Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Archive for Hendarman Supandji

Keprihatinan SBY, Ketulusan atau Kemunafikan?

temans, sebelum membaca tulisan ini, mohon berkenan mencermati, merenungkan berita dari detik dot com di sini.

Marah, sedih dan trenyuh, bercampur baur, mengingat korupsi masih menjadi bagian dari budaya birokrasi negeri ini…Kita yang susah payah bayar pajak, diinjak-injak oleh BAJINGAN KORUPTOR, APARAT PAJAK SETAN, POLISI – JAKSA – HAKIM MAKELAR KASUS,  hingga PEJABAT-PEJABAT SETAN Bermuka AGAMA, Berhaji Berkali-kali, seringkali , perjalanan haji mereka, jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah uang yang mereka KORUPSI (pastinya lah..he..he..he..)

Tetapi, adalah lagi yang lebih BAJINGAN, BERMUKA MANUSIA padahal BERHATI SETAN….silakan dicermati tulisan atau berita dari detik.com ini (paragraph keempat)

SBY mengatakan, saat ini dirinya telah mengizinkan lebih dari 150 pejabat baik pusat atau pun daerah untuk diperiksa terkait kasus korupsi. “100 Pejabat yang saya izinkan untuk diperiksa , saya pikir sudah cukup. Tapi ternyata lebih dari 150 orang. Ini bukan prestasi yang patut kita banggakan,” sindir SBY.

Sebagai pemilih SBY di 2004 (karena terpaksa) saya kecewa, dan di 2009 (karena terpaksa) saya harus menerima SBY menjadi Presiden di negeri saya, tempat saya cari makan, tempat saya bayar pajak….

“Kenapa Saya BEGITU KECEWA dan NAIK PITAM dengan Kalimat SBY tersebut?”

“100 Pejabat yang saya izinkan untuk diperiksa , saya pikir sudah cukup. Tapi ternyata lebih dari 150 orang. Ini bukan prestasi yang patut kita banggakan,” sindir SBY.

Mengerikan, kalimat tersebut dapat bermakna, seharusnya ia berani mengizinkan ratusan, bahkan ribuan mungkin yang harus diperiksa, kenapa baru 100 sudah mengeluh….

Aneh, sebagai seorang JENDRAL BINTANG EMPAT, DOKTOR BIDANG EKONOMI PERTANIAN IPB (ALMAMATER yang cukup dihormati di INDONESIA) kenapa dia harus mengeluh, bahkan terkesan menyindir…Tidakkah SBY reflektif, bahwa ia tidak melakukan gebrakan berarti dalam penuntasan KORUPSI?

Dan BUKANKAH sudah enam puluh tahun lebih ia menjadi  WNI dan hidup  di  INDONESIA  tidakkah ia  sadar, bahwa dirinya bagian dari SISTEM YANG KORUP? kenapa tidak berbesar hati memberikan gebrakan ANTI KORUPSI, HUKUMAN MATI bagi KORUPTOR, ASAS PEMBUKTIAN TERBALIK, semuanya masih diangan-angan…

Kalau SBY jujur, harusnya ia berani MENGHUKUM HENDARMAN SUPANDJI seberat-beratnya sejak kasus URIP TRI GUNAWAN, dan menghukum dirinya DENGAN BUNUH DIRI, karena ternyata  ARTHALYTA SURYANI, adalah salah satu UNDANGAN peluncuran ALBUM-nya. Bahkan ia memiliki kedekatan, minimal dibuktikan pada kehadiran dirinya di pernikahan anak ARTHALYTA SURYANI,  detailnya mohon lihat di sini

Apakah ini tidak gila, kalau ia masih merasa dirinya BERSIH, JUJUR, BEBAS dari KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISME?

SEDIHNYA lagi, ketika AYIN memiliki sel mewah, SBY diam Seribu Bahasa, saya tidak menuduh, apalagi memfitnah, tapi saya juga bukan orang buta, saya paham, bahwa SBY  yang gagah, Ayin yang cantik, boleh jadi pasangan yang serasi, minimal untuk MEMISKINKAN INDONESIA..

Maka, apabila ANDA, SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, tidak menyadari bahwa BIROKRASI INDONESIA adalah BIROKRASI KORUP, lebih baik ANDA tanggalkan gelar DOKTOR Anda…sebab, kualitas intelektual Anda, seharusnya sudah memberi jalan bagi Anda, untuk menyadari hal ini.

Maka, kalau ANDA, ingin INDONESIA bersih, hakim yang memberi hukuman ringan koruptor, HUKUM GANTUNG MEREKA, HUKUM GANTUNG KORUPTOR, kekalkan HUKUMAN GANTUNG bagi KORUPTOR dan PENJAHAT SEJENIS serta kekalkan ASAS PEMBUKTIAN TERBALIK di negeri ini. Anda Presiden atau hanya BONEKA? hanya Anda yang bisa menjawab.


“100 Pejabat yang saya izinkan untuk diperiksa , saya pikir sudah cukup. Tapi ternyata lebih dari 150 orang. Ini bukan prestasi yang patut kita banggakan,” sindir SBY.

Seharusnya, ribuan pejabat Anda sel-kan, itu kalau Anda memang berani mengatakan diri ANDA bersih dari KKN. Bukan hanya berlindung di balik “tindakan saya harus konstitusional”


Saya tidak menuduh, tapi saya memiliki asumsi, karena ini periode terakhir Anda, maka, Anda akan menggunakan kesempatan ini, semata-mata UNTUK MENYELAMATKAN CITRA DIRI ANDA, bukan Bangsa dan NEGARA INDONESIA.

Pada awalnya, saya yakin Anda akan memberikan gebrakan anti korupsi, di periode kedua ANDA, tapi nyatanya…ANDA adalah salah seorang yang harus bertanggungjawab di NERAKA nanti, apabila KORUPSI di INDONESIA selalu hadir karena dimoderatori oleh wanita-wanita cantik, pejabat dan aparat, jaksa dan hakim, serta bajingan bangsat lainnya.

Maka kepergian Sri Mulyani ke World Bank, adalah “VICTORY LEAP”  “LOMPATAN KEMENANGAN” untuk mereka yang selalu menggiring Anda….

Pada awalnya saya yakin  presiden saya adalah orang yang tegas, bukan boneka, tapi kini, saya belum dapat mencerna dengan jernih, siapa PENGUASA boneka ini….tapi saya punya asumsi, ia bernama dan tetap bertuhan.

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun.


Advertisements

Gerakan Moral : Dukung Godzilla bertindak ksatria….Cicak Vs Buaya dan Godzilla (Tag Team)

Masih terkait upaya KPK….Koruptor Pembasmi KPK (itu dari Republik Mimpi atau apa ya…yang jelas ini nyadur….) alkisah…dianalogikan pertarungan antara Cicak Vs Buaya….

Cicak mewakili KPK (kali ini komisi pembrantasan korupsi) dan Buaya (Insya 4JJI dinisbatkan oleh anggota POLRI…inisialnya silakan dicari via detik.com, kepada POLRI…)….

Pertarungan antara Cicak Vs Buaya…sejatinya adalah pertarungan yang memilukan …sebab…logika begonya…

Buaya tidak akan kenyang kalau cuma makan seekor cicak…bahkan …secara alamiah, kemungkinan mereka bertemu untuk bertarung berhadap-hadapan…sangat sulit terjadi…kecuali….

Mari kita cermati….Cicak..identik hidup di pohon, dinding rumah, dan sebagainya…intinya, sepengetahuan awam saya…cicak tidak mungkin berjalan di lantai atau tanah, kecuali ia sedang jatuh tidak sengaja, menjatuhkan ekornya untuk kamuflase, dan atau memang sedang mengejar mangsa…sejatinya…sekalipun kecil, cicak terbiasa bermukim di tempat yang lebih tinggi daripada buaya….

Buaya….seingat saya…tidak bisa memanjat….biasa hidup di rawa-rawa, muara sungai dan beberapa (sebagian kecil) hidup di laut…(masih wilayah muara)…Nah …buaya..biasanya berjemur di atas tanah atau rawa, sementara cicak, berjemur di dinding…di ketinggian pohon, serta tempat yang relatif tidak mungkin terjangkau oleh buaya…


“DOMESTIFIKASI BUAYA”


Berdasarkan pemahaman awam saya tentang kedua binatang tersebut…maka pertemuan antara keduanya…dapat dimungkinkan secara aktif atau berkelanjutan apabila sang buaya dikandangkan, kandang tersebut dilapisi dinding, dan cicak pun akan bersarang….

Maka…akan sangat terlihat lapar (kalau kata “bodoh” terlihat sangat halus hingga tidak mungkin mewakili aktivitas ini) apabila Buaya yang besar …berusaha memakan cicak yang kecil…apabila kebutuhan seekor buaya 20 kg daging perhari, maka. minimal ia butuh 200 cicak, itu pun dengan asumsi satu cicak gemuk berbobot satu ons….


Kalau tidak, berarti effort yang dilakukan si Buaya…hanya akan ditertawakan oleh binatang-binatang lain…sebab, ia harus menakut-nakuti cicak, agar si cicak kehilangan keseimbangan, menjatuhkan ekor, bahkan terjatuh ketakutan karena melihat wajah Buaya yang…amit-amit…seram euy…

Sementara….Bagi cicak yang mati terbunuh oleh Buaya…selain bisa disebut sial, ia juga dapat berbangga hati…karena ia mati melawan binatang yang lebih besar…Ia boleh bangga sebagai ksatria, bukan sebagai pecundang utuh…sebab…ketika si Cicak menantang Buaya..jelas cicak tersebut memiliki kesaktian di atas rata-rata cicak yang lain…

SEKARANG…biCarA GOdZilla….

menurut informasi yang 8dk dapat dari wikipedia….

(bukan hendarman supandji)

Godzilla adalah adalah monster fiksi dalam film Jepang dan telah menjadi salah satu karakter film paling terkenal sepanjang masa. Ia pertama kali tampil dalam film Gojira1954 yang diproduksi oleh Toho Film Company Ltd yang sampai saat ini (2006) telah menghasilkan 28 film Godzilla….

Jelas..bahwa Godzilla…memiliki kesan mendalam bagi Hendarman Supandji,bahkan… ia berani membawa Buaya dari alam nyata…(ketika Polri dan Kejaksaan bergabung)…menjadi Godzilla…ke alam fiksi….

Apa yang dapat saya pelajari di sini adalah :

1. Hendarman Supandji sadar betul bahwa secara fisik, ia kecil, pendek, terlihat lemah, dan lain-lain…maka ia memimpikan dirinya besar, tinggi, perkasa seperti (misal) SBY…cuma apabila ia menisbatkan keinginan dirinya seperti SBY langsung…pasti deh ia akan ditertawakan…oleh karena itu ia memakai analogi Godzilla, monster yang besar, kasar, dan memiliki nafsu membunuh…dan ia menganeksasi buaya..semata-mata guna memastikan bahwa keganasan buaya itu belum seberapa bila dibandingkan dengan keganasan dan kedigdayaan Godzilla.

2. Berbeda dengan para IBO di MLM mana pun. yang selalu bermimpi positif tentang kehidupan mereka di masa akan datang, bagi Hendarman, kenyataan dirinya tidak berani melawan atau memberi hukuman tegas kepada Kemas Yahya Rahman, Urip Tri Gunawan, Wisnu Subroto….terutama karena KYR lebih senior….atau ada sesuatu atau seseorang di belakangnya…maka…untuk berdamai dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut…ia berusaha menganggap apa yang ia lakukan, ada di ranah fiksi…jadi…Hendarman Supandji saat ini, lebih beraksi seperti Harry Potter, atau Gulliver…Peter Pan….tokoh fiksi, kehidupan fiksi…adalah TOLOL bin BODOH…kalau kita berharap banyak ia akan memperbaiki Kejaksaan …sebab yang ia rasakan…ia hidup di alam fiksi “kejaksaan dan Indonesia” bukan di alam nyata..duh….Jadi…mimpi Hendarman Supandji adalah saat ini..maka… jangan heran..apabila pembicaraan yang ia keluarkan terlihat seperti orang mengigau….


3. Hendarman Supandji memahami, bahwa ia tidak boleh kalah langkah dibandingkan dengan BUAYA dari kepolisian…terutama setelah beberapa mantan jaksa…tidak bisa lari dari kenyataan…mereka tersangkut kasus pidana…Ia mengkompensasi ketidakberanian dirinya menghukum Esther Tanak ( Jaksa Narkoba) dengan mengatakan ke Korps Kejaksaan…saya berani dan dapat mengambil momentum…tuk menaikkan citra kejaksaan…ha..ha..ha..ha…

4. Akhirnya…kembali kepada muara dimana letak kepemimpinan akan diambil…Kejadian ini, tetap menampakkan rivalitas pengaruh atas Kepolisian dan Kejaksaan…dan Hendarman Supandji menang…

tinggal SBY gigit jari…justru di saat ia ingin dianggap berkuasa…ternyata…dua orang bawahan langsung di bawahnya …

Bahkan salah seorang pengacara …sudah Pretend to be RI-1…Apakah SBY tidak menyadarinya….????

Tentu…dalam keheningan …SBY akan mengakui keterbatasan ini…dan dalam keheningan…SBY pun mengakui bahwa dirinya bukanlah pribadi yang tegas sebagaimana pencitraan yang slalu ia ingin tampilkan di publik…Ia besar, tegap, tinggi…dan ia pun Peragu….selamat ya pak SBY!!!!!!!!!!!!


PENUTUP

Akhirnya harus diakui, Hendarman Supandji lebih mengapresiasi budaya Jepang dibandingkan budaya bawaan orok dirinya (Jawa)….maka dengan segala kerendahan hati….pengetahuan dia akan kekuasaan yang ia miliki …dan melekat di jabatannya…serta kesadaran dirinya yang memiliki keterbatasan-keterbatasan hingga ia tidak berani menghukum Kemas Yahya Rahman, Urip Tri Gunawan, Wishnu Subroto, Esther Tanak, yang nota benenya anak buahnya…tapi secara faktual boleh jadi memiliki Godzilla di belakang mereka…merefleksikan bahwa ada amanat yang tidak paripurna ia tunaikan….

Dan 8dk percaya….karena ia adalah seorang Ksatria…maka kepengecutan dalam dirinya …akan segera hilang….dan sebagai ajang penebusan dosa tersebut…di budaya ksatria Jepang …dikenal HARAKIRI….mudah-mudahan Hendarman Supandji, dalam waktu dekat…dapat menunjukkan kepada kita…bahwa ia pun seorang ksatria…mungkin karena ia bukan orang Jepang, tidak memiliki samurai…satu butir peluru yang ia tembakkan dengan tangannya sendiri, dibenamkan di kepala…sudah cukup menggantikan fungsi dan keberadaan samurai…

Hendarman Supandji…kami yakin ada ksatria…kami tunggu….bukti keksatriaan Anda…..

Terima Kasih….

Gerakan Moral : Dukung tindakan SBY untuk bunuh diri…

Disclaimer :

TULISAN ini diperuntukkan untuk para pembaca yang telah memiliki kedewasaan dalam membaca, bagi yang merasa belum memiliki tingkat literasi yang cukup, harap tidak membaca tulisan ini….

TULISAN ini mencoba untuk memaparkan,tidak untuk mempengaruhi siapa pun…apabila ada yang terpengaruh…maka tolong kembali ke point awal sebelum point ini….

TULISAN ini juga 8dk ping ke presidensby.info, jadi apabila ada keberatan, sanggahan atau klarifikasi dari pihak SBY, dan permintaan tuk pencantuman dalam blog ini, juga dapat 8dk luluskan…biarkan berpolemik…sebab, wacana ini harus mencerdaskan bukan untuk membuktikan bahwa PENGUASA lebih bodoh atau lebih Cerdas dari masyarakatnya…Sebab…penguasa ada karena ada amanat dari masyarakat….dan takdir itu SBY pilih…


Pertama,

mohon maaf, sebab judulnya belum selesai…daripada kepanjangan di atas kepala tulisan…maka judul 8dk masukkan isi tulisan..hiks…


Judul tulisan ini adalah : Gerakan Moral : Dukung Tindakan SBY untuk BUNUH DIRI apabila terbukti; baik secara langsung maupun tidak langsung, menghalang-halangi gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia….


Kenapa 8dk menggagas hal ini, berikut pijakan pemenungan…sekaligus ungkapan kesedihan…ternyata SBY yang dulu saya kagumi (bahkan sempat saya pilih ketika Amien Rais gagal ke putaran kedua pilpres 2004…


1. Masih ingat kasus SBY menerima pengemplang BLBI di Istana? Apa yang terjadi, komunikasi apa atau pembicaraan apa yang mereka lakukan, hanya mereka yang tahu, dan TUHAN…itu pun kalau SBY masih mengakui adanya TUHAN, tapi kalau SBY sudah menganggap dirinya sebagai TUHAN…maka 8dk tentu akan dianggap sebagai HANTU…


2. Masih ingat dengan Arthalyta Suryani atau Ayin? yang secara kebetulan”berhubungan baik” dengan Kemas Yahya Rahman, dan beberapa petinggi negeri, bahkan hadir pada saat Launching Album SBY…..setelah Ayin diputuskan bersalah…SBY …tidak berkomentar tentang kehadiran Ayin bahkan kehadiran SBY di acara Ayin….nah….Anda punya pendapat?


3. Masih terkait dengan kasus Ayin dan Urip Tri Gunawan, SBY tidak memberikan sanksi tegas kepada Hendarman Supandji, sementara Hendarman pun tampak takut terhadap seniornya seperti Kemas Yahya Rahman…jadi….Hendarman jauh lebih takut terhadap KYR daripada SBY…kata kuncinya adalah…SBY kuat bukan karena diri pribadinya…tapi karena banyak orang yang “bermain” di belakang dirinya……


4. Masih terkait dengan butir 1 – 4…jelas bahwa SBY mungkin bersih atau memang bersih, tapi SBY…tetap menutup mata apabila ada orang di lingkungan sekitar dirinya…berusaha mengambil keuntungan darinya…Entah apakah ia juga mencicipi keuntungan itu atau tidak..Wallahu A’lam bisshowwab…jadi…SBY mungkin bersih, tapi ia pun membiarkan tangan orang lain kotor …asal bukan tangannya langsung…Mungkin kah Pengemplang BLBI, Arthalyta Suryani, berada di lingkungan terdekat SBY tanpa SBY mendapatkan sesuatu dari mereka? entah…yang jelas saya memaparkan keadaan…tidak menuduh…satu hal yang juga harus saya tegaskan…curiga boleh…menuduh jangan….

5. Ini yang terakhir…baru-baru ini…. beberapa kali nama RI 1 disebut…dalam percakapan terkait “kriminalisasi KPK”…dan rekaman transkrip itu…ada dimana-mana…mungkinkah seseorang berani “mencatut” nama SBY begitu saja? bodohnya lagi…timbul berita di detik.com (silakan dicek berita tanggal 1 November 2009) bahwa RI 1 itu adalah atau dinisbatkan ke Bonaran Situmeang…bukan SBY…berarti bagi Anggodo dan Anggoro dkk…PResiden RI…atau RI 1 …bukan SBY….

dengan kata lain ….

secara De Jure…bagi kalangan pengusaha atau mereka yang bisa menguasai SBY….SBY adalah Presiden…tapi secara de Facto…nanti dulu…mungkin bagi Dubes AS di Indonesia… secara de facto (minimal dalam hatinya) mengakui bahwa Presiden RI adalah Barack Hussein Obama…ini terkait pemilihan Menkes yang notabene yang dekat dengan NAMRU…

Jangan-jangan…bagi Susno Duaji,  dan Anggora,  RI 1 adalah Bambang Hendarso Danuri…kalau “ya” berarti kita harus mencatatkan RI ini ke Guiness Book of The Record, satu negara dengan presiden yang bejibun……

 


…kebayangkan …..betapa kita telah memilih presiden boneka…dan atau  kebayangkan betapa sudah tidak ada harga dirinya bangsa ini, karena presidennya…dapat dicatut oleh siapa pun…hiks…untung gw gak pilih SBY…minimal gak punya beban moral dosa tuk 2009 – 2014…amin


6. Masih terkait dengan point nomor 5, jelas dan terang benderang..bahwa bagi kalangan pengusaha, baik yang buruk maupun pengusaha yang baik…SBY…dekat….entah dekat dalam artian kedekatan secara emosional maupun kedekatan secara keuangan dan atau secara balas budi….he..he..he..he..


Kedua, pentingnya tulisan ini diketengahkan….masih terkait dengan transkrip rekaman yang beredar….terdapat beberapa hal penting diantaranya….terkait terganggunya SBY, dan ia “meminta” POLRI untuk membuka rekaman…tetapi pada bagian lain…Bambang Hendarso Danuri, atau Kapolri…terlihat tidak terlalu antusias atau mematuhi secara langsung….apa yang dapat kita tangkap disini adalah:


1. Institusi POLRI berada langsung di bawah SBY, maka penolakan ini menunjukkan SBY sudah tidak memiliki “kekuasaan”  atau minimal kewibawaan atas POLRI…..

2.Mengingat Kapolri bukan orang bodoh, saya yakin ia mencemati politik akomodatif SBY atas parpol yang direalisasikan via Kabinet INdonesia BersAtu jilid II…Pada titik ini, Kapolri beserta jajarannya dapat merasakan bahwa SBY, sekalipun dipilih langsung dan mendapat suara mayoritas dari masyarakat…ia bukanlah pribadi yang memiliki kepercayaan diri yang kuat…jadi kenapa harus mematuhi SBY?…

3. Terakhir…Kapolri berada langsung di bawah SBY atau dengan kata lain …terdekat dengan SBY…(selain menteri dan jubir)….maka..ia pula yang paling tahu kelemahan SBY….dan …musuh yang paling berbahaya adalah….teman dekat Anda….bukankah demikian?

Ketiga, harus secara jernih mencermati, terkait pemberantasan korupsi, SBY selalu mengatakan dirinya berada di garda terdepan, tetapi, ketika terjadi atau mengemuka ke publik, penangkapan tersangka korupsi, dan diawali dengan proses penjebakan….ia mulai meneriakkan kurang lebih begini…


“Pembrantasan korupsi dilakukan dengan pencegahan…bukan penjebakkan…atau menjebak calon tersangka…(kurang lebih begitu yang beberapa kali diungkap oleh SBY, sedihnya…ini dilontarkan dalam kapasitas dirinya sebagai PRESIDEN SAH REPUBLIK INDONESIA, dari periode 2004-2014..yang juga DOKTOR dari PERGURUAN TINGGI NEGERI TERNAMA…

8dk kagum dan kaget, ketika SBY tidak melihat pola pemberian hukuman, penjeratan dan penjebakkan  atas tindakan kejahatan (dalam hal ini korupsi) sebagai bagian dari upaya pembrantasan Korupsi….

Lucu, upaya pembrantasan korupsi hanya didedikasikan kepada proses pencegahan…yang menurut definisi sempit SBY mungkin sebatas pembelajaran, pengajaran dan pendidikan anti korupsi…pertanyaan  dangkal saya adalah…apakah SBY beragama? 

Kenapa pertanyaan ini harus saya ungkap…sejujurnya, tiap-tiap pelaku korupsi, atau koruptor, di Indonesia, kebanyakan muslim, bahkan ada yang juga tukang main perempuan…lalu…dimana letak agama dengan segala perintah dan larangannya….???

Nah…betapa jelas bagi kita, banyak orang yang cenderung mengetahui aturan dan larangan,karena sorga dan neraka tidak terlihat jelas…ia tetap melanggar, bahkan model seperti Muhammad Al Amin Nur …nama yang jelas2 reduplikasi dari penerima wahyu Islam… hanya diganjar dengan hukuman penjara ringan..bukan diharuskan pindah agama atau mengganti nama atau bahkan bunuh diri…

Jadi…siapa yang akan kapok…memperkosa..dihukum penjara, korupsi trilyunan dihukum penjara…dan…parahnya lagi…terdapat remisi selama masa penahanan…duh..SBY…..SBY…

Lalu SBY berkoar-koar pembrantasan korupsi melalui pencegahan…duh…jangan-jangan…koar-koar SBY…bukti dari ketakutan dirinya…seperti…jangan-jangan, setelah Aulia Pohan yang jelas2 besan …ditahan karena kelakuan sekaligus membangun citra pra pilpres kemarin…nanti…tanpa disadari…ada orang terdekat…yang tak sengaja, ikut terjebak  atau tertangkap tangan oleh KPK…duh….

Kita tidak ingin menuduh, tapi…kegamangan SBY hingga berani “memfatwakan”  mencegah korupsi berbasis pengajaran, pencegahan tanpa ada penghukuman atas pelaku korupsi..menunjukkan perkataan SBY berada di garis depan dalam upaya pemberantasan korupsi…hanya gimmick tokh…pemanis …dan perlu saya ingatkan bahwa SBY…adalah seorang politisi…dan Politisi berpihak kepada kepentingan dirinya…bohong besar kalau ia berpihak kepada masyarakat luas, tapi berani mengatakan perkataan seperti yang saya ungkap…

kalau GUsdur yang bicara, saya mungkin masih bisa memafhuminya, karena keterbatasan pengindraan, kalau SBY…bukankah ia berusaha menutup mata dan telinga dari kenyataan yang ada!!!???

Kasus KPK versus Kepolisian, penahanan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah…semoga dapat membuka “siapa sebenarnya Susilo Bambang Yudhoyono….Amin….”

Tapi bagi 8dk, yang kebetulan tidak memilih SBY…hanya berusaha untuk berfikir positif…Kalau toh SBY…terbukti secara langsung maupun tidak langsung menghalang-halangi upaya pembrantasan korupsi di Indonesia….dan ia adalah Presiden Republik Indonesia…

saya…

8dk…

akan terus mendukung SBY…untuk melakukan BUNUH DIRI….

semoga SBY masih memiliki malu…sebab citra yang selama ini ia agung-agungkan…hilang karena kelengahan dan keinginan dirinya mendewa-dewakan dirinya….

Dan…dengan segala kerendahan hati…Apabila SBY memutuskan bunuh diri (karena masyarakat, terutama masyarakat yang berfikir…terlanjur melihat SBY terkait baik langsung maupun tidak langsung atas pelemahan upaya pembrantasan korupsi…) maka saya tetap akan mengagumi SBY…sebagai seorang yang bersikap ksatria…dan tentunya…(Insya 4JJI) akan dicatat sebagai PRESIDEN PERTAMA di Dunia yang bunuh diri saat memerintah…

Amin…

S….E….M….O…..G….A


Tentang Tommy Soeharto…Tentang BPPC….MenenTang HendarMAN Supandji???

Harian Merdeka… Sabtu  8 November 2008…di halaman pertama mengangkat berita…

BPPC Tuntas, Tommy Bebas…

ada satu kutipan menarik pada berita itu…

“Penghentian kasus BPPC yang melibatkan Tommy, lantaran tidak ditemukannya kerugian negara.”  (Hendarman Supandji)

dan dalam berita berbunyi :

“Sudah saya baca alat-alat bukti semuanya. Jadi, saya setuju dihentikan karena kerugian negaranya tidak ada, sudah diselesaikan,” tandasnya (nya merujuk ke Hendarman Supandji)

Nah…8dk bukanlah ahli hukum…persentuhan dengan hukum 8dk hanya sekali-sekali…yaitu pada saat mengambil beberapa mata kuliah hukum di FHUI..itu aja…(berarti jelas khan kalau 8dk bukan anak FH) …

TAPi secara prIBAdi…8dk miris…mengingat beberapa hal di bawah ini :

1. Sebelum di BPPC-kan…harga Cengkeh di atas Rp.10.000/kg..bahkan dapat mencapai Rp.20.000/kg (lihat pada tahun 1989 -1991),bahkan buangan dari cengkeh (seperti patahan, bunga dan kotoran cengkeh lain) masih laku dijual Rp.6.000/kg. Dulu…pada masa itu…8dk dengan kawan-kawan, sering memilah-milah cengkeh dengan buangannya…lumayanlah hasilnya…tapi segera seteLAH cengKEH di BPPC-kan…harga cEngkeh Per-KG jatuh…Kalau tidak salah ingat mencapai Rp.6.000/kg sementara buangan atau limbahnya…Rp.600/kg…

SeaNDAInya…kita BERandai_ANdai…dengan KemaMPUan harga Awal Petani bisa pergi Haji…maka dengan Harga setelah di BPPC-kan pun…petANI suliT untuk PERGi mEngAJI (karena kepikiran…untuk Makan dan MAsak Esok hari Belum jelAS)…

Maka …adalah kesYUKuran Kepada TUHAN YANG MAHA AGUNG…HEndaRMAN SUPANdJI…bUKANlah ANAK PETANi CEnGKEh atau PEtanI JEruK POntIANak…(ini juga korban ala BPPC-nya Tommy)

2. Antara 1991-1992 telah terjadi pembAKARan GUDanG-GudANG CenGkeh Di BanyAk daerah di SEluruh INdonesIA… 8dk…sempat melihat…sekalipun dari Jauh (karena masih kecil…dan ngeri melihat kemarahan para petani) di Kabupaten Buleleng (Bali) serta di Kabupaten Temanggung (JAtenG)…

Ngeri…sedih dan marah…Tapi…semuanya pada waktu itu hanya tersimpan di dalam hati…8dk masih INgat… beberapa ibu petani…menangis.melemparkan bara api ke lokasi gudang…sAYA TIDAk ingin Mendramatisir..tapi bayAngkan Apabila hal INi terjAdi PAda Diri Anda…Keluarga ANda??? Apa Yang Akan Anda Lakukan???

Sejatinya 8dk gak bisa apa-apa…apalagi pada masa itu…ABRI; kebanyakan… benar-bEnar BAJINGAN bERSERAGAM…(maaf..kalau Anda atau Keluarga Anda ABRI…tapi tanpa bermAKsud melebih-lebihkan…hal itu manifest kok…)

Hal yang bisa saya lakukan adalah…baru terjadi tahun 1996…selepas shalat Iedul Adha di lapangan Narmada, Lombok Barat…sujud syukur…yaitu ketika mendengar kabar Ibu Tien Soeharto wafat…dan kabar burungnya karena terkena peluru nyasar dari dua orang anaknya yang bertengkar  (entah Tommy dengan Bambang atau Tommy dengan Sigit../hartolah dengan itu semua…)

Jelas…bagi orang kecil seperti 8dk…membutuhkan waktu panjang untuk melampiaskan kekesalan…bayangkan Dengan Para PetaNI itu…???

APakah Hendarman SUpaNDji Lupa…sebab kalAU BUta…seingat Saya Hendarman Cuma Pakai Kacamata doang…gak buta…(kalau saya salah tolong dikoreksi)…tapi…8dk juga dapat mengerti…karena pada masa itu Hendarman Supandji berada di Bangkok…maka jelas Ia  agak kurang peka (atau pura-pura tidak peka…sebab sebelumnya ia adalah Kepala seksi penanggulangan tindak pidana umum intelijen Kejaksaan Agung ) untuk sumber..bisa dilihat di http://www.indopolitik.com/tokoh/hendarman-supandji.php…

Sayangnya ia tidak mengatakan Secara UTUh bukTI-bukTI apa Yang telah ia Baca…ataU ia Hanya Membaca Laporan Anak buaHNYa tanpa MEngkritis Laporan Tersebut ??? entah…silakan Anda Tanya Sendiri….

3. Mengaca pada kasus Suap Yang melibatkan Jaksa Urip Tri Gunawan PTPK (pelaku tindak pidana korupsi)..secara utuh masyarakat melihat…BOHONG BESAR apabila Kemas YahYA RahMAN tidak TERLIBAT samA SEKAli…Tapi…bolEH Jadi UcapAN keMAsyAHyARAhman yang akan…MEmotONG kepalA..(ditujukan kepada Urip Tri Gunawan PTPK)…memBUat NYali HendarmaN SUpanDJi Ciut..sehINGga tidak MEMPerkarakAN Kemas Yahya Rahman…

Nah..ALHASIL..Apabila dENgaN Kemas YAhYA RahMAN saja HEndarman SUPAndji Sudah TAKUT…apalagI dengan TOMMY SoeHARTO…Siapa Sih di Republik ini Yang bisa Memungkiri…dengan  UANG dan KAPITAL SOSIAL yang Ia MIliki…jangAN-JanGan TOmmy bisa MEmbeli Satu Keluarga Hendarman Supandji…Termasuk menjUalnya Ke Pembunuh Bayaran…Masuk Akal kan???

Tapi….secara tragis..8dk juga tidak dapat menertawakan KETIDAKBERANIAN HENDarmAN SUPAndjI…sebab…Kepala SUku di KAbinET INdoNEsia BErsatu saat ini…Yang jelas-jelas dipilih langsung oleh Rakyat INdonesia (tarolah sebagian kecil) Gak berani melawan PENgusAHA yang jelas-jelas salah…

Mau BUkti…Lihat aja LUMPUR LAPINDO…KasuS BUMI Resources, Tbk…dll…O..ya kalAU gak SALAH kepala SUKU henDARMan ITu namaNYA SBY…Si Butet Yogya kali ya…Kalau si BUtet Yogya…ya wajarlah…

Sekali lagi 8dk awam tentang HUKUM…maka apa yang dikatakan oleh Hendarman SUpanDJI tentang BUkti-bUkti Hukum…tak mungkin 8dk lawan…tapi MOHON apa YANg diraSakan oleh ParA PEtanI cengKEh…juga dapat dirasakan oleh HENdarmAN SUPAndjI (atau jangan-jangan bawahan ANda sudah dibeli pula…toh kasus UTG sudah Kelar…ha..ha…ha…ha….32 tahun…)….BEREMPATI LAH sedikit…walaupun seumur hidup ANda tidak bersentuhan dengan PARA petANI cENGKeh TersebUT..

Saya tidak tahu…apakah masyarakat banyak dapat menolak keputusan ini…kalau Ya…mohon  Partai Gerindra Mempelopori…sebab Partai Gerindra berjanji akan MEMBELA PETANI…nah..bagaimana???? Selain itu..kalau terpaksa bertarung Head 2 Head…Tommy Soeharto dan Prabowo Subijanto…maka saya yakin rakYat Banyak AKan memilih PrabowO…

SUdahlah Tinggalkan SBY yang PLIN-PLAN dan Takut dengan ABurIdzaL Bakrie dan Jusuf Kalla…atau HEndarMAN SUpaNDJI…yang dalam Ketakutannya tergerAK menjADIKAN SBY sebagai INSPIRATOR…maupun MODEL bagi dirinya dalam bertindak…

SEMoGa PraBOWo SubijanTo, baik secara pRIBAdi maupun bersama-sama PartaI GErinDRA…terGErak UNtuk MEmperTanyAKan keputusan  Kejaksaan Agung…yang sEKALIGUS merupakAN salAh Satu PEmbuKTIAN…pemENUHAN JANJI diriNYA dalam MEmbeLA PARa PEtani…Semoga….

<a href=”http://www.lintasberita.com/submit.php?phase=2&url=https://belajardarikecil.wordpress.com/2008/11/10/hendarman-takut-tommy><imgsrc=”http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png&#8221; /></a>