Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Arsip untuk Bajingan

Selamat Jalan Susilo Bambang Yudhoyono : Memilih Partai, Bukan Rakyat

Sudah beberapa minggu ini, media dipenuhi berita tentang reshuffle kabinet, reposisi koalisi dan lain-lain…Yang menurut beberapa pihak, hal ini bahkan sudah berlangsung sejak akhir tahun 2o1o.

Diakui atau tidak, memang agak menyedihkan,  kejadian ini dipertegas dengan ketidaksolidan partai koalisi untuk menolak hak angket mafia pajak. Entah kenapa, hingga saat ini, pemerintah beserta jajarannya, selalu berlindung dibalik kesalahan “individual atau oknum” bukan karena sistem yang salah. Padahal, sistem yang salah, merupakan jalan tol bagi terciptanya pembenaran kesalahan.

Anehnya lagi, pada saat ini, rakyat sudah banyak yang menderita, sulit mencari makan, tapi, karena SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, ANI YUDHOYONO, keluarga dan kroninya tidak mengalami hal ini, maka mereka lebih mementingkan soliditas koalisi, dibandingkan memikirkan bagaimana caranya MEMPERMUDAH RAKYAT untuk MENCARI MAKAN.

Maka, dapat disimpulkan, bahwa Biarkan RAKYATKU MAMPUS!!!, yang penting sebagian dari mereka MEMBAYAR PAJAK, dan aku hidup dari PAJAK TERSEBUT…kurang lebih begitu pikiran sederhana saya atas pola pikir SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, ANI YUDHOYONO, dll yang mendukungnya…

 

MEMILIH KOALISI BUKAN BERARTI MEMIHAK RAKYAT

Mari kita sama-sama mencermati, bahwa pilihan koalisi dan penguatan koalisi SBY, sama dengan pengkhianatan atas suara yang diberikan rakyat kepadanya….

 

Harus kita akui, bahwa ada beberapa hal yang harus kita lihat dengan jernih, terkait pilihan tersebut, diantaranya adalah :

1. Kuantitas suara para pemilih pada PEMILU 2009 , tidak sama dengan kuantitas suara PILPRES 2009.  Jumlah suara pada PEMILU 2009,  104.095.847 (detik.com) sementara untuk PILPRES 2009, jumlah suara adalah 121.504.481 (asa borneo.com). Maka, antusiasme pemilih pada pilpres, jauh lebih besar dibandingkan dengan pemilihan anggota legislatif.

2. Sistem pemerintahan Presidensial yang kita anut, menunjukkan bahwa pertanggungjawaban dan kewenangan secara ideal berada dalam genggaman presiden, bukan dalam genggaman siapa pun (partai tertentu) selain dirinya.

3. Banyaknya para anggota dewan yang dipenjara atau dipidana, menunjukkan bahwa dalam batasan tertentu, banyak salah pilih yang telah dilakukan oleh masyarakat dalam proses pemilihan anggota legislatif, atau banyak anggota legislatif yang SUDAH SEDEMIKIAN CANGGIH DAN BAJINGANNYA sehingga dapat MENGELABUI kebanyakan anggota masyarakat.

 

Maka, berangkat dari Informasi di atas, seharusnya SUSILO BAMBANG YUDHOYONO bersyukur denganBANYAKNYA RAKYAT yang memilih dia, bukan malah KUFUR NIKMAT. SEAKAN-AKAN yang memilih dia adalah ANGGOTA DEWAN atau PARTAI POLITIK, atau jangan-jangan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO sudah sama BAJINGANNYA dengan PARA POLITISI  TERPIDANA…silakan Anda jawab sendiri.

 

Idenya, di saat rakyat kesulitan cari makan, ancaman harga minyak yang melambung tinggi, ancaman inflasi, ancaman pasar bebas ASEAN di mana Indonesia belum siap, SUSILO BAMBANG YUDHOYONO masih selalu memikirkan kekuasaan, bukan rakyatnya yang memberi  amanat atas kekuasaan…. Jadi, masih perlukah kita MEMPERTAHANKAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO?


Duh Tifatul…Bersih Peduli dan Professional tuh…

DisClaiMEr…

Apa yang akan saya tuliskan disini…mengandung unsur dewasa…termasuk dewasa dalam literasi…

Pabila Anda ragu dengan tingkat kedewasaan membaca Anda…selayaknya  Anda menghentikan proses membaca tulisan ini…dan Izinkan kami untuk tetap mengapresiasi kedatangan Anda ke blog ini…Terima  Kasih…

Pagi ini…tanpa sengaja…saya hiking…mulai dari detik, hingga nusantara news…alkisah…dalam perjalanan saya menemukan…shodiq.com..nah isi tulisan ini..akan membahas salah satu tulisan di shodiq.com

PKS Sombong Lecehkan Artis Sinetron & Kalangan dari Dunia Hiburan Lainnya

itu ada judul tulisan dari M.Shodiq… yang membuat sayatergugah tuk menulis…ya…lagi-lagi tentang PKS…

maaf ya om..bukan saya gak setuju dengan keberadaan Partai Kebathilan Sejati…tapi memang

Partai Keadilan Sejahtera sudah gak bisa dipercaya lagi nih kayaknya….

Awal Persetubuhan….

dari kecil…tanpa sengaja…

8dk akrab dengan seni…teater..puisi…mulai dari SD…sempat belajar banyak dari Om Willie…di Depok

dan juga Om Emha…yang kebetulan satu almamater…

entah kenapa.. kok saya suka dunia seni…

ada yang bilang seni itu mengalir…dan alirannya harus dikeluarkan seperti air seni…kalau tidak jadi penyakit…

ada yang bilang itu bagian paling awal dari pelajaran bagaimana mengapresiasi semesta..dll..dst..dst..

.Antara 94 – 96 (maaf saya lupa tepatnya…makloem dah tua..hiks)…saya sempat melibatkan diri di SIneTron “Ku Bersujud” menyambut Iedul Fithri.. di antara bintangnya adalah

Paramitha Russady dan Yana Julio..

.nah ini capeknya...hampir tiap hari…ketika itu…proses shooting berakhir tengah malam, dan di mulai dari tengah hari…sementara apparatus disiapkan tentu jauh lebih awal..

Jadi UNTUK OM TIFATUL…Ada KERJA KERAS dan KEsunGGUHan Dalam PROses PemBUATAN SINetron…BUkan CUma MengaNDalkan Wajah…pasti …cepat dibuang produser…

Pembelajar….

Saya belajar dari Yana Julio…

ketika menunggu proses shooting untuk dirinya……Ia membaca buku…baik di dalam mobil maupun di tempat shooting…beberapa bukunya yang sempat saya intip berbahasa Inggris (ingat ini tahun 1995-an…) dan ketika waktu sholat…beberapa hari proses shooting kubersujud…saya menyaksikan sendiri Yana Julio pun bergegas…

Seingat saya dulu belum ada tuh PKS bahkan PK…dan ia telah mencontohkan hal yang baik…menggunakan waktu luang dengan seksama…Ia adalah ARTIS…

ARTIS Om TIFatUL.!!!.

dan saya berani bertaruh…

LITERASI YanA JULIo jauh lebih baik dibandingkan Om. Tifatul….Ukuran gampangnya….seingat saya Yana Julio alumni IPB; mohon dikoreksi kalau saya salah…nah bandingin dengan om…

Seingat saya…saat Ini untuk Campaign ..PKS dibantu oleh IPang Wahid…nah tanya dia dulu dong sebelum ngomong…bener gak kalau artis itu gak bisa apa-apa…

Tifatul…lu jangan lupa…dunia politik dan dunia keartisan sama-sama cair…bukan dunia yang Kaku…Oon Loe!!!…Artis yang berotak dan faham betul dengan ilmu dan tuntutan keartisannya jangan-jangan jauh lebih banyak dibandingkan dengan KADER PKS yang bisa berbahasa Arab lancar, faham ushul-Fiqh, Ngerti Bidayatul Mujtahid…

gw berani taruhan kok…

lha wong Hidayat dan M.Hatta juga kakak kelas gw…..gw sempat kok denger curhatan mereka berdua…udah lah…loe toeL… jangan SOmbong lah…

Jualan KOran AJa…kalau gak Pake Otak…itu koran bisa gak laku…

Apalagi jadi Artis….

dan Yang Paling Penting…Politik itu bisa dipelajari kok…udahlah gak usah ngomongin fungsi legislasi, monitoring dan budgeting…itu semua dalam kehidupan sehari-hari udah manifest kok…

Kita harus atur jam tidur kita (legislasi diri) kita harus atur jam makan kita biar maag gak kambuh (monitoring) kita harus atur ongkos…(budgeting)

Wah…itu lain…(misal loe nolak..Tul..) ala…Tul..hidup ini cuma permainan ANALOGI tul…makannya belajar Sosiologi dimantengin…jangan ujug2 lari ke Politik cuma Menang Kolot atau Udah jamuran di Liqo’

Sorry Tul…gw konfrontatif aja deh…

Sadar Wujudlah…Elo tuh “jadi”  Karena PKS ngamanatin lu jadi PResiden…TItik…

Loe harus minta MAaf TUl!!!

Loe kira jadi artis cuma modal tampang..ujug-ujug di-shoot…”jadi”…

Gila Loe…Gua gak tau loe belajar Islam di mane…Ustadz atau Murobbi lu sape..

.tapi sekalipun gw muallaf…

gw gak takut kalo cuma debat masalah “ISlam boleh gak ngerendahin orang lain” ama Loe…toh modal kita sama…perkiraan gw…

(sorry gw belon pernah ngobrol dengan Tifatul) bahasa Arab gw ama Bahasa Arab lu…paling sepadan lah…

Belajar dong dari AA Gym…yang habis keceplosan ngkritik Indonesian Idol dan Idol2 yang laen taun lalu…akhirnya kelabakan nyari jalan masuk ke sana (ke dunia artis)…

Udah lah..lu…jalan yang lurus2 aja…

.Tifatul..harusnya elu malu…loe gak bisa masuk ke dunia Artis…Partai lu gak bisa masuk ke dunia Artis…padahal…pada titik tantangan dakwah…dakwah yang membabi buta di dunia hiburan adalah hal yang niscaya…sebab…kecenderungan orang kepleset di dunia hiburan jauh lebih banyak dibandingkan dunia yang “aman”.

Jadi… jangan karena loe gak bisa masuk ke mereka..trus loe ngerendahin mereka…Tul…Sorry Menyori…Ilmu Politik Om Rendra…jauh lebih berisi dibandingkan eloe…dan mungkin juga Marissa Haque…nah…Ilmu Agama nya Om Emha…gua yakin gak kalah dari eloe……udah lah…jangan SOMBONG…

KeSOMBONGAN itu Cuma MIlik TUHAN YME…ALLAH SWT..

.Sengak lu TUl!!!

Nah sekarang Masuk ke Tagline PKS…

Bersih…

Apakah Orang PKS yang terkenal Bersih lalu Boleh Merendahkan Orang lain…..Saya kira kalau kayak gitu tingkat bersih yang dijaga oleh PKS…berarti BErsihnya manipulatif…

Peduli…

Kalo elu peduli Tul..harusnya eloe rangkoel tuh Artis…lu benerin kalo mereka salah tapi loe harus akui dan apresiasi kerja  mereka yang bener DOnk!!..Peduli PKS jangan-jangan cuma Peduli uang artis buat didonasi untuk keperluan PKS…..Gila…

pRofESSIONAl…

Nah kalau PKS pRofessional..khusus untuk TIfatul…harusnya ia mengakui bahwa dunia politik adalah dunia yang cair…

siapa pun bisa masuk asal persyaratan terpenuhi…syarat di INdonesia adalah suara dan ajangnya pemilu…Titik. itu dulu…Masalah Legislasi, Monitoring, Budgeting..itu adalah aktivitas lanjutan..

tapi intinya dia dapat suara atau gak..baru Elo liat kerjaan mereka..

dan Yang Penting…seseorang yang mengklaim dirinya Professional…

akan menghargai dan mengetahui bahwa tiap-tiap kerjaan atau kegiatan orang lain..juga menuntut ilmu,, ketabahan, kesungguhan dan kecerdasannya masing…

Tifatul …!!!

Loe Harus MINTA MAAF!!!!…

Sorry Tifatul….

Tadinya gua kira Elo cerdas dan Santun …gak taunya..eloe sama bajingannya

Ama Gw…bahkan mendingan gw kalee…sebajingan-bajingannye gw…

gak pake agama…agama ISlam ; yang gw kejar jungkir balik ini ilmunya

(gila sampe sekarang gw baru dapet kulit doank) …

gw gak pake itu agama buat aktivitas bajingan gue…

Terima kasih.. …

NB…Apabila Tifatul Sembuiring tidak mau  meminta maaf atas

kesalahan  ini…

saya cuma ingin menyampaikan kepada pembaca…

mohon jangan memilih  partai yang taglinenya bagus…

tapi gak bisa ngejalani itu tagline…

Bukankah kita memilih Anggota Dewan…bukan orang yang professional

merendahkan orang Lain….Tq

<a href=”https://belajardarikecil.wordpress.com/2009/02/17/tifatulsakitjiwa”&gt;
<img src=”http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png&#8221; />
</a>

Saya Bermimpi….

Kemarin Lusa…

Saya bermimpi…

bertemu John F.Kennedy…ia bercerita…

bahwa kematian dirinya…pembunuhan yang ia terima…adalah bagian dari….resiko menjadi pemimpin..

Semalam….

Saya bermimpi…bertemu Barack Obama…

ia bercerita pengalaman masa kecil…di Indonesia…

serta keberanian dan tantangan…menjadi calon presiden kulit hitam pertama…

yang mungkin belum tentu berumur panjang…

di negara kulit putih…Amerika Serikat…

Obama bilang ke saya…

“Om…kalau saya memerintah gak lama…itu sudah prestasi…sebab…waktu saya jadi capres aja…dah banyak berseliweran…ya ancaman explisit…maupun implisit…Tapi…ini pilihan yang  saya pilih…dan nyawa itu akan saya jaga dengan menjaga kepercayaan rakyat saya…karena nyawa itu tidak hanya berarti nyawa saya, tapi juga nyawa keluarga saya, rekan saya, bahkan seluruh rakyat Amerika…

Sore ini….

saya melihat via Metro TV…

Bush dilempar sepatu oleh wartawan Iraq…

sayang…

Bush masih bisa ngeles….

Sayang…

kok cuma dilempar sepatu (lho?)

Dan Bush mengakui…

bahwa insiden itu bukanlah masalah besar yang mengancam dirinya…

Suka atau tidak suka…Bush tahu bahwa Sepatu itu tidak dipasang Bom…sehingga ia dapat ngeles…tanpa takut hancur lebur seperti yang dialami tentara-tentaranya yang terkena ranjau maupun peluru roket, di Afghanistan, Baghdad, Vietnam…

lagi pula jadi pemimpin, memang siap mengantar nyawa kan???

Hampir Dua Puluh Tahun Lalu………..

di kaki Gunung Wilis….8dk belajar tentang….

Hanya satu dari Empat Khulafa-ur-Rasyidin…yang wafat karena sakit, selebihnya…terbunuh…atau mengantar nyawa…karena pilihan pribadi…atau amanat yang diemban…menjadi pemimpin….

Lima belas tahun lalu….

8dk diingatkan seorang Guru…

Ada cerita…bahwa ketika seorang cerdik cendikia ingin menjadi Raja…ia terhasut dan mendapatkan gambaran…menjadi raja adalah hal yang menyenangkan…

Sang Raja memberikan kesempatan kepada sang Cerdik Cendikia…untuk mencoba merasakan menjadi Raja…

Ia minta sang Cerdik Cendikia ini untuk berbaring…dan di atas tubuhnya ditempatkan beberapa bilah pedang dan tombak…yang siap menghunjam ke dada dan tubuhnya…Apabila ia bergerak…dan menyentuh salah satu tuas penjepit senjata-senjata tersebut…..

Dua Tahun lalu…

saya sempat tertawa terbahak-bahak…sendirian…

coba anda Bayangkan…di Kuningan…Jl.HR Rasuna Said…. ada Humvee, melaju…dikawal Patroli Motor….dua depan dua belakang…gila…gila…

Humvee Rek!!!!!!!!!

Lebih kurang dua bulan lalu…….

di jalanan sepi kota Padang Panjang dan Sawahlunto….dua mobil diiring dengan dua motor…bising meraung-raung di jalan…sepi…

alamak…

Sudah sebegitu takut matinya kah orang-orang ini…sehingga pengawalan harus semacam itu….????

Parahnya lagi…jalanan di kedua kota tersebut…sepi meradang…senyap seakan mati…ya…siang bolong…bukan waktu orang pergi kerja atau pulang kerja…kebayangkan pemborosannya….????

Malam ini…saya ingin bermimpi…

mereka-mereka yang memasang wajah di sepanjang jalan saat ini, mematut diri di Iklan TV…tidak hanya siap menjadi Pemimpin…tapi juga harus berani menerima kenyataan…bahwa kematian mereka…

dapat menjadi peristiwa paling tragis, bahkan traumatik bagi keluarga mereka, bahkan seluruh rakyat Indonesia….

Semoga mereka tahu, bahwa…kematian adalah hal yang niscaya…pilihan merekan menjadi caleg, cabup, cawako, capres…boleh jadi mengubah jalan kematian yang ingin mereka torehkan…

tapi Tidak menjadikan mereka cENGeng…dikit-dikit minta dikawal….

Tapi ..lagi-lagi tapi…

.saya ragu…dan yakin…

bahwa mimpi saya itu benar-benar hanya mimpi yang saya idam-idamkan…

tak mungkinlah…

Karena mereka yang akan menjadi pemimpin di negeri ini, dan mereka yang bangsawan…Tahu Dengan PAsti…bahwa…

Keberadaan TNI POLRI…bukanlah untuk Menjaga Keamanan Masyarakat…melainkan menjaga…siapa yang berani membayar mereka lebih tinggi…

Apalagi untuk TNI…karena tidak ada perang….maka proyek sedikit…dan jadilah pengawalan PRIBADI bernilai Tinggi…

Ah……IndONEsia…Indon  ESIA.  ..

mudah-mudahan negeri ini tidak ditelan LUMPUR LapiNDO…

cukuplah Bakrie & Brothers yang Bangkrut (saya tidak mengaminkan…dan ini perandaian..seandainya harus bangkrut)

jangan INDONESIA…negeri INi TerlalU INdah..SekaliPUN…mungKIN tanPA SePENGetaHUan saya atau kita semua…..

SBYJK, Para PEmIMPin TerDahulu Telah Menjual Negeri Ini…sekerat demi Sekerat…sebidang demi sebidang…SePUlau Demi Sepulau Kepihak Asing…Dasar Para PemimpIN kePARat...

Kini…izinkan saya kembali untuk  bermimpi…

bahwa proses pelemparan sepatu ke George W.Bush…

terjadi di Sini..Di IndoneSIa…

dan KejadIAN tersEBUt…mEnJadi PElipur Lara…bagi Mereka yang terbOhongi oleh Para PemimPIN dan Calon PemIMPin…NEgeri....

Selamat Datang…tahUN 2009….

Selamat Datang PEMILU 2009,

SElamat Datang PILPres Dan Capres Baru..

SElamat Datang Koruptor-Koruptor Baru…

Selamat Datang Calo-Calo Proyek Baru yang AKan berKantor di Senayan…

SElamat Datang Pengguna NarkoBa berdasi Baru…

Selamat Datang BajINGan_BajingAn Illegal Logging yang BerhasiL Cuci Uang….

SELamat Datang 2009…Selamat UNtuk Anda Para Setan…Keberhasilan Anda Mencari Teman untuk Bercengkerama di Neraka (seandainya itu Ada…) di depan mata….

Selamat Untuk Anda Sekalian…dapat bermain Api BErsama Mereka yang BErasal dari api…

Semoga TUHAN YANG MAHA ESA….- Dengan Nama APA PUN IA disebut – Mengampuni kita Semua….

<a href=”https://belajardarikecil.wordpress.com/2008/12/15/saya-bermimpi”&gt;
<img src=”http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png&#8221; /></a>


Buah Simalakama…Penetapan AuLIA POHAN menJAdi TersanGKA kaSUS AlirAN DAna BI ke DPR

Pada salah satu berita dalam rangkaian berita di TOP NINE NEWS Metro TV, Senin, 3 November 2008…AntaSARI AzHAR, KETua KAPEKa membantah dengan TEgaS apaBILA penetAPan AuliA Thantawi POhan sebagai Tersangka minggu kemarin sebaGai sarAna untuK menaikkAN Citra SBY…bukan murni PERtimbangan PEnegakkAN hukum SEmata-maTa… Ia MENEgasKAN dalAM berita TersebuT, bahwa penetapAN yang Dilakukan KPK terhadap Aulia POHAN murni Tindakan HUKum…

Tentu kita haruS mengApreSiasi KeberanIAN KPK…gimana gak…lha wong 8 354 N-nya RI 1 yang dikejar…tapi …mohon kita juga dapat MEminta diri ANtasari AzhAR…baiK Secara PRibadi Maupun Secara KEPALA SUKU KPK…tentang Beberapa hal di bawah ini :

A. Secara pribadi. persentuhan saya dengan teman-teman di KPK, baik di gedung KPK lama…daerah Juanda maupun Gedung Baru KUninGan…telah memberikan keYAkinan kepada 8dk Secara PRibadi…bahwa Para PEkerJA di KPK adalah ORang-ORang Cerdas…kebanyakan dari rekan-rekan di sana, berasal dari Universitas NEgerI TernaMA…bahKAn tidak Sedikit Berstrata 2… Maka…apakAH ini juga BErbanding LUrus dengan PROFil para Pimpinan KPK (sorry, termasuk Anda…) kalau tidak berarti nILai Plus Anda dan atau PARa pimpinan KPK saat ini…adalah NEGOSIASI..baik secara langsung maupun tidak langsung dengan ANggoTA dewAN…atau Jangan-jangan ada BAntuan (terutama untuk Anda secara Pribadi; dari KeluaRGA cENDana????)

B. Apabila jawabAN pada pertanYAAN a adalah para PIMPINAN KPK cukup Terdidik, bahkan di atas RAta-rAta Para pegAwai KPK…maka …MEngaPA membutuhKAN waktu + 6 Bulan Bagi KPK untuk menetapKAN AuliA POHAN sebagAI tersanGKA…padAHAl… KareNA TemaN_TeMAN KPK adalAH ORang2 CERDAS maka MEmahAMI AKtivitas DAN PERTanggungjawabAN kerja GUBERNUR Bank Indonesia bersiFAT kOLEGIal…jadi PERTANGGUNGJAWABAN kerJA dilAKUkan Secara BErsama-sama…tidak PERLU memakan waktu 6 bulan…atau ADa KOMPRomi LAin???  Maaf…kita sama-sama tahu-lah BOROK PENEGAKKAN HUKUM di INDONESIA JanganKAN HUKUM…AGAMA atau IMAN SAJA di INDONESIA bisa dibEli…sudahlah…Apalagi Anda Mantan Kepala PEngadilAN NEgerI…Bohong BanGEt…Kalau ANDA tidak MENgetahui JUal Beli Keputusan Hukum di LINgkungan Kerja Anda (Kalau Anda Berbohong…saya cuma dapat mendoakan..semoga…Anda…hingga keturunan Anda…TUJUH TURUNAN menjadi PEMBOHONG yang tidak MEMILIKI RASA MALU…yaiTU merekA BERBOHONG sekalipun MASYARAKAT BANYAK MENGETAHUI KEBOhongan MEreka…Anda BEserta Keturunan Anda Tetap Bermental Baja dan Bermuka Tembok…Amien Ya 4JJI!) Atau MEmang KETERlamBATAN itu kompromi POLITIS…Atau SEmata-MATA pertimbangan RASA kemanUSIaan mengingat Apabila Hal itu dijatuhkan jauh-jauh hari…cucu SBY bisa kaget…sehingga proses persalinan bisa terganggu…Entah…Hanya Anda…Tim ANda…Tim di Kepresidenan…yang Tahu Jawabannya (Saya tidak merefer ke TUHAN…karena saya YAKIN 4JJI telah MEMBEri ANDA akal…sehingga IA yakin bahwa untuk menjawab pertanyaan ini ANda hanya perlu MENGGUNAKAN AKAL…)

C. Anda…sebagai Ketua KPK…INdivIDU yang TERDIDIK secara UTUH dalam bidang HUKUM…tentu mengetahui bahwa PIJAKAN penetapan dan substansi penetapan MURNI masalah HUKUM…dan Itu juga diketahui oleh orang banyak (sorry Om, yang berpendidikan bukan HANYA oM sendiri…) Nah pertanyaannya Adalah Kenapa PADA saat PUBLIK bingung dengan TIM ekonomI SBY dalam MENGhadapi KRisis atau Dampak Krisis Ekonomi Dunia yang disebabkan Amerika, Turunnya NIlai TUkar RUpiah Terhadap DOllar Amerika…baru Anda Jadikan PERISTAWA HUKUM ini…? Gak salah DONG..kalau ORANG BEranggapan dan BAHKAN MEYAKINI ini adalah kePUTUSan pOLITIS…atau KEPUTUSAN hukum yang berdasarkan PERTIMBANGAN POLITIS, bukan MURNI Pertimbangan HUKUM… Lalu…giMANA penJELASan SEGamblang-Gamblangnya tentang MURNI hukum di sini???

D. LalU terKAIT dengan Kasus yang sempat MENGARAH kepada Yusril Ihza Mahendra dan Hamid Awwaluddin…MS Ka’ban… Apakah masih dijadikan DEPOSITO tenaga PENDORONG bagi KENAIKKAN CITRA SBY untuk PILPRES 2009 yang dititipkan KEPADA KPK???  Sederhananya sepERTi ini…Yusril Tiba-tiba naik PAMOR sebagai PILPRES alternatif…selain SBY dan MEga..maka digedorlah kasuS Yusril..yang berakibat TIDAK hanya menJATUHkan citra YUSril tapi JUGA ngedongkrak CITRA SBY.. Gimana? Begitu Pula dengan MS KA’ban..Ketika PBB berhASIl menaikkan NILAI TAWAR dengan PEROLEHAN kursi di atas DEMOKRAT…tiba-tiba DemokRAT mengejar Ka’ban MELALUI KPK…sehingga. PBB kehilanGAN kesempatan MENCALONKAN CAPRES mauPUN cawapRes dari PARTAi mereka…? Kalau Ya…KIRa-kira AKan ditetaPKAN bulan BErapa??? MUdah-mudahan Kalau Sudah diancar-ancarkan bulannya…masyarakat LUAS tidak perlu terkaget-kaget…Orang Kaget biasanya kehilangan kesempatan untuk BERFIKIR LOGIS…mereka yang telah memilih GOLPUT atau UNTUK TIDAK MEMILIH SBY pada PILPRES 2009…jadi terganggu dan berbalik MEMUTUSKAN untuk TIDAK GOLPUT bahKAN memilih SBY…hanya karena mEReka MELIHAt ada secercah harapan  PENEGAKAN hukum serta PEMBRANTASAN KORUpsi Tanpa PANdang Bulu…padahal murni KEGIATAN itu TINDAKAN POlITIS PopULER…atau SOFT ADS bagi SBY…

Nah…karena ANDA muslim…baru-baru ini bahkan BERUMRAH…kalau Ada MAsyarakat Yang MEMILIH SBY dan ternyata PILIHAN mereka salah…maka sebagai MUslim ANda Harus BErani JUGa memikul tanggungjawab atas  Salah PILIH yang mereka lakukan…(Maaf saya tidak merefer ini ke hukum dan kontrak sosial, karena untuk keduanya, sebagai praktisi dan akademisi di bidang hukum, Anda AhLI untuk nGeles…kalau saya  kembalikan Agama…mudah saja…kalauAnda percaya Anda mengamini,kalau Tidak PERCAYA..jangan-jangan Perjalanan UMRAH anda kemarin Disponsori oleh penundaan atau beberapa penundaan atas penetapan KASUS…)

Akhirnya…saya berharap ANDA dapat jUJUR menjawab PErtanyaan-pertanYAAN ini…untuk Anda Sosialisasikan SEcara UTuh…dan BIarkan Masyarakat MENILAI …apakah Anda IdealISt atau OPPOrtunIST..yang pasti…apa pun yang ANda LAKUKAN…SBY-lah yang akAN terangkat CITRanya…BUkan HUKUM yang ANda tegakkan…mau bukti…silakan Anda kejar sendiri….

3rd Warning!!!!!!!!! : TINGGALKAN ANS dan NPM

seorang rekan, auliahazza mencatatkan komentar, bahwa sebelum ke SUMBAR, 8dk harusnya bertanya ke dirinya, hal ini berkaitan dengan kelakuan ANS, yang selalu mengecewakan penumpang, dalam hal ini, dapat kita tafsirkan bahwa Auliah mengalami kekecewaan, jauh sebelum 8dk…

Menarik, tentu belajar dari pengalaman bukanlah hal yang mudah, begitu pula bagi 8dk…Pengalaman penuh kekecewaan menggunakan ANS saat perjalanan DKI – SUMBAR, tentu mengharuskan 8dk menggunakan PO Bus lain…pilihan, berdasarkan rekomendasi sanak dan saudara di Padang Panjang – Bukit Tinggi, Lorena adalah pilihan yang utama…Sayangnya, beberapa kali ke kantor Lorena di Bukit Tinggi, selalu bangku sudah penuh, tragisnya jadwal 8dk juga belum tentu…(kacian deh aye…)

Nah, akhirnya, ketika waktu pulkam tiba…Sumbar – Jakarta, 8dk hanya dapat mencoba melihat kondisi bus apa adanya di Terminal Padang Panjang…alhasil pilihan (terpaksa) dijatuhkan ke NPM (Naikilah Perusahaan Minang)… Penuh harapan – tentunya – akan lebih baik daripada NPM…

Sialnya…ternyata jauh panggang dari api…berikut beberapa keluhan :

a. Pemenuhan bis hingga sesak…terutama memadatkan penumpang tambahan pada kursi cadangan di tengah…pada awalnya, 8dk merasa akan lebih baik dibanding ANS, sebab, dari bangku yang ada, masih terdapat 4 kursi kosong, sehingga apabila ada mencatut penumpang cadangan, cukup (dan masih dapat 8dk pahami) apabila sesuai dengan ukuran kapasitas penumpang awal saja)… Tapi…ternyata…harapan itu hilang…di Solok…3 bangku cadangan di tengah sudah penuh, di tambah 6 bangku cadangan yang ada di bagian depan…gila kan!!!!!!!!!!  

b. Saat berhenti yang mana suka…tidak ada jaminan bahwa mobil akan berhenti dalam waktu yang terukur, kadang setengah jam, kadang bisa lebih dari setengah jam…..

c. yang paling memuakkan; di Merak, di laksanakan OPERASI PEKAT (25/10/08)..alhasil sebuah NPM, pengemudinya terjaring…nah….NPM yang kita tumpangi ikut membantu berbicara dengan polisi…walhasil berlarut-larut …sebagian penumpang sudah berteriak “Kasih AJA uang si POLISI’; tentu ini masuk akal, mengingat Operasi POLISI identik dengan penambahan kantong, gelembung lemak di bagian tubuh kebanyakan anggota polisi dibandingkan dengan penegakkan hukum …ya kan….

Alkisah…dua bis NPM itu keluar dari Merak…Nah..ketika berhenti untuk makan malam di RESTORAN RAJAWALI…di jalan lintas Merak – Cilegon…terjadi peristiwa yang mengerikan…Sang Sopir…berhenti tidak hanya sekadar untuk makan…melainkan bercengkerama (?) dengan sesama pengemudi NPM hingga memakan waktu lebih dari 1 1/2 jam…konyolnya lagi…ruangan pengemudi berbeda dengan ruang penumpang..hingga harus ada effort tambahan untuk mengingatkan sang sopir…yaitu dengan membuka jendela dari luar…dan berteriak agar jangan sampai membuat penumpang kecewa…sejatinya paling tidak pada mobil yang kami tumpangi *NPM BA 3554 J..ada 5 orang anak kecil…maka dapat kita simpulkan…si sopir kurang asem…Menyadari kesalahan sang sopir berusaha untuk berdalih bahwa ia pun terkena tilang…padahal hal itu sama sekali tidak kami liihat… :

d Yang paling tragis…..para penumpang tambahan yang merokok, diendorse oleh si supir yang juga perokok; untuk merokok di dalam mobil saat AC mobil hidup, baik pada situasi mobil berjalan maupun saat mobil berhenti di tempat makan…

Saya kaget…sebagai individu yang kebetulan juga memiliki kegiatan di bidang jasa… ternyata mendapatkan  bahwa NPM sama dan sebangun dengan ANS…TIDAK MEMILIKI NIATAN UNTUK MENYELENGGARAKAN SERVIS YANG BAIK SECARA PARIPURNA KEPADA PELANGGANNYA…BAYANGKAN…ketika ada 10 orang bangku tambahan…nilai masing-masing Rp.150.000…maka DUA SOPIR dan Satu KERNET…mengantongi uang minimal Rp.1, 5 juta…atau Rp 500 ribu masing-masing…DeNGAN mengorbankan KENYAMANAN penumpang…Nah…

NAH…BAGI ANDA YANG AKAN BERKUNJUNG KE SUMATRA BARAT…DENGAN JALAN DARAT………JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN BUS ANS DAN NPM…SUPER EXECUTIVE maupun EXECUTIVE mereka SAMA Dengan METRO MINI atau KOPAJA di JAKARTA…bAyangKAN..IKHLAS anda BAYAr MAhal UNTUk peLAYAnan KELAs KAmPUnG????? Mari KITA LIHAT…mereka akan memperbaiki layanan atau KITA BIARKAN merEKA sekARAT…Mari…INGAT..anDA sekALIAN sudaH BERsuSAH paYAH untuk MENCari UANg guna MEMBAyar ONGKos…SUper Executive maupun ExecutiVE… Jadi KIta CANANGKAN…tingGALKAN..NPM dan ANS…..Minta MINIMAL MEreka MEMPERBAIKI DIRI..atau untuk NPM ganti AJA nAMA ANDA…jangAN bawa-BaWa MINANG….