Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Archive for October, 2008

Guyon Ala JIL 2 : Tentang RUU Pornography…(Oleh-oleh dari Senggigi..Lombok Barat)

Dua tahun lalu, atas kemurahan hati Lombok Post, 8dk berkesempatan melakukan silaturahim dengan rekan-rekan 8dk di Lombok…Beberapa hari sebelumnya…rekan-rekan tersebut, meminta agar saya membawa data-data tentang draft RUU Pornography…yang telah direvisi (Gila…bahkan sampai sekarang tidak selesai-selesai di DPR.. keren……………….)

Secara kebetulan, jaringan 8dk ada yang menghuni Senayan…dari sanalah 8dk mendapatkan draft…lumayan tebal…saat itu 8dk sangsi…apakah mungkin teman-teman mau membahas draft fotokopi tebal tersebut…..bukankah lebih baik kita ngobrol lain…sambil kangen-kangenan…(8dk sudah lama meninggalkan Lombok)

Singkat cerita…8dk sudah bertemu dengan kawan-kawan… di dekat Senggigi…tepatnya di sekitar Batu Layar…

Rekan-rekan yang hadir ada yang berprofesi sebagai dosen di UNRAM ; saat ini kabarnya sudah doktor…, pengusaha toko emas, pegawai dinas perdagangan propinsi NTB, serta 8dk…

Sejatinya…semangat bertukar pikiran mengemuka…hingga seakan-akan sarasehan ini dapat menelurkan pendapat atau opini…Tragisnya terjadi kecelakaan yang fatal…Teman-teman itu meminta 8dk membuka pembicaraan layaknya seseorang memberikan opening speech…Berikut ringkasan opening speech 8dk 

8dk .. Om – Om sekalian…sejatinya kita gak perlu mempermasalahkan tentang Pornography, maksiat dan lain-lain…

Salah seorang Rekan memotong : “Sebentar…maksud Loe apaan… 

8dk : Begini…kita analogikan kita hidup saat ini dalam rumah besar…maka di rumah itu 10 orang masih terasa lega…Nah bayangkan kalau rumah itu tiba-tiba diisi oleh 1000 orang…apakah rasa lega dan nyaman itu masih dapat kita rasakan!!!??? 

Salah seorang Rekan yang lain   : Gila…Lu!!! Apa hubungannya… 

8dk : Begini…sekarang…kita bayangkan….apabila…seluruh umat manusia…mulai dari zaman Nabi Adam hingga kiamat terjadi…semuanya masuk Surga…kira-kira…kita masih berasa nyaman dan lega gak di Surga??? Terus ada untungnya gak ngejar-ngejar SUrga??? Toh sama sumpeknya dengan dunia!!!??? 

HASIL AKHIR : Pembahasan ditiadakan…kami berempat akhirnya keliling Senggigi – Batu Layar – Batu Bolong dengan mobil sang dosen…di beberapa tempat sempat ngopi…hingga waktu adzan Shubuh dikumandangkan…. (Berdasarkan pengalaman tersebut 8dk dapat memaklumi apabila RUU Pornography, sering tertunda-tunda di DPR; selain itu 8dk optimist bahwa keberadaan RUU Pornography, seandainya sudah menjadi UU Anti Pornography akan seperti ini “datang tak menambah, pergi tak mengurangi” dalam khazanah hukum di INdonesia…Mari…kita buktikan!!!!!!…..(Cihuiiiii)

Advertisements

Guyon Ala JIL 1 (Jaringan Islam Lucu) ; Tentang Mandi (oleh – oleh dari Padang Panjang)

Minggu lalu, di Padang Panjang 8dk mendapatkan kesempatan untuk bercengkrama dengan sepasang calon pengantin…Alkisah, tak disengaja, mereka berdua ada di tempat 8dk menginap… Karena kedua-nya adalah teman dari teman 8dk…pembicaraan renyah … mudah mengalir di antara kami…Hingga satu ketika…   

Wanita      : Uda, uda mandilah…masak belum mandi dari tadi pagi 

Pria : Iya…nantilah…toh uda belum ada rencana keluar  (maksudnya keluar dari tempat/kamar teman 8dk) 

Wanita    : Uda ini pemalas sekali sih….

Pria : gak malas…cuma kalau gak kemana-mana…ya…masalah mandi kan bisa diatur kapan saja… 

Sialnya bagi mereka berdua 8dk ….tertarik dengan pembicaraan mereka hingga akhirnya memutuskan untuk “TJERAMAH”…

“Uni…sejatinya Uni gak perlu khawatir kalau Uda uni (sambil menunjuk ke si lelaki) tidak mandi…sebab…sejatinya…mandi itu yang paling dibutuhkan dan  bisa dijamin hasilnya bersih…hanya pada saat kita telah wafat”

Wanita : Maksudnya gimana?  

8dk : “Sejatinya…kalau kita masih hidup, kita mandi…maka tidak lama kemudian kita pasti berkeringat…alhasil debu menempel kembali ke badan kita…badan kita kotor lagi…akhirnya kita mengulang mandi..dst, dst…  

Wanita  : Lalu…???   

8dk  : Nah bandingkan kalau kita meninggal, kita dimandikan…bersih, feses kita dikeluarkan…kemudian tubuh kita dibalut kain kafat..erat..sehingga kecil sekali kemungkinan bisa dihinggapi debu…maka pada saat itu, hanyalah satu-satunya saat bagi orang yang hidup, dapat menikmati bahwa Mandi itu PErlU dan berkhasiat membersihkan badan…tapi selama mandi di dunia…itu hanya pengulangan robotik aja….

Perkataan saya dipotong dengan ucapan : Sial!!!! dari sang wanita yang dibalas dengan tepuk tangan oleh si Pria…

 

 

Membaca Hitam Putih ; Berprestasi Atau Jadi Politisi…Apresiasi Atas Atlet Minggu Ini..

Di Tengah-tengah ancaman krisis yang kian pasti tiba…(dollar naik…bensin turun…kopra turun…karet turun…emas turun….) kita mendapatkan relaksasi serta beberapa kegembiraan…Kegembiraan yang wajar, bersahaja, datang dari dunia olahraga…Mungkin belum maksimal, tapi prestasi ini harus dijadikan catatan yang terus digadang-gadangkan, untuk mencapai prestasi lanjutan..

Mulai dari Chris John, yang berhasil mendapatkan gelar SUper Champion di Jepang

http://www.detiksport.com/read/2008/10/24/192515/1025656/77/menang-chris-john-super-champion Kontingen Indonesia menjadi Juara Umum di Asian Beach Games I, Bali, 2008…

http://www.detiksport.com/read/2008/10/26/233553/1026299/82/jk-penantian-indonesia-berakhir  hingga kemenangan Pelipur Lara Markis Kido dan Hendra Setiawan pada Denmark Open, 2008

http://www.detiksport.com/read/2008/10/27/004948/1026304/79/indonesia-gondol-satu-gelar

Secara pribadi, sebagai anggota dari masyarakat Indonesia (warning : saya tidak hanya punya ktp..tapi juga npwp…sah dong ngaku orang Indonesia)…penulis berhak ikut berbahagia…yang cuma bisa diekpresikan secara minum melalui kata-kata ” TEriMa KasiH semUa…Terima KasIH Chris John, Markis Kido, Hendra Setiawan dan SelURUH KOntiNGEN INdoNEsia di ABG…semoga semangat keberhasilan ANda menjaDI inspIRAsi bagi KAmi, Kita SeMUa, untukberbuat bagi Negara…AmIEn…” Mari kita cermati KeberhaSILAN mereka…

a. Chris John…tidak hanya berlatih dengan seksama, menguras keringat…tapi…kalau kita lihat pada saat pertandingan…iya bonyok…gila…Memang itu namanya PETINJU…tapi lihat…PENGORBANAN yang ia harus lakukan guna mendapatkan Gelar…tidak hanya JUARa dunIa, bahKAN menjadi SUper Champion… Pada titik ini adalah wajar…apabila ia mendapatkan prestasi sebagai buah KERJa Keras… Keringat…

b. Markis Kido dan Hendra Setiawan…sama dan sebangun, kerja keras dalam latihan…kerja keras dalam bertanding…hasilnya beberapa gelar juara di tangan mereka…Kalah – Menang dalam pertandingan adalah hal yang biasa…tapi…pengulangan kemenangan menunjukkan bahwa proses latihan telah dilakukan, proses belajar berjalan secara sinambung…

c. Kemenangan kontingen Indonesia, sebagai juara Umum…Two Thumbs Up untuk Rita Subowo …para penggagas dan pelaksana ABG…beserta para pemain…kontingen Indonesia…kerja keras Anda…apa pun plus minusnya…telah menunjukkan bahwa PErjalANan berprestasi itu hidUP…pertanYAAn sederhana tinggal MENunggu..apakah dapat diULANg di OMan atau Malah tINGgal UNtuk DikenanG?????

Pada titik ini, kerja keras, mendapatkan hasil, semakin bekerja keras, semakin baik hasil adalah BUDAYA HIDUP FAIR…yang sudah lama ditinggalkan OLEHBANGSA ini…(atau jangan-jangan kebanyakan kita ; termasuk saya…sudah menjadi BANGSAT!!!!!!?????)…

Nah…mari kita bicara hitam putih…kembali kepada JUDUL…Berprestasi Sebagai Atlit maka TIDAK BERPRESTASI apabila ANda MENJADI Politisi…Lho Kok Bisa…ya iya lha…toh saya yang pilih judul… Lalu Bagaimana agar Politisi…apalagi Anggota DPR untuk BERPRESTASI…mungkin ini ada beberapa masukan awal…

 :http://jalansutera.com/2008/07/07/al-amin-nasution-koruptor-yang-suka-main-perempuan/ 

dan

http://empimuslion.wordpress.com/2008/05/23/pose-syur-anggota-dpr

 

Apa Yang Dapat kita Harapkan Agar MEReka bisa BERPrestasi seperti Chris John, Markis Kido, Hendra Setiawan…dll..Apabila dirujuk kepada dua tautan info tadi maka…ada baiknya dicanangkan LOMBA atau KOMPETISI…yang sifatnya tidak mengurangi penghargaan atas wanita…sebab baik di pria maupun wanita…hyperseks itu ada… minIMal mengingAT kePIAWaian Max Moein dan AL Amien…LOMBA SEXUAL INTERCOURSE terbanyak (tentu dengan batasan waktu dan regulasi yang disepakati)_ Ini PENTing …agar kita TetaP dapat MEliHAt para Politisi kita BERPrestasi…SEburuk ApaPUn..presTasi TerseBUt…toh ITU sudah Dimulai dari TINDak KORUpsi…

Yakinlah…untuk Al-Amien…karena menggunakan awalan Al…ia dapat kita pertandingkan dengan atlet sexual intercourse dari Negeri Jazirah Arab..yang kabarnya memiliki kekuatan LUAR BIASA…tapi BUkan berARti MaxMOEin…tidak bisa…..

AkhirnYa…sebuAH himBauan bagi Atlet…teruTAma yang menJadi CALeg saat INI…keringat Anda telah Anda kucurkan di arenA pertanDINGan…maka prEStasi pun telah Anda Raih…Jangan Karena ANda menCoba Jadi POLItisi…PrestasI KEmarin…diulang dengan MENGOrbankan Harga DIri…INgat Keringat Anda telah terkucur…jadi jangan hancurkan kenangan dan kerja keras itu…

BiarKan para Politisi yang mencurahkan Keringat…Serta Protein mereka di atas tubuh lawan jeniS Secara tidak Senonoh…apalAgi Halal…Biarkan…sesungguhnya tidak SEMUa polITIsi kuat BEraktivitas Olahraga…seHINGGA kita haruS LEGOWO…apabILA mereka memilih TINDAKAN SEXUAL INTERCOURSE sebaGAI bagian dari OLAHRAGA mereka…bukanKAH mengeluarkan KerinGAT itu PERTANDA TUBUH kita SEHAT?????   (terima kasih untuk semua sumber…detik.com dan beberapa blog hasil googling…JKK)

Jangan Takut Kuliah di Universitas Negeri : Universitas Andalas

Bukit Tui, Padang Panjang, Oktober 2008…

Bukit Tui, adalah Bukit yang sempat longsor pada tahun 1987…informasi yang 8dk peroleh…132 orang tewas akibat longsor di Bukit Tui…Konon, daerah lokasi longsor tersebut memang daerah hitam, banyak penjudi, perempuan nakal, dll. Nah, minggu lalu 8dk  mengunjungi Bukit Tui, pusat tambang batu alam (batu gamping) di Kota Padang Panjang…

Jalan ke Bukit Tui…terbilang bagus..dan di bawah kaki bukit Tui terdapat Lapangan Olahraga, yang biasa digunakan untuk olahraga berkuda di Kota Padang Panjang, tepatnya Bukit Tui berada di Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat.

