Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Archive for November, 2009

Selamat Hari Raya Ied Adha 1430 H

Sejenak…mari kita lupakan hiruk pikuk…

Kriminalisasi KPK…keperkasaan Anggodo…Keperkasaan atau Sihir Ong Yuliana kepada SBY…..

RI satu yang bisa bernama Bonaran Situmeang, ANggORO, ONg YUliana, SBY…BDH, HS…dll…..

Pagi ini…kita merayakan Iedul Adha, Hari Raya Qurban……Seluruh Dunia…menyambutnya…seraya merenungkan pengorbanan Ismail dan Ibrahim…karena keikhlasan mematuhi perintah 4JJI SWT…..

Semoga ..kebaikan selalu menjadi milik kita semua…bangsa Indonesia…dan semoga pemimpin kita yang

Advertisements

Ungkapan Minggu Ini : Masih Perlukah Kita Mempercayai SBY?

Silakan dicermati…terkait…keterkaitan SBY dengan carut marut Cicak Vs Goliath (Polri-Kejaksaan-Komisi III DPR RI-Pemerintah-Presiden RI)

TOGA SILALAHI menulis

pada Jum’at, 20 November 2009, 15:55 WIB

Saya sedih sekali lihat hukum di negeri ini di injak2.Bayangkan saja…… aparat penegak hukum di Kejaksaan dan Kepolisian bisa diatur2 sama seorg Anggodo.Ibaratnya institusi Kejaksaan dan Kepolisian seperti dilempar TAI. Krn oknum2nya mau diperbudak Anggodo keparat itu.Susno Duadji,A H Ritonga, Wisnu Subroto dan masih banyak yang lain dijadikan budak sama Anggodo. Anggodo samapai sekarang masih bebas.Tp Bibit Chandra yang bersalah terus dipaksakan agar masuk penjara.Gajah dipelupuk mata tidak kelihatan tapi kuman di ujung laut kelihatan….sungguh ironis.Bu Minah mencuri tiga buah kakao dihukum,tp Anggodo yang sudah mencemarkan nama SBY bebas berkeliaran.Pak SBY saya pemilih bapak dalam 2x pemilu tp saya kecewa ternyata bapak maaf…kalau saya katakan penakut dan peragu juga lamban. Maaf kalau saya salah……..jangan2 Bapak terlibat dlm kasus bank Century.Krn banyak info diluar yang mengatakan bahwa bapak dan keluarga bapak terlibat….. (sumber.www.sbypresidenku.com/komentar ; diakses 22 November 2009)

…dari dua kutipan tersebut…silakan Anda berpendapat…para netter, blogger, blogwalker…silakan berkomentar…bagi 8dk…

“Kita harus mengakui bahwa SBY telah terpilih menjadi Presiden RI 2004 – 2009, dan kita harus berterima kasih atas kerja kerasnya, terlepas dari segala kekurangan dan kelebihan yang ada”…Tapi…kita pun harus mengakui…Jangan RAGU tuk mengaTAKAN saat ini…Bahwa SBY…sempat terpilih menjadi Presiden RI 1 …2009 – 2014…akankah hingga SELEsai…Pertanyaan PAMUNgkasnya adalah…Masih Sanggup dan IKhlaskah kita Menerima KebOHOngan-KeboHongan atau PENCitraan-PenCitraan SEmu …dari Desember 2009 – Agustus 2014??? Anda Yang Menentukan…Terima kasih….



Menunggu Marsinah dan Munir-Munir Baru….

Dari Catatan (Facebook) seorang Sahabat 8dk…semoga bermanfaat….

Teror Isme 0000003 Menunggu Marsinah dan Munir-Munir Baru…

Sedih, bukan kepalang, di saat reformasi genap sepuluh usia

Ternyata…Korupsi menjadi Raja, Aparat dijadikan Keparat…Keparat menjadi Pejabat

Penjahat dan Keparat…bergantian…gonta-ganti Jabatan…gonta-ganti tempat…

…kini..sUPErBody itu telah Hadir…entah Bernama LembAgA KEPresidenan…atau cukup Diwakili oleh POLRI dan  atau KejakSaan …

SelAmat UNtuk KIta…Semoga Kita Tetap Selamat di Indonesia…dari Jeratan Subversif..Tabrak LAri Tengah Malam…Atau Pencurian dengan Penghilangan Nyawa…duh….Akhirnya…SEtelAh NOordin M.Top dan Dr Azahari Tamat…Kini Aparat Memang BUtuh ….MUSUH BARU…dan itu …boleh jadi …kITa Semua …MAsyarakat Indonesia…..sedihnya…kita tidak bersenjata…Kecuali Akal Sehat dan OTak (Amin, Alhamdulillah..Puji TUHAN!!!)…

Akhirnya…Pemanggilan KOmpas dan SIndo serta bOleh jadi AKan merambat ke Media massa lain bahkan iNDividu…tinggal menunggu waktu

PENCEMARAN NAMA BAIK (Buktikan Dulu kalau NAMA ANDA BAIK…BANGSAT……!!!!)
SUBVERSIF (LALU ANDA MENGKHIANATI KAMI, PEMBAYAR PAJAK…itu bukan SUBVERSIF???)

Akhirnya..Smoga…Kita …mereka yang kritis..tidak di MUNIR-kan…di-MARSINAH-kan atau juga di SELESAIKAN seperti pejabat KPU yang sempat dipenjara….(ini rumour, kebenarannya, tanya Kejaksaan Agung, Depkumham, dan Kepolisian Sendiri….)

Sedihnya…saat ini…TUHAN sudah selesai di INDONESIA…ia telah menitipkan AKAL, TANGAN, SUARA (Sekalipun TANPA SENJATA dan BEDIL) …saat nya kita memilih…BERDIAM DIRI atau BERSUARA..

Mari…Saya percaya…teman2 di JARINGAN saya adalah PARA CENDEKIA…TUliskan PENDAPAT Anda…Suarakan PEndapat ANda…atau ANDA SUDI, SENANG, IKHLAS, RELA dan BANGGA…INDOnEsia..akan kehilangan GENERASI PARA PEMIKIR EMASNYA…hanya karena MEREKA dihilangkan NYAWA….DISUBVERSIFKan…di PIDANAKAN dengAN JERATAN NAMA BAIk….

Anda MEmuTUSkan…Saya Hanya MEnyAmpaikan…Apabila Guru Kencing Berdiri …MAka MuriD Kencing Berlari…Kini…Wadah atau TEMPAT PIPIS itu…bernama kita SEMUA…Rakyat INDONESia…Sudikah ANda????

BerSUARALAH….MENUlislAH…dan Insya ALLAH itu akan menjadi SELEMAH-LEMAHNYA iman kita…dihadapan PArA PENGUASA (Baca : CUkong, POLRI, Kejaksaan, LPSK, PResiden, dll)

bagi Mereka Yang Tersinggung..GURATkan TUlisan Anda..kelUArkan Pikiran Anda…TertuLIS atau VERBAL ..Saya Nantikan…jangan dengan Bedil…kecuali Anda Mau meminjamkan kepada saya Bedil Anda….lalu kita berpesta seperti Cowboy memperebutkan wanita….???…

Selamat Datang SUPERBODY …selaMAT JALan (Entah Kapan Anda akan Pergi…) MUNIR-MUNIR BARU…MARSINAH-MARSINAH BARU….

Smoga TUHAN melindungi kita dari POLRI, KEJAKSAAN AGUNG, LPSK dan PRESIDEN RI Periode 2009 – 2014…(atau minimal melindungi saya…) ….AMin…

Memakzulkan Susilo Bambang Yudhoyono…kenapa tidak!? …001

Saldi Isra, dalam topik di Media Indonesia, tanggal 4 November 2009,halaman 9 , menulis “Gerbang Menuju Permakzulan?”

Tulisan tersebut, mengangkat skandal Cicak Vs Buaya, yang diteruskan pada kematian logika hukum, pada proses perkara tersebut, dan seakan-akan diamini oleh Susilo Bambang Yudhoyono…nah…..

dalam 2 paragraph yang terakhir…ia menulis….


…Secara konstitusional, sekecil apa pun kesalahan yang dilakukan Presiden, Pasal 7A UUD 1945 memungkinkan adanya permakzulan. Gerbang menuju permakzulan bisa ai dan amat mungkin terjadi dengan memberi tafsir terbuka (longgar) klausul 7A UUD 1945. Tafsir demikian akan semakin mendapat tempat seiring dengan meluasnya kemarahan masyarakat. Jika itu terjadi, dukungan politik yang dimiliki DPR tidak akan memberi bantuan banyak bagi Presiden Yudhoyonon…” (Saldi Isra, “Gerbang Menuju Permakzulan” Media Indonesia, 4 November 2009, halaman 9)…

Masih terkait dengan Cicak Vs Buaya, yang pada akhirnya berlanjut menjadi Cicak & masyarakat Pendukung Vs Godzilla (Kejaksaan Agung, Kepolisian) dan akhirnya…Cicak, Masyarakat Pendukung vs Monster (Kejaksaan Agung, Kepolisian, Komisi III DPR RI, Pemerintah, Masyarakat Pendukung lainnya)… Tim 8 yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono…telah mengirimkan atau melaporkan rekomendasi akhir….

TIM 8 ini, dibentuk SBY, semata-mata guna meredam emosi masyarakat, sekaligus sebagai bentuk kebiasaan SBY…menjaga citra…kali ini ia memainkan citra…”mau mendengar aspirasi masyarakat”….

Menurut informasi pada siaran pers tim 8 plus Menkopolkam…SBY akan mengambil sikap….paling lambat..senin depan…atau 23 November 2009…

Nah…apakah masa penantian tersebut semata-mata “buying time” ala SBY, atau ia memang ingin secara serius mempelajari rekomendasi…hanya SBY, Ani Yudhoyono dan TUHAN yang tahu…kita hanya mereka-reka…

Yang mengerikan…paparan publik masukan tim 8 yang serta merta dibebaskan bagi publik untuk mengetahuinya sejak kemarin (saat penyampaian rekomendasi ke dirinya)….telah kembali MENCITRAKAN SBY sebagai individu yang DEMOkRAtis…

nah..yang berbahaya…kita jadi lupa….bahwa carut marut…centang perenang perseteruan ini…juga tidak lepas dari andil Susilo Bambang Yudhoyono…baik sebagai individu, maupun sebagai Presiden Republik Indonesia…

Perlu bukti? nantikan di lanjutan paparan ini…satu hal yang ingin 8dk sampaikan…

apapun sikap dan keputusan SBY, jangan sampai membuat kita lengah, sehingga melupakan, bahwa jalan Permakzulan itu ada, dan lebih baik kehilangan Presiden saat ini (mumpung belum 100 hari) dibandingkan kita mendiamkan selama 5 tahun…dalam ketidakpastian, bahwa Presiden berada sebagai pembela hukum, pembela negara atau malah berdiri menjadi pembela cukong, pembela saudagar, dan kroni kerabatnya…kita lihat….

(bersambung)….


Siapa RI 1 2009 – 2014? (0002)

Nah…ini nominasi RI – 1  yang pertama….….

jangan kaget….apalagi bersedih…menurut 8dk….RI 1 yang pertama kali….tidak lain dan tidak bukan adalah…..

TUHAN YME….

Tentu…Anda bisa menyebut Nama TUHAN YME sesuai dengan penamaan dari keyakinan Anda masing-masing…sebab…keyakinan Anda akan mengajarkan (mereka yang yakin atas keberadaan TUHAN YME) bahwa….

TUHAN MAHA SEGALA-GALA…maka…bukan hal yang sulit bagi diri-NYA tuk melakukan apa pun atas dunia…apalagi kalau cuma INDONESIA….

Kenapa TUHAN YME dikorbankan menjadi RI 1…berikut pijakan logika bego-nya….

1. Belajar dari bencana yang ada…hampir setiap bulan…ada bencana yang bersifat masif…entah itu bernama longsor, gempa..hingga terungkapnya kasus korupsi  yang penuh rekayasa di sana – sini…lalu…siapakah yang sanggup merekayasa ini semua, hingga sedemikian njlimet…kecuali TUHAN YME….


2. Kecuali mereka yang tidak ber-TUHAN…maka mulai dari penyembah berhala hingga penyembah seksual bahkan penyembah jabatan…sejatinya makhluk ber-TUHAN…maka…kalau kita rujuk ke Arthalyta yang cantik, cerdas bahkan berhasil mengajak SBY berpose bersama…hingga Anggoro – Anggodo dan Ong Yuliana…

suka-atau tidak suka…

keberhasilan mereka mencatut nama SBY, baik itu via simbolisasi RI 1 maupun inisial…menunjukkan bahwa TUHAN itu Ada….bukti dari keberadaan TUHAN adalah keberadaan SETAN itu sendiri..yang membedakan TUHAN disembah sementara SETAN dijunjung…(maaf…silakan Anda mengaku atau tidak mengakui..itu hak Anda…)

3. Karena IA adalah MAHA SEGALA-GALA – nya…maka tidak ada yang mustahil bagi dirinya….

Sialnya…apabila TUHAN YME memang bertindak langsung sebagai RI-1 di Indonesia, periode 2009 – 2014…terdapat konsekuensi2 yang bisa dilogis-logiskan untuk kita terima….antara lain;

1. Pada pilpres kemarin…kita tidak mencoblos atau mencontreng…melainkan kita beribadah…masalahnya…seberapa banyak dari kita…yang menyadari proses pencontrengan kemarin bisa diniatkan ibadah…kalau yang saya perhatikan, kebanyakan dari kita yang berpartisipasi pada pilpres; lebih kepada ingin ada kepastian bahwa Indonesia bergerak menuju tujuan yang lebih baik…

permasalahannya..

bagi TUHAN …membicarakan TUJUAN adalah hal yang tidak mungkin…sebab…secara ideal …

IA adalah TUJUAN…

2. …Seingat saya..TUHAN YME telah dengan ikhlas membagikan AKAL bagi makhluk yang bernama MANUSIA…untuk dapat berfikir bagaimana caranya mengatur dunia, termasuk kehidupan sosial di dunia…

Nah…Apabila…kita pasrah dipimpin langsung oleh TUHAN YME, tanpa melalui proses berfikir tuk mencoba mengendalikan Indonesia secara baik…

pada titik itu…

kita gugur sebagai manusia…

Maka…mulai dari Susilo Bambang Yudhoyono, hingga saya…harus berani dan mau…dianggap sebagai BINATANG…makhluk yang tidak memiliki akal….

masalahnya…jangankan SBY…saya aja ogah dianggap BINATANG….


3. Terkait dengan rahmat TUHAN YME berupa akal sehat kepada makhluk yang bernama manusia…dan secara kebetulan, sebagian kecil manusia hidup di Indonesia….

maka..

keberadaan akal sehat, meniscayakan (imperatif) kerja keras manusia Indonesia tuk mengolah akalnya agar dapat memanfaatkan Indonesia, bagi kepentingan

– minimal –

masyarakat banyak yang tinggal di INDonesial….nah…APabilA…kita dengan LUGAS, TEGAS dan TERPERCAYA (maaf, mencontek Media Indonesia…)  berani menisbAtkan TUHAN YME sebagai RI-1  2009-2014….

pada saat bersamaan…

kita telah menghilangkan eksistensi kita sebagai manusia..terutama manusia Indonesia…

Apabila hal ini benar…maka dengan berat hati…kita…makhluk yang berjenis manusia, dan hidup di INdonesia…selayaknya BUNUH DIRI…

tentu…

apabila ini dianggap sebagai kegagalan kolektif masyarakat INDONesia…dengan segala kerendahan hati…

SUsiLO BambANg Yudhoyono,

layak menjadi imam dalam prosesi bunuh diri tersebut…..gimana?

…..(Bukan Konklusi) berdasarkan penjabaran di atas…jelas…keberadaan TUHAN YME sebagai  RI 1 di Indonesia adalah hal yang lucu….gampangnya TUHAN YME akan teriak begini (baca: kira-kira…)…

Gila Loe ORang INdonesia…dari kecil sampai dah mau mati…masih aja minta-minta (berdoa)…bukannya USAHA…gak MALu LU….!!!  (bersambung)

Siapa RI 1 2009 – 2014? (0001)

…baru-baru ini…kita dikejutkan oleh rekaman pembicaraan antara para pihak…terkait isu kriminalisasi KPK oleh pihak Kepolisian – Kejaksaan…

Tentu…kebenaran isu itu harus diusut tuntas…tapi ..yang mencengangkan…dalam rekaman tersebut…nama Susilo Bambang Yudhoyono…disebut-sebut..baik secara pribadi *SBY* maupun jabatan/lembaga *RI 1*  

Tragisnya…salah seorang yang mencatut nama SBY tersebut…Anggodo Widjojo…dengan renyah meminta maaf kepada SBY…tanpa ada raut penyesalan (mungkin)

parahnya lagi…dalam satu kesempatan …ia menyebut bahwa RI 1 adalah Bonaran Situmeang..yang nota bene adalah pengacaranya….

Pertanyaan tersisa bagi kita adalah…bolehkah kita marah atau tersinggung bila  simbol2 kenegaraan kita dicatut dengan mudah? sementara yang punya badan…tidak merasa perlu mengklarifikasi…

Entah…

Sedihnya…ketika Akil Mochtar..salah seorang Hakim MK ….mengusulkan agar SBY melaporkan Anggodo ke Kepolisian.. terkait pencatutan nama….

SBY berdiam…

alih-alih ia harusnya merasa jabatannya dirongrong…ia malah berlindung dibalik tidak ingin mengintervensi proses hukum…

ada apa ….

entah…

hanya TUHAN dan SBY (serta orang-orang dekat SBY ) yang tahu jawabannya…saya bahkan menduga-duga..memang Anggoro dan Anggodo sudah amat sakti…bahkan boleh jadi ia Sudah MENJADI TUHAN…sehingga bahkan SBY pun ngeri melawannya…

Nah…saat ini…siapa sebenarnya RI 1 …periode 2009 – 2014…?

Silakan Anda merujuk ke kondisi kekinian…mulai dari proses “perang KPK vs Polri dan Kejaksaan, Cicak Vs Buaya, dll….

Tapi…8dk pun ingin berpendapat….mohon ditunggu ya….(bersambung)…

Gerakan Moral : Dukung Godzilla bertindak ksatria….Cicak Vs Buaya dan Godzilla (Tag Team)

Masih terkait upaya KPK….Koruptor Pembasmi KPK (itu dari Republik Mimpi atau apa ya…yang jelas ini nyadur….) alkisah…dianalogikan pertarungan antara Cicak Vs Buaya….

Cicak mewakili KPK (kali ini komisi pembrantasan korupsi) dan Buaya (Insya 4JJI dinisbatkan oleh anggota POLRI…inisialnya silakan dicari via detik.com, kepada POLRI…)….

Pertarungan antara Cicak Vs Buaya…sejatinya adalah pertarungan yang memilukan …sebab…logika begonya…

Buaya tidak akan kenyang kalau cuma makan seekor cicak…bahkan …secara alamiah, kemungkinan mereka bertemu untuk bertarung berhadap-hadapan…sangat sulit terjadi…kecuali….

Mari kita cermati….Cicak..identik hidup di pohon, dinding rumah, dan sebagainya…intinya, sepengetahuan awam saya…cicak tidak mungkin berjalan di lantai atau tanah, kecuali ia sedang jatuh tidak sengaja, menjatuhkan ekornya untuk kamuflase, dan atau memang sedang mengejar mangsa…sejatinya…sekalipun kecil, cicak terbiasa bermukim di tempat yang lebih tinggi daripada buaya….

Buaya….seingat saya…tidak bisa memanjat….biasa hidup di rawa-rawa, muara sungai dan beberapa (sebagian kecil) hidup di laut…(masih wilayah muara)…Nah …buaya..biasanya berjemur di atas tanah atau rawa, sementara cicak, berjemur di dinding…di ketinggian pohon, serta tempat yang relatif tidak mungkin terjangkau oleh buaya…


“DOMESTIFIKASI BUAYA”


Berdasarkan pemahaman awam saya tentang kedua binatang tersebut…maka pertemuan antara keduanya…dapat dimungkinkan secara aktif atau berkelanjutan apabila sang buaya dikandangkan, kandang tersebut dilapisi dinding, dan cicak pun akan bersarang….

Maka…akan sangat terlihat lapar (kalau kata “bodoh” terlihat sangat halus hingga tidak mungkin mewakili aktivitas ini) apabila Buaya yang besar …berusaha memakan cicak yang kecil…apabila kebutuhan seekor buaya 20 kg daging perhari, maka. minimal ia butuh 200 cicak, itu pun dengan asumsi satu cicak gemuk berbobot satu ons….


Kalau tidak, berarti effort yang dilakukan si Buaya…hanya akan ditertawakan oleh binatang-binatang lain…sebab, ia harus menakut-nakuti cicak, agar si cicak kehilangan keseimbangan, menjatuhkan ekor, bahkan terjatuh ketakutan karena melihat wajah Buaya yang…amit-amit…seram euy…

Sementara….Bagi cicak yang mati terbunuh oleh Buaya…selain bisa disebut sial, ia juga dapat berbangga hati…karena ia mati melawan binatang yang lebih besar…Ia boleh bangga sebagai ksatria, bukan sebagai pecundang utuh…sebab…ketika si Cicak menantang Buaya..jelas cicak tersebut memiliki kesaktian di atas rata-rata cicak yang lain…

SEKARANG…biCarA GOdZilla….

menurut informasi yang 8dk dapat dari wikipedia….

(bukan hendarman supandji)

Godzilla adalah adalah monster fiksi dalam film Jepang dan telah menjadi salah satu karakter film paling terkenal sepanjang masa. Ia pertama kali tampil dalam film Gojira1954 yang diproduksi oleh Toho Film Company Ltd yang sampai saat ini (2006) telah menghasilkan 28 film Godzilla….

Jelas..bahwa Godzilla…memiliki kesan mendalam bagi Hendarman Supandji,bahkan… ia berani membawa Buaya dari alam nyata…(ketika Polri dan Kejaksaan bergabung)…menjadi Godzilla…ke alam fiksi….

Apa yang dapat saya pelajari di sini adalah :

1. Hendarman Supandji sadar betul bahwa secara fisik, ia kecil, pendek, terlihat lemah, dan lain-lain…maka ia memimpikan dirinya besar, tinggi, perkasa seperti (misal) SBY…cuma apabila ia menisbatkan keinginan dirinya seperti SBY langsung…pasti deh ia akan ditertawakan…oleh karena itu ia memakai analogi Godzilla, monster yang besar, kasar, dan memiliki nafsu membunuh…dan ia menganeksasi buaya..semata-mata guna memastikan bahwa keganasan buaya itu belum seberapa bila dibandingkan dengan keganasan dan kedigdayaan Godzilla.

2. Berbeda dengan para IBO di MLM mana pun. yang selalu bermimpi positif tentang kehidupan mereka di masa akan datang, bagi Hendarman, kenyataan dirinya tidak berani melawan atau memberi hukuman tegas kepada Kemas Yahya Rahman, Urip Tri Gunawan, Wisnu Subroto….terutama karena KYR lebih senior….atau ada sesuatu atau seseorang di belakangnya…maka…untuk berdamai dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut…ia berusaha menganggap apa yang ia lakukan, ada di ranah fiksi…jadi…Hendarman Supandji saat ini, lebih beraksi seperti Harry Potter, atau Gulliver…Peter Pan….tokoh fiksi, kehidupan fiksi…adalah TOLOL bin BODOH…kalau kita berharap banyak ia akan memperbaiki Kejaksaan …sebab yang ia rasakan…ia hidup di alam fiksi “kejaksaan dan Indonesia” bukan di alam nyata..duh….Jadi…mimpi Hendarman Supandji adalah saat ini..maka… jangan heran..apabila pembicaraan yang ia keluarkan terlihat seperti orang mengigau….


3. Hendarman Supandji memahami, bahwa ia tidak boleh kalah langkah dibandingkan dengan BUAYA dari kepolisian…terutama setelah beberapa mantan jaksa…tidak bisa lari dari kenyataan…mereka tersangkut kasus pidana…Ia mengkompensasi ketidakberanian dirinya menghukum Esther Tanak ( Jaksa Narkoba) dengan mengatakan ke Korps Kejaksaan…saya berani dan dapat mengambil momentum…tuk menaikkan citra kejaksaan…ha..ha..ha..ha…

4. Akhirnya…kembali kepada muara dimana letak kepemimpinan akan diambil…Kejadian ini, tetap menampakkan rivalitas pengaruh atas Kepolisian dan Kejaksaan…dan Hendarman Supandji menang…

tinggal SBY gigit jari…justru di saat ia ingin dianggap berkuasa…ternyata…dua orang bawahan langsung di bawahnya …

Bahkan salah seorang pengacara …sudah Pretend to be RI-1…Apakah SBY tidak menyadarinya….????

Tentu…dalam keheningan …SBY akan mengakui keterbatasan ini…dan dalam keheningan…SBY pun mengakui bahwa dirinya bukanlah pribadi yang tegas sebagaimana pencitraan yang slalu ia ingin tampilkan di publik…Ia besar, tegap, tinggi…dan ia pun Peragu….selamat ya pak SBY!!!!!!!!!!!!


PENUTUP

Akhirnya harus diakui, Hendarman Supandji lebih mengapresiasi budaya Jepang dibandingkan budaya bawaan orok dirinya (Jawa)….maka dengan segala kerendahan hati….pengetahuan dia akan kekuasaan yang ia miliki …dan melekat di jabatannya…serta kesadaran dirinya yang memiliki keterbatasan-keterbatasan hingga ia tidak berani menghukum Kemas Yahya Rahman, Urip Tri Gunawan, Wishnu Subroto, Esther Tanak, yang nota benenya anak buahnya…tapi secara faktual boleh jadi memiliki Godzilla di belakang mereka…merefleksikan bahwa ada amanat yang tidak paripurna ia tunaikan….

Dan 8dk percaya….karena ia adalah seorang Ksatria…maka kepengecutan dalam dirinya …akan segera hilang….dan sebagai ajang penebusan dosa tersebut…di budaya ksatria Jepang …dikenal HARAKIRI….mudah-mudahan Hendarman Supandji, dalam waktu dekat…dapat menunjukkan kepada kita…bahwa ia pun seorang ksatria…mungkin karena ia bukan orang Jepang, tidak memiliki samurai…satu butir peluru yang ia tembakkan dengan tangannya sendiri, dibenamkan di kepala…sudah cukup menggantikan fungsi dan keberadaan samurai…

Hendarman Supandji…kami yakin ada ksatria…kami tunggu….bukti keksatriaan Anda…..

Terima Kasih….