Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

PKS..dari Pelayanan Kesehatan Seksual hingga Poligami Kesenangan Suami ; Indoktrinasi PKS (1)

Alhamdulillah…

…saya telah mendapatkan 14  komentar lebih tentang 2 tulisan yang sebenarnya lebih berpihak kepada tindakan saudara Zulhamli…atau tepatnya Zulhamli Al Hamidi….baik yang mendukung kegiatan Pemijatan yang ia lakukan… maupun …atau …apabila ternyata ia berpoligami dengan pemijatnya…bukankah Poligami Kesukaan Suami?

Sedihnya…dari 14 komentar…hampir semua menunjukkan bahwa…sulit untuk memperbaiki diri kita sendiri…atau dengan kata lain…memang lebih mudah memperbaiki orang lain daripada diri sendiri…

pada tataran ibadah…hal ini mengerikan…apabila kita menganjurkan seseorang untuk melakukan sesuatu (dalam hal ini memperbaiki diri kita) ….yang ternyata kita tidak melakukan hal tersebut…atau di Al-Qur’an disebutkan

” ….kaburo maqtan ‘indaLLAHI…an taquuluu ma la taf’aluun…”

seingat saya masih di Al-Baqoroh…mohon dikoreksi kalau saya salah…..

Keberadaan  saudara Zulhamli Al Hamidi..di Panti Pijat…pada titik saat ini harus dianggap sebagai TAKDIR…(ada lagu yang bicara …kalo gak salah…TAKDIR…MEMANG KEJAM)  bahkan kalau dirujuk ke aliran predestinasi Islam…..

itu memang bagian yang harus terbuka dan terkuak untuk publik…..Tidak ada nilai kesenangan di sini…yang ada adalah…Mari kita melihat bahwa tindakan baik dan benar bersifat tertutup…ia hanya diamini di dalam hati (sila merujuk ke beberapa hadits atau kalau mau yang kontemporer…sila lihat Either/Or Soren Kierkegaard)…

Sementara…tindakan yang salah atau kurang baik…itu adalah wacana terbuka  dan sifat terbukanya pada titik paling manusiawi adalah untuk DIPERBAIKI….(mohon maaf, bagi para pembaca yang tidak memiliki kemampuan balaghah, ushul fiqh, serta filsafat dasar baik Islami maupun kontemporer…mohon berhenti untuk membaca di sini…)

Sebuah Kisah

ANtara tahun 2003 – 2004…

8dk pernah ikut acara liqo yang diadakan salah satu gerakan atau sub gerakan (sorry saya gak ngerti tuh gimana sistem dan perangkatnya) tepatnya di wilayah Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat…

saat itu…yang mengajak 8dk ikut liq0 adalah rekan zaman Jepang saya..yang sempat sama-sama belajar di Jawa Timur…

baik sang teman maupun 8dk….alhamdulillah sama-sama bisa berbahasa Arab, dan Insya4JJI…kami berdua juga pernah menamatkan beberapa kitab sederhana…sebutlah  Ushul-ul-Fiqh, Bidayat-ul-Mujtahid..dll….

Baik 8dk maupun rekan (kini almarhum, ditelan gempa Nias, semoga 4JJI mengampuninya..amien…) adalah perokok berats dan di PKS…merokok…untuk sebagian besar Umat PKS…haram….(hidup MUI!!!) baik sebelum maupun sesudah turunya fatwa dari MUI….

Pada saat ta’lim di liqo tersebut…kebetulan Murabbinya…alumni IPB…salah membaca ayat..lafadznya salah…dan ghoiru fushah fi-t-takallum  (maaf…ini kenyataan yang saya alami)…

nah sayangnya…sebelum liqo…almarhum rekan saya sudah sempat mewanti-wanti ” Lau wajadtum khoto’an fi kalami murobbiii…usqut faqoth….nahnu la nastathi’ nushli amama-l- aakhor….

8dk cuman bertanya  “lima dza? dus jawabannya…dari almarhum…dzaalika PKS…idzan lau nuriidu an nughyir  haula PKS…labudda lana nathbau thoriqotuhum….itu kata almarhum (almarhum condong ke PAN dan berafiliasi secara politik …insya 4JJI caleg PAN dari Depok seperti H.Yus Rusydi…kenal almarhum…bahkan kami berdua sempat bertatap muka dengan Samuel Kotto, yang gagal kembali ke Senayan 2004  dan saat ini bergabung dengan Hanura)

Alhasil…memang kami tidak bisa (apalagi saya)..mengkritik itu kesalahan si Murobbi…dan maaf….kalau tidak salah ingat…ada 4 orang yang lain…yang terangguk-angguk …mengiyakan itu perkataan si Murobbi…dan..kembali  maaf …dalam hati saya gemas….

Alhasil pas keluar…gw ngamuk (secara pendapat) kepada almarhum…bilang ke dia …bahwa tetap ada kesalahan yang harus diperbaiki pada saat kesalahan itu terjadi dan ada yang dapat disimpan dalam hati baru kemudian diungkap…tapi kesalahan bacaan atau lafadz…harus langsung… …

Alkisah…setelah beberapa kali mengikuti liqo…saya langsung minta murobbi…(dulu sempat ditanyakan ke Bpk. Shaleh Martapermana…dan saya memberi catatan .. . bahwa sekalipun muallaf…saat itu….saya alhamdulillah sudah membaca beberapa buku tentang Islam yang berbahasa Arab maupun bahasa Inggris…dan hingga kini…pak Shaleh Martapermana pindah ke Partai Bulan Bintang…di Depok…Murobbi saya…baru Quraish Shihab…itu pun melalui TV dan media lain…)

Tahun 2004….

Tahun yang sama…salah seorang rekan…menjadi caleg dari PKS…di Kota Sukabumi….perokok, ustadz dan penggemar Vespa… cukup dikenal di Kota Sukabumi..ketika saya tanya kenapa ke PKS…jawabannya…

Ana la ‘adri…..tiba-tiba muncul..ya udah…”

pas saya kejar tentang merokoknya…ia cuman bilang..

.lau tasthati’ haula PKS huna ngasih dalil haram yang qoth’i…ya gw ikutin…tapi kalau dalilnya mentah bahkan bahasa Arab dan bacaan kitabnya masih mending gw…ya jangan coba-coba….paling gw candain balik tuh anak…..

tahun 2009….ini yang menarik…

1. di Padang Panjang… walikota Padang Panjang …tidak didukung PKS pada saat pencalonan dirinya…kabarnya…pihak PKS minta mahar dengan nilai yang lumayan…kalau gak salah 1 Milyar…

silakan cek…info ini saya dapat dari salah seorang ustadz di  Thawalib Gunung, Padang Panjang…dan diamini oleh ustadz lain..yang hadir ketika 8dk menghibur rekan-rekan kecil dari 8dk di sana….

Kerennya…

Syuir Syam menang…dokter yang memulai karier politik dari bawah…dan mulai mengenal masyarakat dalam pengabdian dokternya dari wilayah transmigrasi di Padang Panjang….Menang…..kabarnya menang telak…..


2. Seorang rekan…kembali jadi Caleg dari PKS di Kota Padang Panjang…orang yang cuek….panggilan sayangnya Chulun…perokok berats….gila (dalam artiannya gak mau diatur) …dan teriakan die…

“gw gak tau tiba-tiba diminta, dicantumin ya gw ikut aja…asal jangan larang-larang gw ngerokok aja…masalahnya dalil gw ama mereka…belum tentu dalil mereka menang…”

3. Ustadz yang di Sukabumi…kembali maju via PKS…dengan nomor urut yang berbeda…kalau gaksalah  nomor urutnya sekarang jadi nomor 1 atau 2 gitu…

Apa yang ingin  saya sampaikan di sini adalah…Baik Hidayat Nurwahid, M.Hatta, dan kami semua…satu almamater kok!!! lha wong  pas bulan puasa kita masih sering ketemu bareng kok…entah di rumah dinasnya Hidayat Nurwahid…atau di rumahnya Dien Syamsuddin…dan terus terang…pada tiap pertemuan…kita bebas mengkritik dan dikritik…itu hal yang sulit atau tidak mungkin ditemukan di PKS secara partai…

bahkan….

Maaf…saya pun kenal Rama Pratama secara pribadi…tapi…2008 kemarin saya sempat mendengar suara  miris…bahwa …”saya tergantung atau bagaimana Ustadz saya saja” keluar dari  Rama Pratama (via voice call/sellular phone)…ke celluler phone kawan saya..nah….

Kacau kan…saat kuliah dulu…Rama Cukup kritis…(sayangnya saya gak kenal Fahri Hamzah dan Zulkieflimansyah…jadi gak punya pembanding…maaf)…

Saya  gak ngerti…kenapa ini terjadi…apakah ini bentuk “Cuci Otak/Brain Wash” ala PKS…tapi yang jelas untuk ukuran umum ya cukup berhasil…tapi untuk kami yang satu almamater dengan HNW.. ya  maaf…kalau HNW yang teriak atau ngasih dalil…baru kita berdiskusi  mencari solusi…

tapi kalau cuma orang PKS yang belajar Islam dari buku terjemahannya..ya..itu mah…bikin malu Islam…masak kalah dengan Remy Sylado…budayawan, katolik tulen dan pandai berbahasa Arab….(bersambung….)

<a href=”http://www.lintasberita.com/submit.php?phase=2&url=https://belajardarikecil.wordpress.com/2009/02/08/islamalapks”><img src=”http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png&#8221; /></a>


Advertisements

8 Comments»

  wutse wrote @

anda itu emang hebat, mbok ya tengok sendirilah kedalam, kenapa suka menjelek-jelekan orang lain walaupun kami memang masih jelek. hari ini anda tau kan? saudara anda terkena malapetaka yang begitu dahsyat, bagaimana komentar anda ?
berkata jujur pada diri sendiri,pasti anda tidak akan menerima jika dikaitkan denga PAN, tapi orang pasti mengaitkan dengan PAN atau saya banyak melihat di milis2 menyingkat singkatan PAN dengan hal2 yang negatif. sedih memang.
mungkin kita lebih baik, berbuat, beramal dan terus berkarya. sindiran/kritik biarkan saja yang penting orang akan melihat sendiri, mana yang pintar ngomong atau mana yang aktif beramal, fastabikul khoirot. getoooo….!

  wutse wrote @

kasihan abang ini, tapi apa yang ‘dikasihani’?
hmmm…. emang godaan di DPR begitu huebat coy…!
kalo ngelihat di blognya, pujian, dukungan, support habis-habisan untuk abang ini. takdir. berkata lain, ketika setan membisiki membuat abang ini mengharubiru, terlena dengan wanita satu pembawa duit haram itu. larut dan surut hatinya tertiup hembusan sang perayu dari seorang kakitangan dari pimpinan proyek untuk daerah timur. nasi sudah jadi bubur. sepertinya kita juga musti banyak introspeksi diri. kadang-kadang suka menjelekkan orang lain/partai lain/golongan lain/organisasi lain, suatu saat Tuhan yang Mahahebat membuat ‘makar’ yang lebih dahsyat sehingga muka kita tertampar sampai terkapar, semua jenggot pada kebakar, akhirnya bangunan yang sudah dibuat oleh orang2 yang susah payah membangun suatu bangunan yang indah mulai satu-persatu bubar. contohnya banyak, dan mereka sekarang senang karena tidak di kendaraan yang mulai di goyang-goyang seperti sekarang, kasus-demi kasus mulai terang benderang. intinya adalah jangan menuduh, menghina, menghakimi, menyudutkan, menginjak-injak dan membenci orang lain/partai lain dll. belum tentu yang dibenci itu lebih buruk dari orang yang benci. oke cing….?

  Dede wrote @

Saya sempat simpati terhadap PKS, tapi…Astagfirullah…apakah menampilkan perempuan tanpa tutup aurat, punker, sebut2 amal PKS, mengangkat diktator sebagai pahlawan, dan iklan-iklan lainnya yang kacau, itu merupakan bagian daripada milah Islam? Lalu pantaskah mengklaim pks sebagai tentara Allah?. Banyak sekali tindakan-tindakan dan pernyataan PKS yang tidak mencitrakan mereka sebagai partai Islam.
Mungkin hanya pks satu-satunya partai yang “ngaku” Islam yang paling doyan sama perilaku riya dan ujub. Saya rasa tidak pantas mereka mengklaim diri sebagai partai dakwah. Karena saya analisa dari iklan-iklan PKS (termasuk iklan di tahun 2004-an), didalamnya tidak pernah mengajarkan keikhlasan, yang ada memuji-muji diri dan menyebut-nyebut amal pks. Sebagai partai dakwah seharusnya mereka hapal QS:2:264 yang bunyinya “janganlah kalian menghilangkan pahala (sedekahmu) dengan menyebut-nyebutnya”. Tapi saya yakin mereka pasti hapal, namun sebagaimana saya ketahui bahwa PKS sebetulnya adalah Pencari Kekuasaan Semata, Partai Kebatilan Sejati, Partai Kontroversial Sekali!

  Ahim wrote @

Kalo ghitu PKS artinya Peduli Keluhan Seks dong…pantas aja sih, toh dari dulu yang mereka cari kenikmatan dunia sih, demi kekuasaan mereka jadi orang islam paling hipokrit, ngaku-ngaku islam tapi gak islami. Katanya partai dakwah, mana dakwahnya seeh? banyak ngomong ama publik kalo pks partai dakwah, tapi yang didakwahin cuma orang Tarbiyyah aja (eit…didakwahin apa didoktrin nih?), yang ada publik di hipnotis dengan sembako, pengobatan gratis, dll yang gak pernah ikhlas mereka lakukan (kalo ikhlas jangan disebut2 dong! sampe2 amal yang udah2 jadi skenario iklan segala). So, jangan bawa-bawa kata islam lagi dah…

  muhlis3 wrote @

sebagai salah satu manifestasi dari khalifatul fil ardhi adalah bagai mana kita/saya dapat bermanfaat bagi orang lain, bukan menjadi penghujat, di akhirat nanti Allah swt akan menutupi aib seorang muslim jika di dunia dia sering menutupi aib saudaranya. fitnah kepada makhluq itu tak dapat di Ampuni Allah SWT, kecuali ybs rela, hati hati fitnah dunia, tujuan kita hanya mencari ridho Allah semata

  aris wrote @

nice 🙂
ayat yg td di surat ash shaff bukan di al baqarah.
Lakukan saja yg terbaik dan Allah, rasul dan orang2 mukmin yang akan menilainya. Semangat!!

  Alhuda wrote @

Partai2 lain pada poligami sebenarnya gk masalah buat masyarakat, kesalahannya adalah ketika PKS yang notabene partai penjual agama Islam dan moral akidah, malah berpoligami.

Ini yang disoroti masyarakat, Islam tidak mengajarkan berpoligami walapun Rasul berpoligami pada jamannya. Kalau ada Islam yang menghalalkan poligami, berarti dia Islam pemuja “alat kelamin”

  paperbag wrote @

Banyak orang selingkuh dan membeli perempuan yang berbeda beda dan itu amat banya dibanding yang poligami serta bertanggung jawab. mana yang pemuja kelamin. ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: