Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Arsip untuk inspirasi dari sesama

0.8 atau 8.0 (Tulisan Pertama)

Disclaimer 

  1. NAMA PRODUK atau MEREK yang tertulis di sini adalah PRODUK yang telah dipakai oleh PENULIS, tapi PENULIS bukan untuk MEMPROMOSIKAN PRODUK APAPUN dalam tulisan ini. PRODUK atau MEREK atau BRAND yang ditulis, semata-mata berdasarkan PEMAHAMAN PENULIS atau FILOSOFI BRAND, tidak ada ENDORSEMENT apapun apalagi sampai MENGAJAK ANDA, PEMBACA SETIA , untuk menggunakan PRODUK/BRAND yang PENULIS utarakan

  2. Tulisan bersifat  pribadi, berdasarkan pengalaman pribadi, maka bila ada yang mengalami pengalaman yang berbeda, bahkan pemahaman berbeda, semata-mata itu adalah kebahagiaan yang telah diberikan oleh TUHAN YMBAIK, agar kita banyak kesempatan belajar dari perbedaan pengalaman masing-masing kita.

  3. DISCLAIMER ini dibuat agar penulis TIDAK MENYALAHI dan atau MENYALAHGUNAKAN kesempatan menulis gratis di  WORDPRESS, dengan menggunakan WordPress, baik sebagai  platform maupun tempat untuk penulis menuangkan pikiran.

 

O.8 atau 8.0

(Tulisan Pertama)

Pagi ini, saya dikejutkan (lebay dikit) pembicaraan tentang Pulpen, di antara beberapa teman kecil  saya via WAG. Secara pribadi, seingat saya,  Pulpen yang trend pada masa saya  dulu, di sekolah,  adalah Pilot , lalu BIC (untuk tas sekolah pada masa itu  : President).

 

 

Ketika Nyantri, saya mulai bergaul dengan Parker, kebetulan dapat hadiah Parker, dari salah seorang guru saya di sana. Saya mengamati, teman-teman-teman yang suka dan memiliki  pulpen bagus, hampir dipastikan, tulisan tangannya bagus.

 

 

Sebaik saya di Pasar Induk Caringin, Bandung, saya kagum, ternyata tidak sedikit pemilik lapak (pengusaha lapak) terutama pemilik lapak  buah Import, yang punya Parker, Sheaffer, bahkan Mont Blanc .  Ketika mereka setor uang ke BCA (dekat alun-alun kota Bandung pada masa itu) mereka menggunakan pulpen mahal. (Periode penulis di Pasar Induk Caringin Bandung antara 1993 – 1996 ; ternyata sudah lama sekali ya)

 

 

0.

 

Sheaffer, filosofi Sheaffer yang saya tangkap, adalah 0. Ketiadaaan, hampa, kosong. Lingkaran putih, O, melingkupi warna merah yang dapat berarti Semangat dan Hitam, yang dapat berarti kepasrahan, kedukaan. Intepretasi saya,  logo atau simbol itu, menunjukkan atau mengemukakan  apresiasi atas kemanusiaan kita, kosong, berawal dari tiada, untuk kembali menjadi tiada.

 

Itulah Sheaffer bagi saya, sayangnya Sheaffer cenderung tidak seatraktif Parker atau Mont Blanc, yang banyak edisi khusus, seperti Parker punya seri Harry Potter, Olympiade, sementara Mont Blanc ada koleksi untuk  Andy Warhol, Leo Tolstoy,  dll.

 

Nah 0 atau Shifrun  (dalam bahasa Arab) atau Zero (dalam bahasa Inggris)  sejatinya daya tarik kemanusiaan kita, kesempurnaan manusia.  Boleh jadi, 0  merupakan pemahaman optimal manusia atas kekosongan, kehampaaan atau ketidakberdayaan dirinya, yang bersifat umum.  Tetapi, pengalaman atas kekosongan, kehampaan, akan bersifat personal atau privat…

(bersambung)

Thank You WordPress and Their Great Team!

Three days ago, I am terrified with the message upon my admin dasbboard, what was that, “My blog was suspended because of  the violation of the terms of services”

OMG! What’s wrong with me, do I offense someone or somebody with my writing or within my blog? I don’t think so! Why, because I used to put the data to emphasize my writing, so the readers can convince their own selves, whether to stuck on my opinion or to let my opinion go to the junks, and they use the others appropriate data for their own perspective.

Immediately, I was in rush, contacting the WordPress Team, as it was mentioned the address upon my own admin dashboards. Afterwards, day by day, I try to reach my blog, and the result is…. Today, 30th of June 2015, I am able to access my beautiful website. Thank You WordPress for allowing me to share my ideas, even my anger here

So, Today, with this post, I ought to thanks a lot to WordPress Team, for their express response for my problems, may ALLAH SWT, bless them all, Amen. I honored to get that service, Thank You

Kembali ke dunia maya, Ramadhan 1436 H

Para netter yang baik, semoga segala kebaikan dari ALLAH SWT, TUHAN YME selalu terlimpah kepada Anda semua.  Terus terang, kami rindu, kembali dapat menyapa, berbagi cerita, berbagi berita, berbagi keceriaan atau sekedar untuk melepas kegalauan, tetapi…karena menghidupkan periuk nasi tetap lebih penting, maka, bagi kami pribadi, menulis belum bisa dijadikan pilihan utama.

 

Mungkin karena kemampuan terbatas, atau faktor dukungan lingkungan internal yang belum memadai, entah, yang jelas, di Ramadhan ini, 1436 Hijriah, insya ALLAH, saya akan coba kembali berbagi inspirasi, atau juga berbagi kritik, terutama, tentu tentang diri kita sendiri. 

 

Kami akui, tidak mudah menulis, bahkan, kemarin, di kereta ke Serpong, ada yang teriak, “wah Mas, kalau untuk baca tulisan blog Mas ini, butuh waktu satu jam, paling nggak setengah jam nih”. Ucapan itu terlontar dari kenalan tidak sengaja, berbagi ta’jil puasa dengan tic-tac, kabarnya beliau juga masih kuliah di IPB.

Sesungguhnya, kami pun ingin menulis pendek, seperti tulisan ini, tapi pada titik tertentu, ketika ada pembahasan sederhana atas sesuatu “yang hangat” seringkali, kami melihat, penjabaran, pemaparan data, baik dari situs lain, termasuk wikipedia, adalah hal yang tidak bisa dihindari, walhasil, tulisan bertambah.

 

Dihari kesebelas, Ramadhan ini, izinkan kami mengucapkan, selamat menunaikan Ibadah Puasa, 1436 H. Semoga, keinginan kami untuk kembali menulis, menjadi sarana ibadah yang lain bagi diri kami, dan sarana untuk selalu menambah ilmu, melalui feedbacks dari teman-teman di sini.

 

Terakhir, semoga, dengan kembalinya ke dunia maya, kembali, kemampuan menulis kami terasah, semoga, Amin YRA

2014, Ikut Pemilu atau Golput?

Dear all, tidak terasa, empat bulan lagi akan ada hajatan besar, yaitu Pemilu 2014, tepatnya bulan April 2014…Sebenarnya, sejak pertengahan tahun ini, mata kita sudah sering diganggu, oleh spanduk, baliho bahkan poster, yang maaf, seringkali tidak menghiraukan pijakan estetika. Nah…itu semua muaranya di April 2014…

 

Sementara itu, kita sama-sama tahu, bahwa penetapan DPT saat ini bermasalah, entah siapa yang salah, saya gak tahu, yang pasti, ketika saya coba tanya ke rumput yang bergoyang , mereka jawab, bahwa mereka hanya akan menjawab untuk Ebiet G.Ade… 

 

Yang lebih parah, kita semua tahu, bahwa tidak ada partai politik yang benar-benar steril dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme…sekalipun masih samar-samar, masih seperti bisik-bisik, bisa dikatakan hampir semua partai politik, telah diisi politisi busuk. Bahkan, seorang Pendiri Partai Keadilan Sejahtera, berani menonton FILM PORNO di Senayan,lebih rusak lagi, Presiden  Partai ini, tertangkap tangan, dan saat ini, menjadi tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi.

 

Penutup gegap gempita kebobrokan politisi di negeri ini, boleh jadi, tertangkap tangannya Akil Mochtar, mantan Politisi Golkar, yang ketika tertangkap tangan, menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi…Hebat…Hebat…

 

Nah, masih bolehkah kita percaya kepada politisi? masih butuhkah kita dengan politisi…berikut pandangan sederhana 8dk :

 

1. Tidak lama lagi, kita menyambut 2015, saat ini, Pasar ASEAN + 1 (China) sudah terbuka, jadi sebaik Anda punya paspor, Anda punya sertifikasi keahlian, ketrampilan dan nomor pokok wajib pajak, Anda sudah bisa mencari penghasilan, pekerjaaan di 1o negara lain selain Indonesia, jadi, Anda tidak perlu ragu, akan dibatasi gerak oleh para politisi, pemerintah, apabila Anda memutuskan untuk tidak memilih. Penting untuk Anda siapkan adalah, kemampuan Anda untuk menghadapi persaingan tersebut. Ingat, sejak 2004 hingga saat ini, sudahkah Anda mendengar Pemerintahan SBY menyiapkan masyarakat Indonesia dalam menghadapi AFTA+1 ini?

 

2. Jangan lupa, bahwa sekalipun Anda bayar pajak, Anda menggaji aparat, menggaji politisi, saat ini, kita sama-sama tahu, bahwa PEMERINTAH lunak, tidak bertaji kepada pelanggaran hukum, seperti KORUPSI yang dilakukan oleh para PEJABAT dan APARAT, jadi, masih mau Anda ikut memilih mereka? Ingat, bahkan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO pun tidak punya niat baik untuk mendukung hukuman mati bagi KORUPTOR, padahal dia digaji oleh PAJAK dari rakyat Indonesia. Jadi Anda masih percaya dengan Partai Politik!? Ingat, bahkan Presiden yang Ketua Umum Parpol pun tidak pernah memperlihatkan apresiasi dirinya kepada masyarakat Indonesia, terutama dalam hal penuntutan hukuman mati bagi para koruptor!

 

3. Sebaik Anda ikut memilih, atau tidak ikut memilih, pada akhirnya, Anda memiliki hak untuk melakukannya, jangan bingung dengan “FATWA”, Ingat, anggap-lah ketika Anda memilih “SI FULAN”  ternyata si FULAN korupsi, apakah yang membuat FATWA ikut menanggung dosa atau beban moral!? belum tentu, sementara Anda, kecuali Anda juga koruptor maka tentu Anda akan merasakan beban moril, tanggungjawab moral yang berat, jadi…Anda masih ingin menambah beban pikiran Anda dengan mengikuti proses PEMILU!? Terserah!

 

4.Perlu dimengerti, bahwa, sebaik Anda tidak memilih, atau memilih, atau memilih untuk Tidak Memilih, itu adalah hak pribadi Anda, jangan lupa, ketika Anda sudah memberikan bekal terbaik secara agama, moral, ilmu dan harta kepada keluarga Anda, maka tugas Anda, sudah paripurna, percaya-lah, saat ini, yang dapat kita lakukan -sementara ini- mendisiplinkan diri untuk jadi manusia yang baik, beriman, bermartabat, baru warna itu dapat melingkupi keluarga kita, jangan bermimpi untuk mewarnai negeri ini, yang sementara ini, lebih banyak dikuasai IBLIS berwujud manusia, terima kasih.

Aceng, Rhoma, dan Pembelaan atas Pilihan Masing – Masing

Teman-teman netter yang 8dk kagumi…di penghujung tahun ini,kita diisi dengan dua berita yang bagi kebanyakan orang remeh – temeh, tapi menyesakkan dada (karena hampir setiap waktu di ulang). Nah, 8dk termasuk orang yang menganggap dua berita itu adalah berita besar (besar karena kita masih lebih suka berita sebagai alat hiburan, bukan sarana untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat, maaf).

Nah, berita dari dua orang terpilih, Rhoma dan Aceng, membuat 8dk tergugah untuk menyelami, pijakan awal masing-masing. Terus terang, penyelaman ini perlu dilakukan, mengingat keduanya adalah pribadi yang cenderung lupa, bahwa untuk jadi manusia, seseorang harus memiliki rasa malu, atau pada titik fatal, dia bisa memalukan (atau malu-maluin). Tulisan ini, bukan untuk mengingatkan mereka berdua, karena semua media sudah mengingatkan, baik dalam bentuk karikatur, kritik,  hingga bahasan serius oleh para penulis kolom atau penulis opini.  Tulisan ini mencoba meraba, pijakan pilihan keduanya…Agar kita juga dapat memperluas khazanah (terutama untuk kami). Khazanah bahwa keunikan manusia, apabila tidak diapresiasi dengan baik, boleh jadi akan menghancurkan manusia itu sendiri.

RHOMA

Tanpa bermaksud mengecilkan kesempatan siapa pun, warga negara Indonesia, memang berhak, untuk mengajukan dirinya, menjadi seorang bupati, gubernur, bahkan Presiden. Maka, keinginan Rhoma, harus diapresiasi sebagai bentuk apresiasi Rhoma atas pengakuan kompetensi, maupun kemampuan yang ia miliki. Ia beranggapan, bahwa dirinya, layak untuk menjadi Presiden Republik Indonesia, periode 2014 – 2019. 

8dk juga mengapresiasi keinginan baik tersebut, terlebih, tahun 2014, sudah di ambang mata. Proses mengenalkan seseorang untuk menjadi seorang Presiden butuh waktu yang tidak sedikit (maaf, jangan bicara dana, karena dana, ada aja caranya untuk dicari, baik halal maupun haram).  Yang membingungkan 8dk adalah, pijakan keinginan tersebut, yang menurut kami,  agak naif….

Kami menemukan, bahwa pijakan tersebut adalah : Karena SBY selama jadi Presiden bisa bikin beberapa album lagu,  maka, Rhoma yang sudah dari dulu bisa bikin album atau lagu, merasa mampu dan layak jadi PRESIDEN RI. …Apabila asumsi ini benar, maka, pihak yang pertama kali harus kita salahkan kalau benar Rhoma jadi Presiden RI, dan ternyata gagal, adalah SBY….Kenapa SBY? Di mana pijakan logisnya? Nah, ini menarik…pijakan sederhana-nya, SBY ketika jadi Presiden RI, 2004 – 2014, lebih mengkonsentrasikan dirinya untuk membuat album, bernyanyi, maka amat wajar, apabila para seniman naik pitam, akhirnya berusaha untuk menjadi Presiden…Apalagi bila ada seniman yang berfikir, 

Wah, kalau aku jadi Presiden, berarti Album lagu-ku, Patung-ku , lukisan-ku, semakin laris, karena aku bisa mengkondisikan hasil karya-ku, sebagai hasil karya yang harus, mau tidak mau harus diserap oleh pemerintahanku (duh sedihnya kita)

Apabila pijakan ini benar, maka, kita boleh berharap, semoga TUHAN YME, memberi pencerahan, agar kita benar-benar pada 2014, bisa memiliki Presiden, yang negarawan, tegas, dan bukan Penyanyi, atau Seniman yang hanya ingin membuat hasil karyanya laku di masyarakat, karena Ia adalah seorang Presiden, amin.

ACENG

Pilihan  Aceng untuk menikahi seorang  wanita muda, adalah hal yang masuk akal, wajar dan patut diapresiasi sebagai pilihan yang sehat! Ia secara tidak langsung mengakui, dirinya adalah orang yang berkelas, atau minimal logis. Mencari pasangan yang jauh lebih muda, cantik, bagi seorang pria yang memiliki kemampuan (terutama finansial dan power) adalah hal yang manusiawi.

Pada bagian lain, Aceng pun memahami,  bahwa Agama yang ia  anut, membolehkan pernikahan, bahkan mewajibkan pernikahan sebagai sarana pelegalisasian proses berse****** dari     dua orang dewasa.  Maka, apa  yang ia lakukan  adalah hal yang normal….

Yang menjadi masalah adalah, ketika telah menikah si wanita mendapatkan tekanan, terutama secara psikologis, dan pada titik tertentu bahkan diceraikan, dan pada proses perceraian, pihak-pihak yang terlibat pada proses pernikahan, boleh jadi tidak dilibatkan lagi, sehingga kesan mencari-cari alasan untuk menceraikan adalah hal yang tidak bisa dihindari.

 

Lalu, apa kesamaan atau kemiripan dari keduanya….Beristri banyak atau nikah berkali-kali, boleh jadi merupakan kesamaan dari kedua orang tersebut. Rhoma dan Aceng, keduanya, diketahui secara umum, telah nikah berkali-kali.  Pertanyaan yang harus kita kedepankan adalah, pantaskah apabila seseorang yang telah menikah berkali-kali (baca : kawin – cerai) menjadi teladan!? Apakah negeri ini telah kehilangan tokoh teladan sehingga pasangan Rhoma – Aceng, layak menjadi pemimpin?  Tentu kita harus mengapresiasi kampanye via BBM maupun Twitter  yang menyandingkan Rhoma – Aceng sebagai Capres 2014. Tapi, kita pun harus mengakui, kreator boleh jadi mengapresiasi “KEMUAKAN” yang ia simpan kepada keduanya. Dan, kita pun harus mengakui, adalah kebodohan yang memilukan, apabila kreator photo tersebut, memilih Rhoma – Aceng sebagai pemimpin. Akhirnya, kami yakin, Anda sekalian, pembaca 8dk yang budiman, juga berpegang di pilihan yang sama. 

 

HAK TIAP WARGA NEGARA untuk MENCALONKAN DIRI MEREKA MASING-MASING menjadi PRESIDEN di Negeri ini adalah mutlak. Dan Hak tiap warga negara pula, untuk menertawakan, mencibir, atau bahkah mendukung atas keberanian individu yang bersangkutan untuk maju ke panggung politik. Dan hak tiap-tiap kita untuk saling mengingatkan, agar kita tidak terjerumus ke dalam jurang kebodohan yang sama…. Terima kasih.

Hot Issue : Sopir Angkot jadi Gubernur Jabar

Para pembaca budiman, setelah kemenangan Jokowi – Ahok, yang mengedepankan logika masyarakat dibandingkan logika parpol, kita kembali diarahkan (baca : dibodoh-bodohin) oleh Parpol…

 

Seperti biasa, setelah Jokowi – Ahok menang, banyak yang mengatakan bahwa, Jokowi – Ahok (terutama Jokowi) adalah panutan dirinya, ini menarik, sekaligus memprihatinkan…Salah satu yang mengidolakan Jokowi adalah Rieke, dan katanya Rieke bersedia, dimentori Om Jokowi…apakah betul!? 

 

Maaf, tulisan ini memper-harto-kan (baca : mempersetankan) hal Rieke yang mengambil Jokowi jadi model, sebab bagi 8dk, yang harus dikasihani bukan Rieke, tapi Jokowi, bukan-kah Jokowi lebih mengedepankan logika dan pengetahuan…nah, apakah hal ini juga manifest pada Rieke? Silakan Anda jawab.

 

Pada tulisan ini, yang menggelitik adalah, ucapan Dede Yusuf, yang terus terang (mohon maaf sebelumnya, karena saya lupa pasti, tanggal berapa tulisan itu ada, yang jelas di harian Kompas, edisi cetak, yang mengulas tentang selesainya masa pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur jawa barat) membuat saya sedih, malu, dan akhirnya …dengan sangat terpaksa…tertawa terbahak-bahak…

 

Alkisah, pada Kompas tersebut, Dede Yusuf mengibaratkan dirinya sebagai sopir Angkot dan wakil gubernur sebagai supir Angkot yang memberikan arahan dari samping…kurang lebih isinya seperti itu…Apa yang tragis pada ungkapan ini adalah sebagai berikut :

 

1. Analogi supir angkot, apakah itu arti berusaha merakyat atau membodohi rakyat? Apakah mungkin rakyat Jawa Barat yang banyak memiliki orang pintar, minimal ada UI, ITB, IPB di propinsi tersebut, percaya kalau propinsi Jawa Barat dipimpin oleh seorang sopir Angkot? Apakah analogi ini “keterlaluan” atau therlhalhu kata Bang Rhoma…

 

2. Yang tidak boleh kita lupakan, karena kebanyakan masyarakat kita menggunakan jalan raya sebagai sarana transportasi, maka  kita sering menemukan Angkot yang parkir sembarangan, Angkot yang tiba-tiba saja berhenti di tengah jalan, atau menurunkan penumpang di tengah jalan. Yang jadi masalah, apabila Dede Yusuf jadi Gubernur, apakah dia bisa bertindak cerdas, tidak ubah-ubah peraturan seenak hatinya sebagaimana supir Angkot sembarangan parkir di jalan raya? Hanya TUHAN yang tahu, tapi, yang jelas, analogi itu menunjukkan betapa bersahajanya (kalau terlalu sopan untuk dikatakan bodoh) Dede Yusuf…yang menegasi keberadaan orang-0rang pintar, berpendidikan di Jawa Barat, dengan menganalogikan dirinya sebagai supir Angkot.

 

3. Pembelajaran 8dk naik Angkot di Depok dan Bogor, hampir bisa dikatakan supir Angkot saat ini, tidak memiliki space atau alokasi pembagian uang dengan seseorang yang akan disebut dengan kernet. Ini menunjukkan bahwa Dede Yusuf yang biasa naik kendaraan pribadi, memang tidak tahu utuh tentang lapangan, apakah benar di lapangan  setiap angkot harus ada kernet? Nah, apabila hal ini bentuk ketidaktahuan Dede Yusuf, sayang betul apabila Rakyat Jawa Barat memilih beliau, lha wong untuk urusan lapangan main tebak-tebakan kok dipilih jadi Gubernur. 

 

4. Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, 8dk mengusulkan agar RHOMA IRAMA bersedia menjadikan DEDE YUSUF sebagai CALON WAKIL PRESIDEN bagi dirinya…Usulan ini, dengan berat hati, harus kami utarakan, mengingat…apabila RHOMA IRAMA tidak mendapatkan CALON WAKIL PRESIDEN yang sepadan, tindakan yang ia lakukan niscaya adalah kesia-siaan. Memang, orang bijak sering mengatakan, bahwa Seringkali, untuk menyadari dirinya BODOH, seseorang harus mengalami kegagalan PAHIT.  Jadi, agar kepahitan ini dapat dirasakan bersama-sama, maka kenapa gak sekalian aja, gak usah tanggung-tanggung, toh pada akhirnya malu atau tidak, bagi artis bukanlah persoalan.

 

5. Analogi “GUBERNUR JAWA BARAT” sebagai SOPIR ANGKOT adalah analogi yang rendah. Ungkapan ini bukanlah hasil budi upaya kerendahan hati dari yang mengucapkan, tapi kalau boleh jujur, dan mungkin boleh jadi ini benar, merupakan ungkapan keterbatasan pengetahuan, keterbatasan pendidikan dari yang mengucapkan. 

 

Semoga Sopir Angkot se Jawa Barat dan Se Indonesia tidak menjadi malu, karena ada seorang politisi yang mengibaratkan dirinya sebagai sopir Angkot, padahal, keringat yang dikeluarkan oleh supir angkot dalam mencari uang untuk dirinya maupun keluarganya, lebih berharga daripada upaya politisi yang cenderung korup…Selamat BerPILKADA JAWA BARAT. Janganlah Anda Salah Pilih…

Selamat Berpuasa, Selamat Iedul Fithri 1433 Hijriah

Dear All, tak terasa, sudah enam belas hari, umat Islam, di seluruh belahan dunia, melakukan ibadah puasa

 

Dan tiada terasa, dua minggu lagi, kurang lebih, kaum muslimin akan merayakan Iedul Fithri, 1 Syawwal 1433 Hijriah.

 

Terkait kedua hal tersebut, izinkan kami, 8dk dan tim mengucapkan – terutama kepada kaum muslimin – 

 

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Ramadhan 1433 Hijriah, Semoga amal – ibadah Anda,Kita Semua yang berpuasa, diganjar dengan balasan yang berlimpah-limpah, amin…

 

…dan Insya ALLAH, 1 Syawwal 1433 H, akan sampai…Semoga pada hari itu, kita semua, kaum muslimin yang melaksanakan ibadah puasa, kembali ke fitrah…Amin

 

Semoga, kesucian setelah sebulan berpuasa, dapat kita pelihara, minimal hingga kita dipertemukan, diberi kesempatan untuk kembali berpuasa, pada tahun 1434 H. Amin

 

Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Dan bagi semua, seluruh netter, terutama untuk Non Muslim, semoga kedamaian, selalu diberikan oleh ALLAH SWT, kepada kita semua, semesta alam…Amin