Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Harusnya KITA MALU; TRAGEDI pembagian ZAKAT di Pasuruan

Seharusnya Kita Malu

Kemarin, kita dikejutkan oleh tewasnya 21 orang penduduk Pasuruan dan sekitarnya, pada saat mereka mengantri pemberian zakat…Mirisnya, zakat perorang hanya Rp.30.000. Nilai yang mungkin untuk sebagian orang kita, terlalu kecil, apalagi untuk ditukar dengan nyawa.

Sejatinya, hal ini harus menjadi tamparan keras minimal untuk beberapa pihak…:

1. Menteri Agama beserta jajarannya, kenapa…? Karena zakat terkait dengan perbuatan agama, sekalipun sifatnya individual. Negara sudah memfasilitasi melalui lembaga amil zakat, tapi rakyat tidak percaya…maka ia harus malu dan mau mundur…

2. Seluruh jajaran pimpinan LAZ yang ada minimal di tingkatan Pasuruan, secara ideal pada tataran nasional…. MUNDUR..ini membuktikan bahwa UANG SOSIALISASI via IKLAN TELEVISI hanya menghambur-hamburkan uang, tapi tidak menambah KEPERCAYAAN…atau JANGAN-JANGAN sudah bingung uang itu mau dibawa kemana..akhirnya dihambur-hamburkan lewat TELEVISI…

3. Menteri Sosial, Bupati Pasuruan, Gubernur Jawa Timur (sekalipun cuma Pelaksana Tugas)..karena kejadian ini ada di wilayah mereka….

KENAPA HAL INI TERJADI….????

1. Kita memang sulit bahkan hampir tidak mungkin mempercayai Departemen Agama, dan atau Lembaga yang dibentuk dan berada di bawah lingkungan Departemen Agama. Ingin bukti, sumbangan haji, pengelolaannya tidak jelas…itu baru satu kasus…Ingat masalah catering…yang melibatkan Azidin (Anggota DPR dari Partai Demokrat-Partainya Sang Presiden)….ia mengelola haji sebagaimana pialang yang tidak bertanggungjawab…alhasil….(Insya Allah Anda mengingatnya, kacau balau katering pada masa itu).

2. Depag (Departemen Paling GakBENER) jadi kurang apalagi… Istilah sederhana, DEPAG adalah lembaga yang paling mudah berbuat jahat, karena ia berlindung di bawah lindungan KEKUASAAN TUHAN…nah…kalau ada kesalahan mereka perbuat, yang bisa MENGUKUR KESALAHAN CUMAN TUHAN…manusia hanya bisa MENGURUT DADA…Alhasil DEPAG adalah Departemen BISNIS kelas atas (maksudnya Theo/Deo) atau berbisnis mengatasnamakan TUHAN…untuk Umat Islam…Kegagalan-kegagalan penyelenggaraan haji secara paripurna dianggap sebagai UJIAN bagi PESERTA HAJI…JADI MEREKA HARUS IKHLAS DAN TAWAKKAL

3. LEMBAGA AMIL ZAKAT

ini adalah pengalaman pribadi saya ;

1993, saya sempat mendapatkan kesempatan untuk belajar di KSA, melalui Rabithah, sayang surat dari Rabithah sampai ke tangan saya setelah SEMBILAN BULAN (dulu POS belum bisa KITA KRITISI)…Alhasil ketika saya mengurus ke perwakilan Rabithah Alam Islamy (dulu di Tebet Barat) mereka bilang, jatah saya sudah diganti(?) karena tidak ada kabar. Mereka berjanji (maaf saya lupa nama petugasnya) bahwa apabila saya tetap dapat berangkat dengan biaya sendiri, maka beasiswa dapat dilanjutkan di sana…

Alhasil, saya pontang panting…ke BAZIZ DKI (dulu di Tanah Abang…sekarang dimana ya?) Ternyata malah dipingpong…hingga nyasar ke Rumah SUSUN tanah ABang, hasilnya juga NOL besar…Bahkan setelah saya melengkapi translation ijazah dan berkas ke penterjemah tersumpah…(dulu di Datuk Tonggara) padahal untuk melengkapinya, biaya tidak sedikit…

Jadi apa yang mau kita katakan…BEGITULAH BAZIZ DAN LAZ yang ada, PROSEDUR pemberian Zakat kepada mereka yang berhak tidak pernah JELAS…Sayangnya, CUMA ALLAH yang bisa menghukum mereka…kalau manusia…HA..ha…ha…ha.., paling-paling jawaban mereka….”Urusan gua ama Tuhan…bukan ama lu-lu pade, syukur-syukur tuh zakat gua urus…”


4. Historia repertoa, sejarah berulang…ketika adik-adik kami berusaha untuk kuliah, di UI, orang tua pontang-panting ke Baziz DKI, dan ternyata…lagi-lagi…BAJINGANNYA, surat keterangan MISKIN dari RT RW beserta TANDA BUKTI LULUS UMPTN, tidak bunyi…itu juga berlaku bagi saya…ketika kondisi sedang tidak bagus (1998). Yang mengerikan…untuk ongkos mengurusnya pun orang tua saya terpaksa meminjam uang…maka…ini gila….Coba sudah ada KPK tahun 93 …mungkin hasilnya lain…

Alhamdulillah, Allah menolong kami, bantuan dari UI, berhasil kami dapatkan, Terima Kasih untuk Bpk Drs. Umar Mansyur, M.Sc, serta pihak rektorat…Jadi MASIH Percaya BAZIS dan segala tetek bengek LEMBAGA AMIL ZAKAT???

5.Pada saat CSR Fair 2006 lalu, saya sempat mampir ke salah satu stand penyelenggara Amil Zakat, dengan membawa teman yang kebetulan menyelenggarakan pendidikan membaca tulis untuk kalangan yang tidak mampu di bilangan Jagakarsa. Saat itu kami meminta buku tulis, beserta peralatan tulis untuk siswa…Jawabannya adalah “Anda harus bikin proposal dahulu”. prosedurnya satu bulan…..gila…teman saya itu, jangankan komputer, mesin tik saja tidak punya…yang ia miliki ketrampilan mengajar anak kecil untuk membaca, serta kemauan….Jadi MASIH PERCAYA LEMBAGA ZAKAT????

6.BAZIZ dan LAZ atau Amil Zakat, lebih bermain pada tataran kuantitas sebaran, bukan kualitas hasil sebaran…Maaf,jujur, apabila BAZIZ dan LAZ memberikan zakat kepada mereka yang membutuhkan seingat saya tidak dapat memberdayakan, hanya sekadar untuk mendapatkan ketenangan perut beberapa waktu saja…

Mulailah BAZIS dan LAZ memperbaiki diri, kualitas keluaran itu perlu, serta prosedur itu ada pada “SDM ANDA YANG BERKUALITAS DALAM MELAKUKAN PENILAIAN PROGRAM” bukan pada LAMANYA WAKTU…Kalau Anak yang ingin sekolah…ditahan prosedurnya sebulan, pas zakat keluar, keinginan sang Anak jangan-jangan sudah memudar…Kalau Orang Sakit, harus ikut prosedur, maka pas ZAKAT TURUN, jangan-jangan ia pun sudah TURUN Ke DALAM BUMI (baca; dikubur)

Akhirnya, sebagai himbauan, mari, kepada kalangan muslim yang mampu, tolong kawal ZAKAT Anda, Jangan hanya melepas kewajiban (atau jangan-jangan Anda pun mendapatkan harta dengan cara-cara yang jangan-jangan juga…naudzu billah) Mulailah kenali lingkungan saudara, lingkungan tetangga yang membutuhkan, berikanlah mereka zakat yang DAPAT MEMBUAT MEREKA tidak hanya SEKADAR BERTAHAN HIDUP, melainkan DAPAT HIDUP, MEMBANGUN HIDUP…walaupun satu orang satu Tahun, itu jauh lebih bermanfaat dibandingkan ANDA memberikan ke 1000 orang dengan jumlah yang sekadar untuk MEMPERTAHANKAN HIDUP…Mulai dari LINGKUNGAN PALING DEKAT ANDA…insya Allah, kalau niat Anda tulus, Anda tidak akan tertipu…Amin


Mulailah mengangkat Orang Lain, bukan sekadar memberi kebutuhan untuk hidup, tapi memberi kail…

Untuk Rekan-rekan di BAZIS, LAZ, Dompet Dhuafa, atau AMIL ZAKAT LAINNYA…mari tanya diri Anda masing-masing…MALU GAK SIH kalau ANDA mengurus MILYARAN RUPIAH, tapi terkukung dengan PROSEDUR??? HARUSNYA ANDA menambah ILMU ANDA, sehingga KOMPETENSI Anda bertambah dalam MELAKUKAN PENILAIAN, bahwa pihak yang datang membutuhkan atau tidak membutuhkan BANTUAN..atau jangan-jangan ANDA Sudah mulai seperti PIHAK PERBANKAN…. Berkongkalikong dengan CALON PENERIMA KREDIT…NAUDZU BILLAHI MIN DZAALIKA

Oh. ya…berkaitan dengan KEGAGALAN INI, bagi para PIHAK YANG MALU untuk MUNDUR, saya sarankan untuk BUNUH DIRI SAJA……terutama untuk para AMIL ZAKAT, masak sih Anda RELA mendapatkan GAJI ATAU KEHIDUPAN Sementara Anda tidak melakukan tanggungjawab Anda secara paripurna??? Sudahlah, Hak Anda untuk menerima pembiayaan tapi….TOLONG HARGAI UANG PEMBIAYAAN TERSEBUT….

MALU DONG…MUSLIM INDONESIA PALING BANYAK…LEMBAGA AMIL ZAKAT SEGUDANG…eh yang paling banyak TOLOL dan MISKIN, orang-orang ISLAM juga…. Kalau Anda malu juga bunuh diri…maka saran SAYA ….PINDAH AGAMA SAJA DEH…. O ya…PRESIDEN SBY mentang-mentang GAK disinggung…jangan lepas tangan lu…….BUKTI KEMISKINAN TURUN datanya dari LANGIT atau BENERAN om?


Add to Technorati Favorites

Advertisements

8 Comments»

  vizon wrote @

walau bagaimanapun, kita harus berterima kasih kepada h. syaikhon dan para korban. karena, dg peristiwa yg menimpa mereka inilah, kita semakin tersadarkan akan pentingnya zakat dilakukan dg ikhlas dan profesional… 🙂

  indah wrote @

miris memang dgn tragedi pembagian zakat ini. Tlonglah ‘hai Org Kaya’, mksd anda mmbgikn zakat memang luhur, tp pkailah akal yg dibrkn Allah untuk brfikir bgmn cara yg baik untuk membagikan zakat shg tdk menghilangkan nyawa.
Bca al-quran mngenai pnyerahan zakat…

  Johan wrote @

Hehehe…, ngomel nih ye.
Tapi kalau difikir memang benar koq. Indonesia sampai sekarang masih menjadi negara dengan jumlah penganut agama Islam terbesar di dunia. Seharusnya memiliki jumlah pembayar zakat terbesar di dunia juga. Seandainya zakat itu bisa dikelola dengan baik dan benar, insya’ Allah dalam waktu singkat Indonesia terbebas dari kemiskinan.
Ayo urus zakat dengan baik..!!

  rotyyu wrote @

biasa lah bung, sifat buruk orang Indonesia…

http://rotyyu.tk

  belajardarikecil wrote @

Terima kasih Om, memang, dalam keadaan apa pun, bagaimana pun, rasa terima kasih, yang sebagian berasal dari wujud syukur, tetap harus dikemukakan, sekalipun pahit mungkin untuk diakui. Belajar dari kegagalan atau gagal untuk belajar, keduanya, boleh jadi sama pentingnya, kalimat pertama, penting untuk kita camkan terus, untuk dilakukan, dan kalimat kedua, untuk jadi pijakan, agar tidak mengulangi kegagalan untuk belajar, sehingga selalu terulang dan berulang, terima kasih Om

  belajardarikecil wrote @

Semoga diperhatikan ya, Indah, thank you for visiting us, we honored for your attendance here, barakallahu laki, amin

  belajardarikecil wrote @

Semoga menjadi cambuk untuk mengurus zakat lebih baik lagi, terima kasih untuk masukannya Bro!

  belajardarikecil wrote @

OMG!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: