Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Archive for Arthalyta Suryani

Terima kasih kepada Ariel, Cut Tari dan Luna Maya…

Disclaimer : Apabila Anda yang MIRIP ARIEL, CUT TARI, LUNA MAYA dan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO keberatan dengan isi tulisan ini, jangan ragu tuk menyatakan pendapat Anda, di bagian komentar, no sensor, dan ini juga diping ke SBY, karena ia adalah PRESIDEN HAK JAWAB, ditunggu keberaniannya MENGUNGKAP FAKTA…terima kasih…

Entah kapan awalnya, saya tidak begitu jelas, Ariel, Cut Tari, Luna Maya, menghebohkan jagad raya…sayangnya ini bermula dari Video Porno yang kabarnya, para pemerannya adalah seperti dan atau mungkin juga mereka…

Rasa penasaran mengusik saya…dan akhirnya, ketika saya mendapatkan kesempatan melihat video tersebut, tidak ada yang bisa saya ungkapkan selain rasa terima kasih saya…

Pertama, saya berterima kasih, apabila dari ketiganya berani membuktikan “Iya atau Tidak” kebeneran para pameran itu adalah salah satu atau ketiganya…hal ini penting, agar saya dapat melanjutkan rasa terima kasih saya kepada salah satu atau ketiganya…

Kedua, apabila hanya mirip, dan terbukti hanya mirip, maka, ucapan terima kasih ini, secara ikhlas saya sampaikan kepada mereka yang hanya mirip, tapi berani tampil total… saya yakin, mereka yang tampil telah mendapatkan kenikmatan yang cukup (Amin) dan tidak ingin mengulangi lagi, kecuali, dan atau apabila…ada pihak yang berani membayar tinggi…untuk itu, saya menyerahkan  hal ini, kepada teman-teman yang kebetulan memahami, jaringan pembuat, penyandang dana film-film porno…

Ketiga…saya tegaskan, bahwa terima kasih ini ikhlas…tidak bermaksud menjatuhkan mereka yang mirip apalagi mempopulerkannya…

Keempat, alasan pertama adalah…Video tersebut …telah menjadi bahan pembicaraan yang mendunia, hal ini berarti, Indonesia telah berhasil menancapkan kuku, sebagai salah satu negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tapi juga memiliki pandangan bahwa kebebasan seksual adalah hal yang manusiawi…

Kelima, alasan kedua adalah….saya berterima kasih, sebab, isu yang merebak, hampir dapat dipastikan, meredam isu DANA ASPIRASI 15 M DPR,  Meredam Tindak lanjut penyelesaian Kasus Century, dan yang tidak kalah penting, MEREDAM, public sense of crisis of PEMBENTUKAN SETGAB, atau KOALISI, yang pada akhirnya…PEMILU, PILPRES, hanya sekadar penghambur-hamburan uang, kalah menang, toh tetap menikmati…

Keenam, alasan ketiga adalah, ini membuktikan bahwa, saat ini, siapa pun juga, hanya memiliki dirinya ketika ia bertemu dengan TUHAN-NYA secara privat dan technoless…maka ketika Saudara Mirip Ariel dan Saudari Mirip Luna/Cut Tari  melakukan hubungan intim dan direkam dengan teknologi terkini….Suka atau TIdak Suka…Minimal Hasil Rekaman tersebut, telah menjadi milik PUBLIK….atau minimal milik mereka yang mengerti tEKnologi tersebut…

Ketujuh…alasan keempat, adalah merujuk kepada alasan keenam, ketika hubungan antar – manusia telah menjadi DOMAIN PUBLIK, maka adalah HAK PUBLIK untuk mengetahui sejauh mana kedekatan ARTHALYTA SURYANI (yang cantik, janda, pengusaha pula) dengan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (yang ganteng, presiden pula) hal ini terekam (menjadi domain publik) bahwa keduanya pernah bertemu, bahkan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO diundang  ke pernikahan anak ARTHALYTA SURYANI, dan yang pasti…pernikahan adalah acara privat, tapi kalau sudah terekam dan ada banyak individu yang merekam…itu menjadi domain publik…

Kedelapan…Maka, belajar dari pengalaman video ini, saya berpendapat, PENYANGKALAN, bisa dilakukan oleh siapa pun, setelah ia bertindak, minimal pelaku  atau yang mirip pelaku video menyangkal, dan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO dapat MENYANGKAL ia memiliki HUBUNGAN KHUSUS atau MINAT KHUSUS atas HUBUNGAN dengan ARTHALYTA SURYANI…ini menyadarkan kita…bahwa kita hidup di NEGERI PENYANGKALAN….

KESEMBILAN…maka…apabila penyangkalan itu hidup dari para pelaku atau mereka yang mirip pelaku video, kemudian keluar dari mulut SBY tentang AYIN, kita pun dapat melakukan penyangkalan, atau mengatakan BOHONG BESAR apabila SBY..ingin BERANI memberantas KORUPSI tapi tidak pernah BERANI mendorong bahkan memutuskan ASAS PEMBUKTIAN TERBALIK, karena…itu boleh jadi bumerang buat dirinya, atau keluarganya (Apa masih kurang saya korbankan besan saya…demikian anggapan mereka yang mirip SBY berkomentar…)

Terakhir…..video tersebut menyadarkan saya, bahwa saat ini, saya berada dan hidup, di negeri yang dipimpin oleh seseorang yang “MIRIP PRESIDEN” secara fungsi dan jabatan, padahal boleh jadi apabila ia MEMBUKA TOPENGNYA…bisa terlihat too many faces…boleh jadi corruptor faces smile there, boleh jadi wajah berjuta pengusaha pengemplang pajak, atau malah segelintir manusia Indonesia terdidik yang selalu mengupayakan INDONESIA, terutama masyarakat INDONESIA, selalu bodoh, bodoh dan miskin, agar tergantung habis-habisan, sehidup semati dengan diri mereka…Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun…

Terima kasih Ariel, terima kasih Luna Maya, terima kasih Cut Tari….o iya, kelupaan terima kasih pula ke SETGAB…dan IDE SEGAR DANA  ASPIRASInya…semoga….ANDA sekalian…dapat MENYUAP TUHAN YME, dengan perjalanan BOLAK- BALIK ke TANAH SUCI masing-masing AGAMA ANDA…dan izinkan saya yakin…(ini yang menyebabkan saya bertahan hidup di negeri penyangkalan Indonesia; TUHAN YME…jauh dari tipe penerima suap seperti JAKSA URIP TRI GUNAWAN…Amin)

Advertisements

Keprihatinan SBY, Ketulusan atau Kemunafikan?

temans, sebelum membaca tulisan ini, mohon berkenan mencermati, merenungkan berita dari detik dot com di sini.

Marah, sedih dan trenyuh, bercampur baur, mengingat korupsi masih menjadi bagian dari budaya birokrasi negeri ini…Kita yang susah payah bayar pajak, diinjak-injak oleh BAJINGAN KORUPTOR, APARAT PAJAK SETAN, POLISI – JAKSA – HAKIM MAKELAR KASUS,  hingga PEJABAT-PEJABAT SETAN Bermuka AGAMA, Berhaji Berkali-kali, seringkali , perjalanan haji mereka, jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah uang yang mereka KORUPSI (pastinya lah..he..he..he..)

Tetapi, adalah lagi yang lebih BAJINGAN, BERMUKA MANUSIA padahal BERHATI SETAN….silakan dicermati tulisan atau berita dari detik.com ini (paragraph keempat)

SBY mengatakan, saat ini dirinya telah mengizinkan lebih dari 150 pejabat baik pusat atau pun daerah untuk diperiksa terkait kasus korupsi. “100 Pejabat yang saya izinkan untuk diperiksa , saya pikir sudah cukup. Tapi ternyata lebih dari 150 orang. Ini bukan prestasi yang patut kita banggakan,” sindir SBY.

Sebagai pemilih SBY di 2004 (karena terpaksa) saya kecewa, dan di 2009 (karena terpaksa) saya harus menerima SBY menjadi Presiden di negeri saya, tempat saya cari makan, tempat saya bayar pajak….

“Kenapa Saya BEGITU KECEWA dan NAIK PITAM dengan Kalimat SBY tersebut?”

“100 Pejabat yang saya izinkan untuk diperiksa , saya pikir sudah cukup. Tapi ternyata lebih dari 150 orang. Ini bukan prestasi yang patut kita banggakan,” sindir SBY.

Mengerikan, kalimat tersebut dapat bermakna, seharusnya ia berani mengizinkan ratusan, bahkan ribuan mungkin yang harus diperiksa, kenapa baru 100 sudah mengeluh….

Aneh, sebagai seorang JENDRAL BINTANG EMPAT, DOKTOR BIDANG EKONOMI PERTANIAN IPB (ALMAMATER yang cukup dihormati di INDONESIA) kenapa dia harus mengeluh, bahkan terkesan menyindir…Tidakkah SBY reflektif, bahwa ia tidak melakukan gebrakan berarti dalam penuntasan KORUPSI?

Dan BUKANKAH sudah enam puluh tahun lebih ia menjadi  WNI dan hidup  di  INDONESIA  tidakkah ia  sadar, bahwa dirinya bagian dari SISTEM YANG KORUP? kenapa tidak berbesar hati memberikan gebrakan ANTI KORUPSI, HUKUMAN MATI bagi KORUPTOR, ASAS PEMBUKTIAN TERBALIK, semuanya masih diangan-angan…

Kalau SBY jujur, harusnya ia berani MENGHUKUM HENDARMAN SUPANDJI seberat-beratnya sejak kasus URIP TRI GUNAWAN, dan menghukum dirinya DENGAN BUNUH DIRI, karena ternyata  ARTHALYTA SURYANI, adalah salah satu UNDANGAN peluncuran ALBUM-nya. Bahkan ia memiliki kedekatan, minimal dibuktikan pada kehadiran dirinya di pernikahan anak ARTHALYTA SURYANI,  detailnya mohon lihat di sini

Apakah ini tidak gila, kalau ia masih merasa dirinya BERSIH, JUJUR, BEBAS dari KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISME?

SEDIHNYA lagi, ketika AYIN memiliki sel mewah, SBY diam Seribu Bahasa, saya tidak menuduh, apalagi memfitnah, tapi saya juga bukan orang buta, saya paham, bahwa SBY  yang gagah, Ayin yang cantik, boleh jadi pasangan yang serasi, minimal untuk MEMISKINKAN INDONESIA..

Maka, apabila ANDA, SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, tidak menyadari bahwa BIROKRASI INDONESIA adalah BIROKRASI KORUP, lebih baik ANDA tanggalkan gelar DOKTOR Anda…sebab, kualitas intelektual Anda, seharusnya sudah memberi jalan bagi Anda, untuk menyadari hal ini.

Maka, kalau ANDA, ingin INDONESIA bersih, hakim yang memberi hukuman ringan koruptor, HUKUM GANTUNG MEREKA, HUKUM GANTUNG KORUPTOR, kekalkan HUKUMAN GANTUNG bagi KORUPTOR dan PENJAHAT SEJENIS serta kekalkan ASAS PEMBUKTIAN TERBALIK di negeri ini. Anda Presiden atau hanya BONEKA? hanya Anda yang bisa menjawab.


“100 Pejabat yang saya izinkan untuk diperiksa , saya pikir sudah cukup. Tapi ternyata lebih dari 150 orang. Ini bukan prestasi yang patut kita banggakan,” sindir SBY.

Seharusnya, ribuan pejabat Anda sel-kan, itu kalau Anda memang berani mengatakan diri ANDA bersih dari KKN. Bukan hanya berlindung di balik “tindakan saya harus konstitusional”


Saya tidak menuduh, tapi saya memiliki asumsi, karena ini periode terakhir Anda, maka, Anda akan menggunakan kesempatan ini, semata-mata UNTUK MENYELAMATKAN CITRA DIRI ANDA, bukan Bangsa dan NEGARA INDONESIA.

Pada awalnya, saya yakin Anda akan memberikan gebrakan anti korupsi, di periode kedua ANDA, tapi nyatanya…ANDA adalah salah seorang yang harus bertanggungjawab di NERAKA nanti, apabila KORUPSI di INDONESIA selalu hadir karena dimoderatori oleh wanita-wanita cantik, pejabat dan aparat, jaksa dan hakim, serta bajingan bangsat lainnya.

Maka kepergian Sri Mulyani ke World Bank, adalah “VICTORY LEAP”  “LOMPATAN KEMENANGAN” untuk mereka yang selalu menggiring Anda….

Pada awalnya saya yakin  presiden saya adalah orang yang tegas, bukan boneka, tapi kini, saya belum dapat mencerna dengan jernih, siapa PENGUASA boneka ini….tapi saya punya asumsi, ia bernama dan tetap bertuhan.

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun.


Masa Depan Anak Koruptor dan Penjahat Kerah Putih (Polling Bo!)

Disclaimer : Yang keberatan, silakan berkomentar atau menulis keberatannya baik via komentar atau di blog dhewe, nanti ta’ link sisan. otre?

Bacaan ini bukan bacaan biasa, perubahan sikap, perilaku, adalah hak dan tanggungjawab pembaca, 8dk hanya menyodorkan tulisan untuk dibaca, tidak untuk mengubah persepsi, perilaku atau lain-lainnya.

Sebuah pertanyaan untuk kita bersama; silakan dipilih (ini polling lho; jawabnya via komentar aja, he he he )

Pertanyaannya mudah sekali,

“Apabila anak dari para koruptor, penyuap (e.g: Arthalyta Suryani), jaksa yang makan suap (e.g : Urip Tri Gunawan) , petugas pajak yang ngemplang pajak, polisi yang bajingan ;pemeras dan pemakan suap, penjahat bertopeng pejabat, telah menjadi dewasa kira-kira mereka akan seperti apa :

A : Lebih canggih dari kedua orang tuanya; kalo gak lebih canggih, berarti gak ada kemajuan dunks!


B : Lebih bersahaja, bertobat, seperti Ustadz Jeffry Al Bukhori yang kabarnya  bertobat tidak menyentuh kembali barang-barang haram.

C : Seperti Pak Harto dan atau Saudari Nunun Nurbaiti, berkelakuan buruk  hingga membabi buta, lalu berharap terkena penyakit lupa berat atau kehilangan salah satu fungsi syaraf memorik

D : Seperti Susilo Bambang Yudhoyono ; menjadi Presiden Republik Indonesia, yang akhirnya seringkali bertindak serba salah, tidak tegas; mungkin karena bawaan masa lalu (baca: ikut menikmati sesuatu)  atau berusaha mengabdi secara total terhadap bangsa dan negara, sembari tetap menutup mata atas kebobrokan para pejabat yang berpolah penjahat, dan tidak berani mengambil ketegasan secara optimal (sekalipun memiliki hak prerogatif tertentu terhadap hukuman atas seorang terpidana) dengan berjuta alasan berlindung dibalik kalimat sakti : tidak konstitusional.

Sekalipun didukung mutlak oleh suara pemilih, Alhamdulillah SBY tetap mengajak partai-partai lain berkoalisi, entah ini strategi atau bukti tidak memiliki kepercayaan diri, hanya TUHAN dan HANTU (mungkin) yang bisa menjawab dengan tepat.

E : Hanya Dukun dan Orang Pintar yang Maha Tahu

F : Tergantung kaderisasi dari Orang Tua bersangkutan


G : Amit-amit, mudah-mudahan gak kejadian di gw dan turunan gw (nah ini jawaban mudah, sekalipun “Jaka Sembung bawa golok”

H : Silakan tanya ke (maaf) kemaluan Anda masing-masing (jawaban ini boleh jadi  hanya cocok diutarakan oleh M.Al Amin Nur Nasution atau yang sejenis.)

Terima kasih teman-teman untuk partisipasinya….Salam….

Siapa RI 1 2009 – 2014? (0002)

Nah…ini nominasi RI – 1  yang pertama….….

jangan kaget….apalagi bersedih…menurut 8dk….RI 1 yang pertama kali….tidak lain dan tidak bukan adalah…..

TUHAN YME….

Tentu…Anda bisa menyebut Nama TUHAN YME sesuai dengan penamaan dari keyakinan Anda masing-masing…sebab…keyakinan Anda akan mengajarkan (mereka yang yakin atas keberadaan TUHAN YME) bahwa….

TUHAN MAHA SEGALA-GALA…maka…bukan hal yang sulit bagi diri-NYA tuk melakukan apa pun atas dunia…apalagi kalau cuma INDONESIA….

Kenapa TUHAN YME dikorbankan menjadi RI 1…berikut pijakan logika bego-nya….

1. Belajar dari bencana yang ada…hampir setiap bulan…ada bencana yang bersifat masif…entah itu bernama longsor, gempa..hingga terungkapnya kasus korupsi  yang penuh rekayasa di sana – sini…lalu…siapakah yang sanggup merekayasa ini semua, hingga sedemikian njlimet…kecuali TUHAN YME….