 

 

8dk mampir di beberapa lokasi penambangan batu yang ada tepat di kaki Bukit Tui…sekurangnya ada 4 lokasi titik penambangan…pada waktu masuk ke liang lokasi penambangan, liang yang dibongkar oleh penambang…8dk merasa takut…takut apabila batu di atas kepala jatuh…hiks…(dalam hal ini saya dapat menerima, ketakutan yang dialami oleh kepala suku Galea, kepala suku bagi Asterix dan Obelix, yang ketakutan apabila langit runtuh menimpa kepalanya)…Bukan apa-apa…martil pemecah batu itu beratnya 7 kg…kebayangkan berat batunya….

Di salah satu lokasi penambangan, seorang penambang baru saja selesai menaikkan batu ke truk…saat si Bapak istirahat…8dk berkesempatan mengobrol…. Nama bapak tersebut Pak Budjang…ia menanyakan maksud 8dk mampir ke lokasi…kami bilang (kami b2) untuk melihat-lihat saja… Kemudian ia bertanya ke rekan 8dk…darimana berasal…kebetulan rekan tersebut berasal dari UI, masih kost di bilangan Margonda…

Pak Budjang kemudian curhat…bahwa anaknya, dua kali mencoba test masuk PGN (Perusahaan Gas Negara) yang diadakan di UI…sayangnya, belum berhasil …kini anaknya sedang bekerja di Batam sambil meneruskan kuliah masternya… Sahabat 8dk menanyakan di mana sang anak berkuliah…Ia mengatakan bahwa anaknya alumni Universitas Andalas (Unand), kemudian Pak Budjang bertutur begini : Saya cuma tukang batu…tapi saya merasa cukup dengan apa yang saya hasilkan…Satu hari kalau dapat satu truk…berarti Rp.60.000… bila batu sedang “keluar” maka kami bisa mendapatkan 3 truk, tapi kalau tidak, satu hari bisa tidak mendapat apa-apa”. Saya bersyukur, sekalipun tukang batu, dengan batu saya dapat mensekolahkan anak saya hingga tamat universitas….

“Memang…ada tukang batu yang tidak dapat mensekolahkan anak mereka…tapi bagi saya…semuanya tergantung kita dan anak kita”  Kalau anak kita sungguh-sungguh…saya yakin banyak bantuan untuk belajar, sebagaimana yang diterima oleh anak saya…

Ketika dikejar oleh rekan 8dk tentang biaya kuliah yang cenderung mahal…ia menolak, mengatakan bahwa untuk Unand, biaya masih dalam batas kemampuan…yaitu kemampuan sang anak untuk mencari beasiswa…dan beasiswa…adapun orang tua…lebih fokus untuk adiknya…Ia cuma menyayangkan bahwa kini banyak  pendapat, sekolah di Universitas Negeri itu mahal…padahal menurutnya…banyak kesempatan (O ya, pak Budjang, menurut pengakuan dirinya…cuma tamat SD) PaK Budjang juga bercerita tentang pengakuan anaknya yang menyatakan bahwa beasiswa di Unand selalu ada, hanya tergantung, apakah sang mahasiswa mau mencari atau malah malu mencari…Mau berarti siap untuk mengejar prestasi akademik, sebagai salah satu kriteria penerima beasiswa, sementara malu dapat berarti individu bersangkutan, mungkin belum dapat menikmati kuliah,sehingga IP-mereka apa adanya…

8dk teringat, betapa Pak Budjang memiliki ketangguhan yang dapat diandalkan, pekerjaan apa pun, Insya 4JJI dapat mencukupi dirinya…sebagaimana 8dk pernah mendapatkan Pak Burhan di bilangan Margonda… Yang menarik…sekalipun tamat SD, tukang pemecah batu, Pak Budjang memiliki pandangan yang patut dibanggakan bahwa kuliah itu penting, dan cara ia mendidik anaknya untuk “mengejar beasiswa” adalah hal yang harus ditiru, terutama oleh kalangan menengah ke bawah di Indonesia…

