Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Archive for Kondom

DPR Pemalas!!!???

Metro TV …

metro hari ini pada paruh pertama…

menampilkan tinjauan berita tentang Kemalasan Anggota DPR untuk menghadiri sidang …yang jadi bahan rujukan adalah (atau mungkin dibaca; terutama…)sidang paripurna hari ini yang hanya dihadiri oleh 70-80 orang.. ..

Metro TV juga menampilkan Om Gayus T Lumbuun dari DPR (anggota badan kehormatan) dan Om Sebastian Salang dari Formappi (?)

Alkisah …pada saat dialog berlangsung…

Om Gayus bilang bahwa  tiap-tiap rapat di DPR memiliki nilai tersendiri, ada yang tinggal mensahkan dan ada yang juga pada tahapan memutuskan…

Pada tahapan memutuskan ini, diupayakan kuorum…

Menurut Gayus …masyarakat perlu diberitahu, bahwa ” seakan-akan” tidak semua rapat di DPR RI harus dihadiri oleh Anggota Dewan Yang Terhormat (atau maaf; gilahormat?)

atau dengan kata lain…bagi Badan Kehormatan DPR RI…apabila rapat atau sidang itu biasa-biasa saja…kehadiran anggota dewan saat itu adalah pilihan (mohon dikoreksi bila pencerapan saya ini salah)

Bagi Sebastian Salang…ketidakhadiran anggota dewan pada sidang atau rapat…ia asumsikan mewakili satu dari dua hal…

hal pertama terkait dengan sikap politis anggota dewan yang tidak hadir…

dan yang kedua…malas…

Sebastian Salang lebih menitikberatkan asumsinya pada Kemalasan…

Secara pribadi, 8dk termasuk orang yang memperhartokan (baca: mempersetankan) tingkat kehadiran anggota dewan…

pijakannya sederhana…

8dk  dan banyak pembaca…yang benar2 kerja keras dan tidak mengharapkan gaji dari negara tapi tho bayar pajak untuk negara…dan gak ambil pusing karena memang gak ada pemasukan kalo “ngurusin” anggota dewan..

Lha wong kita cari makan dengan ketrampilan kita masing-masing …dan Mudah-mudahan ketrampilan kita tidak termasuk membohongi rakyat…(amin)…

Bagi Metro TV dan Sebastian Salang…terlihat keluhan yang dikemukakan adalah tingkat kemalasan tersebut, seringkali mengganggu proses pembuatan undang-undang hingga pengesahannya...

sementara bagi Om Gayus T Lumbuun, keberhasilan pengesahan Undang-UNdang oleh DPR yang mencapai  60% dari target adalah SUATU KEBERHASILAN….

Terus terang…seingat 8dk…ketika seorang caleg dipilih untuk jadi Anggota Dewan…yang jadi pokok pekerjaan dia adalah Budgeting, Monitoring, dan Legislasi…yang kesemuanya di mata kita-kita…mereka adalah orang yang berkantor dan mau gak mau harus datang setiap hari ke kantornya…

atau minimal secara sederhana…

“lu dibayar untuk ngantor di DPR…titik..loe kerjain dah apa yang jadi kewajiban lu…termasuk kehadiran fisik…saat rapat dll..inget..gw, tukang becak, kaki lima yang bayar retribusi, hingga pengusaha yang bayar fiskal..itu ngebiayain lu…kalo lu males-malesan …mendingan mati aje lu…..daripada uang buat biayain lu ongkang-ongkang kaki…mendingan buat nguburin lu…itu mah dah kewajiban”

Secara sederhana…logika  begonya…kehadiran di rapat apa pun itu adalah kewajiban dari pekerjaan mereka dan kita gak mau tau…

lha wong mereka dibayar kok…tho kalo ke konstituen…ada masa reses…tho kalo mereka begadang bikin Undang-Undang…itu memang dah kerjaan..ada uang rapatnya lagi…..sapa suruh NYalEg…

Jadi…euphemisme tingkatan rapat…tanpa disadari dapat membodoh-bodohi masyarakat dan mensosialisasikan “Bolos pada tempatnya adalah hal yang manusiawi”

entah di mana pijakannya ..yg jelas bagi 8dk…memilih Caleg…maka Caleg itu dah tau kerjaannya dan gak boleh bolos tuh caleg….kecuali dia lagi kabur dari simpanannya atau lagi kabur dari KPK…ya..terserah deh…paling 8dk coba bantu doa…biar cepet ..amen...

Lalu bagaimana dengan “sikap politik”…

Secara pribadi…sebagai orang awam politik (cuma s4 ngerasain di Kampus doang..jaman forsal, forkot, kbui) 8dk melihat wajar apabila ketidakhadiran seorang politisi sebagai sikap politik…

tetapi ia harus mengkomunikasikan dan menegaskan bahwa ia memilih tidak hadir karena :

a.beda pendapat,

b. menentang apa yang akan diputuskan,

c. melihat apa yang diputuskan bertentangan dengan kebutuhan masyarakat,

d.dst,

e.dst

Hal ini penting mengingat :

1. ia dipilih oleh ratusan bahkan mungkin ribuan atau puluhan ribu orang,

2. Ada orang yang kejebak sebenarnya memilih orang lain, tapi karena suara dia paling banyak, suara ke calon lain…”dihibahkan” ke diri dia

3. nah ini paling penting…bahkan orang yang anti dia pun, selagi  pernah bayar pajak, melalui pajak apa pun juga, harus dianggap berkontribusi untuk pembelian celana dalam dia, pil kb dia, kondom dia hingga biaya untuk sekolahin anak mereka di Luar Negeri…minimal selama lima tahun masa mereka mengabdi…

Lha..gimana kalo memang mereka dah kaya dari sebelum jadi anggota dewan..gampang…tinggal declare…bahwa

Gua Kalo Jadi anggota dewan..itu uang gaji, tunjangan, dll..gua balikin ke sekretariat.dewan..gw balikin ke negara deh!!!.gw dah ada perusahaan, gw dah ada deposito, portofolio berjibun…

tapi declaration ini gak Ngehalalin dia bolos…

cuma ia selamat, karena beli Kondom dari uang sendiri, titik.

Nah..seharusnya MUI buat fatwa haram bagi Anggota DPR yang malas, mangkir kerja…bahkan fatwakan darah mereka halal, mungkin dengan jalan “ketabrak mobil kek, Mobil mereka terjun dari jembatan layang”, atau tiba-tiba jantung kambuh karena bolos lebih dari tiga kali…(amien)

baru itu bisa dibilang MUI bertanggungjawab atas fatwanya…

Fatwakan juga..bagi Anggota DPR yang beragama Islam…ketauan Serong, Korupsi, Malakin orang…untuk dihukum rajam, bunuh, hukuman mati…atau minimal hukuman Harus Pindah Agama…terserah deh (itu pun kalo ada agama lain yang nampung…tapi saya yakin…agama lain pun menajiskan tralala trilili anggota dewan tersebut…)

Akhirnya…9 April 2009 …

Anda dapat memilih …untuk tetap memilih…

atau memilih untuk tidak memilih…

Insya 4JJI…apabila Anda berserah diri kepada TUHAN YME…

sesuai dengan agama Anda masing-masing, dan telah memacu logika Anda hingga maksimal dalam memutuskan memilih atau tidak memilih…

dan niat Anda baik…semoga Anda diberkahi..dengan apa pun  itu pilihan Anda……

Jadi…

Masih ada masalah dengan Golput???

(he..he..he..)

lintas..beritakan…

Advertisements