Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Mabuhay Nusantara…Sebuah Kesan…

3 Desember 2008, 8dk berkesempatan mengunjungi Pontianak…Silaturrahim…Terutama Dengan Pulau Kalimantan, sekalipun hanya sekerat tanah yang dapat dikunjungi (sebab, kalau gak salah Borneo adalah pulau ketiga terbesar di dunia, maka menjelajahi satu Borneo, dalam hitungan 8dk, minimal membutuhkan waktu 12 bulan…nonstop hiking)

Perjalanan ke Pontianak lewat laut, menggunakan KM Mabuhay Nusantara, jadwal keberangkatan dari Tanjung Priok, jam 4 sore, tapi baru meninggalkan dermaga…jam 19.30, menurut informasi karena dari Syahbandar baru ada pengecekan/bisa mencek kapal sekitar habis maghrib…. Berdasarkan info dari teman-teman penumpang yang lain, keberangkatan kapal memang sulit untuk tepat waktu…hiks…Kabarnya ini karena banyak prosedur pemeriksaan. Bagi 8dk hal ini merupakan pengalaman awal, sekaligus kesyukuran, karena pemeriksaan tersebut, semoga dapat mengurangi resiko perjalanan di laut…Amien.

Pada awal mula, 8dk ingin menggunakan kapal Pelni, tapi setelah mendapatkan beberapa masukan dari rekan2, mereka mengatakan bahwa Kapal Pelni kurang terawat, kumuh, pelayanan tidak bersahabat, dll, kami (8dk dan rekan) memutuskan untuk berlayar…(Nenek MOyanGKU..oranG PElaut….)

Secara pengalaman, ini adalah pengalaman kedua menggunakan kapal dari PT PRIMA VISTA,pengalaman pertama ketika di perjalanan antara Merak – Bakauheni, dengan menggunakan KM Mufidah (kabarnya KM ini dulu dimiliki oleh keluarga JK, nama Mufidah adalah istri JK)…

KM Mufidah, untuk ukuran Kapal Penyebrangan Merak – Bakauheni, cukup bersih… Nah..di Mabuhay…pun sama…hanya beberapa masalah kecil seperti di KM Mandi VIP A ,pria ada lampu yang tidak menyala…sepertinya itu saja…

Bagaimana dengan Kru? Kru Mabuhay Nusantara, menurut 8dk cukup bersahabat, tidak mengatakan hal-hal yang kosong seperti jadwal keberangkatan dan tiba kapal…serta lamanya perjalanan…dan cuaca di laut lepas…Mereka cenderung menjawab dengan pernyataan di lautan, hal-hal seringkali tidak dapat dipastikan..

Menurut 8dk itu memang jawaban…Sebagai pembanding, antara Padangbay – Lembar (Lombok – Bali) tahun 93, kami s4 mengalami penyeberangan selama 8 jam, yang secara ideal hanya 4 jam…dan hal ini merupakan konsekuensi dari perubahan cuaca di laut…

SAMPAH – OH SAMPAH

Mengenai sampah, sejatinya di Mabuhay cukup baik, pengaturan sampah, pembersihan sampah dilakukan dengan teratur…yang jadi masalah adalah Penumpang Masih Sering Membuang Sampah Ke Laut Lepas seperti PUntuNG ROKok, PakaiAN atau Pampers Kotor, Botol Air Mineral….

PIHak MabuHAY mengakui bahwa mereka Hanya BISA MELARANG dengan HIMbauan Sebab tidak ada Pihak Yang Dapat diminta UNTuk menegakkAN hukum MEmbuang Sampah Ke Laut…apabila Pihak kapal bersikeras menegakkan peraturan,ditakutkan timbul konflik dengan penumpang…

Nah…kesan mendalam dari Perjalanan dengan Mabuhay, adalah masih banyak orang dari kita, yang tidak peduli untuk menjaga kebersihan laut…Padahal…laut telah mendatangkan ikan, dan ikan telah pula mendatangkan vitamin, mineral serta gizi yang dapat menjadikan SBY-JK jadi orang pintar hingga saat ini…Jadi sampai kapan kita masih akan membuang sampah ke Lautan??? *(tolong diingat, baik SBY maupun JK berasal dari lokasi yang dekat dengan Lautan…SBY di Pacitan dan JK di Makassar)

<a href="http://www.lintasberita.com/submit.php?phase=2&url=http://www.belajardarikecil.wordpress.com/2008/12/07/pontianak1">
<img src="http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png" />
</a>

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: