Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Jangan Takut Kuliah di Universitas Negeri : Universitas Indonesia

Kurang lebih 4 bulan lalu, salah seorang mahasiswa dari salah satu Universitas Muhammadiyyah di P.Jawa, menggugat dikotomi Kuliah di Universitas Negeri dan Universitas Swasta…Gugatan itu kalau tidak salah dituliskan melalui Media Indonesia…seingat penulis, melalui kolom/sub tema berita harian  yang dituliskan oleh para mahasiswa…

Tulisan ini tidak mencoba untuk mendikotomikan ulang atau kembali, melainkan sekadar berbagi pengalaman tentang betapa kuliah di UNiversitas Negeri yang sempat diisukan secara biaya sama saja dengan kuliah di UNiversitas Swasta, dapat dilalui oleh orang-orang yang berpenghasilan rendah… Mereka dapat melalui kuliah hingga selesai, karena kerja keras mereka, keluarga mereka, dan juga ketrampilan belajar yang mereka miliki…

Pada waktu musim awal perkuliahan di mulai, penulis sempat menemani salah satu keponakan yang – akhirnya – dapat lulus SPMB untuk kuliah di UI…kebetulan sedang kosong…kembali jalan-jalan di sekitar balairung, danau hingga mesjid, untuk mengingat masa perkuliahan yang dialami penulis pada waktu kuliah…

Saat akan masuk gedung rektorat kami berpapasan dengan seorang ibu, usia antara 50 – 60 tahun…Ia menanyakan  jalan masuk ke rektorat…karena lokasi bertanya sang ibu sudah masuk lingkungan rektorat, maka saya tinggal menunjukkan  pintu masuk saja…sekaligus menunjukkan letak lift…nah pada saat itulah sang Ibu berkata : “Aduh nak…ibu ini, baru sekali ini ke UI…ibu ini gak nyangka anak-anak ibu bisa kuliah di UI…Ibu ini cuma tukang cuci pakaian orang aja…untuk ongkos pun ibu pas-pasan…tapi masak sudah empat tahun anak ibu kuliah di sini…ibu belum pernah datang ke kampus…..Secara refleks saya bertanya tentang cerita anak si Ibu…Mengalirlah hal ini…anak Ibu…waktu SMA ikut tes kuliah di UI, ternyata masuk…karena kita orang gak mampu…ibu cuma bisa bilang ke anak Ibu, kalau kuliah, kamu harus cari jalan keluar…Anak ibu di FMIPA…nah akan wisuda sekarang (September 2008 kemarin?)…nah adiknya pun masuk UI, diterima di teknik komputer….kalau kakaknya, karena berjuang…dapat beasiswa…gak cuma dari UI, tapi juga dari beberapa perusahaan (ibu itu menyebutkan salah satu nama konsultan manajemen yang biasa mengisi di Kompas dan berkantor di bilangan Kuningan…) Nah dari situlah nak…mudah-mudahan anak Ibu dapat mengubah nasib kami ya Nak…tolong doakan ya…. Karena kebetulan sedang janji dengan orang lain…penulis hanya mengantarkan sang Ibu hingga pintu lift, kalau gak salah tujuannya antara lantai 7 – 8 rektorat, tempat orang mengurus beasiswa…Kedatangan sang Ibu…untuk berterima kasih…”ke orang-orang rektorat yang telah membantu anak saya……

APa yang ingin penulis sosialisakan di sini, tidak lain…kalau rekan-rekan atau pirsawan…ada yang memiliki anak, keponakan dan atau Anda sendiri…memiliki kemampuan untuk kuliah di negeri secara kemampuan belajar (baca : lolos SPMB/UMPTN atau yang sejenis) seharusnya, tidak ada keraguan akan beban finansial…As long as Anda berani mengutarakan beban ANda tanpa mengada-ada…Insya 4JJI akan ada jalan keluar…Pada masa penulis berkuliah…masa yang baru saja dihantam krisis  finansial (1998)…banyak para mahasiswa yang “tepar” secara ekonomi keluarga mereka…tapi…mereka dapat diselamatkan..oleh bantuan beasiswa yang ada di lingkungan UI, dan diupayakan oleh pihak rektorat…tentu dengan catatan; individu-individu tersebut mau dan mampu menjaga kualitas belajar mereka, minimal mencapai nilai IPK di atas nilai rata-rata kemampuan teman mereka…

