Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Arsip untuk Golongan Putih

2014, Ikut Pemilu atau Golput?

Dear all, tidak terasa, empat bulan lagi akan ada hajatan besar, yaitu Pemilu 2014, tepatnya bulan April 2014…Sebenarnya, sejak pertengahan tahun ini, mata kita sudah sering diganggu, oleh spanduk, baliho bahkan poster, yang maaf, seringkali tidak menghiraukan pijakan estetika. Nah…itu semua muaranya di April 2014…

 

Sementara itu, kita sama-sama tahu, bahwa penetapan DPT saat ini bermasalah, entah siapa yang salah, saya gak tahu, yang pasti, ketika saya coba tanya ke rumput yang bergoyang , mereka jawab, bahwa mereka hanya akan menjawab untuk Ebiet G.Ade… 

 

Yang lebih parah, kita semua tahu, bahwa tidak ada partai politik yang benar-benar steril dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme…sekalipun masih samar-samar, masih seperti bisik-bisik, bisa dikatakan hampir semua partai politik, telah diisi politisi busuk. Bahkan, seorang Pendiri Partai Keadilan Sejahtera, berani menonton FILM PORNO di Senayan,lebih rusak lagi, Presiden  Partai ini, tertangkap tangan, dan saat ini, menjadi tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi.

 

Penutup gegap gempita kebobrokan politisi di negeri ini, boleh jadi, tertangkap tangannya Akil Mochtar, mantan Politisi Golkar, yang ketika tertangkap tangan, menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi…Hebat…Hebat…

 

Nah, masih bolehkah kita percaya kepada politisi? masih butuhkah kita dengan politisi…berikut pandangan sederhana 8dk :

 

1. Tidak lama lagi, kita menyambut 2015, saat ini, Pasar ASEAN + 1 (China) sudah terbuka, jadi sebaik Anda punya paspor, Anda punya sertifikasi keahlian, ketrampilan dan nomor pokok wajib pajak, Anda sudah bisa mencari penghasilan, pekerjaaan di 1o negara lain selain Indonesia, jadi, Anda tidak perlu ragu, akan dibatasi gerak oleh para politisi, pemerintah, apabila Anda memutuskan untuk tidak memilih. Penting untuk Anda siapkan adalah, kemampuan Anda untuk menghadapi persaingan tersebut. Ingat, sejak 2004 hingga saat ini, sudahkah Anda mendengar Pemerintahan SBY menyiapkan masyarakat Indonesia dalam menghadapi AFTA+1 ini?

 

2. Jangan lupa, bahwa sekalipun Anda bayar pajak, Anda menggaji aparat, menggaji politisi, saat ini, kita sama-sama tahu, bahwa PEMERINTAH lunak, tidak bertaji kepada pelanggaran hukum, seperti KORUPSI yang dilakukan oleh para PEJABAT dan APARAT, jadi, masih mau Anda ikut memilih mereka? Ingat, bahkan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO pun tidak punya niat baik untuk mendukung hukuman mati bagi KORUPTOR, padahal dia digaji oleh PAJAK dari rakyat Indonesia. Jadi Anda masih percaya dengan Partai Politik!? Ingat, bahkan Presiden yang Ketua Umum Parpol pun tidak pernah memperlihatkan apresiasi dirinya kepada masyarakat Indonesia, terutama dalam hal penuntutan hukuman mati bagi para koruptor!

 

3. Sebaik Anda ikut memilih, atau tidak ikut memilih, pada akhirnya, Anda memiliki hak untuk melakukannya, jangan bingung dengan “FATWA”, Ingat, anggap-lah ketika Anda memilih “SI FULAN”  ternyata si FULAN korupsi, apakah yang membuat FATWA ikut menanggung dosa atau beban moral!? belum tentu, sementara Anda, kecuali Anda juga koruptor maka tentu Anda akan merasakan beban moril, tanggungjawab moral yang berat, jadi…Anda masih ingin menambah beban pikiran Anda dengan mengikuti proses PEMILU!? Terserah!

 

4.Perlu dimengerti, bahwa, sebaik Anda tidak memilih, atau memilih, atau memilih untuk Tidak Memilih, itu adalah hak pribadi Anda, jangan lupa, ketika Anda sudah memberikan bekal terbaik secara agama, moral, ilmu dan harta kepada keluarga Anda, maka tugas Anda, sudah paripurna, percaya-lah, saat ini, yang dapat kita lakukan -sementara ini- mendisiplinkan diri untuk jadi manusia yang baik, beriman, bermartabat, baru warna itu dapat melingkupi keluarga kita, jangan bermimpi untuk mewarnai negeri ini, yang sementara ini, lebih banyak dikuasai IBLIS berwujud manusia, terima kasih.

Sekedar Mengingatkan…asal kata Pemilu..boleh jadi dari Pilu

Gak terasa…bentar lagi hari PENCONTRENGAN…alias pemilu..pemilihan umum….

Gak terasa…kita juga sudah puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali diboongin ama para anggota legislatif…yang secara TELANJANG korupsi di depan mata kita…seperti Al Amin Nur Nasution, Bulyan Royyan, Abdul Hadi Djamal, dll…

Gak kita sangka..ternyata…kesempatan tuk korupsi masih terbuka lebar…sebab …setiap celah hukum di Indonesia..seakan-akan ada untuk diterjang..bukan ditaati….

Jadi…..

gak perlu habis pikir, kalau semakin banyak yang ingin ikut jadi anggota dewan…legislator..yang bisa jadi koruptor..cuma gara-gara buat aturan kotor…

Nah..kini..semua ada di tangan Anda sekalian….Anda yang akan Mencontreng atau tidak Mencontreng…tapi coba direnungkan sedikit :

1. Tegakah Anda melihat..orang seperti Rama Pratama yang tadinya bersih..kemudian kena imbas…lalu..menggunakan nama TUHAN…kemudian…tanpa ia sadari…ia terpuruk di sistim yang korup…Sayang kan…??? Apalagi ..ia baru mengaji dari pijakan ustadz-ustadznya..belum memiliki kemampuan mengaji secara mandiri (baca: belum bisa bahasa Arab)….

2. Tegakah Anda..melihat ratusan (kalau tidak mungkin ribuan)…para wanita berjilbab …yang muslim…tiba-tiba..tanpa ia sadari..ia telah “menjajakan” dirinya di jalan-jalan raya..hanya untuk “Mengemis tuk Mengemban Amanat”..toh pada akhirnya..tanpa Mereka sadari..”mereka telah melepas tidak hanya jilbab..bahkan kesucian diri mereka…karena terlibat dalam sistim yang korup…

3. Saya yakin..8dk yakin..para netter yang budiman adalah orang-orang yang terpelajar…tentu tahu bahwa bahasa Indonesia mengenal sisipan “em” untuk kata kerja atau benda atau kata dasar…

Nah..Bayangkanlah…

Ternyata “INVENTOR” kata atau SINGKATAN PEMILU…memang mendedikasikan kata PEMILU berasal dari kata dasar PILU…

karena ia menyadari..Pemilihan Umum di Indonesia..adalah pemilihan umum yang membawa para pesertanya ke jurang kepiluan (kesedihan)…

Jadi..benarkah Anda sudah siap…mensukseskan proses menjadi sedih untuk berlaku, selama lima tahun bagi rakyat Indonesia???

Ingatlah..Memilih atau Tidak Memilih adalah satu sikap…Tidak memilih adalah HAK ASASI Anda..dan Percayalah…Pada saat 9 April 2009…..

Akan banyak Ulama yang tidak mencoblos…tahukah Anda kenapa…???

Karena mereka bingung…setelah memutuskan fatwa haram golput, ternyata..”kemaluan” anggota dewan terkuak….Korupsi…Suap, Pijat di Panti Sehat…maju ke depan…

Bayangkan…ketika Anda sedang ada di Mekkah…Anda melihat Ustadz atau Ulama Fulan…tanggal 9 April…sedang Thawaf…Sa’i dll…Kemudian Anda Tanya…Ustadz..Antum gak Nyontreng…??? Apa jawabannya kira-kira…

Afwan..ana tadi lagi tawaf qudum/tawaf wada…trus pas balik ke konjen…ternyata…TPS di Konjen dah tutup…jadi..lihat..begitu lihainya Ulama-Ulama Anda…ngeles dari apa yang telah mereka putuskan…

Kata kuncinya Adalah…ketika Ulama saja sudah tidak bisa kita percaya…yang jelas-jelas mereka mengaku atau mendapatkan pengakuan sebagai orang yang tahu Agama..

kenapa kita mesti memilih Calon Legislatif, yang boleh jadi..berasal dari Preman…Bukan Orang Yang memelihara Kemaluan Mereka, Bukan Orang yang memelihara kesucian harta benda mereka…

Silahkan tentukan sikap Anda…Selamat Untuk Yang Mencontreng..dan Maaf…semoga yang Golput jauh lebih selamat…Amin

terima kasih

lintas….beritakan!!!