Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Archive for Refleksi

Selamat Jalan Susilo Bambang Yudhoyono : Memilih Partai, Bukan Rakyat

Sudah beberapa minggu ini, media dipenuhi berita tentang reshuffle kabinet, reposisi koalisi dan lain-lain…Yang menurut beberapa pihak, hal ini bahkan sudah berlangsung sejak akhir tahun 2o1o.

Diakui atau tidak, memang agak menyedihkan,  kejadian ini dipertegas dengan ketidaksolidan partai koalisi untuk menolak hak angket mafia pajak. Entah kenapa, hingga saat ini, pemerintah beserta jajarannya, selalu berlindung dibalik kesalahan “individual atau oknum” bukan karena sistem yang salah. Padahal, sistem yang salah, merupakan jalan tol bagi terciptanya pembenaran kesalahan.

Anehnya lagi, pada saat ini, rakyat sudah banyak yang menderita, sulit mencari makan, tapi, karena SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, ANI YUDHOYONO, keluarga dan kroninya tidak mengalami hal ini, maka mereka lebih mementingkan soliditas koalisi, dibandingkan memikirkan bagaimana caranya MEMPERMUDAH RAKYAT untuk MENCARI MAKAN.

Maka, dapat disimpulkan, bahwa Biarkan RAKYATKU MAMPUS!!!, yang penting sebagian dari mereka MEMBAYAR PAJAK, dan aku hidup dari PAJAK TERSEBUT…kurang lebih begitu pikiran sederhana saya atas pola pikir SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, ANI YUDHOYONO, dll yang mendukungnya…

 

MEMILIH KOALISI BUKAN BERARTI MEMIHAK RAKYAT

Mari kita sama-sama mencermati, bahwa pilihan koalisi dan penguatan koalisi SBY, sama dengan pengkhianatan atas suara yang diberikan rakyat kepadanya….

 

Harus kita akui, bahwa ada beberapa hal yang harus kita lihat dengan jernih, terkait pilihan tersebut, diantaranya adalah :

1. Kuantitas suara para pemilih pada PEMILU 2009 , tidak sama dengan kuantitas suara PILPRES 2009.  Jumlah suara pada PEMILU 2009,  104.095.847 (detik.com) sementara untuk PILPRES 2009, jumlah suara adalah 121.504.481 (asa borneo.com). Maka, antusiasme pemilih pada pilpres, jauh lebih besar dibandingkan dengan pemilihan anggota legislatif.

2. Sistem pemerintahan Presidensial yang kita anut, menunjukkan bahwa pertanggungjawaban dan kewenangan secara ideal berada dalam genggaman presiden, bukan dalam genggaman siapa pun (partai tertentu) selain dirinya.

3. Banyaknya para anggota dewan yang dipenjara atau dipidana, menunjukkan bahwa dalam batasan tertentu, banyak salah pilih yang telah dilakukan oleh masyarakat dalam proses pemilihan anggota legislatif, atau banyak anggota legislatif yang SUDAH SEDEMIKIAN CANGGIH DAN BAJINGANNYA sehingga dapat MENGELABUI kebanyakan anggota masyarakat.

 

Maka, berangkat dari Informasi di atas, seharusnya SUSILO BAMBANG YUDHOYONO bersyukur denganBANYAKNYA RAKYAT yang memilih dia, bukan malah KUFUR NIKMAT. SEAKAN-AKAN yang memilih dia adalah ANGGOTA DEWAN atau PARTAI POLITIK, atau jangan-jangan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO sudah sama BAJINGANNYA dengan PARA POLITISI  TERPIDANA…silakan Anda jawab sendiri.

 

Idenya, di saat rakyat kesulitan cari makan, ancaman harga minyak yang melambung tinggi, ancaman inflasi, ancaman pasar bebas ASEAN di mana Indonesia belum siap, SUSILO BAMBANG YUDHOYONO masih selalu memikirkan kekuasaan, bukan rakyatnya yang memberi  amanat atas kekuasaan…. Jadi, masih perlukah kita MEMPERTAHANKAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO?


Advertisements

Selamat Jalan Susilo Bambang Yudhoyono : Politisasi Aulia Pohan…

Terus terang, sudah lumayan lama berita ini hadir di publik, tetapi 8dk belum membahasnya, maklum, masih kejar setoran (baca :cari nafkah dulu…he..he..he.)

Sedihnya, ketika membahas, 8dk agak mempersetankan kasus korupsi si Om Aulia, maksudnya, biarpun bukan Om Aulia, siapa pun Koruptor, harus dianggap sebagai SETAN…Amien…(termasuk yang mendukung koruptor, tentu kalau SBY juga mendukung koruptor, ya …ia masuk dalam kategori SETAN bagi 8dk….)


Mari melihat dari perspektif berbeda, sebelumnya, mohon blogwalker sudi melihat berita ini Aulia Pohan dikorbankan SBY

Merujuk ke informasi di atas, jelas bahwa penangkapan, atau pada bahasa yang lebih baik lagi, pemidanaan, pemenjaraan Aulia Pohan, bukanlah sebagai bentuk keberpihakan Susilo Bambang Yudhoyono terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia, melainkan – semata-mata – guna mengamankan citra dirinya, beserta – mungkin – Partai Demokrat, dalam rangka Pemilu 2009 lalu, dan tentu Pilpres…

Maka, pembebasan bersyarat Aulia Pohan, remisi pada koruptor, seharusnya menjadi bukti nyata yang kita lekatkan di benak kita, masyarakat Indonesia, bahwa Susilo Bambang Yudhoyono memang tidak memiliki keinginan yang ikhlas, kuat untuk menghilangkan korupsi di Indonesia. Pertanyaannya adalah, kenapa kita masih mempertahankan dirinya?

Akhirnya , dengan segala kerendahan hati, Susilo Bambang Yudhoyono, telah mengamankan jalur hukum yang ia akan tempuh, segera setelah ia melepaskan jabatan (atau mungkin dipaksa melepaskan jabatan; Amin)…Baik secara legal formal (dimana ia meminta Deny Indrayana, salah seorang tokoh Anti Korupsi Indonesia, menjadi bagian dari staf Ahlinya) hingga secara finansial, yaitu melapangkan jalan kebebasan bagi koruptor.

Mumpung masih Ramadhan, mari kita berdoa, semoga niat busuk yang tersimpan di benak Susilo Bambang Yudhoyono beserta tim penjaganya, dapat segera diungkapkan oleh ALLAH SWT di hadapan publik, sehingga ia tidak memiliki alasan untuk ngeles; kecuali semakin terlihat jelas di hadapan masyarakat,kebodohan dirinya,  dan tidak ada jalan lain bagi dirinya, kecuali mengundurkan diri dari jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia, sekalipun baru memerintah untuk satu tahun di periode kedua ini, Amin.




“Ternyata Tidak Hanya Kapolri yang HILANG”

Kembali, Susilo Bambang Yudhoyono, kehilangan salah seorang pembantunya…apabilla pada masa pemerintahan awal, ia sempat kebingungan dengan keberadaan Jusuf Kalla….(silakan disimak dan diingat sekitar satu atau dua tahun yang lalu)…kini, beliau kehilangan KAPOLRI…

duh….ANehnya…keributan itu benar-benar menjadi berita di dunia maya dan dunia nyata….8dk gak mau ambil pusing, tapi sialnya, saat mau beli makanan tuk ta’jil tadi…sempat dengar celetukan…

Paling-paling dia lagi ngasih makan piaraannya, babi-babi, sekarang kan orang pada ngejauh, namanya juga Ramadhan awal, para pekerja peternakan babi pada ngindarin yang najis-najis….

Kaget,kagum, dan tersenyum, sebab, kehilangan kapolri, bisa merusak nilai puasa seseorang…entah…mudah-mudahan SBY dapat memberi penjelasan tentang “RAIBNYA Om Bambang Hendarso Danuri, minimal untuk mengapresiasi berita di detik, aneh apabila kapolri main sembunyi-sembunyian, apa bedanya Kapolri dengan Teroris…hayo!?

Satu hal penting yang menurut saya tidak perlu dijelaskan kepada khalayak ramai oleh Susilo Bambang Yudhoyono, adalah perihal kehilangan kepercayaan dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia, sekalipun dipilih secara mayoritas oleh publik.

Mau bukti, coba cermati, kenapa Susilo Bambang Yudhoyono tidak berani mengganti Hendarman Supandji padahal Kemas Yahya Rahman, Urip Tri Gunawan adalah prestasi FENOMENAL dari Hendarman?

atau…..

Kenapa SBY tidak berani MEMAKSA Kapolri MENELITI, MENYELIDIKI REKENING PERWIRA TINGGI POLRI?

Mudah-mudahan kita, masyarakat Indonesia, di bulan Ramadhan ini semakin dapat membangun diri kita, dan mari kita niatkan untuk tidak menyandarkan diri ke pemerintahan SBY, yang secara terang-terangan, tidak pernah Berpihak kepada kita semua, semoga Susilo Bambang Yudhoyono dan para pejabat pemerintah yang membiarkan masyarakat wafat karena pembiaran berlarut-larut ledakan tabung gas 3 kg diazab oleh TUHAN YME, minimal bau kemaluan beliau semua, seperti bau gas, tujuh turunan, amin, dan apa yang ada di semesta alam, ciptaan TUHAN YME, berubah menjadi racun yang akan menggerogoti akal sehat beliau semua, amin, sehingga ketika mereka telah berhenti menjabat, mereka semua beserta keturunan mereka, menjadi gila…

Insya ALLAH, kalau doa ini dikabulkan, Indonesia akan kembali dicatat oleh sejarah, sebagai negara yang paling banyak menghasilkan orang-orang gila  setelah mereka menjabat, amin, dan semoga hal ini akan menjadi pelajaran untuk mereka yang berniat (baik niat baik maupun buruk) untuk memerintah masyarakat Indonesia, amin.

Terima kasih kepada Ariel, Cut Tari dan Luna Maya…

Disclaimer : Apabila Anda yang MIRIP ARIEL, CUT TARI, LUNA MAYA dan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO keberatan dengan isi tulisan ini, jangan ragu tuk menyatakan pendapat Anda, di bagian komentar, no sensor, dan ini juga diping ke SBY, karena ia adalah PRESIDEN HAK JAWAB, ditunggu keberaniannya MENGUNGKAP FAKTA…terima kasih…

Entah kapan awalnya, saya tidak begitu jelas, Ariel, Cut Tari, Luna Maya, menghebohkan jagad raya…sayangnya ini bermula dari Video Porno yang kabarnya, para pemerannya adalah seperti dan atau mungkin juga mereka…

Rasa penasaran mengusik saya…dan akhirnya, ketika saya mendapatkan kesempatan melihat video tersebut, tidak ada yang bisa saya ungkapkan selain rasa terima kasih saya…

Pertama, saya berterima kasih, apabila dari ketiganya berani membuktikan “Iya atau Tidak” kebeneran para pameran itu adalah salah satu atau ketiganya…hal ini penting, agar saya dapat melanjutkan rasa terima kasih saya kepada salah satu atau ketiganya…

Kedua, apabila hanya mirip, dan terbukti hanya mirip, maka, ucapan terima kasih ini, secara ikhlas saya sampaikan kepada mereka yang hanya mirip, tapi berani tampil total… saya yakin, mereka yang tampil telah mendapatkan kenikmatan yang cukup (Amin) dan tidak ingin mengulangi lagi, kecuali, dan atau apabila…ada pihak yang berani membayar tinggi…untuk itu, saya menyerahkan  hal ini, kepada teman-teman yang kebetulan memahami, jaringan pembuat, penyandang dana film-film porno…

Ketiga…saya tegaskan, bahwa terima kasih ini ikhlas…tidak bermaksud menjatuhkan mereka yang mirip apalagi mempopulerkannya…

Keempat, alasan pertama adalah…Video tersebut …telah menjadi bahan pembicaraan yang mendunia, hal ini berarti, Indonesia telah berhasil menancapkan kuku, sebagai salah satu negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tapi juga memiliki pandangan bahwa kebebasan seksual adalah hal yang manusiawi…

Kelima, alasan kedua adalah….saya berterima kasih, sebab, isu yang merebak, hampir dapat dipastikan, meredam isu DANA ASPIRASI 15 M DPR,  Meredam Tindak lanjut penyelesaian Kasus Century, dan yang tidak kalah penting, MEREDAM, public sense of crisis of PEMBENTUKAN SETGAB, atau KOALISI, yang pada akhirnya…PEMILU, PILPRES, hanya sekadar penghambur-hamburan uang, kalah menang, toh tetap menikmati…

Keenam, alasan ketiga adalah, ini membuktikan bahwa, saat ini, siapa pun juga, hanya memiliki dirinya ketika ia bertemu dengan TUHAN-NYA secara privat dan technoless…maka ketika Saudara Mirip Ariel dan Saudari Mirip Luna/Cut Tari  melakukan hubungan intim dan direkam dengan teknologi terkini….Suka atau TIdak Suka…Minimal Hasil Rekaman tersebut, telah menjadi milik PUBLIK….atau minimal milik mereka yang mengerti tEKnologi tersebut…

Ketujuh…alasan keempat, adalah merujuk kepada alasan keenam, ketika hubungan antar – manusia telah menjadi DOMAIN PUBLIK, maka adalah HAK PUBLIK untuk mengetahui sejauh mana kedekatan ARTHALYTA SURYANI (yang cantik, janda, pengusaha pula) dengan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (yang ganteng, presiden pula) hal ini terekam (menjadi domain publik) bahwa keduanya pernah bertemu, bahkan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO diundang  ke pernikahan anak ARTHALYTA SURYANI, dan yang pasti…pernikahan adalah acara privat, tapi kalau sudah terekam dan ada banyak individu yang merekam…itu menjadi domain publik…

Kedelapan…Maka, belajar dari pengalaman video ini, saya berpendapat, PENYANGKALAN, bisa dilakukan oleh siapa pun, setelah ia bertindak, minimal pelaku  atau yang mirip pelaku video menyangkal, dan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO dapat MENYANGKAL ia memiliki HUBUNGAN KHUSUS atau MINAT KHUSUS atas HUBUNGAN dengan ARTHALYTA SURYANI…ini menyadarkan kita…bahwa kita hidup di NEGERI PENYANGKALAN….

KESEMBILAN…maka…apabila penyangkalan itu hidup dari para pelaku atau mereka yang mirip pelaku video, kemudian keluar dari mulut SBY tentang AYIN, kita pun dapat melakukan penyangkalan, atau mengatakan BOHONG BESAR apabila SBY..ingin BERANI memberantas KORUPSI tapi tidak pernah BERANI mendorong bahkan memutuskan ASAS PEMBUKTIAN TERBALIK, karena…itu boleh jadi bumerang buat dirinya, atau keluarganya (Apa masih kurang saya korbankan besan saya…demikian anggapan mereka yang mirip SBY berkomentar…)

Terakhir…..video tersebut menyadarkan saya, bahwa saat ini, saya berada dan hidup, di negeri yang dipimpin oleh seseorang yang “MIRIP PRESIDEN” secara fungsi dan jabatan, padahal boleh jadi apabila ia MEMBUKA TOPENGNYA…bisa terlihat too many faces…boleh jadi corruptor faces smile there, boleh jadi wajah berjuta pengusaha pengemplang pajak, atau malah segelintir manusia Indonesia terdidik yang selalu mengupayakan INDONESIA, terutama masyarakat INDONESIA, selalu bodoh, bodoh dan miskin, agar tergantung habis-habisan, sehidup semati dengan diri mereka…Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun…

Terima kasih Ariel, terima kasih Luna Maya, terima kasih Cut Tari….o iya, kelupaan terima kasih pula ke SETGAB…dan IDE SEGAR DANA  ASPIRASInya…semoga….ANDA sekalian…dapat MENYUAP TUHAN YME, dengan perjalanan BOLAK- BALIK ke TANAH SUCI masing-masing AGAMA ANDA…dan izinkan saya yakin…(ini yang menyebabkan saya bertahan hidup di negeri penyangkalan Indonesia; TUHAN YME…jauh dari tipe penerima suap seperti JAKSA URIP TRI GUNAWAN…Amin)

Keprihatinan SBY, Ketulusan atau Kemunafikan?

temans, sebelum membaca tulisan ini, mohon berkenan mencermati, merenungkan berita dari detik dot com di sini.

Marah, sedih dan trenyuh, bercampur baur, mengingat korupsi masih menjadi bagian dari budaya birokrasi negeri ini…Kita yang susah payah bayar pajak, diinjak-injak oleh BAJINGAN KORUPTOR, APARAT PAJAK SETAN, POLISI – JAKSA – HAKIM MAKELAR KASUS,  hingga PEJABAT-PEJABAT SETAN Bermuka AGAMA, Berhaji Berkali-kali, seringkali , perjalanan haji mereka, jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah uang yang mereka KORUPSI (pastinya lah..he..he..he..)

Tetapi, adalah lagi yang lebih BAJINGAN, BERMUKA MANUSIA padahal BERHATI SETAN….silakan dicermati tulisan atau berita dari detik.com ini (paragraph keempat)

SBY mengatakan, saat ini dirinya telah mengizinkan lebih dari 150 pejabat baik pusat atau pun daerah untuk diperiksa terkait kasus korupsi. “100 Pejabat yang saya izinkan untuk diperiksa , saya pikir sudah cukup. Tapi ternyata lebih dari 150 orang. Ini bukan prestasi yang patut kita banggakan,” sindir SBY.

Sebagai pemilih SBY di 2004 (karena terpaksa) saya kecewa, dan di 2009 (karena terpaksa) saya harus menerima SBY menjadi Presiden di negeri saya, tempat saya cari makan, tempat saya bayar pajak….

“Kenapa Saya BEGITU KECEWA dan NAIK PITAM dengan Kalimat SBY tersebut?”

“100 Pejabat yang saya izinkan untuk diperiksa , saya pikir sudah cukup. Tapi ternyata lebih dari 150 orang. Ini bukan prestasi yang patut kita banggakan,” sindir SBY.

Mengerikan, kalimat tersebut dapat bermakna, seharusnya ia berani mengizinkan ratusan, bahkan ribuan mungkin yang harus diperiksa, kenapa baru 100 sudah mengeluh….

Aneh, sebagai seorang JENDRAL BINTANG EMPAT, DOKTOR BIDANG EKONOMI PERTANIAN IPB (ALMAMATER yang cukup dihormati di INDONESIA) kenapa dia harus mengeluh, bahkan terkesan menyindir…Tidakkah SBY reflektif, bahwa ia tidak melakukan gebrakan berarti dalam penuntasan KORUPSI?

Dan BUKANKAH sudah enam puluh tahun lebih ia menjadi  WNI dan hidup  di  INDONESIA  tidakkah ia  sadar, bahwa dirinya bagian dari SISTEM YANG KORUP? kenapa tidak berbesar hati memberikan gebrakan ANTI KORUPSI, HUKUMAN MATI bagi KORUPTOR, ASAS PEMBUKTIAN TERBALIK, semuanya masih diangan-angan…

Kalau SBY jujur, harusnya ia berani MENGHUKUM HENDARMAN SUPANDJI seberat-beratnya sejak kasus URIP TRI GUNAWAN, dan menghukum dirinya DENGAN BUNUH DIRI, karena ternyata  ARTHALYTA SURYANI, adalah salah satu UNDANGAN peluncuran ALBUM-nya. Bahkan ia memiliki kedekatan, minimal dibuktikan pada kehadiran dirinya di pernikahan anak ARTHALYTA SURYANI,  detailnya mohon lihat di sini

Apakah ini tidak gila, kalau ia masih merasa dirinya BERSIH, JUJUR, BEBAS dari KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISME?

SEDIHNYA lagi, ketika AYIN memiliki sel mewah, SBY diam Seribu Bahasa, saya tidak menuduh, apalagi memfitnah, tapi saya juga bukan orang buta, saya paham, bahwa SBY  yang gagah, Ayin yang cantik, boleh jadi pasangan yang serasi, minimal untuk MEMISKINKAN INDONESIA..

Maka, apabila ANDA, SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, tidak menyadari bahwa BIROKRASI INDONESIA adalah BIROKRASI KORUP, lebih baik ANDA tanggalkan gelar DOKTOR Anda…sebab, kualitas intelektual Anda, seharusnya sudah memberi jalan bagi Anda, untuk menyadari hal ini.

Maka, kalau ANDA, ingin INDONESIA bersih, hakim yang memberi hukuman ringan koruptor, HUKUM GANTUNG MEREKA, HUKUM GANTUNG KORUPTOR, kekalkan HUKUMAN GANTUNG bagi KORUPTOR dan PENJAHAT SEJENIS serta kekalkan ASAS PEMBUKTIAN TERBALIK di negeri ini. Anda Presiden atau hanya BONEKA? hanya Anda yang bisa menjawab.


“100 Pejabat yang saya izinkan untuk diperiksa , saya pikir sudah cukup. Tapi ternyata lebih dari 150 orang. Ini bukan prestasi yang patut kita banggakan,” sindir SBY.

Seharusnya, ribuan pejabat Anda sel-kan, itu kalau Anda memang berani mengatakan diri ANDA bersih dari KKN. Bukan hanya berlindung di balik “tindakan saya harus konstitusional”


Saya tidak menuduh, tapi saya memiliki asumsi, karena ini periode terakhir Anda, maka, Anda akan menggunakan kesempatan ini, semata-mata UNTUK MENYELAMATKAN CITRA DIRI ANDA, bukan Bangsa dan NEGARA INDONESIA.

Pada awalnya, saya yakin Anda akan memberikan gebrakan anti korupsi, di periode kedua ANDA, tapi nyatanya…ANDA adalah salah seorang yang harus bertanggungjawab di NERAKA nanti, apabila KORUPSI di INDONESIA selalu hadir karena dimoderatori oleh wanita-wanita cantik, pejabat dan aparat, jaksa dan hakim, serta bajingan bangsat lainnya.

Maka kepergian Sri Mulyani ke World Bank, adalah “VICTORY LEAP”  “LOMPATAN KEMENANGAN” untuk mereka yang selalu menggiring Anda….

Pada awalnya saya yakin  presiden saya adalah orang yang tegas, bukan boneka, tapi kini, saya belum dapat mencerna dengan jernih, siapa PENGUASA boneka ini….tapi saya punya asumsi, ia bernama dan tetap bertuhan.

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun.


Terima kasih Bu! Selamat Berjuang!

Minggu ini, ketika mengobok-obok detik.com, saya  disapa kegalauan…

Ibu Sri Mulyani, menerima lamaran dari World Bank, sebagai Managing Director World Bank, terhitung 1 Juni 2010 nanti…

Bagi 8dk, Sri Mulyani dan Boediono adalah orang-orang yang cerdas, jujur dan tidak perlu takut mati gak punya uang, karena mereka punya kecerdasan yang diakui dunia, tidak jago kandang seperti  kebanyakan politisi kita saat ini..

Dengan segala kerendahan hati, saya memiliki keyakinan, kecerdasan dan pengakuan kecerdasan beliau berdua, masih di atas tingkat pengakuan kecerdasan dunia, atas RI 1, tentu akan berkesesuaian dengan kompetensi masing-masing.

Terima kasih untuk segala upaya untuk Indonesia, yang telah Anda lakukan, lalu dengan berat hati, kami menanti penuh harap-harap cemas….Pengganti Anda dapat setegas, setegar serta sejujur Anda….

Kecemasan semakin menjadi, karena ada berita, bahwa kepergian Anda, akan dipergunakan secara maksimal, untuk reshuffle kabinet, yang selalu bermuara pada, bagi-bagi kue, bukan pertanggungjawaban kompetensi…

Akhirnya, Selamat berjuang Bu…mudah-mudahan Indonesia masih ada saat ibu kembali, mudah-mudahan, ketika ibu pergi, tidak bertambah Gayus-Gayus baru di Departemen Keuangan…Amin…

Kini…Susilo Bambang Yudhoyono …dapat bernafas lega, sebab Kasus Century akan redup, dan boleh jadi peti es, sehingga….tinggal tunggu 2014, entah Susilo Bambang Yudhoyono, entah timnya, akan “berkipas-kipas” tentu  dengan “bank note”.

Mudah-mudahan, Susilo Bambang Yudhoyono, tetap memiliki komitmen untuk bekerja demi ALLAH, demi Bangsa, demi Negara, demi Rakyat yang telah MEMBAYAR PAJAK yang AKHIRNYA BERMUARA di GAJI BULANAN dirinya SEBAGAI PRESIDEN, bukan demi Ani Yudhoyono, keluarga atau semata-mata keuntungan pribadi…Semoga….Selamat Jalan Bu! Selamat Berjuang!

SelamAT PasKAh…

Dear All, sejak Jumat kemarin, teman-teman; umat Kristiani, mulai melaksanakan rangkaian peribadatan/perayaan Paskah. Mulai Jumat Agung, hingga kemarin, Minggu Paskah.

Ditengah-tengan hiruk pikuk kekacauan negeri ini, pejabat yang sebenarnya penjahat, petugas pajak yang mengemplang pajak, polisi yang sebenarnya hanya sebatas maling tapi berseragam, hakim dan jaksa bajingan, hingga Presiden yang dipilih oleh Rakyat, tapi tetap peragu,

maka…Rangkaian Acara Paskah, peribadatan tersebut…, semoga, membawa keheningan, kebahagiaan, dan menguatkan kita,

untuk selalu menguatkan tekad hidup dalam damai dan kebajikan…serta yang tidak kalah penting, tidak menjadi peragu, sekalipun dipimpin oleh Presiden yang; sudah menjadi rahasia umum, disebut peragu (adalah hak yang bersangkutan untuk mengatakan dirinya sebagai individu yang selalu berfikir panjang; komprehensif,dll..)

Selamat Paskah Teman-teman!