Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Arsip untuk Ani Yudhoyono

Terima kasih Bu! Selamat Berjuang!

Minggu ini, ketika mengobok-obok detik.com, saya  disapa kegalauan…

Ibu Sri Mulyani, menerima lamaran dari World Bank, sebagai Managing Director World Bank, terhitung 1 Juni 2010 nanti…

Bagi 8dk, Sri Mulyani dan Boediono adalah orang-orang yang cerdas, jujur dan tidak perlu takut mati gak punya uang, karena mereka punya kecerdasan yang diakui dunia, tidak jago kandang seperti  kebanyakan politisi kita saat ini..

Dengan segala kerendahan hati, saya memiliki keyakinan, kecerdasan dan pengakuan kecerdasan beliau berdua, masih di atas tingkat pengakuan kecerdasan dunia, atas RI 1, tentu akan berkesesuaian dengan kompetensi masing-masing.

Terima kasih untuk segala upaya untuk Indonesia, yang telah Anda lakukan, lalu dengan berat hati, kami menanti penuh harap-harap cemas….Pengganti Anda dapat setegas, setegar serta sejujur Anda….

Kecemasan semakin menjadi, karena ada berita, bahwa kepergian Anda, akan dipergunakan secara maksimal, untuk reshuffle kabinet, yang selalu bermuara pada, bagi-bagi kue, bukan pertanggungjawaban kompetensi…

Akhirnya, Selamat berjuang Bu…mudah-mudahan Indonesia masih ada saat ibu kembali, mudah-mudahan, ketika ibu pergi, tidak bertambah Gayus-Gayus baru di Departemen Keuangan…Amin…

Kini…Susilo Bambang Yudhoyono …dapat bernafas lega, sebab Kasus Century akan redup, dan boleh jadi peti es, sehingga….tinggal tunggu 2014, entah Susilo Bambang Yudhoyono, entah timnya, akan “berkipas-kipas” tentu  dengan “bank note”.

Mudah-mudahan, Susilo Bambang Yudhoyono, tetap memiliki komitmen untuk bekerja demi ALLAH, demi Bangsa, demi Negara, demi Rakyat yang telah MEMBAYAR PAJAK yang AKHIRNYA BERMUARA di GAJI BULANAN dirinya SEBAGAI PRESIDEN, bukan demi Ani Yudhoyono, keluarga atau semata-mata keuntungan pribadi…Semoga….Selamat Jalan Bu! Selamat Berjuang!

Memakzulkan Susilo Bambang Yudhoyono…kenapa tidak!? …001

Saldi Isra, dalam topik di Media Indonesia, tanggal 4 November 2009,halaman 9 , menulis “Gerbang Menuju Permakzulan?”

Tulisan tersebut, mengangkat skandal Cicak Vs Buaya, yang diteruskan pada kematian logika hukum, pada proses perkara tersebut, dan seakan-akan diamini oleh Susilo Bambang Yudhoyono…nah…..

dalam 2 paragraph yang terakhir…ia menulis….


…Secara konstitusional, sekecil apa pun kesalahan yang dilakukan Presiden, Pasal 7A UUD 1945 memungkinkan adanya permakzulan. Gerbang menuju permakzulan bisa ai dan amat mungkin terjadi dengan memberi tafsir terbuka (longgar) klausul 7A UUD 1945. Tafsir demikian akan semakin mendapat tempat seiring dengan meluasnya kemarahan masyarakat. Jika itu terjadi, dukungan politik yang dimiliki DPR tidak akan memberi bantuan banyak bagi Presiden Yudhoyonon…” (Saldi Isra, “Gerbang Menuju Permakzulan” Media Indonesia, 4 November 2009, halaman 9)…

Masih terkait dengan Cicak Vs Buaya, yang pada akhirnya berlanjut menjadi Cicak & masyarakat Pendukung Vs Godzilla (Kejaksaan Agung, Kepolisian) dan akhirnya…Cicak, Masyarakat Pendukung vs Monster (Kejaksaan Agung, Kepolisian, Komisi III DPR RI, Pemerintah, Masyarakat Pendukung lainnya)… Tim 8 yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono…telah mengirimkan atau melaporkan rekomendasi akhir….

TIM 8 ini, dibentuk SBY, semata-mata guna meredam emosi masyarakat, sekaligus sebagai bentuk kebiasaan SBY…menjaga citra…kali ini ia memainkan citra…”mau mendengar aspirasi masyarakat”….

Menurut informasi pada siaran pers tim 8 plus Menkopolkam…SBY akan mengambil sikap….paling lambat..senin depan…atau 23 November 2009…

Nah…apakah masa penantian tersebut semata-mata “buying time” ala SBY, atau ia memang ingin secara serius mempelajari rekomendasi…hanya SBY, Ani Yudhoyono dan TUHAN yang tahu…kita hanya mereka-reka…

Yang mengerikan…paparan publik masukan tim 8 yang serta merta dibebaskan bagi publik untuk mengetahuinya sejak kemarin (saat penyampaian rekomendasi ke dirinya)….telah kembali MENCITRAKAN SBY sebagai individu yang DEMOkRAtis…

nah..yang berbahaya…kita jadi lupa….bahwa carut marut…centang perenang perseteruan ini…juga tidak lepas dari andil Susilo Bambang Yudhoyono…baik sebagai individu, maupun sebagai Presiden Republik Indonesia…

Perlu bukti? nantikan di lanjutan paparan ini…satu hal yang ingin 8dk sampaikan…

apapun sikap dan keputusan SBY, jangan sampai membuat kita lengah, sehingga melupakan, bahwa jalan Permakzulan itu ada, dan lebih baik kehilangan Presiden saat ini (mumpung belum 100 hari) dibandingkan kita mendiamkan selama 5 tahun…dalam ketidakpastian, bahwa Presiden berada sebagai pembela hukum, pembela negara atau malah berdiri menjadi pembela cukong, pembela saudagar, dan kroni kerabatnya…kita lihat….

(bersambung)….