Penulis merasa perlu menyampaikan peristiwa dan pengalaman ini, mengingat, segera setelah beberapa Universitas Negeri beralih menjadi BHMN…biaya kuliah pun disesuaikan karena berkurangnya atau hampir tidak adanya jatah subsidi dari pemerintah untuk Universitas negeri bersangkutan…maka biaya kuliah di UI, dan beberapa UNiversitas Negeri lainnya (yang telah memilih menjadi BHMN) hampir sama, bahkan lebih besar dari biaya kuliah di UNiversitas Negeri kebanyakan…padahal hal itu semata-mata guna untuk mensubsidi silang, agar pembiayaan kuliah di UNiversitas bersangkutan tetap jalan sebagaimana proses pengajaran yang diharapkan…

Sebagai penutup…penulis ingin menganalogikan beberapa pengalaman dan atau keluh kesah rekan-rekan penulis yang kebetulan pada 1992 – 1995 mendapatkan kesempatan belajar di UNiversitas Al Azhar, Cairo, Mesir…waktu itu penulis bertanya tentang kualitas belajar mengajar di Al Azhar…beberapa lontaran…menyatakan bahwa kuliah di Al Azhar, seperti layaknya kuliah di Kuliah Umum di Indonesia…kuantitas mahasiswa dalam satu ruang dan mata kuliah, besar atau banyak partisipannya, sehingga tidak ada interaksi utuh antara mahasiswa dengan dosen…bukan seperti zaman dahulu (maksudnya zaman keemasan Al Azhar dahulu)…pada waktu itu penulis tanya kenapa…mereka mengatakan bahwa kebanyakan dosen di Al Azhar lebih suka mengajar di Universitas-Universitas di Negara-Negara Arab seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab..dll…karena secara gaji…jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang mereka dapatkan dari mengajar di Al Azhar…silakan Anda cek sendiri (untuk tahun dan masa kuliah saat itu), adapun kualitas Al Azhar saat ini…penulis tidak terlalu mengetahuinya…..

Point penting lainnya adalah…kebanyakan Univ Negeri masih disubsidi pemerintah…maka fasilitas mereka…kualitas dosen…akan lebih unggul dibandingkan Universitas Swasta…Tapi yang terpenting…adalah apabila Anda akan kuliah…belajarlah di tempat PALING BAIK untuk JURUSAN atau PROGRAM STUDI yang akan Anda Ambil…contoh untuk LINGUISTIK…seingat saya Linguistik bahasa INggris dan INdonesia, Atmajaya Jakarta, jauh lebih maju dibandingkan UI, Ilmu Komputer, BiNus jauh meninggalkan UNiversitas Negeri…INgat kuliah tidak hanya investasi bagi Anda…tapi juga ajang menuntut ilmu dari sumber utama…maka pilihlah sumber yang tepat….terima kasih….

Advertisements

2 Comments»

  santi wrote @

saya punya ponakan perempuan anaknya cantik, tahun ini sedang menempuh pendidikan smunya…penget banget kuliah. tapi dia ragu dengan biaya kuliah yang harus disiapkan karena ibunya sakit kanker payudara undah 3 tahun ini,bapaknya menceraikan ibunya, sedangkan ibunya tidak bekerja,bapaknya juga kerja serabutan dan sekarang sudah punya keluarga lagi dengan 2 anak…ponakanku selain belajar kalau ada kerjaan ngemci atau foto, tetep aja ga cukup karena dipake juga untuknambahin pengobatan ibunya.mohon masukan barangkali ada PTS yang biaya uang pangkal dan uang semesternya murah. tengkyu….

terima kasih Mbak, tolong diupayakan agar keponakannya tetap berusaha kuliah, terus terang…kebetulan saya beserta keluarga, memang modal beasiswa …tuk kuliah di UI, jadi terus terang…saya tidak bisa memberikan masukan PTS, tetapi untuk PTN, sementara UI sudah cukup baik untuk mengakomodir mahasiswa yang kurang mampu…lebih lanjut mungkin Mbak atau keponakannya bisa langsung ke email belajarbacatulis@gmail.com…Tapi,apa yang bisa kami bantu…hanya jalan…mudah-mudahan TUHAN YME, 4JJI SWT memberkati…dan insya 4JJI, kalau ia sudah lulus SPMB atau UMPTN (maaf, sekarang namanya apa ya…?) tinggal teriak aja ke email kami, atau kalau ingin ngecak jurusan yg masuk akal untuk sesuai dengan kompetensi dia…silakan beremail ria…Untuk semua Anak INdonesIA..InsY44JJI..pendidikan dapat kita capai..masalahnya seringkali akses ke informasinya yg kurang kita dapat…Tq…salam hangat..8dk

  imamhd wrote @

setuju jangan takut kuliah di universitas negeri yang penting tetap semangat nelajar
http://bajumuslimah.biz


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: