Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Arsip untuk Belajar

Kembali ke dunia maya, Ramadhan 1436 H

Para netter yang baik, semoga segala kebaikan dari ALLAH SWT, TUHAN YME selalu terlimpah kepada Anda semua.  Terus terang, kami rindu, kembali dapat menyapa, berbagi cerita, berbagi berita, berbagi keceriaan atau sekedar untuk melepas kegalauan, tetapi…karena menghidupkan periuk nasi tetap lebih penting, maka, bagi kami pribadi, menulis belum bisa dijadikan pilihan utama.

 

Mungkin karena kemampuan terbatas, atau faktor dukungan lingkungan internal yang belum memadai, entah, yang jelas, di Ramadhan ini, 1436 Hijriah, insya ALLAH, saya akan coba kembali berbagi inspirasi, atau juga berbagi kritik, terutama, tentu tentang diri kita sendiri. 

 

Kami akui, tidak mudah menulis, bahkan, kemarin, di kereta ke Serpong, ada yang teriak, “wah Mas, kalau untuk baca tulisan blog Mas ini, butuh waktu satu jam, paling nggak setengah jam nih”. Ucapan itu terlontar dari kenalan tidak sengaja, berbagi ta’jil puasa dengan tic-tac, kabarnya beliau juga masih kuliah di IPB.

Sesungguhnya, kami pun ingin menulis pendek, seperti tulisan ini, tapi pada titik tertentu, ketika ada pembahasan sederhana atas sesuatu “yang hangat” seringkali, kami melihat, penjabaran, pemaparan data, baik dari situs lain, termasuk wikipedia, adalah hal yang tidak bisa dihindari, walhasil, tulisan bertambah.

 

Dihari kesebelas, Ramadhan ini, izinkan kami mengucapkan, selamat menunaikan Ibadah Puasa, 1436 H. Semoga, keinginan kami untuk kembali menulis, menjadi sarana ibadah yang lain bagi diri kami, dan sarana untuk selalu menambah ilmu, melalui feedbacks dari teman-teman di sini.

 

Terakhir, semoga, dengan kembalinya ke dunia maya, kembali, kemampuan menulis kami terasah, semoga, Amin YRA

Aceng, Rhoma, dan Pembelaan atas Pilihan Masing – Masing

Teman-teman netter yang 8dk kagumi…di penghujung tahun ini,kita diisi dengan dua berita yang bagi kebanyakan orang remeh – temeh, tapi menyesakkan dada (karena hampir setiap waktu di ulang). Nah, 8dk termasuk orang yang menganggap dua berita itu adalah berita besar (besar karena kita masih lebih suka berita sebagai alat hiburan, bukan sarana untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat, maaf).

Nah, berita dari dua orang terpilih, Rhoma dan Aceng, membuat 8dk tergugah untuk menyelami, pijakan awal masing-masing. Terus terang, penyelaman ini perlu dilakukan, mengingat keduanya adalah pribadi yang cenderung lupa, bahwa untuk jadi manusia, seseorang harus memiliki rasa malu, atau pada titik fatal, dia bisa memalukan (atau malu-maluin). Tulisan ini, bukan untuk mengingatkan mereka berdua, karena semua media sudah mengingatkan, baik dalam bentuk karikatur, kritik,  hingga bahasan serius oleh para penulis kolom atau penulis opini.  Tulisan ini mencoba meraba, pijakan pilihan keduanya…Agar kita juga dapat memperluas khazanah (terutama untuk kami). Khazanah bahwa keunikan manusia, apabila tidak diapresiasi dengan baik, boleh jadi akan menghancurkan manusia itu sendiri.

RHOMA

Tanpa bermaksud mengecilkan kesempatan siapa pun, warga negara Indonesia, memang berhak, untuk mengajukan dirinya, menjadi seorang bupati, gubernur, bahkan Presiden. Maka, keinginan Rhoma, harus diapresiasi sebagai bentuk apresiasi Rhoma atas pengakuan kompetensi, maupun kemampuan yang ia miliki. Ia beranggapan, bahwa dirinya, layak untuk menjadi Presiden Republik Indonesia, periode 2014 – 2019. 

8dk juga mengapresiasi keinginan baik tersebut, terlebih, tahun 2014, sudah di ambang mata. Proses mengenalkan seseorang untuk menjadi seorang Presiden butuh waktu yang tidak sedikit (maaf, jangan bicara dana, karena dana, ada aja caranya untuk dicari, baik halal maupun haram).  Yang membingungkan 8dk adalah, pijakan keinginan tersebut, yang menurut kami,  agak naif….

Kami menemukan, bahwa pijakan tersebut adalah : Karena SBY selama jadi Presiden bisa bikin beberapa album lagu,  maka, Rhoma yang sudah dari dulu bisa bikin album atau lagu, merasa mampu dan layak jadi PRESIDEN RI. …Apabila asumsi ini benar, maka, pihak yang pertama kali harus kita salahkan kalau benar Rhoma jadi Presiden RI, dan ternyata gagal, adalah SBY….Kenapa SBY? Di mana pijakan logisnya? Nah, ini menarik…pijakan sederhana-nya, SBY ketika jadi Presiden RI, 2004 – 2014, lebih mengkonsentrasikan dirinya untuk membuat album, bernyanyi, maka amat wajar, apabila para seniman naik pitam, akhirnya berusaha untuk menjadi Presiden…Apalagi bila ada seniman yang berfikir, 

Wah, kalau aku jadi Presiden, berarti Album lagu-ku, Patung-ku , lukisan-ku, semakin laris, karena aku bisa mengkondisikan hasil karya-ku, sebagai hasil karya yang harus, mau tidak mau harus diserap oleh pemerintahanku (duh sedihnya kita)

Apabila pijakan ini benar, maka, kita boleh berharap, semoga TUHAN YME, memberi pencerahan, agar kita benar-benar pada 2014, bisa memiliki Presiden, yang negarawan, tegas, dan bukan Penyanyi, atau Seniman yang hanya ingin membuat hasil karyanya laku di masyarakat, karena Ia adalah seorang Presiden, amin.

ACENG

Pilihan  Aceng untuk menikahi seorang  wanita muda, adalah hal yang masuk akal, wajar dan patut diapresiasi sebagai pilihan yang sehat! Ia secara tidak langsung mengakui, dirinya adalah orang yang berkelas, atau minimal logis. Mencari pasangan yang jauh lebih muda, cantik, bagi seorang pria yang memiliki kemampuan (terutama finansial dan power) adalah hal yang manusiawi.

Pada bagian lain, Aceng pun memahami,  bahwa Agama yang ia  anut, membolehkan pernikahan, bahkan mewajibkan pernikahan sebagai sarana pelegalisasian proses berse****** dari     dua orang dewasa.  Maka, apa  yang ia lakukan  adalah hal yang normal….

Yang menjadi masalah adalah, ketika telah menikah si wanita mendapatkan tekanan, terutama secara psikologis, dan pada titik tertentu bahkan diceraikan, dan pada proses perceraian, pihak-pihak yang terlibat pada proses pernikahan, boleh jadi tidak dilibatkan lagi, sehingga kesan mencari-cari alasan untuk menceraikan adalah hal yang tidak bisa dihindari.

 

Lalu, apa kesamaan atau kemiripan dari keduanya….Beristri banyak atau nikah berkali-kali, boleh jadi merupakan kesamaan dari kedua orang tersebut. Rhoma dan Aceng, keduanya, diketahui secara umum, telah nikah berkali-kali.  Pertanyaan yang harus kita kedepankan adalah, pantaskah apabila seseorang yang telah menikah berkali-kali (baca : kawin – cerai) menjadi teladan!? Apakah negeri ini telah kehilangan tokoh teladan sehingga pasangan Rhoma – Aceng, layak menjadi pemimpin?  Tentu kita harus mengapresiasi kampanye via BBM maupun Twitter  yang menyandingkan Rhoma – Aceng sebagai Capres 2014. Tapi, kita pun harus mengakui, kreator boleh jadi mengapresiasi “KEMUAKAN” yang ia simpan kepada keduanya. Dan, kita pun harus mengakui, adalah kebodohan yang memilukan, apabila kreator photo tersebut, memilih Rhoma – Aceng sebagai pemimpin. Akhirnya, kami yakin, Anda sekalian, pembaca 8dk yang budiman, juga berpegang di pilihan yang sama. 

 

HAK TIAP WARGA NEGARA untuk MENCALONKAN DIRI MEREKA MASING-MASING menjadi PRESIDEN di Negeri ini adalah mutlak. Dan Hak tiap warga negara pula, untuk menertawakan, mencibir, atau bahkah mendukung atas keberanian individu yang bersangkutan untuk maju ke panggung politik. Dan hak tiap-tiap kita untuk saling mengingatkan, agar kita tidak terjerumus ke dalam jurang kebodohan yang sama…. Terima kasih.

Terima Kasih…telah bersabar…

Temans….di saat semangat tuk belajar ngeblog turun….dan hampir lupa tuk menepati janji membalas tukaran link serta komentar bermanfaat dari temans…..

 

TUHAN YME…memberkati saya…gak sengaja…ngelihat pengumuman…ada Pesta Blogger 2009…dus….Alhasil…ikutan dan….kembali bertemu  para ustadz blogging saya…seperti Om Budi Putra, Om Enda, Tante Dita…duh senangnya….jadi …semangat lagi…(AMin…)

 

Maka…izinkan 8dk mengucapkan…

Syukur ke hadirat TUHAN YME,  ALLAH SWT, yang telah memberikan kesempatan bagi 8dk, tuk blogging, dan nimbrung di PB 2009…

Terima kasih dan apresiasi …kepada para ustadz blogging 8dk (termasuk Om Ivan Lanin) yang mungkin sempat bertemu di PB 2009 maupun yang belum sempat…saya bangga dengan Anda semua….

Teman-teman di Maverick, Panitia , BUBU..dll yang telah membuat acara PB 2009 ada dan menyemangati 8dk yang muallaf di blogging…serta….

Terima kasih tuk kehadiran teman-teman semua…yang telah bersabar tuk membaca 8dk, sekalipun secara tulisan (maklum muallaf) masih dalam tahapan belajar….

Termasuk…kehadiran kritik, komentar, cacian, apresiasi…semuanya …TERIMA KASIH….

GBU All….

Jangan Takut Kuliah di Universitas Negeri : Universitas Andalas

Bukit Tui, Padang Panjang, Oktober 2008…

Bukit Tui, adalah Bukit yang sempat longsor pada tahun 1987…informasi yang 8dk peroleh…132 orang tewas akibat longsor di Bukit Tui…Konon, daerah lokasi longsor tersebut memang daerah hitam, banyak penjudi, perempuan nakal, dll. Nah, minggu lalu 8dk  mengunjungi Bukit Tui, pusat tambang batu alam (batu gamping) di Kota Padang Panjang…

Jalan ke Bukit Tui…terbilang bagus..dan di bawah kaki bukit Tui terdapat Lapangan Olahraga, yang biasa digunakan untuk olahraga berkuda di Kota Padang Panjang, tepatnya Bukit Tui berada di Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat.

 

 

8dk mampir di beberapa lokasi penambangan batu yang ada tepat di kaki Bukit Tui…sekurangnya ada 4 lokasi titik penambangan…pada waktu masuk ke liang lokasi penambangan, liang yang dibongkar oleh penambang…8dk merasa takut…takut apabila batu di atas kepala jatuh…hiks…(dalam hal ini saya dapat menerima, ketakutan yang dialami oleh kepala suku Galea, kepala suku bagi Asterix dan Obelix, yang ketakutan apabila langit runtuh menimpa kepalanya)…Bukan apa-apa…martil pemecah batu itu beratnya 7 kg…kebayangkan berat batunya….

Di salah satu lokasi penambangan, seorang penambang baru saja selesai menaikkan batu ke truk…saat si Bapak istirahat…8dk berkesempatan mengobrol…. Nama bapak tersebut Pak Budjang…ia menanyakan maksud 8dk mampir ke lokasi…kami bilang (kami b2) untuk melihat-lihat saja… Kemudian ia bertanya ke rekan 8dk…darimana berasal…kebetulan rekan tersebut berasal dari UI, masih kost di bilangan Margonda…

Pak Budjang kemudian curhat…bahwa anaknya, dua kali mencoba test masuk PGN (Perusahaan Gas Negara) yang diadakan di UI…sayangnya, belum berhasil …kini anaknya sedang bekerja di Batam sambil meneruskan kuliah masternya… Sahabat 8dk menanyakan di mana sang anak berkuliah…Ia mengatakan bahwa anaknya alumni Universitas Andalas (Unand), kemudian Pak Budjang bertutur begini : Saya cuma tukang batu…tapi saya merasa cukup dengan apa yang saya hasilkan…Satu hari kalau dapat satu truk…berarti Rp.60.000… bila batu sedang “keluar” maka kami bisa mendapatkan 3 truk, tapi kalau tidak, satu hari bisa tidak mendapat apa-apa”. Saya bersyukur, sekalipun tukang batu, dengan batu saya dapat mensekolahkan anak saya hingga tamat universitas….

“Memang…ada tukang batu yang tidak dapat mensekolahkan anak mereka…tapi bagi saya…semuanya tergantung kita dan anak kita”  Kalau anak kita sungguh-sungguh…saya yakin banyak bantuan untuk belajar, sebagaimana yang diterima oleh anak saya…

Ketika dikejar oleh rekan 8dk tentang biaya kuliah yang cenderung mahal…ia menolak, mengatakan bahwa untuk Unand, biaya masih dalam batas kemampuan…yaitu kemampuan sang anak untuk mencari beasiswa…dan beasiswa…adapun orang tua…lebih fokus untuk adiknya…Ia cuma menyayangkan bahwa kini banyak  pendapat, sekolah di Universitas Negeri itu mahal…padahal menurutnya…banyak kesempatan (O ya, pak Budjang, menurut pengakuan dirinya…cuma tamat SD) PaK Budjang juga bercerita tentang pengakuan anaknya yang menyatakan bahwa beasiswa di Unand selalu ada, hanya tergantung, apakah sang mahasiswa mau mencari atau malah malu mencari…Mau berarti siap untuk mengejar prestasi akademik, sebagai salah satu kriteria penerima beasiswa, sementara malu dapat berarti individu bersangkutan, mungkin belum dapat menikmati kuliah,sehingga IP-mereka apa adanya…

8dk teringat, betapa Pak Budjang memiliki ketangguhan yang dapat diandalkan, pekerjaan apa pun, Insya 4JJI dapat mencukupi dirinya…sebagaimana 8dk pernah mendapatkan Pak Burhan di bilangan Margonda… Yang menarik…sekalipun tamat SD, tukang pemecah batu, Pak Budjang memiliki pandangan yang patut dibanggakan bahwa kuliah itu penting, dan cara ia mendidik anaknya untuk “mengejar beasiswa” adalah hal yang harus ditiru, terutama oleh kalangan menengah ke bawah di Indonesia…

Maka 8dk merasa perlu untuk mensosialisasikan kembali, kepada para pemirsa, yang kebetulan sedang dan atau masih berkuliah…tolong tetap dipertimbangkan sekolah dan universitas negeri sebagai salah satu tempat Anda belajar..tentu itu disesuaikan dengan program studi atau jurusan yang Anda minati…sekali lagi..berkuliah murah…sejatinya hanya ada di Universitas Negeri…mau yang paling murah..gampang…saat ini 8dk sedang belajar di UKL (Universitas Kolong Langit/Universitas Terbuka)…jadi kenapa tidak berkuliah di Universitas Negeri?????

 

 

Jangan Takut Kuliah di Universitas Negeri : Universitas Indonesia

Kurang lebih 4 bulan lalu, salah seorang mahasiswa dari salah satu Universitas Muhammadiyyah di P.Jawa, menggugat dikotomi Kuliah di Universitas Negeri dan Universitas Swasta…Gugatan itu kalau tidak salah dituliskan melalui Media Indonesia…seingat penulis, melalui kolom/sub tema berita harian  yang dituliskan oleh para mahasiswa…

Tulisan ini tidak mencoba untuk mendikotomikan ulang atau kembali, melainkan sekadar berbagi pengalaman tentang betapa kuliah di UNiversitas Negeri yang sempat diisukan secara biaya sama saja dengan kuliah di UNiversitas Swasta, dapat dilalui oleh orang-orang yang berpenghasilan rendah… Mereka dapat melalui kuliah hingga selesai, karena kerja keras mereka, keluarga mereka, dan juga ketrampilan belajar yang mereka miliki…

Pada waktu musim awal perkuliahan di mulai, penulis sempat menemani salah satu keponakan yang – akhirnya – dapat lulus SPMB untuk kuliah di UI…kebetulan sedang kosong…kembali jalan-jalan di sekitar balairung, danau hingga mesjid, untuk mengingat masa perkuliahan yang dialami penulis pada waktu kuliah…

Saat akan masuk gedung rektorat kami berpapasan dengan seorang ibu, usia antara 50 – 60 tahun…Ia menanyakan  jalan masuk ke rektorat…karena lokasi bertanya sang ibu sudah masuk lingkungan rektorat, maka saya tinggal menunjukkan  pintu masuk saja…sekaligus menunjukkan letak lift…nah pada saat itulah sang Ibu berkata : “Aduh nak…ibu ini, baru sekali ini ke UI…ibu ini gak nyangka anak-anak ibu bisa kuliah di UI…Ibu ini cuma tukang cuci pakaian orang aja…untuk ongkos pun ibu pas-pasan…tapi masak sudah empat tahun anak ibu kuliah di sini…ibu belum pernah datang ke kampus…..Secara refleks saya bertanya tentang cerita anak si Ibu…Mengalirlah hal ini…anak Ibu…waktu SMA ikut tes kuliah di UI, ternyata masuk…karena kita orang gak mampu…ibu cuma bisa bilang ke anak Ibu, kalau kuliah, kamu harus cari jalan keluar…Anak ibu di FMIPA…nah akan wisuda sekarang (September 2008 kemarin?)…nah adiknya pun masuk UI, diterima di teknik komputer….kalau kakaknya, karena berjuang…dapat beasiswa…gak cuma dari UI, tapi juga dari beberapa perusahaan (ibu itu menyebutkan salah satu nama konsultan manajemen yang biasa mengisi di Kompas dan berkantor di bilangan Kuningan…) Nah dari situlah nak…mudah-mudahan anak Ibu dapat mengubah nasib kami ya Nak…tolong doakan ya…. Karena kebetulan sedang janji dengan orang lain…penulis hanya mengantarkan sang Ibu hingga pintu lift, kalau gak salah tujuannya antara lantai 7 – 8 rektorat, tempat orang mengurus beasiswa…Kedatangan sang Ibu…untuk berterima kasih…”ke orang-orang rektorat yang telah membantu anak saya……

APa yang ingin penulis sosialisakan di sini, tidak lain…kalau rekan-rekan atau pirsawan…ada yang memiliki anak, keponakan dan atau Anda sendiri…memiliki kemampuan untuk kuliah di negeri secara kemampuan belajar (baca : lolos SPMB/UMPTN atau yang sejenis) seharusnya, tidak ada keraguan akan beban finansial…As long as Anda berani mengutarakan beban ANda tanpa mengada-ada…Insya 4JJI akan ada jalan keluar…Pada masa penulis berkuliah…masa yang baru saja dihantam krisis  finansial (1998)…banyak para mahasiswa yang “tepar” secara ekonomi keluarga mereka…tapi…mereka dapat diselamatkan..oleh bantuan beasiswa yang ada di lingkungan UI, dan diupayakan oleh pihak rektorat…tentu dengan catatan; individu-individu tersebut mau dan mampu menjaga kualitas belajar mereka, minimal mencapai nilai IPK di atas nilai rata-rata kemampuan teman mereka…

Penulis merasa perlu menyampaikan peristiwa dan pengalaman ini, mengingat, segera setelah beberapa Universitas Negeri beralih menjadi BHMN…biaya kuliah pun disesuaikan karena berkurangnya atau hampir tidak adanya jatah subsidi dari pemerintah untuk Universitas negeri bersangkutan…maka biaya kuliah di UI, dan beberapa UNiversitas Negeri lainnya (yang telah memilih menjadi BHMN) hampir sama, bahkan lebih besar dari biaya kuliah di UNiversitas Negeri kebanyakan…padahal hal itu semata-mata guna untuk mensubsidi silang, agar pembiayaan kuliah di UNiversitas bersangkutan tetap jalan sebagaimana proses pengajaran yang diharapkan…

Sebagai penutup…penulis ingin menganalogikan beberapa pengalaman dan atau keluh kesah rekan-rekan penulis yang kebetulan pada 1992 – 1995 mendapatkan kesempatan belajar di UNiversitas Al Azhar, Cairo, Mesir…waktu itu penulis bertanya tentang kualitas belajar mengajar di Al Azhar…beberapa lontaran…menyatakan bahwa kuliah di Al Azhar, seperti layaknya kuliah di Kuliah Umum di Indonesia…kuantitas mahasiswa dalam satu ruang dan mata kuliah, besar atau banyak partisipannya, sehingga tidak ada interaksi utuh antara mahasiswa dengan dosen…bukan seperti zaman dahulu (maksudnya zaman keemasan Al Azhar dahulu)…pada waktu itu penulis tanya kenapa…mereka mengatakan bahwa kebanyakan dosen di Al Azhar lebih suka mengajar di Universitas-Universitas di Negara-Negara Arab seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab..dll…karena secara gaji…jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang mereka dapatkan dari mengajar di Al Azhar…silakan Anda cek sendiri (untuk tahun dan masa kuliah saat itu), adapun kualitas Al Azhar saat ini…penulis tidak terlalu mengetahuinya…..

Point penting lainnya adalah…kebanyakan Univ Negeri masih disubsidi pemerintah…maka fasilitas mereka…kualitas dosen…akan lebih unggul dibandingkan Universitas Swasta…Tapi yang terpenting…adalah apabila Anda akan kuliah…belajarlah di tempat PALING BAIK untuk JURUSAN atau PROGRAM STUDI yang akan Anda Ambil…contoh untuk LINGUISTIK…seingat saya Linguistik bahasa INggris dan INdonesia, Atmajaya Jakarta, jauh lebih maju dibandingkan UI, Ilmu Komputer, BiNus jauh meninggalkan UNiversitas Negeri…INgat kuliah tidak hanya investasi bagi Anda…tapi juga ajang menuntut ilmu dari sumber utama…maka pilihlah sumber yang tepat….terima kasih….

8DK…Di Atas Langit, (masih) Ada Langit

Sebuah email menyambangi saya…intinya menanyakan apakah saya punya kaitan atau hubungan dengan Bali, atau pejabat di Bali (DK 8) ….Saya kaget dan kagum…ternyata pilihan kata yang saya lakukan berdampak mengasyikkan…

Maka..izinkan saya bertutur…

Belajardarikecil adalah kelompok individu, yang pada moda penulisan…masing-masing memiliki teknik dan kecenderungan masing-masing….tapi untuk 8dk..memang owner yang punya gawean….

8dk idealnya dibaca (dela)pan de ka atau Pendekar dalam bahasa Minangkabau/Melayu…Pendekar…baik menurut Bastian Tito, Kho Ping Hoo…adalah individu yang secara jantan mengakui di atas langit ada langit….Maka…8dk merupakan ekspresi dan apresiasi sederhana  belajardarikecil…atas ketidakterbatasan atau ketidakberbatasannya ILMU PENGETAHUAN… pada titik paling atas di ILMU PENGETAHUAN…maka ada TUHAN sebagai PEMILIK dan PENCIPTA ilmu PENGETAHUAN…dan pada jaring kesamaran Ada Hantu di Ilmu Pengetahuan….

Jadi…belajardarikecil, 8dk mengakui bahwa titik paling utama yang dimiliki oleh 8dk adalah ketidaktahuan…dan proses pembelajaran 8dk akan membawa kepada ketidaktahuan yang baru…maka 8dk, baik secara tim maupun individu adalah bukan pribadi yang cerdas, pintar..apalagi bijaksana… (the only one thing I know; that is, that I don’t know ;Aristotle/Plato?),karena yang cerdas, pintar dan bijaksana adalah Anda sekalian…para pembaca belajar dari kecil…Terima Kasih…..

B 27 AAA……Intermezzo di Tengah Ancaman Krisis Finansial; Permainan Angka

Kemarin…di tengah perjalanan, antara Pondok Indah dan Permata Hijau…saya menemukan Mobil Kijang…Silver Metallic…dengan nomor plat yang asyik untuk dicermati…Terutama bagi para Otakatikoholic, yang mendalami ilmu otakatikologi…(mudah-mudahan bisa jadi puzzle penentram atau peredam gejolak RUSH karena situasi ekonomi yang kian tidak menentu)

 

B 27 AAA…Nah apabila B217AN mudah dibaca…Berdua Satu Tujuan…Slogan SBYJK untuk memimpin ulang pas 2009…hiks……bagaimana dengan “cara membaca Si Kijang…

 

Nah…sekarang kita ibaratkan Pemilik Kijang dan Plat Nomor Tersebut…Insan yang gemar tarik suara…maka boleh jadi cara membacanya seperti ini …

c   = do = 1, 

d = re = 2,

e = mi = 3,

f = fa = 4,

g = sol = 5,

a= la = 6,

b = si = 7,

c = do = 8

Maka…bacaan dari B 27 AAA = Si Resi Lalala… tapi apabila moda-nya biasa..bunyinya boleh jadi B 27 AAA = Bitu seventriple e…tapi seperti tidak bermakna…atawa boleh juga menjadi B27AAA =BRA JA  atau Bra Raja karena ukuran sekalipun 27 tapi triple A…plusplusplus…atau sekalipun bra itu kecil…tapi memiliki ukuran attractiveness yang PLUS3X atau…B27AAA = Beloro pitu etigo.. gak jelas apa artinya atau B27AAA – bi er ci aaa  (ce miang? ni hao???) atau ini B27AAA = biji (it ..ji …sa…dst)  Tu (juh) aaa… atau BIJI TUA….mulai jelas apa artinya…amen

 Kalau yang agak sopan B27AAA bisa jadi menunjukkan pemiliknya BR(A)7(A) A…Ia ingin menyapa pemilik lain…Brata A..(A…ini Brata…atau..A.Brata boleh jadi A bagian dari Alexander Brata maka…mungkinkah mobil ini milik Alexandra Atmasubrata…wallahu A’lam) Atau…ah… gak tau deh…………..

Pastinya…ini PR buat 8dk…nah…teman-teman punya usulan lain untuk membaca-nya.. Atau pemilik Kijang Silver Metallic B 27 AAA ingin memberikan pencerahan????????? ditunggu….