Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Ikhlas…belajar dari Buya Hamka dan Mar’ie Muhammad

Dua hari lewat, seingat saya, Metro TV menampilkan kisah/kenangan tentang Buya Hamka… Salah seorang ulama besar Indonesia…yang dalam hemat saya…hingga saat ini belum ada calon penggantinya (kenapa tidak Anda!!!???…semoga..amien)

Salah satu bagian dari berita tersebut adalah kisah tentang penyiksaan yang ia hadapi saat pemerintahan Soekarno…tapi ia masih dapat memaafkan Soekarno bahkan menjadi imam saat Soekarno wafat…

Kemudian ditampilkan perseteruan Buya Hamka dengan Alamsjah Ratuprawiranegara..menteri agama yang menentang fatwa MUI (waktu itu dipimpin Hamka) yang melarang umat Islam mengikuti perayaan natal (dalam artian ibadah natal) bahkan mengucapkan selamat hari raya …

Tanpa bermaksud melebih-lebihkan…kebetulan pada saat kecil, saya sempat belajar dari kultum ba’da shubuh dengan Buya Hamka di Al Azhar…dan sempat mendengar Alamsyah berbicara tentang Islam…pendapat pribadi saya…jauh dan hampir memilukan apabila kita ingin membandingkan kedalaman ilmu agama antara Buya Hamka dan Alamsjah…

“Tarmizi, Ulama itu tidak bisa dibeli, dan tidak mungkin ditekan oleh pemerintah” itu kalau saya tidak salah ingat…kutipan perkataan Hamka kepada Tarmizi Taher…pada saat Tarmizi Taher berusaha menjadi jembatan bagi perdamaian Hamka-Alamsjah…(kutipan dari tayangan Metro TV)

Pilihan untuk mundur dari jabatan Ketua MUI, dan pada saat memimpin MUI menolak gaji dari pemerintah yang dipilih oleh Hamka, menurut saya, bagian dari keihlasan beliau, yang saat ini sulit untuk dicari padanannya…Pengalaman pribadi saya, yang hampir 3 bulan puasa bershalat shubuh di Al Azhar (saat kecil) mengarahkan bahwa Beliau adalah individu yang ikhlas…semoga…

Antara 1-2 Januari 2005…lebih kurang satu minggu setelah kejadian Gempa dan Tsunami Aceh…(mungkin tepatnya tanggal 2 Januari 2005). Bersama beberapa rekan saya mampir ke Gedung PMI, dekat Pancoran…ingin mendaftarkan diri menjadi relawan…karena memang saya hanya dapat membantu secara tenaga dan doa . untuk rekan-rekan yang tertimpa musibah itu…bukan harta…

Alhamdulillah, sore itu saya sempat bertemu dengan Pak Mar’ie Muhammad…Mungkin beliau sudah tidak ingat saya…tapi kesan saya terhadap beliau…boleh jadi sama mendalamnya dengan kesan saya terhadap Buya Hamka…

Saat itu…ketika saya mendaftar di ruang muka (ada meja pendaftaran relawan)…saya usulkan kepada petugas untuk mencoba membagi perbekalan atau ransum melalui udara dengan menggunakan pesawat rusia yang seingat saya masih ada teronggok di Iswahyudi (Madiun)….Pesawat badak yang bisa mendarat di tanah tidak rata… Petugas tersebut (seingat saya dari NTT..) menyarankan agar saya langsung menemui Pak Mar’ie yang ada di ruang dalam..(mungkin ruang rapat;maaf saya tidak terlalu hafal dan tahu tentang ruangan di kantor PMI).

Salutnya….saya melihat Pak Mar’ie, yang matanya sudah tebal (mungkin karena kurang tidur) di hari libur…tetap semangat…dan mau mendengarkan usul saya… Setelah mendengarkan usul saya..ia mengatakan bahwa dalam pengiriman logistik, tetap kita harus mengutamakan keselamatan orang yang mengirimkan logistik tersebut….(begitu kira-kira jawaban beliau)…

Sejatinya, pengalaman kecil saya ke Iswahyudi, dan pembelajaran saya tentang militer sekenanya, menunjukkan bahwa militer adalah individu yang siap mati…apalagi pilot/penerbang…tapi…pada saat Pak Mar’ie berargumen pentingnya mengutamakan keselamatan para petugas…saya tidak dapat mengeluarkan pengetahuan saya itu…entah….

Nah…mudah-mudahan saya gak salah alamat…Hamka tidak mau digaji oleh pemerintah…sementara Mar’ie Muhammad, berjuang di hari libur, dan kurang tidur…(itu saya yakin karena melihat kantung mata beliau)…Mudah-mudahan juga itu wujud dari KEIKHLASAN beliau berdua… Saya cuma merenung sedikit…kok masih ada ya…(terutama pas Pak Mar’ie), sementara SBY pun pada saat itu, saya tidak melihat kecekatannya (bandingkan dengan gempa di Yogya)…tapi…/harto (baca;persetan!) dengan itu semua…keberadaan dua manusia tersebut menunjukkan bahwa BEKERJA ADALAH PENGABDIAN…bukan karena INI atau KARENA ITU…pertImbanGan InI atau PERtimBANGan ITu….

Saat ini…belum lama berselang…kalau tidak salah (mohon dikoreksi kalau ingatan saya salah) , Max Sopacua, pada saat debat di ANTEVE menuding lawan debatnya…Anda belum berbuat untuk NEGERI ini…GiLA….masak sih dia gak ngerasa kalau dia juga digaji dari negara ini…APA BEDANYA ia dengan URIP TRI GUNAWAN…yang mengemis pengampunan dengan SENJATA ANAK…serta PENGABDIAN 17 tahun di KEJAKSAAN… SELAMA pengabdian..dia digaji oleh SIAPA…? OLEH BAPAK MOYANGNYA!!! .7UCK…GILA…GILA…

Maaf, Melebar kemana-mana…tapi mari kita kejar ingatan…ketika Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan…ia akhirnya disingkirkan…tapi seingat saya (maaf…Bung Karno wafat saya belum lahir) dari buku-buku tentang beliau yang saya baca…saya belum membaca adanya “PENUNJUKKAN DADA DIRINYA sebagai PROKLAMATOR atau KESOMBONGAN dirinya” nah… atau yang cukup tragis Hatta…sesama proklamator, berbeda pendapat, akhirnya memilih tidak berjalan bersama dengan Bung Karno…dan masih ribuan atau bahkan jutaan MANUSIA IKHLAS indonesia ZAMAN DAHULU KALA….

nah…sekarang…tidak berbentuk atau memang tidak mau membentuk dirinya….Secara pribadi saya jadi bingung…saya bayar pajak, punya NPWP pribadi dari 4 tahun lalu…dan maaf, dalambeberapa kasus gak sekali dua kali tuh “perang-perangan” dengan orang luar Indonesia (tentu dengan ketrampilan dan bidang yang saya kuasai ;;;silakan artikan sendiri; tafsir bebas aja!) belum pernah pun kepikiran seperti ucapan Max Sopacua…Nah…bandingkan dengan para pahlawan BULUTANGKIS kita…atau SEPAKBOLA kita yang akhirnya hidup biasa-biasa saja… ATAU JANGAN-JANGAN…moda pembicaraan yang dikeluarkan oleh Max Sopacua itu adalah doktrin yang sifatnya sudah ditularkan secara turun temurun mulai dari DEWAN PEMBINA (baca; SBY)

4n71n9!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! kalau memang begitu…;pantas saja JK berani mengklaim SBYJK BERHASIL…contohnya meningkatkan ANGGARAN PENDIDIKAN di APBN…apa lacur…itu kan sudah jadi amanat undang-undang…ANggaran PENDIdikan adalah 20% dari APBN…jadi…IKHLASkah JK…GILA……(silakan dicek di detik.com http://www.detiknews.com/prokontra/detail/2008/09/29/081945/1013925/612/sby-jk-klaim-berhasil-memimpin dan di http://www.detiknews.com/read/2008/09/29/011414/1013877/10/jk-klaim-kepemimpinannya-bersama-sby-berhasil )

Teman-teman…saya ingat pada saat INAICTA 2008 (pada saat membuka INAICTA), Menkominfo Muhammad Nuh mengatakan secara (implisit atau eksplisit..ya)…mari kita persetankan siapa yang menjadi pemimpin (baca; presiden RI)…yang penting kita mau dan bisa berbuat untuk negeri ini….

Saya cuma bisa berharap…beliau…contoh pribadi ikhlas dari segelintir pejabat negara yang ada di negeri ini…SEJATINYA…bagi para Caleg…Coba deh Belajar Ikhlash…kalau gak mau ke makamnya Buya Hamka, Bung Hatta atau Bung Karno…masih ada Pak Mar’ie Muhammad, atau Kalau Malu denganPak Mar’ie…belajar dari M.Nuh (menkominfo) kalau malu juga (dianggap gak bonafide) belajar aja ke Mario Teguh…kalau masih malu juga….saran saya BUNUH DIRI AJA!!!

Teman-teman. pada akhirnya NASIB kita dan HARAPAN kita hanya akan bergantung kepada diri kita masing-masing…BUKAN kepada PKS…kepada SBYJK…kepada CALEG..gak…itu fitnah… Maka…kalau kita sayang dengan diri kita sendiri…mari kita belajar ikhlas dari mereka yang telah mengajarkan keikhalasan kepada kita… Buya Hamka, Pak Mar’ie, Mario Teguh, Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, dll adalah contoh saja…mungkin Anda malah lebih dapat menyelami keikhlasan dari Orang Tua Anda…atau Guru Anda…atau malah Pembantu Rumah Tangga Anda…mari belajar dari mereka semua…

Teman-teman…Maaf..ya…kebetulan saya orang INdonesia juga…maka saya cuma bisa mengatakan NEGERI INI SUDAH DIPENUHI OLEH PARA PEJABAT NEGARA DAN APARATUR NEGARA BAJINGAN…yang sudah berimbas ke sebagian dari MASYARAKAT INDONESIA (menularkan yang buruk jauh lebih cepat dari menularkan kebaikan…betul…???) Maka Mudah-MUDAHAN dan mari kita NIATKAN dengan IKHLAS (amien) JANGANLAH KITA MENAMBAH…; baik secara KUALITAS maupun KUANTITAS BAJINGAN di NEGERI ini…semoga….

Secara pribadi, saya berharap, keikhlasan dapat hidup minimal dalam diri pribadi kita masing-masing…mudah-mudahan ini dapat membawa pencerahan…dan akan tampil minimal 28 juta Mar’ie Muhammad-Mar’ie Muhammad dan atau Mario Teguh -Mario Teguh yang baru… Amien (maaf kalau cuma satu atau sepuluh juta masih kurang…dan masak sih untuk urusan begini kita masih merepotkan TUHAN YME…)

SEMOGA TUHAN YME – DENGAN NAMA APA PUN IA KITA SEBUT – SELALU MENJAGA KEIKHLASAN SEBAGAI SALAH SATU PIJAKAN UTAMA BAGI KITA DALAM HIDUP…dan yang TIDAK kalah PENTINGNYA…kalau memang RI ini akan HANCUR…BELIAU …TUHAN YME – Dengan NAMA APA PUN IA KITA SEBUT – Tetap menjaga kita , maupun masyarakat biasa..(.Ada pun pejabat negara…wahai TUHAN YME..tolong gak usah dibantu…kami yakin kok…tanpa BANTUAN ENGKAU…mereka sudah pada kabur ke LUAR NEGERI.).. Amien…

Iklan

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: