAN….

JANGAN NAIK ANS…kecuali TERPAKSA…atau MEREKA MERUBAH STANDAR PELAYANAN…semoga TUHAN melindungi perjalananan Anda…….

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.