Maka 8dk merasa perlu untuk mensosialisasikan kembali, kepada para pemirsa, yang kebetulan sedang dan atau masih berkuliah…tolong tetap dipertimbangkan sekolah dan universitas negeri sebagai salah satu tempat Anda belajar..tentu itu disesuaikan dengan program studi atau jurusan yang Anda minati…sekali lagi..berkuliah murah…sejatinya hanya ada di Universitas Negeri…mau yang paling murah..gampang…saat ini 8dk sedang belajar di UKL (Universitas Kolong Langit/Universitas Terbuka)…jadi kenapa tidak berkuliah di Universitas Negeri?????

 

 

Jangan Takut Kuliah di Universitas Negeri : Universitas Indonesia

Kurang lebih 4 bulan lalu, salah seorang mahasiswa dari salah satu Universitas Muhammadiyyah di P.Jawa, menggugat dikotomi Kuliah di Universitas Negeri dan Universitas Swasta…Gugatan itu kalau tidak salah dituliskan melalui Media Indonesia…seingat penulis, melalui kolom/sub tema berita harian  yang dituliskan oleh para mahasiswa…

Tulisan ini tidak mencoba untuk mendikotomikan ulang atau kembali, melainkan sekadar berbagi pengalaman tentang betapa kuliah di UNiversitas Negeri yang sempat diisukan secara biaya sama saja dengan kuliah di UNiversitas Swasta, dapat dilalui oleh orang-orang yang berpenghasilan rendah… Mereka dapat melalui kuliah hingga selesai, karena kerja keras mereka, keluarga mereka, dan juga ketrampilan belajar yang mereka miliki…

Pada waktu musim awal perkuliahan di mulai, penulis sempat menemani salah satu keponakan yang – akhirnya – dapat lulus SPMB untuk kuliah di UI…kebetulan sedang kosong…kembali jalan-jalan di sekitar balairung, danau hingga mesjid, untuk mengingat masa perkuliahan yang dialami penulis pada waktu kuliah…

Saat akan masuk gedung rektorat kami berpapasan dengan seorang ibu, usia antara 50 – 60 tahun…Ia menanyakan  jalan masuk ke rektorat…karena lokasi bertanya sang ibu sudah masuk lingkungan rektorat, maka saya tinggal menunjukkan  pintu masuk saja…sekaligus menunjukkan letak lift…nah pada saat itulah sang Ibu berkata : “Aduh nak…ibu ini, baru sekali ini ke UI…ibu ini gak nyangka anak-anak ibu bisa kuliah di UI…Ibu ini cuma tukang cuci pakaian orang aja…untuk ongkos pun ibu pas-pasan…tapi masak sudah empat tahun anak ibu kuliah di sini…ibu belum pernah datang ke kampus…..Secara refleks saya bertanya tentang cerita anak si Ibu…Mengalirlah hal ini…anak Ibu…waktu SMA ikut tes kuliah di UI, ternyata masuk…karena kita orang gak mampu…ibu cuma bisa bilang ke anak Ibu, kalau kuliah, kamu harus cari jalan keluar…Anak ibu di FMIPA…nah akan wisuda sekarang (September 2008 kemarin?)…nah adiknya pun masuk UI, diterima di teknik komputer….kalau kakaknya, karena berjuang…dapat beasiswa…gak cuma dari UI, tapi juga dari beberapa perusahaan (ibu itu menyebutkan salah satu nama konsultan manajemen yang biasa mengisi di Kompas dan berkantor di bilangan Kuningan…) Nah dari situlah nak…mudah-mudahan anak Ibu dapat mengubah nasib kami ya Nak…tolong doakan ya…. Karena kebetulan sedang janji dengan orang lain…penulis hanya mengantarkan sang Ibu hingga pintu lift, kalau gak salah tujuannya antara lantai 7 – 8 rektorat, tempat orang mengurus beasiswa…Kedatangan sang Ibu…untuk berterima kasih…”ke orang-orang rektorat yang telah membantu anak saya……

APa yang ingin penulis sosialisakan di sini, tidak lain…kalau rekan-rekan atau pirsawan…ada yang memiliki anak, keponakan dan atau Anda sendiri…memiliki kemampuan untuk kuliah di negeri secara kemampuan belajar (baca : lolos SPMB/UMPTN atau yang sejenis) seharusnya, tidak ada keraguan akan beban finansial…As long as Anda berani mengutarakan beban ANda tanpa mengada-ada…Insya 4JJI akan ada jalan keluar…Pada masa penulis berkuliah…masa yang baru saja dihantam krisis  finansial (1998)…banyak para mahasiswa yang “tepar” secara ekonomi keluarga mereka…tapi…mereka dapat diselamatkan..oleh bantuan beasiswa yang ada di lingkungan UI, dan diupayakan oleh pihak rektorat…tentu dengan catatan; individu-individu tersebut mau dan mampu menjaga kualitas belajar mereka, minimal mencapai nilai IPK di atas nilai rata-rata kemampuan teman mereka…

Penulis merasa perlu menyampaikan peristiwa dan pengalaman ini, mengingat, segera setelah beberapa Universitas Negeri beralih menjadi BHMN…biaya kuliah pun disesuaikan karena berkurangnya atau hampir tidak adanya jatah subsidi dari pemerintah untuk Universitas negeri bersangkutan…maka biaya kuliah di UI, dan beberapa UNiversitas Negeri lainnya (yang telah memilih menjadi BHMN) hampir sama, bahkan lebih besar dari biaya kuliah di UNiversitas Negeri kebanyakan…padahal hal itu semata-mata guna untuk mensubsidi silang, agar pembiayaan kuliah di UNiversitas bersangkutan tetap jalan sebagaimana proses pengajaran yang diharapkan…

Sebagai penutup…penulis ingin menganalogikan beberapa pengalaman dan atau keluh kesah rekan-rekan penulis yang kebetulan pada 1992 – 1995 mendapatkan kesempatan belajar di UNiversitas Al Azhar, Cairo, Mesir…waktu itu penulis bertanya tentang kualitas belajar mengajar di Al Azhar…beberapa lontaran…menyatakan bahwa kuliah di Al Azhar, seperti layaknya kuliah di Kuliah Umum di Indonesia…kuantitas mahasiswa dalam satu ruang dan mata kuliah, besar atau banyak partisipannya, sehingga tidak ada interaksi utuh antara mahasiswa dengan dosen…bukan seperti zaman dahulu (maksudnya zaman keemasan Al Azhar dahulu)…pada waktu itu penulis tanya kenapa…mereka mengatakan bahwa kebanyakan dosen di Al Azhar lebih suka mengajar di Universitas-Universitas di Negara-Negara Arab seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab..dll…karena secara gaji…jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang mereka dapatkan dari mengajar di Al Azhar…silakan Anda cek sendiri (untuk tahun dan masa kuliah saat itu), adapun kualitas Al Azhar saat ini…penulis tidak terlalu mengetahuinya…..

Point penting lainnya adalah…kebanyakan Univ Negeri masih disubsidi pemerintah…maka fasilitas mereka…kualitas dosen…akan lebih unggul dibandingkan Universitas Swasta…Tapi yang terpenting…adalah apabila Anda akan kuliah…belajarlah di tempat PALING BAIK untuk JURUSAN atau PROGRAM STUDI yang akan Anda Ambil…contoh untuk LINGUISTIK…seingat saya Linguistik bahasa INggris dan INdonesia, Atmajaya Jakarta, jauh lebih maju dibandingkan UI, Ilmu Komputer, BiNus jauh meninggalkan UNiversitas Negeri…INgat kuliah tidak hanya investasi bagi Anda…tapi juga ajang menuntut ilmu dari sumber utama…maka pilihlah sumber yang tepat….terima kasih….

3rd Warning!!!!!!!!! : TINGGALKAN ANS dan NPM

seorang rekan, auliahazza mencatatkan komentar, bahwa sebelum ke SUMBAR, 8dk harusnya bertanya ke dirinya, hal ini berkaitan dengan kelakuan ANS, yang selalu mengecewakan penumpang, dalam hal ini, dapat kita tafsirkan bahwa Auliah mengalami kekecewaan, jauh sebelum 8dk…

Menarik, tentu belajar dari pengalaman bukanlah hal yang mudah, begitu pula bagi 8dk…Pengalaman penuh kekecewaan menggunakan ANS saat perjalanan DKI – SUMBAR, tentu mengharuskan 8dk menggunakan PO Bus lain…pilihan, berdasarkan rekomendasi sanak dan saudara di Padang Panjang – Bukit Tinggi, Lorena adalah pilihan yang utama…Sayangnya, beberapa kali ke kantor Lorena di Bukit Tinggi, selalu bangku sudah penuh, tragisnya jadwal 8dk juga belum tentu…(kacian deh aye…)

Nah, akhirnya, ketika waktu pulkam tiba…Sumbar – Jakarta, 8dk hanya dapat mencoba melihat kondisi bus apa adanya di Terminal Padang Panjang…alhasil pilihan (terpaksa) dijatuhkan ke NPM (Naikilah Perusahaan Minang)… Penuh harapan – tentunya – akan lebih baik daripada NPM…

Sialnya…ternyata jauh panggang dari api…berikut beberapa keluhan :

a. Pemenuhan bis hingga sesak…terutama memadatkan penumpang tambahan pada kursi cadangan di tengah…pada awalnya, 8dk merasa akan lebih baik dibanding ANS, sebab, dari bangku yang ada, masih terdapat 4 kursi kosong, sehingga apabila ada mencatut penumpang cadangan, cukup (dan masih dapat 8dk pahami) apabila sesuai dengan ukuran kapasitas penumpang awal saja)… Tapi…ternyata…harapan itu hilang…di Solok…3 bangku cadangan di tengah sudah penuh, di tambah 6 bangku cadangan yang ada di bagian depan…gila kan!!!!!!!!!!  

b. Saat berhenti yang mana suka…tidak ada jaminan bahwa mobil akan berhenti dalam waktu yang terukur, kadang setengah jam, kadang bisa lebih dari setengah jam…..

c. yang paling memuakkan; di Merak, di laksanakan OPERASI PEKAT (25/10/08)..alhasil sebuah NPM, pengemudinya terjaring…nah….NPM yang kita tumpangi ikut membantu berbicara dengan polisi…walhasil berlarut-larut …sebagian penumpang sudah berteriak “Kasih AJA uang si POLISI’; tentu ini masuk akal, mengingat Operasi POLISI identik dengan penambahan kantong, gelembung lemak di bagian tubuh kebanyakan anggota polisi dibandingkan dengan penegakkan hukum …ya kan….

Alkisah…dua bis NPM itu keluar dari Merak…Nah..ketika berhenti untuk makan malam di RESTORAN RAJAWALI…di jalan lintas Merak – Cilegon…terjadi peristiwa yang mengerikan…Sang Sopir…berhenti tidak hanya sekadar untuk makan…melainkan bercengkerama (?) dengan sesama pengemudi NPM hingga memakan waktu lebih dari 1 1/2 jam…konyolnya lagi…ruangan pengemudi berbeda dengan ruang penumpang..hingga harus ada effort tambahan untuk mengingatkan sang sopir…yaitu dengan membuka jendela dari luar…dan berteriak agar jangan sampai membuat penumpang kecewa…sejatinya paling tidak pada mobil yang kami tumpangi *NPM BA 3554 J..ada 5 orang anak kecil…maka dapat kita simpulkan…si sopir kurang asem…Menyadari kesalahan sang sopir berusaha untuk berdalih bahwa ia pun terkena tilang…padahal hal itu sama sekali tidak kami liihat… :

d Yang paling tragis…..para penumpang tambahan yang merokok, diendorse oleh si supir yang juga perokok; untuk merokok di dalam mobil saat AC mobil hidup, baik pada situasi mobil berjalan maupun saat mobil berhenti di tempat makan…

Saya kaget…sebagai individu yang kebetulan juga memiliki kegiatan di bidang jasa… ternyata mendapatkan  bahwa NPM sama dan sebangun dengan ANS…TIDAK MEMILIKI NIATAN UNTUK MENYELENGGARAKAN SERVIS YANG BAIK SECARA PARIPURNA KEPADA PELANGGANNYA…BAYANGKAN…ketika ada 10 orang bangku tambahan…nilai masing-masing Rp.150.000…maka DUA SOPIR dan Satu KERNET…mengantongi uang minimal Rp.1, 5 juta…atau Rp 500 ribu masing-masing…DeNGAN mengorbankan KENYAMANAN penumpang…Nah…

NAH…BAGI ANDA YANG AKAN BERKUNJUNG KE SUMATRA BARAT…DENGAN JALAN DARAT………JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN BUS ANS DAN NPM…SUPER EXECUTIVE maupun EXECUTIVE mereka SAMA Dengan METRO MINI atau KOPAJA di JAKARTA…bAyangKAN..IKHLAS anda BAYAr MAhal UNTUk peLAYAnan KELAs KAmPUnG????? Mari KITA LIHAT…mereka akan memperbaiki layanan atau KITA BIARKAN merEKA sekARAT…Mari…INGAT..anDA sekALIAN sudaH BERsuSAH paYAH untuk MENCari UANg guna MEMBAyar ONGKos…SUper Executive maupun ExecutiVE… Jadi KIta CANANGKAN…tingGALKAN..NPM dan ANS…..Minta MINIMAL MEreka MEMPERBAIKI DIRI..atau untuk NPM ganti AJA nAMA ANDA…jangAN bawa-BaWa MINANG….

2nd Warning : Jangan Naik Bus AKAP ANS!!!!

Para pembaca, peristiwa ini terjadi beberapa hari lalu…8dk mencoba untuk bertemu dengan perwakilan bus AKAP ANS, terkait dengan keluhan dan apa yang dirasakan oleh 8dk, dan para penumpang bus ANS, pada saat keberangkatan 8dk dari Jakarta menuju Padang…Sejatinya…8dk juga memiliki keinginan, apabila ada jawaban yang menyenangkan dari pihak perwakilan bus…tidak menutup kemungkinan 8dk akan membeli tiket kembali dari

Singkat kata, kami tiba di Perwakilan ANS  di Kota Bukittinggi, tepatnya di Jalan Bukttinggi – Padang Panjang, di dekat Jambu Aie…Tiba di sana ada 3 orang pria dan seorang wanita…sepertinya mereka pekerja di ANS…Sampai di sana, 8dk memberikan info dan komplain tentang pengalaman selama perjalanan ANS mulai dari Jakarta hingga Padang… Lalu,..apa yang terjadi…

Si Perempuan (sepertinya petugas ticketing; karena sedang asyik memegang ticket) mengatakan bahwa PIHAK ANS secara perusahaan tidak bertanggungjawab atas apa yang terjadi selama perjalanan, mereka tidak dapat mengatur sopir untuk tidak menaikkan penumpang di tengah jalan…gila Gak!!!!!!!!!!!!!!!!!

Ketika saya sampaikan bagaimana dengan kenyamanan penumpang, untuk kelas Super Executive…? mereka telah membayar mahal…? Kembali mereka menegaskan (sang wanita) dan beberapa lelaki di sana mengatakan bahwa hal seperti itu diluar dari tanggungjawab ANS dan mereka tidak dapat memberikan jaminan apalagi kompensasi yang diderita penumpang karena perilaku sopir…GERAM dan NAIK PITAM…tapi karena kebetulan sedang membawa anak kecil, kami keluar dari loket perwakilan, sambil mengumpat…BAJINGAN ANS…BAJINGAN…TIDAK ADA PENGHARGAAN sama SEKALI atas PENUMPANG…Maka Para PEMIRSA…tinggalkan ANS…atau JANGAN PERNAH BERHARAP KENYAMANAN dengan ANS…Mohon sebarluaskan berita ini ke semua rekan Anda yang kebetulan akan bepergian dengan ANS…TINGGALKAN ANS…SEKARANG JUGA…INGAT…ANDA telah MEMBAYAR tidak hanya ONGKOS Transportasi…melainkan JUGA ANDA telah MEMBELI KENYAMANAN…Tinggalkan ANS…doakan agar MEREKA berubah…atau HANCUR SEKALIAN…(seingat saya sudah tidak sedikit PO bis yang runtuh, seperti HZN, Jambi Indah, dll)