Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Arsip untuk Kemas Yahya Rahman

“Ternyata Tidak Hanya Kapolri yang HILANG”

Kembali, Susilo Bambang Yudhoyono, kehilangan salah seorang pembantunya…apabilla pada masa pemerintahan awal, ia sempat kebingungan dengan keberadaan Jusuf Kalla….(silakan disimak dan diingat sekitar satu atau dua tahun yang lalu)…kini, beliau kehilangan KAPOLRI…

duh….ANehnya…keributan itu benar-benar menjadi berita di dunia maya dan dunia nyata….8dk gak mau ambil pusing, tapi sialnya, saat mau beli makanan tuk ta’jil tadi…sempat dengar celetukan…

Paling-paling dia lagi ngasih makan piaraannya, babi-babi, sekarang kan orang pada ngejauh, namanya juga Ramadhan awal, para pekerja peternakan babi pada ngindarin yang najis-najis….

Kaget,kagum, dan tersenyum, sebab, kehilangan kapolri, bisa merusak nilai puasa seseorang…entah…mudah-mudahan SBY dapat memberi penjelasan tentang “RAIBNYA Om Bambang Hendarso Danuri, minimal untuk mengapresiasi berita di detik, aneh apabila kapolri main sembunyi-sembunyian, apa bedanya Kapolri dengan Teroris…hayo!?

Satu hal penting yang menurut saya tidak perlu dijelaskan kepada khalayak ramai oleh Susilo Bambang Yudhoyono, adalah perihal kehilangan kepercayaan dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia, sekalipun dipilih secara mayoritas oleh publik.

Mau bukti, coba cermati, kenapa Susilo Bambang Yudhoyono tidak berani mengganti Hendarman Supandji padahal Kemas Yahya Rahman, Urip Tri Gunawan adalah prestasi FENOMENAL dari Hendarman?

atau…..

Kenapa SBY tidak berani MEMAKSA Kapolri MENELITI, MENYELIDIKI REKENING PERWIRA TINGGI POLRI?

Mudah-mudahan kita, masyarakat Indonesia, di bulan Ramadhan ini semakin dapat membangun diri kita, dan mari kita niatkan untuk tidak menyandarkan diri ke pemerintahan SBY, yang secara terang-terangan, tidak pernah Berpihak kepada kita semua, semoga Susilo Bambang Yudhoyono dan para pejabat pemerintah yang membiarkan masyarakat wafat karena pembiaran berlarut-larut ledakan tabung gas 3 kg diazab oleh TUHAN YME, minimal bau kemaluan beliau semua, seperti bau gas, tujuh turunan, amin, dan apa yang ada di semesta alam, ciptaan TUHAN YME, berubah menjadi racun yang akan menggerogoti akal sehat beliau semua, amin, sehingga ketika mereka telah berhenti menjabat, mereka semua beserta keturunan mereka, menjadi gila…

Insya ALLAH, kalau doa ini dikabulkan, Indonesia akan kembali dicatat oleh sejarah, sebagai negara yang paling banyak menghasilkan orang-orang gila  setelah mereka menjabat, amin, dan semoga hal ini akan menjadi pelajaran untuk mereka yang berniat (baik niat baik maupun buruk) untuk memerintah masyarakat Indonesia, amin.

Gerakan Moral : Dukung Godzilla bertindak ksatria….Cicak Vs Buaya dan Godzilla (Tag Team)

Masih terkait upaya KPK….Koruptor Pembasmi KPK (itu dari Republik Mimpi atau apa ya…yang jelas ini nyadur….) alkisah…dianalogikan pertarungan antara Cicak Vs Buaya….

Cicak mewakili KPK (kali ini komisi pembrantasan korupsi) dan Buaya (Insya 4JJI dinisbatkan oleh anggota POLRI…inisialnya silakan dicari via detik.com, kepada POLRI…)….

Pertarungan antara Cicak Vs Buaya…sejatinya adalah pertarungan yang memilukan …sebab…logika begonya…

Buaya tidak akan kenyang kalau cuma makan seekor cicak…bahkan …secara alamiah, kemungkinan mereka bertemu untuk bertarung berhadap-hadapan…sangat sulit terjadi…kecuali….

Mari kita cermati….Cicak..identik hidup di pohon, dinding rumah, dan sebagainya…intinya, sepengetahuan awam saya…cicak tidak mungkin berjalan di lantai atau tanah, kecuali ia sedang jatuh tidak sengaja, menjatuhkan ekornya untuk kamuflase, dan atau memang sedang mengejar mangsa…sejatinya…sekalipun kecil, cicak terbiasa bermukim di tempat yang lebih tinggi daripada buaya….

Buaya….seingat saya…tidak bisa memanjat….biasa hidup di rawa-rawa, muara sungai dan beberapa (sebagian kecil) hidup di laut…(masih wilayah muara)…Nah …buaya..biasanya berjemur di atas tanah atau rawa, sementara cicak, berjemur di dinding…di ketinggian pohon, serta tempat yang relatif tidak mungkin terjangkau oleh buaya…


“DOMESTIFIKASI BUAYA”


Berdasarkan pemahaman awam saya tentang kedua binatang tersebut…maka pertemuan antara keduanya…dapat dimungkinkan secara aktif atau berkelanjutan apabila sang buaya dikandangkan, kandang tersebut dilapisi dinding, dan cicak pun akan bersarang….

Maka…akan sangat terlihat lapar (kalau kata “bodoh” terlihat sangat halus hingga tidak mungkin mewakili aktivitas ini) apabila Buaya yang besar …berusaha memakan cicak yang kecil…apabila kebutuhan seekor buaya 20 kg daging perhari, maka. minimal ia butuh 200 cicak, itu pun dengan asumsi satu cicak gemuk berbobot satu ons….


Kalau tidak, berarti effort yang dilakukan si Buaya…hanya akan ditertawakan oleh binatang-binatang lain…sebab, ia harus menakut-nakuti cicak, agar si cicak kehilangan keseimbangan, menjatuhkan ekor, bahkan terjatuh ketakutan karena melihat wajah Buaya yang…amit-amit…seram euy…

Sementara….Bagi cicak yang mati terbunuh oleh Buaya…selain bisa disebut sial, ia juga dapat berbangga hati…karena ia mati melawan binatang yang lebih besar…Ia boleh bangga sebagai ksatria, bukan sebagai pecundang utuh…sebab…ketika si Cicak menantang Buaya..jelas cicak tersebut memiliki kesaktian di atas rata-rata cicak yang lain…

SEKARANG…biCarA GOdZilla….

menurut informasi yang 8dk dapat dari wikipedia….

(bukan hendarman supandji)

Godzilla adalah adalah monster fiksi dalam film Jepang dan telah menjadi salah satu karakter film paling terkenal sepanjang masa. Ia pertama kali tampil dalam film Gojira1954 yang diproduksi oleh Toho Film Company Ltd yang sampai saat ini (2006) telah menghasilkan 28 film Godzilla….

Jelas..bahwa Godzilla…memiliki kesan mendalam bagi Hendarman Supandji,bahkan… ia berani membawa Buaya dari alam nyata…(ketika Polri dan Kejaksaan bergabung)…menjadi Godzilla…ke alam fiksi….

Apa yang dapat saya pelajari di sini adalah :

1. Hendarman Supandji sadar betul bahwa secara fisik, ia kecil, pendek, terlihat lemah, dan lain-lain…maka ia memimpikan dirinya besar, tinggi, perkasa seperti (misal) SBY…cuma apabila ia menisbatkan keinginan dirinya seperti SBY langsung…pasti deh ia akan ditertawakan…oleh karena itu ia memakai analogi Godzilla, monster yang besar, kasar, dan memiliki nafsu membunuh…dan ia menganeksasi buaya..semata-mata guna memastikan bahwa keganasan buaya itu belum seberapa bila dibandingkan dengan keganasan dan kedigdayaan Godzilla.

2. Berbeda dengan para IBO di MLM mana pun. yang selalu bermimpi positif tentang kehidupan mereka di masa akan datang, bagi Hendarman, kenyataan dirinya tidak berani melawan atau memberi hukuman tegas kepada Kemas Yahya Rahman, Urip Tri Gunawan, Wisnu Subroto….terutama karena KYR lebih senior….atau ada sesuatu atau seseorang di belakangnya…maka…untuk berdamai dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut…ia berusaha menganggap apa yang ia lakukan, ada di ranah fiksi…jadi…Hendarman Supandji saat ini, lebih beraksi seperti Harry Potter, atau Gulliver…Peter Pan….tokoh fiksi, kehidupan fiksi…adalah TOLOL bin BODOH…kalau kita berharap banyak ia akan memperbaiki Kejaksaan …sebab yang ia rasakan…ia hidup di alam fiksi “kejaksaan dan Indonesia” bukan di alam nyata..duh….Jadi…mimpi Hendarman Supandji adalah saat ini..maka… jangan heran..apabila pembicaraan yang ia keluarkan terlihat seperti orang mengigau….


3. Hendarman Supandji memahami, bahwa ia tidak boleh kalah langkah dibandingkan dengan BUAYA dari kepolisian…terutama setelah beberapa mantan jaksa…tidak bisa lari dari kenyataan…mereka tersangkut kasus pidana…Ia mengkompensasi ketidakberanian dirinya menghukum Esther Tanak ( Jaksa Narkoba) dengan mengatakan ke Korps Kejaksaan…saya berani dan dapat mengambil momentum…tuk menaikkan citra kejaksaan…ha..ha..ha..ha…

4. Akhirnya…kembali kepada muara dimana letak kepemimpinan akan diambil…Kejadian ini, tetap menampakkan rivalitas pengaruh atas Kepolisian dan Kejaksaan…dan Hendarman Supandji menang…

tinggal SBY gigit jari…justru di saat ia ingin dianggap berkuasa…ternyata…dua orang bawahan langsung di bawahnya …

Bahkan salah seorang pengacara …sudah Pretend to be RI-1…Apakah SBY tidak menyadarinya….????

Tentu…dalam keheningan …SBY akan mengakui keterbatasan ini…dan dalam keheningan…SBY pun mengakui bahwa dirinya bukanlah pribadi yang tegas sebagaimana pencitraan yang slalu ia ingin tampilkan di publik…Ia besar, tegap, tinggi…dan ia pun Peragu….selamat ya pak SBY!!!!!!!!!!!!


PENUTUP

Akhirnya harus diakui, Hendarman Supandji lebih mengapresiasi budaya Jepang dibandingkan budaya bawaan orok dirinya (Jawa)….maka dengan segala kerendahan hati….pengetahuan dia akan kekuasaan yang ia miliki …dan melekat di jabatannya…serta kesadaran dirinya yang memiliki keterbatasan-keterbatasan hingga ia tidak berani menghukum Kemas Yahya Rahman, Urip Tri Gunawan, Wishnu Subroto, Esther Tanak, yang nota benenya anak buahnya…tapi secara faktual boleh jadi memiliki Godzilla di belakang mereka…merefleksikan bahwa ada amanat yang tidak paripurna ia tunaikan….

Dan 8dk percaya….karena ia adalah seorang Ksatria…maka kepengecutan dalam dirinya …akan segera hilang….dan sebagai ajang penebusan dosa tersebut…di budaya ksatria Jepang …dikenal HARAKIRI….mudah-mudahan Hendarman Supandji, dalam waktu dekat…dapat menunjukkan kepada kita…bahwa ia pun seorang ksatria…mungkin karena ia bukan orang Jepang, tidak memiliki samurai…satu butir peluru yang ia tembakkan dengan tangannya sendiri, dibenamkan di kepala…sudah cukup menggantikan fungsi dan keberadaan samurai…

Hendarman Supandji…kami yakin ada ksatria…kami tunggu….bukti keksatriaan Anda…..

Terima Kasih….

Dukung Hendarman Supandji…Sebagai Cawapres pendamping Capres SBY….

…dari tetangga sebelah….(Fesbuk)

Disclaimer

1. Tulisan ini ditujukan kepada pembaca yang cukup memiliki kedewasaan literasi, apabila ada yang belum, sebaiknya Anda belajar banyak dari Rama Pratama…yang bisa bikin hidup lebih hidup dengan bercanda…

2. Mohon maaf, saya tidak menemukan alamat Hendarman Supandji yang saya dukung dalam facebook, alhasil saya mentag om Kemas Yahya Rahman..semoga Om tidak keberatan memberitahu ke Om Hendarman tentang dukungan saya bagi dirinya…

Banyak orang bilang…SBY akan kembali berpasangan dengan JK….ada paranormal yang bilang…SBY mungkin akan berpasangan (sebagai cawapresnya) dengan perempuan..yang secara gossip (di gosok makin sip) merujuk ke Mbak Ani…(Menkeu ..Sri Mulyani)…nah…bagi saya ..yang paling tepat untuk mendampingi Om SBY…bukan Mbak Ani…bukan Om JK ..bukan juga Om HNW…tapi …ia adalah Om Hendarman Supandji…(Jaksa Agung)…berikut pijakan bodoh saya…(baca : logika bego atau logico phallussophya)…

Hendarman Supandji adalah sosok yang amat sangat berprestasi selama menjabat Jaksa Agung…berikut catatan prestasinya :

1. Terbongkarnya kasus Urip Tri Gunawan… dalam kasus ini…terlihat Jaksa Agung tidak hanya reaktif, tapi juga protektif…secara ideal, karena jaksa adalah “penuntut” yang paham tentang hukum…selayaknya ia meng”endorse” ke hadapan pengadilan agar Urip Tri Gunawan dihukum mati..nyatanya tidak.. apa keuntungan bagi SBY di sini…


a. Keuntungan “kenyamanan” dalam melakukan pelanggaran hukum, dengan hukuman minimal…dengan kata lain..pada masa 2009 – 2014 …apabila ada pelanggaran hukum contoh sederhananya korupsi..maka apabila pelanggar berasal dari “kaum” incumbent..ia bisa “dipastikan” hanya akan menerima hukuman yang minimal..atau maksimal tidak melebihi Urip Tri Gunawan..


b. Keuntungan “kestabilan perilaku korupsi dan koruptor” di lingkaran dekat Incumbent…Proses politik adalah proses yang mahal, maka secara ekonomi…hitung-hitungan politis yang menggarisbawahi …balik modal…dapat mengemuka…Nah..karena Hendarman Supandji adalah orang yang mengerti hukum…ia dapat memberikan advis-advis penting…bagi calon koruptor maupun koruptor agar “selamat” dalam melakukan korupsinya…

2. Masih dalam kasus UTG…ketika terbuka… adanya komunikasi via telpon antara Arthalyta Suryani dengan para petinggi Kejaksaan Agung…seperti Om Kemas Yahya Rahman…Jaksa Agung..langsung mengangkat Om Kemas Yahya Rahman (dan salah satu rekannya) sebagai “staf ahli” Jaksa Agung…apa yang patut kita banggakan di sini adalah :

a. Om Hendarman Supandji adalah orang yang tulus…ia mengakui bahwa apa yang terjadi menunjukkan ada kelihaian yang dimiliki oleh aparat kejaksaan agung…dan ia tidak malu “untuk belajar dari mereka”

b. Ingat Habibie…beliau adalah seorang pembelajar…ketika ia jadi Presiden…ia belajar ekonomi..alhasil enam bulan ia menjabat…ia tidak canggung bicara ekonomi di Metro TV..dan runut…jadi..kita akan terbantu kalau kita punya wapres yang juga pembelajar…

c. Om Hendarman juga secara jujur mengakui bahwa ILMU adalah hal yang mahal, dan harus ditransfer ke penjuru dunia..maka Om Kemas sempat menjadi tim ahli (konsultan…atau pengawas…? maaf saya lupa detailnya…) bagi para jaksa di daerah dalam hal “penindakan kasus korupsi”…hal ini semakin mengukuhkan bahwa Om Hendarman Supandji yakin..bahwa ilmu Om Kemas Yahya Rahman amat tinggi dan mahal..sehingga sayang disayang kalau orang internal Kejaksaan gak punya itu ilmu..

3. Kasus Jaksa Dara Veranita dan Esther Tanak

Nah..kita lihat di sini..Om Hendarman Supandji memiliki rasa kesetiawanan korps yang baik…jadi ..Jaksa Veranita dan Esther Tanak..dapat bebas menghirup udara segar sekalipun tertangkap karena dugaan jual beli alat bukti berupa narkoba…

Apa keuntungannya bagi SBY….???

a. apabila ada kasus seperti ini…maka Hendarman dapat dengan mudah (dengan pengaruhnya nanti) memberikan “kebebasan” bagi para tersangka koruptor…sehingga mereka dapat bebas menghirup udara segar..tentu koruptor di sini..harus berasal dari lingkungan incumbent…bukan dari opposan

b. Apabila dirujuk ke Kasus Lumpur Lapindo..yang dikembalikan ke “bencana Alam” maka para pengusaha yang dekat dengan incumbent akan berjaya..sebab mereka dapat menghemat budget, dan kalau itu hasilnya ada “bencana”…dengan segala semangat membela korps yang ada di Hendarman..ia akan membela para pengusaha tersebut..untuk “menjadikan bencana yang boleh jadi karena kelalaian manusia..menjadi bencana alam…Uenak Tenan……

c. Paling parah dan manis adalah…belajar dari Pengalaman Urip Tri Gunawan, Kemas Yahya Rahaman, Esther Tanak dan Dara Veranita…ketika ada seorang warga negara Indonesia..yang tiba-tiba saja secara bercanda meledakkan dirinya di Gedung Putih…Om Hendarman dapat dengan segera membela tindakan orang tersebut minimal dengan salah satu dari pernyataan di bawah ini :

i. “kami tidak dapat mengontrol pilihan-pilihan apa yang dilakukan oleh individu..bahkan Agama pun belum tentu dapat mengontrolnya”

ii. “tindakan itu keji, kami turut berduka cita bagi korban…dan kami akan “mengusut tuntas” (mohon dirujuk ke butiran-butiran pasir sebelumnya…) kasus ini.

iii. “pilihan individu tersebut, terlepas dari amarah atau canda..itu adalah pilhan individu…dan tidak ada yang dapat mengontrolnya hingga tataran optimal..” dari i, ii, dan iii, secara “pertanggungjawaban moral” pemerintah dapat di terima..(tul gak!?)


Terakhir..mengingat krisis ekonomi yang melanda…maka pengangkatan Hendarman Supandji dapat mengintrodusir dan menginspirasi

“Legalize Drugs for Sustainable Economic Growth” …

Terus terang…dari pengamatan saya…saya yakin banyak uang bertebaran di bisnis napza…dan keberpihakan Hendarman Supandj bagi Esther Tanak dan Dara Veranita…dapat dijadikan modal awal bagi “pelegitimasian bisnis narkoba sebagai alat untuk menjaga kestabilan keuangan negara di luar pajak dan bahan bakar minyak”…dan …apabila Narkoba dirujuk kepada Cannabis Sativa…yang dapat tumbuh di mana saja..maka tiap-tiap orang Indonesia dapat dengan cara sederhana mengeruk keuntungan ekonomi dari penanaman ganja di kebun atau halaman rumah mereka masing-masing

Jadi..bagi teman-teman yang kebetulan bermain di bisnis narkoba (atau minimal pengguna…) atau mereka yang pro ekonomi kerakyatan..dan ini tetap mendukung program Pro Growth, Pro Poor dan pro – pro yang lain yang pernah diusung SBY…please bantu saya..dukung Hendarman Supandji sebagai Cawapres bagi SBY…plizzzzzzzzzz

Lalu bagaimana dengan cacat-cacatnya…???

Maaf, yang saya utarakan ini adalah pertimbangan prestasi..sebab saya tidak melihat ada cacat dalam prestasi Hendarman Supandji.serta tak ada gading yang tak retak..dan tulisan ini tidak membahas masalah pergadingan…

Om…Tante…tak ada manusia yang sempurna..maka memilih Hendarman Supandji..boleh jadi bagian yang terbaik..demi memuliakan kita semua…Ingat ketika semua orang bertindak bathil…maka kebathilan sudah tidak menjadi hal yang berbahaya (Al “Aadatu-l-Muhakkamah…: mohon dikoreksi kalau istilah ini salah)

Mari..dukung Hendarman Supandji sebagai Cawapres bagi SBY (Ini karena elektabilitas SBY yang amat tinggi) demi “ekonomi kerakyatan yang berbasiskan budi daya narkoba

” Hidup Hendarman Supandji!!!!!