2. Kecuali mereka yang tidak ber-TUHAN…maka mulai dari penyembah berhala hingga penyembah seksual bahkan penyembah jabatan…sejatinya makhluk ber-TUHAN…maka…kalau kita rujuk ke Arthalyta yang cantik, cerdas bahkan berhasil mengajak SBY berpose bersama…hingga Anggoro – Anggodo dan Ong Yuliana…

suka-atau tidak suka…

keberhasilan mereka mencatut nama SBY, baik itu via simbolisasi RI 1 maupun inisial…menunjukkan bahwa TUHAN itu Ada….bukti dari keberadaan TUHAN adalah keberadaan SETAN itu sendiri..yang membedakan TUHAN disembah sementara SETAN dijunjung…(maaf…silakan Anda mengaku atau tidak mengakui..itu hak Anda…)

3. Karena IA adalah MAHA SEGALA-GALA – nya…maka tidak ada yang mustahil bagi dirinya….

Sialnya…apabila TUHAN YME memang bertindak langsung sebagai RI-1 di Indonesia, periode 2009 – 2014…terdapat konsekuensi2 yang bisa dilogis-logiskan untuk kita terima….antara lain;

1. Pada pilpres kemarin…kita tidak mencoblos atau mencontreng…melainkan kita beribadah…masalahnya…seberapa banyak dari kita…yang menyadari proses pencontrengan kemarin bisa diniatkan ibadah…kalau yang saya perhatikan, kebanyakan dari kita yang berpartisipasi pada pilpres; lebih kepada ingin ada kepastian bahwa Indonesia bergerak menuju tujuan yang lebih baik…

permasalahannya..

bagi TUHAN …membicarakan TUJUAN adalah hal yang tidak mungkin…sebab…secara ideal …

IA adalah TUJUAN…

2. …Seingat saya..TUHAN YME telah dengan ikhlas membagikan AKAL bagi makhluk yang bernama MANUSIA…untuk dapat berfikir bagaimana caranya mengatur dunia, termasuk kehidupan sosial di dunia…

Nah…Apabila…kita pasrah dipimpin langsung oleh TUHAN YME, tanpa melalui proses berfikir tuk mencoba mengendalikan Indonesia secara baik…

pada titik itu…

kita gugur sebagai manusia…

Maka…mulai dari Susilo Bambang Yudhoyono, hingga saya…harus berani dan mau…dianggap sebagai BINATANG…makhluk yang tidak memiliki akal….

masalahnya…jangankan SBY…saya aja ogah dianggap BINATANG….


3. Terkait dengan rahmat TUHAN YME berupa akal sehat kepada makhluk yang bernama manusia…dan secara kebetulan, sebagian kecil manusia hidup di Indonesia….

maka..

keberadaan akal sehat, meniscayakan (imperatif) kerja keras manusia Indonesia tuk mengolah akalnya agar dapat memanfaatkan Indonesia, bagi kepentingan

– minimal –

masyarakat banyak yang tinggal di INDonesial….nah…APabilA…kita dengan LUGAS, TEGAS dan TERPERCAYA (maaf, mencontek Media Indonesia…)  berani menisbAtkan TUHAN YME sebagai RI-1  2009-2014….

pada saat bersamaan…

kita telah menghilangkan eksistensi kita sebagai manusia..terutama manusia Indonesia…

Apabila hal ini benar…maka dengan berat hati…kita…makhluk yang berjenis manusia, dan hidup di INdonesia…selayaknya BUNUH DIRI…

tentu…

apabila ini dianggap sebagai kegagalan kolektif masyarakat INDONesia…dengan segala kerendahan hati…

SUsiLO BambANg Yudhoyono,

layak menjadi imam dalam prosesi bunuh diri tersebut…..gimana?

…..(Bukan Konklusi) berdasarkan penjabaran di atas…jelas…keberadaan TUHAN YME sebagai  RI 1 di Indonesia adalah hal yang lucu….gampangnya TUHAN YME akan teriak begini (baca: kira-kira…)…

Gila Loe ORang INdonesia…dari kecil sampai dah mau mati…masih aja minta-minta (berdoa)…bukannya USAHA…gak MALu LU….!!!  (bersambung)

Gerakan Moral : Dukung tindakan SBY untuk bunuh diri…

Disclaimer :

TULISAN ini diperuntukkan untuk para pembaca yang telah memiliki kedewasaan dalam membaca, bagi yang merasa belum memiliki tingkat literasi yang cukup, harap tidak membaca tulisan ini….

TULISAN ini mencoba untuk memaparkan,tidak untuk mempengaruhi siapa pun…apabila ada yang terpengaruh…maka tolong kembali ke point awal sebelum point ini….

TULISAN ini juga 8dk ping ke presidensby.info, jadi apabila ada keberatan, sanggahan atau klarifikasi dari pihak SBY, dan permintaan tuk pencantuman dalam blog ini, juga dapat 8dk luluskan…biarkan berpolemik…sebab, wacana ini harus mencerdaskan bukan untuk membuktikan bahwa PENGUASA lebih bodoh atau lebih Cerdas dari masyarakatnya…Sebab…penguasa ada karena ada amanat dari masyarakat….dan takdir itu SBY pilih…


Pertama,

mohon maaf, sebab judulnya belum selesai…daripada kepanjangan di atas kepala tulisan…maka judul 8dk masukkan isi tulisan..hiks…


Judul tulisan ini adalah : Gerakan Moral : Dukung Tindakan SBY untuk BUNUH DIRI apabila terbukti; baik secara langsung maupun tidak langsung, menghalang-halangi gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia….


Kenapa 8dk menggagas hal ini, berikut pijakan pemenungan…sekaligus ungkapan kesedihan…ternyata SBY yang dulu saya kagumi (bahkan sempat saya pilih ketika Amien Rais gagal ke putaran kedua pilpres 2004…


1. Masih ingat kasus SBY menerima pengemplang BLBI di Istana? Apa yang terjadi, komunikasi apa atau pembicaraan apa yang mereka lakukan, hanya mereka yang tahu, dan TUHAN…itu pun kalau SBY masih mengakui adanya TUHAN, tapi kalau SBY sudah menganggap dirinya sebagai TUHAN…maka 8dk tentu akan dianggap sebagai HANTU…


2. Masih ingat dengan Arthalyta Suryani atau Ayin? yang secara kebetulan”berhubungan baik” dengan Kemas Yahya Rahman, dan beberapa petinggi negeri, bahkan hadir pada saat Launching Album SBY…..setelah Ayin diputuskan bersalah…SBY …tidak berkomentar tentang kehadiran Ayin bahkan kehadiran SBY di acara Ayin….nah….Anda punya pendapat?


3. Masih terkait dengan kasus Ayin dan Urip Tri Gunawan, SBY tidak memberikan sanksi tegas kepada Hendarman Supandji, sementara Hendarman pun tampak takut terhadap seniornya seperti Kemas Yahya Rahman…jadi….Hendarman jauh lebih takut terhadap KYR daripada SBY…kata kuncinya adalah…SBY kuat bukan karena diri pribadinya…tapi karena banyak orang yang “bermain” di belakang dirinya……


4. Masih terkait dengan butir 1 – 4…jelas bahwa SBY mungkin bersih atau memang bersih, tapi SBY…tetap menutup mata apabila ada orang di lingkungan sekitar dirinya…berusaha mengambil keuntungan darinya…Entah apakah ia juga mencicipi keuntungan itu atau tidak..Wallahu A’lam bisshowwab…jadi…SBY mungkin bersih, tapi ia pun membiarkan tangan orang lain kotor …asal bukan tangannya langsung…Mungkin kah Pengemplang BLBI, Arthalyta Suryani, berada di lingkungan terdekat SBY tanpa SBY mendapatkan sesuatu dari mereka? entah…yang jelas saya memaparkan keadaan…tidak menuduh…satu hal yang juga harus saya tegaskan…curiga boleh…menuduh jangan….

5. Ini yang terakhir…baru-baru ini…. beberapa kali nama RI 1 disebut…dalam percakapan terkait “kriminalisasi KPK”…dan rekaman transkrip itu…ada dimana-mana…mungkinkah seseorang berani “mencatut” nama SBY begitu saja? bodohnya lagi…timbul berita di detik.com (silakan dicek berita tanggal 1 November 2009) bahwa RI 1 itu adalah atau dinisbatkan ke Bonaran Situmeang…bukan SBY…berarti bagi Anggodo dan Anggoro dkk…PResiden RI…atau RI 1 …bukan SBY….

dengan kata lain ….

secara De Jure…bagi kalangan pengusaha atau mereka yang bisa menguasai SBY….SBY adalah Presiden…tapi secara de Facto…nanti dulu…mungkin bagi Dubes AS di Indonesia… secara de facto (minimal dalam hatinya) mengakui bahwa Presiden RI adalah Barack Hussein Obama…ini terkait pemilihan Menkes yang notabene yang dekat dengan NAMRU…

Jangan-jangan…bagi Susno Duaji,  dan Anggora,  RI 1 adalah Bambang Hendarso Danuri…kalau “ya” berarti kita harus mencatatkan RI ini ke Guiness Book of The Record, satu negara dengan presiden yang bejibun……

 


…kebayangkan …..betapa kita telah memilih presiden boneka…dan atau  kebayangkan betapa sudah tidak ada harga dirinya bangsa ini, karena presidennya…dapat dicatut oleh siapa pun…hiks…untung gw gak pilih SBY…minimal gak punya beban moral dosa tuk 2009 – 2014…amin


6. Masih terkait dengan point nomor 5, jelas dan terang benderang..bahwa bagi kalangan pengusaha, baik yang buruk maupun pengusaha yang baik…SBY…dekat….entah dekat dalam artian kedekatan secara emosional maupun kedekatan secara keuangan dan atau secara balas budi….he..he..he..he..


Kedua, pentingnya tulisan ini diketengahkan….masih terkait dengan transkrip rekaman yang beredar….terdapat beberapa hal penting diantaranya….terkait terganggunya SBY, dan ia “meminta” POLRI untuk membuka rekaman…tetapi pada bagian lain…Bambang Hendarso Danuri, atau Kapolri…terlihat tidak terlalu antusias atau mematuhi secara langsung….apa yang dapat kita tangkap disini adalah:


1. Institusi POLRI berada langsung di bawah SBY, maka penolakan ini menunjukkan SBY sudah tidak memiliki “kekuasaan”  atau minimal kewibawaan atas POLRI…..

2.Mengingat Kapolri bukan orang bodoh, saya yakin ia mencemati politik akomodatif SBY atas parpol yang direalisasikan via Kabinet INdonesia BersAtu jilid II…Pada titik ini, Kapolri beserta jajarannya dapat merasakan bahwa SBY, sekalipun dipilih langsung dan mendapat suara mayoritas dari masyarakat…ia bukanlah pribadi yang memiliki kepercayaan diri yang kuat…jadi kenapa harus mematuhi SBY?…

3. Terakhir…Kapolri berada langsung di bawah SBY atau dengan kata lain …terdekat dengan SBY…(selain menteri dan jubir)….maka..ia pula yang paling tahu kelemahan SBY….dan …musuh yang paling berbahaya adalah….teman dekat Anda….bukankah demikian?

Ketiga, harus secara jernih mencermati, terkait pemberantasan korupsi, SBY selalu mengatakan dirinya berada di garda terdepan, tetapi, ketika terjadi atau mengemuka ke publik, penangkapan tersangka korupsi, dan diawali dengan proses penjebakan….ia mulai meneriakkan kurang lebih begini…


“Pembrantasan korupsi dilakukan dengan pencegahan…bukan penjebakkan…atau menjebak calon tersangka…(kurang lebih begitu yang beberapa kali diungkap oleh SBY, sedihnya…ini dilontarkan dalam kapasitas dirinya sebagai PRESIDEN SAH REPUBLIK INDONESIA, dari periode 2004-2014..yang juga DOKTOR dari PERGURUAN TINGGI NEGERI TERNAMA…

8dk kagum dan kaget, ketika SBY tidak melihat pola pemberian hukuman, penjeratan dan penjebakkan  atas tindakan kejahatan (dalam hal ini korupsi) sebagai bagian dari upaya pembrantasan Korupsi….

Lucu, upaya pembrantasan korupsi hanya didedikasikan kepada proses pencegahan…yang menurut definisi sempit SBY mungkin sebatas pembelajaran, pengajaran dan pendidikan anti korupsi…pertanyaan  dangkal saya adalah…apakah SBY beragama? 

Kenapa pertanyaan ini harus saya ungkap…sejujurnya, tiap-tiap pelaku korupsi, atau koruptor, di Indonesia, kebanyakan muslim, bahkan ada yang juga tukang main perempuan…lalu…dimana letak agama dengan segala perintah dan larangannya….???

Nah…betapa jelas bagi kita, banyak orang yang cenderung mengetahui aturan dan larangan,karena sorga dan neraka tidak terlihat jelas…ia tetap melanggar, bahkan model seperti Muhammad Al Amin Nur …nama yang jelas2 reduplikasi dari penerima wahyu Islam… hanya diganjar dengan hukuman penjara ringan..bukan diharuskan pindah agama atau mengganti nama atau bahkan bunuh diri…

Jadi…siapa yang akan kapok…memperkosa..dihukum penjara, korupsi trilyunan dihukum penjara…dan…parahnya lagi…terdapat remisi selama masa penahanan…duh..SBY…..SBY…

Lalu SBY berkoar-koar pembrantasan korupsi melalui pencegahan…duh…jangan-jangan…koar-koar SBY…bukti dari ketakutan dirinya…seperti…jangan-jangan, setelah Aulia Pohan yang jelas2 besan …ditahan karena kelakuan sekaligus membangun citra pra pilpres kemarin…nanti…tanpa disadari…ada orang terdekat…yang tak sengaja, ikut terjebak  atau tertangkap tangan oleh KPK…duh….

Kita tidak ingin menuduh, tapi…kegamangan SBY hingga berani “memfatwakan”  mencegah korupsi berbasis pengajaran, pencegahan tanpa ada penghukuman atas pelaku korupsi..menunjukkan perkataan SBY berada di garis depan dalam upaya pemberantasan korupsi…hanya gimmick tokh…pemanis …dan perlu saya ingatkan bahwa SBY…adalah seorang politisi…dan Politisi berpihak kepada kepentingan dirinya…bohong besar kalau ia berpihak kepada masyarakat luas, tapi berani mengatakan perkataan seperti yang saya ungkap…

kalau GUsdur yang bicara, saya mungkin masih bisa memafhuminya, karena keterbatasan pengindraan, kalau SBY…bukankah ia berusaha menutup mata dan telinga dari kenyataan yang ada!!!???

Kasus KPK versus Kepolisian, penahanan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah…semoga dapat membuka “siapa sebenarnya Susilo Bambang Yudhoyono….Amin….”

Tapi bagi 8dk, yang kebetulan tidak memilih SBY…hanya berusaha untuk berfikir positif…Kalau toh SBY…terbukti secara langsung maupun tidak langsung menghalang-halangi upaya pembrantasan korupsi di Indonesia….dan ia adalah Presiden Republik Indonesia…

saya…

8dk…

akan terus mendukung SBY…untuk melakukan BUNUH DIRI….

semoga SBY masih memiliki malu…sebab citra yang selama ini ia agung-agungkan…hilang karena kelengahan dan keinginan dirinya mendewa-dewakan dirinya….

Dan…dengan segala kerendahan hati…Apabila SBY memutuskan bunuh diri (karena masyarakat, terutama masyarakat yang berfikir…terlanjur melihat SBY terkait baik langsung maupun tidak langsung atas pelemahan upaya pembrantasan korupsi…) maka saya tetap akan mengagumi SBY…sebagai seorang yang bersikap ksatria…dan tentunya…(Insya 4JJI) akan dicatat sebagai PRESIDEN PERTAMA di Dunia yang bunuh diri saat memerintah…

Amin…

S….E….M….O…..G….A


TEntanG Iklan PenUrunan Harga BBM SBY-Demokrat : Memang Bagi SBY dan Partai Demokrat…ORang INdonesia Masih Bodoh….

Pada awalnya…saya sering EmosI ketikA meliHAt SBY , baik secara sendiri maupun bersama-sama …dengan Partai Demokrat, membohongi rakyat INdonesia…

Terutama terkait dengan iklan PRetasi PembANgunan maupun Kepemimpinan…

Lama kelamaan …

saya terSadar…bahwa EmoSi itu Hanya MeruSak suasana Hati, batHin dan Kerja Saya…

lebIH baik Saya Mengganggap dan MemANg MenyIMpulkan…

bahwa Bagi Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, dan DPP Partai Demokrat (termasuk Anas Urbaningrum)

Masyarakat Indonesia adalah kumPulan dari Orang – Orang Bodoh….

Idenya sedErhana :

Pertama, MasyArakat INdonEsia Menganggap bahwa SusiLO BamBANg YudhOYONo adalah PResiden RepubLIk INdonesia…

padahal, sejatinya Secara Kebijakan…seCara Keputusan Politik,

ia hanyalah perpanjangan Tangan dari KebiJAKAn Partai Golkar…yang dipimpin oleh JusuF KalLA, wakIL PResiden, tanDemnya SBY…

Kedua, MasYArakaT INdonEsia cepAt lupa…tidak INgat…atau Memang Bodoh (hiks…termasuk saya….duh….duh) baYangkAn…

SebelUM PenuRunan BBM ini, PemERIntah SBY telaH MenaIKkan BBM, yang dimulai Dari tahun 2004 atau Bisa disEbut kado seMEster-SemeSter perTama PemerinTahan SBYJK….

Maka…PenURunan BBM ini tidak berarti dibandingkan dengan KenAIkan harga BBM yaNG telah diputuskan pada tahuN 2004 lalu….

Atau dengan kata Lain …Istilah PRestasi pada penURunan Harga BBM kali ini…benar-benar seperti BLUE ENERGY dan SUPERTOY…..yang Keadaan atau HasiLNya…CEnderunG Fiktif atau Boong-boongan…

Ketiga…ini biasanya prinsip yang dianut oleh orang-orang kaya…Bagi seorang Cukong sekaliber JK….Uang bisa Membeli orang pintar…ia dapat dan mampu mempekerjakan orang pintar untuk kepentingan dirinya…(baca :APALAGI ORANG-ORANG GOBLOG seperti kebanyakan Masyarakat INDONEsia)

Nah…Kalau Anda lihat di Profil Sby di http://www.presidensby.info, jelas, SBY diagung-agungkan sebagai sosok yang purna cendekia…

Tentu….

JK sebagai Orang Kaya, tidak hanya Mampu dan dapat, tetapi memang harus Menggunakan SBY sebagai Pekerja bagi dirinya…

atau

Dengan kata lain, klaim Partai dEmokrat bahwa SBY adalah PResiDen Republik Indonesia…batal demi Realitas….

Tapi…kita juga harus MengakUI Salah Satu manifestasi kecerdasan paripurna SBY adalah…

Ia tidak Hanya “Menetek” kepada JK, bahkan kepada KongLO2 lain beserta kaki tangannya…(contoh kasus ArTHalyTa SuryAni yang diundang dalam acara SBY…sorry 2 say…saya s4 melihat Ani Yudhoyono…dan Melihat Ayin…Jelas bahwa Ayin jauh Lebih canTIk dibAndingkAN Ani YudhoyOno…coba deh rekan-rekan bandingkan….

Nah kalau sudah dibandingkan…

sekarang Bayangkan…SekalI wakTu dalam Benak Anda….biAsanya ANda Melihat SBY berjalan berdampINgan dengan Ani..

nAh kini coba ganTi Ani dengan Ayin…mana yang menjadi the fit – couple…or the best couple- lah….sila…. )

Maka Jelas…denGan Pintar…SBY berhasil mengambil beberapa Tauke untuk dirinya dan seCara Keuangan ternyata JK masih mampu MembEli SBY…

Keempat…

tolONg diingat…bahwa Untuk Ukuran IndonEsia…pARtai DemOKrat adalah partai MenenGah…bukAn Partai Besar Seperti GOLKAR dan PDIP (sekalipun saat ini Partai Demokrat lebih besar dari Partai Persatuan PembAngunAn…) …

Nah…teman-teman di Partai Demokrat….sadar betul tentang Hal itu…maka Mereka mencari cara agar bisa dianggap sebagai partai Besar…minimal bisa dianggap sebagai partai orang pintar…ha..ha…ha…

di mana-mana…hanya orang pintar yang dapat membodoh-bodohi orang bodoh…ha…ha…ha…

SinGkatnya…Karena Partai DemOKrat Terdiri dari Banyak Orang Pintar (ini menurut mereka lho…) Mereka cocok dan pantas untuk Memimpin INdonesia yang kebanyakan masyarakatnya BODOH…..

Kelima…SBY dan Partai DemokRat tahu…bahwa Orang INdonesia lebih Mengutamakan Realitas Permukaan, bukan Hakikat Realitas, hal ini  disebabkan  kurangnya pemerataan pendidikan di masyarakat kita…

jadi SBY dan PD menGgunakan kalimAt Prestasi sebagai Indikator keberhasilan dengan menurunkan harga bbm, merujuk bahwa bagi Orang Bodoh apa yang Mereka lakukan itu adalah Prestasi -sekalipun pada titik logika seharusnya hanyalah pemenuhan kewajiban-…sayangnya Indonesia lebih terdiri dari kumpulan orang bodoh..

Keenam, bagi SBY dan PD …hanya sediKIt orang INdonesia yang bisa Membaca, mengetahui Perkembangan dunia…

Sehingga ketika Harga Jual Minyak di Pasar Internasional MeroSot tajAM…menurut SBY dan PD…hanya segelintir orang INdonesia yang tahu…ya…sederhananya yang melek internet baru 20 juta orang kok… SBY dan PD lupa…

bahwa sekarang SUdah ada INDOVISION…dan perkembangan harga minyak terakhir…pasti diberitakan via CNN, Aljazeera, bahkan oleh TV LoKAL….

Nah baru ketika media massa cetak teriak…. lalu selisih antara nilai jual Indonesia dan harga keekonomisan sudah ditabung untuk PILPRES dan PEmILU 2009, baru harga BBM di dalam negeri diturunkan….

Apalagi momentum ini tepat, sebab tanpa sengaja…penurunan harga BBM ini….

berada dalam momentum KAmpanYE…baik bagi SBY maupun PD….ha..ha…ha.

Maka ………

dengan segala kerendahan hati…bagi 8dk ….

baik SBY maupun Partai Demokrat, harus DIAPRESIASI…sebab ….

seumur-umur ini negeri berdiri….

baru mereka berdua -lah yang berani mengatakan SEcaRA Tegas bahwa

MasYARAKAT INDONESIA terdiri dari Orang BODOH…

sehINGGa MerEKA bebas Melakukan HAL Apa pun Tanpa perlu Takut Orang

INdoneSIA “NGeH”

Sepertinya…Keberanian SBY dan PD ini harus kita coba daftarkan ke Guiness Book of Records sebagai kebohongan PUBLIK dengan OBYEK Terbanyak (lebih kurang 220 juta orang ;dalam hal ini rakyat INdonesia) Maka sejatinya

KITA HARUS BERSYUKUR….sebab SBY dan PD menunjukkan kepada kita semua…bahwa KITa Semua…(kecuali SBY dan Partai Demokrat) masih bodoh…masih bodoh…..

hingga kita harus Tetap belajar dan belajar hingga kita dapat

memperbudak seseorang demi kepentingan kita…

Sebagaimana telah dicontohkan oleh JK yang memperkaryakan secara maksimal

SBY dan

sebagaimana SBYJK telah memperbudak kita untuk membayar selisih

lebih dari harga keekonomisan BBM dengan harga yang ditetapkan oleh

PEmerintah…

semata-mata…

guna menambah PUNDI-PUNDI uang SBYJK…ha…ha…ha…

Ketujuh… HUkum Pasar yang menyebutkan bahwa apabila supply banyak sementara

permintaaan sedikit, maka harga barang akan turun dan juga kebalikannya….

dianggap tidak ada bagi SBY…

hal ini dimungkinkan…sebab SBY adalah DOktor Bidang ekonomi Pertanian ..

.sEBAGAI

seorang DOKTOR…ia boleh menciptakan teori “sakarepe dhewe” he..he…he…

Boleh jadi SBY ingin mempertontonkan bahwa…

Karena Ia DOktor ia dapat Mengimplementasikan apa pun yang ada di pikirannya…ha..ha…ha…

Saya jadi curiga , jangan-jangan disertasi doktoral SBY kemarin di IPB cuma ditulis oleh seorang “GHOST WRITER” bukan oleh si Calon Doktor…..ha…ha…ha….

Atau yang lebih parah lagi adalah….ternyata SBY meniatkan GElar DOktornya di IPB….semata-mata untuk mempermalukan IPB….gile bener……

Mari kita berdoa agar kita dapat selalu – terus menerus – belajar…sehingga

kita dapat menjadi manusia pembelajar yang tidak akanmenganggap diri kita lebih

pintar dari orang lain dan bahkan membodoh-bodohi orang LAIN…

untuk apa pun alasannya….

Dan Mari kita doakan semoga SBY dan PD cepat bertaubat atau minimal ….

TUHAN YME memberikan pelajaran bagi mereka ….

minimal dengan jalan memberikan keturunan  dari rahim istri dan atau dari spermatozoa mereka….

Keturunan yang akanmembuka aib orang tua mereka..

dan atau memberikan aib bagi orang tua mereka.sebagaimana Tommy Soeharto menjadi aib bagi Soeharto (diakui atau tidak diakui…itu terserah pendapat sidang pembaca sekalian….terima kasih)

(22.990 hari menaNTi AJal…)

<a href=”http://www.lintasberita.com/submit.php?phase=2&url=https://belajardarikecil.wordpress.com/2009/01/22/sbypartaidemokratbodoh”&gt;
<img src=”http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png&#8221; />
</a>

Tiga Wajah Polisi ; APARAT = KEPARAT!!!, Masukan I untuk Kapolri Baru

BHD baru saja dilantik menjadi Kapolri…Sebagai polisi yang telah mengarungi lautan reserse…tentu tahu..bahwa ada celoteh…”boong banget kalau Reserse cuman punya bini atu”…

Tapi 8 dk gak mau ngomentarin itu…cuma mau menampakkan 3 wajah polisi yang  8dk temui

  1. Aparat = Keparat…di banyak jalan raya…korban para supir truk, pemilik usaha transportasi…pemilik usaha perniagaan…ekonomi biaya tinggi…silakan coba monitor…di seluruh jalan raya…bohong banget kalau reserse gak tahu ini…atau jangan-jangan Anda mau belajar jadi salah satu pembohong baru…itu hak Anda…(Toh gak Ada jaminan kalau orang jujur pasti masuk sorga…dan gak ada jaminan kalau Sorga itu benar-benar Ada…tapi kalau keparat…itu banyak….)

  2. 2 Hari lalu, tepatnya di samping Arion, Rawamangun…dekat halte bis…Terjadi peristiwa…yang kebetulan saya sempat cermati…Seorang laki-laki…yang dari balik jaketnya terlihat seragam kepolisian dan lencana kepolisian…menghentikan motornya di dekat petugas timer Mayasari Bhakti di  halte Arion/Rawamangun… Si Timer…setelah “berlebaran” dengan si Polisi…membelikan si Polisi Rokok Djisamsu (1 batang) dan Aqua Gelas (1 buah)…gak jelas apakah ini polisi beneran atau bukan…karena 8dk cuma melihat tanda-tanda yang terbuka sedikit (ditutupi jaket, ybs pakai motor)… Nah lho…upeti pak BDH…tolong donk di hapusin…ekonomi biaya tinggi…Aparat kan bukan KEPARAT…atau memang APARAT selalu ingin menjadi KEPARAT!!!!!!!!!!!

  3. Yang ini MELEGAKAN…salut…untuk Bpk Anton…..maaf saya tidak mencermati pangkat Bapak…mungkin karena kaget… Kemarin…di perempatan Cilandak II …Tepatnya pada saat lampu merah, antara jam 12.00 – 14.00 siang… Seorang Polisi menyapa kepada dua orang anak kecil yang berada di antara kedua orang tua mereka (pengemudi motor)…ini yang saya dengar…(kebetulan 8dk masih pakai motor…alhamdulillah) “Hai…adik….(saya melihat BpK Anton berkata sambil tersenyum) jangan lupa pegangan ya… kemudian Pak Anton  kembali ke  menapaki lintasan jalan raya (posisi di jalur Ciputat – Pasar Rebo; TB Simatupang)… Nah ini BENAR-BENAR APARAT pak BDH…do create MORE and MORE Pak Anton-Pak Anton yang lain…I appreciate him much…He has done the right act linked to the police tagline “To Serve and Protect”…(Am I right!?)

Maka…8dk mengucapkan SELAMAT berjuang Pak BDH…selamat bekerja keras…TOlong CIptakan dengan SEGala kelebiHAN dan kekURANgan yang Bapak MILIKI…aparat-aparat seperti Pak Anton…Apresiasikan mereka setinggi-tingginya..dan untuk Aparat yang jadi Keparat…Hukum Mati…Biar Hendarman Soepandji juga mau belajar…cara menghukum Anak Buah dari Bapak…Masa sih Urip Tri Gunawan SH, TPK (Terpidana Pelaku Korupsi) TPP (Terpidana Pelaku Pemerasan ) Tidak dihukum mati…Ada apa…Jangan Sungkan…Seperti Hendarman Soepandji Sungkan untuk mengungkit Aulia Pohan karena ia besan SBY, dan menghukum secara keras (melalui jaksa bawahannya) Arthalyta Suryani TPP (Terpidana Pelaku Penyuapan) karean ia masih punya hubungan pertemanan dekat dengan keluarga SBY…

SElAMAT BERJUANG…SEMOGA TUHAN YME melancarkan perjuangan BAPAK…Amien