Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

GUYON ALA JIL 3 : Tentang Makanan Para Nabi (Tidak cocok untuk pembicaraan seputar Air Seni)

Alkisah, pada zaman dahulu kala (zaman para nabi) udara masih segar, tidak seperti sekarang yang sumpek dan pollutif…  Udara yang segar, mampu menyebarkan aroma hingga jarak puluhan km. Kesadaran ini digunakan oleh para nabi untuk mensosialisasikan keberadaan dirinya yang sedang mengajak (berkhotbah) umat manusia menuju jalan kebenaran…

Nah…mengingat cellular phone pada masa itu belum dikenal, maka penyebaran informasi  tentang “jadwal atau waktu khotbah” para nabi, disosialisasikan – semata-mata – melalui udara…Masyarakat yang mencium atau mendeteksi aroma  mulut (bau mulut) para nabi, akan datang (atau malah menjauh), sehingga akan terkumpul satu komunitas akseptor atas khotbah si nabi.

Alhasil, dibutuhkan sarana awal atau materi beraroma kental, yang dapat menimbulkan aroma khas…Maka dipilihlah…Jengkol (archidendrom pauciflorum; http://id.wikipedia.org/wiki/Jengkol) dan Pete (parkia speciosa: http://id.wikipedia.org/wiki/Petai)…Dulu…aroma petai dan jengkol tidak seperti saat ini, aroma petai dan jengkol pada masa para Nabi, dikabarkan seperti aroma Surgawi, yang jauh lebih baik dari aroma apa pun di dunia…Tentu hal ini masuk akal, sebab siapa yang datang ke acara khotbah para nabi, mendengarkan dengan seksama, menerima pesan dan mengamininya, seakan-akan telah “mencium” aroma kebenaran dari surgawi…

Naasnya…karena rahasia ramuan ini diketahui oleh masyarakat banyak…setelah zaman para nabi berakhir,  masyarakat luas menanam jengkol dan pete secara besar-besaran…Sebagian manusia mengkonsumsi pete dan jengkol sebagai makanan dan mengambil manfaat secara normal, sebagian lain, mengkonsumsi, semata-mata untuk “menjadikan dirinya nabi-nabi baru”…

Hal ini membuat TUHAN YANG MAHA KUASA…geram SEJADI-JADINYA, apalagi  melihat perilaku PARA NABI BARU yang tentu bertentangan DENGAN MANUSKRIP dan KITAB SUCI yang SEMPAT IA TITAHKAN untuk dibawa oleh para nabi terdahulu…Maka…dengan KEKUASAAN YANG IA MILIKI…ia ubah bau petai dan jengkol yang harum…menjadi bau seperti saat ini…PESING, apalagi bila telah bercampur dengan AIr SENI… Dan memakan PETAI – JENGKOL menjadi MAKRUH, sebab dapat menyebabkan ORANG LAIN TERGANGGU dengan BAU-nya (dan pengkonsumsi mengaku-aku dirinya sebagai nabi)…

Tapi… dasar MANUSIA…hingga saat ini masih banyak orang yang mengkonsumsi PETAI dan JENGKOL…dan terbukti (silakan Anda cek SENDIRI…saya bantu doa…) para NABI PALSU pada masa ini ADALAH para INDIVIDU yang SUKA memakan PETAI atau JENGKOL…

Maka…HINDARI MENGKONSUMSI PETAI DAN JENGKOL secara BERLEBIHAN…atau ANda SIAP-SIAP menjadi Orang YANG MENGAKU MENJADI NABI….SElamaT MENIkmATI…………..(informasi tentang kemampuan indera penciuman manusia dalam mendeteksi bau dan memilah jenis bau, dapat ditemukan pada link ini  = http://nobelprize.org/nobel_prizes/medicine/laureates/2004/press.html )

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: