Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Arsip untuk KPK

IS A CORRUPTOR A MONEY MAGNET!!!???

Ini adalah curhat, 8dk, atas kenyataan yang terjadi saat ini, ini bukan sok suci, karena menurut keyakinan 8dk, tidak ada yang suci kecuali YANG MAHA SUCI, jadi, siapa pun yang membawa jamban selama ia hidup, tidak mungkin suci.

Gimana gak curhat, pada zaman dahulu kala, 8dk mengenali Milana Anggraini, istri Gayus Tambunan, sebagai mahasiswi yang pekerja keras. Hampir setiap Pekan Raya Jakarta, Rani ikut menjadi penjaga stand, menjaga stand dari Departemen tempat sang Bunda bekerja…dan lebih miris lagi, anak pertama Gayus – Rani, sempat saya timang-timang, di rumah Mama-nya Rani, Ahmad Gagah Gattuso…Lebih menyedihkan, seingat saya, pada zaman dahulu kala, ketika Rani (mudah-mudahan  saya tidak lupa, kalau saya lupa, mohon Rani dan atau Gayus dapat mengoreksi saya) saya tanya alasan memilih Gayus – lebih kurangnya – karena Gayus anak yang taat (baca: Anak Musholla)

Itu baru hal pertama, hal kedua, Dhana Widyatmika, Lelaki di Pintu Surga secara mengejutkan, ternyata, adalah Kakak ipar dari mantan pacar 8dk, yang mungkin karena telah merasa dekat dengan surga, pernah mengajak keluarga inti istrinya, sekeluarga jalan-jalan, membahagiakan orang lain, sungguh, pribadi yang suka berbagi…Sedihnya, uang yang digunakan, boleh jadi dan atau ternyata…berasal dari tempat yang tidak jelas, korupsi atau cuci uang, dan maaf, lagi-lagi, ini yang membuat tambah sedih, lagi-lagi anak manusia yang diidentifikasi dekat dengan surga (bandingkan dengan Muhammad Al Amin Nur Nasution)

Saat ini, satu keluarga besar Dhana dan Istri, tidak bisa lagi bersatu dalam satu rumah, dan yang paling menyakitkan, sudah sering kita mendengar issue, bahwa hal ini hanya sebagai pembuka  “dinar dan dirham” bagi para penegak hukum, aparat yang keparat dan bangsat!!!, bukan untuk tujuan mulia, membersihkan Republik ini dari Koruptor…Apa dasar, kalau memang mau membersihkan, Gayus, Rani, Dhana, keluarga besar, kenapa tidak ditelusuri secara utuh!!!??? SE74N!!!!!!!!!!

Terakhir, ini lebih mengerikan, di kampung kami yang sunyi, hanya dilintasi oleh jalur lintas sumatera, sudah terdengar, bahkan memang tengah menonton, seorang anak manusia, yang saat ini bekerja kabarnya di Kantor Bea Cukai Sumatera Utara (atau Medan?) membenahi keluarga besar diri dan istrinya, dengan kemewahan. Bahkan, dalam satu acara keluarga, sang istri dengan bangga, mengatakan, bahwa, ia secara rutin membawa sang anak jalan ke Medan, atau ke tujuan Mana pun, guna bertemu dengan sang ayah, secara bergiliran…Ia mengatakan kepada salah seorang anggota keluarga,kurang lebih begini…gimana ya, memang kita tidak pernah tahu, siapa yang mengirim, tiba-tiba saja ada uang (siluman) di rekening…lho…kok bisa…Sekadar illustrasi, tahun 90-an, sang suami, selalu aktif mengingatkan saya, untuk menunaikan shalat,  MAHA SUCI ALLAH SWT, yang MAHA membolak balik hati manusia….

Nah, bagaimana dengan Angelina Sondakh, mungkin kah almarhum suaminya terserang jantung karena mengetahui kelakuan sang istri? bukan karena sekadar serangan jantung yang bisa terjadi karena kurang pemanasan sebelum Futsal? hanya TUHAN YANG MAHA KUASA, YANG MAHA TAHU, dan dokter senior di RS Fatmawati yang bisa bicara…

Nah, kembali ke Money Magnet, mari kita ingat, ketika M Nazarudin, sang Triliuner, bahkan mengingatkan Sang Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono, UNTUK TIDAK MENGGANGGU ANAK ISTRI-nya…Menarik bukan…KORUPTOR, tidak hanya menjadi MONEY MAGNET bagi para APARAT PENEGAK HUKUM, PENGACARA, melainkan juga hingga PRESIDEN…betapa gila negeri ini…betapa nista apabila PRESIDEN kita bertindak seperti ini….mengutip kata-kata ASTERIX…Amit…Amit……….

Apakah betul, apakah ini yang dimaksud dengan Banyak UANG bisa beli TEMAN, Ada UANG bisa “pakai” mulai dari pelacur hingga penguasa!!!..Duh…pertanyaan lanjutan adalah, Apakah ini MONEY MAGNET, korupsi, kemewahan???  Apakah ini harus dijawab oleh para kondektur yang berteriak GAYUS, GAYUS, DHANA, DHANA, ketika mengingatkan penumpang untuk turun di Halte Pajak di Jakarta, atau oleh PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO???

AKhirnya, dengan Segala Kerendahan Hati, mari kita terus meminta kepada ALLAH SWT, TUHAN YME – DENGAN NAMA APA PUN BELIAU DISEBUT – …Apabila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, juga telah menganggap KORUPTOR sebagai MONEY MAGNET, MEMBERI KARPET MERAH untuk mereka yang MELARIKAN UANG RAKYATKita doakan, semoga keturunan beliau – minimal tujuh turunan – memiliki penyakit yang memalukan – apa pun itu penyakitnya – dan pada tiap-tiap keturunan tersebut, memiliki – minimal – bau badan, bau nafas, yang buruk, membuat orang lain merasa ingin muntah, hingga radius 1 mil laut dari keberadaan yang bersangkutan (alih-alih, bau lumpur lapindo saja bisa terasa hingga radius tertentu)…Amin..

Dan, mari kita tetap bersyukur, bahwa masih banyak orang Indonesia, Jutawan yang jujur, tidak korupsi, pegawai yang jujur, bersih dari kolusi, mereka-lah sesungguhnya MONEY MAGNET, bukan para koruptor…Keberadaan mereka yang sedikit, ternyata mampu, meluluhkan hati TUHAN YME, hingga hanya menurunkan azab sedikit demi sedikit ke bangsa dan negara Indonesia, but, the main problem  to be solved is, sedikit demi sedikit, lama – lama jadi bukit…jadi…Entahlah..

Mari, kita belajar bersyukur, untuk selalu terukur, dan diukur oleh Sang Maha Pencipta, sehingga, tidak tergiur, menjadi kaya, dengan jalan semena-mena, semoga ALLAH SWT, TUHAN YME, memberikan kekuatan kepada kita, menjaga kita, tetap menjadi pribadi yang bersyukur, berupaya maksimal untuk menjadi kaya – karena ketika kita kaya kita dapat lebih banyak berbagi – dengan upaya – upaya yang halal…

Untuk Gayus, Dhana, Teman sekampung saya mungkin jadi tersangka (maaf, untuk tidak lanjut, semua urusan KPK, dan maaf, bohong besar kalau semua orang KPK adalah suci…) Semoga ALLAH SWT, melaknat cukup pada Anda, istri Anda, yang sangat mustahil, tidak tahu pola pencaharian rezeki Anda, tetapi, 8dk yakin, Anak-anak Anda, akan diselamatkan oleh ALLAH SWT…bukan oleh Anda, istri Anda atau harta Anda…Semoga

Memakzulkan Susilo Bambang Yudhoyono…kenapa tidak!? …002 (sebuah polling sederhana)

…Akhirnya…SBY …menerima akibat ketidaktegasan…pidato yang ia lakukan pada tanggal 23 November yang lalu…sejujurnya…

banyak pihak yang tidak menyangka…Ia lebih mengedepankan Kasus Bank Century dibandingkan membahas kasus Bibit – Chandra sebagai topik utama….

3 Kesan mendalam saya tangkap atas pilihan topik SBY itu…

1. Bagi SBY…kasus Bibit – Chandra atau kriminalisasi KPK…adalah kasus yang memang sudah dianggarkan…sehingga ketika terjadi penolakan publik, hingga kenyataan lemahnya bukti pelanggaran hukum atas keduanya…bagi SBY, memang itu sudah skenario…no wonderlah….

2. SBY memang sengaja menutup mata dan telinga, seakan-akan, ia ingin mencitrakan dirinya tegar, independen…padahal …sedihnya…ketidakinginan SBY memperkarakan pencatutan nama/ jabatan yang ia emban oleh Anggodo dan Ong Yuliana…menunjukkan SBY sama sekali tidak independen…

3. SBY tidak mengetengahkan kasus kriminalisasi Bibit Chandra, tidak menyebut nama Anggodo dan Ong Yuliana…sekalipun rekaman pencatutan nama dirinya sudah jelas didengar di seluruh nusantara…semata-mata dengan pertimbangan apabila Ong Yuliana maupun ANggoDO diusut tuntas…boleh jadi dirinya terlibat (atau minimal melibatkan orang paling dekat dengan dirinya…)

entah…

apa karena uang  atau karena Seks…hanya SBY dan TUHAN-lah yang tahu..hingga SBY mendiamkan keduanya….

Nah…apabila kita sudah melihat point ketiga ini sebagai bagian dari ketidaktegasan SBY…kenapa kita mesti mempertahankan SBY hingga 2014? Bukankah pemimpin butuh memiliki ketegasan?

Terkait pemimpin harus tegas…apakah kita harus memilih Anggodo menggantikan SBY? maka tolong bantu saya…ikuti polling yang saya adakan di alamat ini Mana Yang Lebih Tegas…Anggodo atau SBY?

Akhirnya…kita harus berterima kasih atas kepemimpinan SBY pada 2004 – 2009…dan Enough is Enough…Semoga SBY bijak dan berani untuk mundur….Amin

Selamat Hari Raya Ied Adha 1430 H

Sejenak…mari kita lupakan hiruk pikuk…

Kriminalisasi KPK…keperkasaan Anggodo…Keperkasaan atau Sihir Ong Yuliana kepada SBY…..

RI satu yang bisa bernama Bonaran Situmeang, ANggORO, ONg YUliana, SBY…BDH, HS…dll…..

Pagi ini…kita merayakan Iedul Adha, Hari Raya Qurban……Seluruh Dunia…menyambutnya…seraya merenungkan pengorbanan Ismail dan Ibrahim…karena keikhlasan mematuhi perintah 4JJI SWT…..

Semoga ..kebaikan selalu menjadi milik kita semua…bangsa Indonesia…dan semoga pemimpin kita yang

Memakzulkan Susilo Bambang Yudhoyono…kenapa tidak!? …001

Saldi Isra, dalam topik di Media Indonesia, tanggal 4 November 2009,halaman 9 , menulis “Gerbang Menuju Permakzulan?”

Tulisan tersebut, mengangkat skandal Cicak Vs Buaya, yang diteruskan pada kematian logika hukum, pada proses perkara tersebut, dan seakan-akan diamini oleh Susilo Bambang Yudhoyono…nah…..

dalam 2 paragraph yang terakhir…ia menulis….


…Secara konstitusional, sekecil apa pun kesalahan yang dilakukan Presiden, Pasal 7A UUD 1945 memungkinkan adanya permakzulan. Gerbang menuju permakzulan bisa ai dan amat mungkin terjadi dengan memberi tafsir terbuka (longgar) klausul 7A UUD 1945. Tafsir demikian akan semakin mendapat tempat seiring dengan meluasnya kemarahan masyarakat. Jika itu terjadi, dukungan politik yang dimiliki DPR tidak akan memberi bantuan banyak bagi Presiden Yudhoyonon…” (Saldi Isra, “Gerbang Menuju Permakzulan” Media Indonesia, 4 November 2009, halaman 9)…

Masih terkait dengan Cicak Vs Buaya, yang pada akhirnya berlanjut menjadi Cicak & masyarakat Pendukung Vs Godzilla (Kejaksaan Agung, Kepolisian) dan akhirnya…Cicak, Masyarakat Pendukung vs Monster (Kejaksaan Agung, Kepolisian, Komisi III DPR RI, Pemerintah, Masyarakat Pendukung lainnya)… Tim 8 yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono…telah mengirimkan atau melaporkan rekomendasi akhir….

TIM 8 ini, dibentuk SBY, semata-mata guna meredam emosi masyarakat, sekaligus sebagai bentuk kebiasaan SBY…menjaga citra…kali ini ia memainkan citra…”mau mendengar aspirasi masyarakat”….

Menurut informasi pada siaran pers tim 8 plus Menkopolkam…SBY akan mengambil sikap….paling lambat..senin depan…atau 23 November 2009…

Nah…apakah masa penantian tersebut semata-mata “buying time” ala SBY, atau ia memang ingin secara serius mempelajari rekomendasi…hanya SBY, Ani Yudhoyono dan TUHAN yang tahu…kita hanya mereka-reka…

Yang mengerikan…paparan publik masukan tim 8 yang serta merta dibebaskan bagi publik untuk mengetahuinya sejak kemarin (saat penyampaian rekomendasi ke dirinya)….telah kembali MENCITRAKAN SBY sebagai individu yang DEMOkRAtis…

nah..yang berbahaya…kita jadi lupa….bahwa carut marut…centang perenang perseteruan ini…juga tidak lepas dari andil Susilo Bambang Yudhoyono…baik sebagai individu, maupun sebagai Presiden Republik Indonesia…

Perlu bukti? nantikan di lanjutan paparan ini…satu hal yang ingin 8dk sampaikan…

apapun sikap dan keputusan SBY, jangan sampai membuat kita lengah, sehingga melupakan, bahwa jalan Permakzulan itu ada, dan lebih baik kehilangan Presiden saat ini (mumpung belum 100 hari) dibandingkan kita mendiamkan selama 5 tahun…dalam ketidakpastian, bahwa Presiden berada sebagai pembela hukum, pembela negara atau malah berdiri menjadi pembela cukong, pembela saudagar, dan kroni kerabatnya…kita lihat….

(bersambung)….


Siapa RI 1 2009 – 2014? (0001)

…baru-baru ini…kita dikejutkan oleh rekaman pembicaraan antara para pihak…terkait isu kriminalisasi KPK oleh pihak Kepolisian – Kejaksaan…

Tentu…kebenaran isu itu harus diusut tuntas…tapi ..yang mencengangkan…dalam rekaman tersebut…nama Susilo Bambang Yudhoyono…disebut-sebut..baik secara pribadi *SBY* maupun jabatan/lembaga *RI 1*  

Tragisnya…salah seorang yang mencatut nama SBY tersebut…Anggodo Widjojo…dengan renyah meminta maaf kepada SBY…tanpa ada raut penyesalan (mungkin)

parahnya lagi…dalam satu kesempatan …ia menyebut bahwa RI 1 adalah Bonaran Situmeang..yang nota bene adalah pengacaranya….

Pertanyaan tersisa bagi kita adalah…bolehkah kita marah atau tersinggung bila  simbol2 kenegaraan kita dicatut dengan mudah? sementara yang punya badan…tidak merasa perlu mengklarifikasi…

Entah…

Sedihnya…ketika Akil Mochtar..salah seorang Hakim MK ….mengusulkan agar SBY melaporkan Anggodo ke Kepolisian.. terkait pencatutan nama….

SBY berdiam…

alih-alih ia harusnya merasa jabatannya dirongrong…ia malah berlindung dibalik tidak ingin mengintervensi proses hukum…

ada apa ….

entah…

hanya TUHAN dan SBY (serta orang-orang dekat SBY ) yang tahu jawabannya…saya bahkan menduga-duga..memang Anggoro dan Anggodo sudah amat sakti…bahkan boleh jadi ia Sudah MENJADI TUHAN…sehingga bahkan SBY pun ngeri melawannya…

Nah…saat ini…siapa sebenarnya RI 1 …periode 2009 – 2014…?

Silakan Anda merujuk ke kondisi kekinian…mulai dari proses “perang KPK vs Polri dan Kejaksaan, Cicak Vs Buaya, dll….

Tapi…8dk pun ingin berpendapat….mohon ditunggu ya….(bersambung)…

Gerakan Moral : Dukung tindakan SBY untuk bunuh diri…

Disclaimer :

TULISAN ini diperuntukkan untuk para pembaca yang telah memiliki kedewasaan dalam membaca, bagi yang merasa belum memiliki tingkat literasi yang cukup, harap tidak membaca tulisan ini….

TULISAN ini mencoba untuk memaparkan,tidak untuk mempengaruhi siapa pun…apabila ada yang terpengaruh…maka tolong kembali ke point awal sebelum point ini….

TULISAN ini juga 8dk ping ke presidensby.info, jadi apabila ada keberatan, sanggahan atau klarifikasi dari pihak SBY, dan permintaan tuk pencantuman dalam blog ini, juga dapat 8dk luluskan…biarkan berpolemik…sebab, wacana ini harus mencerdaskan bukan untuk membuktikan bahwa PENGUASA lebih bodoh atau lebih Cerdas dari masyarakatnya…Sebab…penguasa ada karena ada amanat dari masyarakat….dan takdir itu SBY pilih…


Pertama,

mohon maaf, sebab judulnya belum selesai…daripada kepanjangan di atas kepala tulisan…maka judul 8dk masukkan isi tulisan..hiks…


Judul tulisan ini adalah : Gerakan Moral : Dukung Tindakan SBY untuk BUNUH DIRI apabila terbukti; baik secara langsung maupun tidak langsung, menghalang-halangi gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia….


Kenapa 8dk menggagas hal ini, berikut pijakan pemenungan…sekaligus ungkapan kesedihan…ternyata SBY yang dulu saya kagumi (bahkan sempat saya pilih ketika Amien Rais gagal ke putaran kedua pilpres 2004…


1. Masih ingat kasus SBY menerima pengemplang BLBI di Istana? Apa yang terjadi, komunikasi apa atau pembicaraan apa yang mereka lakukan, hanya mereka yang tahu, dan TUHAN…itu pun kalau SBY masih mengakui adanya TUHAN, tapi kalau SBY sudah menganggap dirinya sebagai TUHAN…maka 8dk tentu akan dianggap sebagai HANTU…


2. Masih ingat dengan Arthalyta Suryani atau Ayin? yang secara kebetulan”berhubungan baik” dengan Kemas Yahya Rahman, dan beberapa petinggi negeri, bahkan hadir pada saat Launching Album SBY…..setelah Ayin diputuskan bersalah…SBY …tidak berkomentar tentang kehadiran Ayin bahkan kehadiran SBY di acara Ayin….nah….Anda punya pendapat?


3. Masih terkait dengan kasus Ayin dan Urip Tri Gunawan, SBY tidak memberikan sanksi tegas kepada Hendarman Supandji, sementara Hendarman pun tampak takut terhadap seniornya seperti Kemas Yahya Rahman…jadi….Hendarman jauh lebih takut terhadap KYR daripada SBY…kata kuncinya adalah…SBY kuat bukan karena diri pribadinya…tapi karena banyak orang yang “bermain” di belakang dirinya……


4. Masih terkait dengan butir 1 – 4…jelas bahwa SBY mungkin bersih atau memang bersih, tapi SBY…tetap menutup mata apabila ada orang di lingkungan sekitar dirinya…berusaha mengambil keuntungan darinya…Entah apakah ia juga mencicipi keuntungan itu atau tidak..Wallahu A’lam bisshowwab…jadi…SBY mungkin bersih, tapi ia pun membiarkan tangan orang lain kotor …asal bukan tangannya langsung…Mungkin kah Pengemplang BLBI, Arthalyta Suryani, berada di lingkungan terdekat SBY tanpa SBY mendapatkan sesuatu dari mereka? entah…yang jelas saya memaparkan keadaan…tidak menuduh…satu hal yang juga harus saya tegaskan…curiga boleh…menuduh jangan….

5. Ini yang terakhir…baru-baru ini…. beberapa kali nama RI 1 disebut…dalam percakapan terkait “kriminalisasi KPK”…dan rekaman transkrip itu…ada dimana-mana…mungkinkah seseorang berani “mencatut” nama SBY begitu saja? bodohnya lagi…timbul berita di detik.com (silakan dicek berita tanggal 1 November 2009) bahwa RI 1 itu adalah atau dinisbatkan ke Bonaran Situmeang…bukan SBY…berarti bagi Anggodo dan Anggoro dkk…PResiden RI…atau RI 1 …bukan SBY….

dengan kata lain ….

secara De Jure…bagi kalangan pengusaha atau mereka yang bisa menguasai SBY….SBY adalah Presiden…tapi secara de Facto…nanti dulu…mungkin bagi Dubes AS di Indonesia… secara de facto (minimal dalam hatinya) mengakui bahwa Presiden RI adalah Barack Hussein Obama…ini terkait pemilihan Menkes yang notabene yang dekat dengan NAMRU…

Jangan-jangan…bagi Susno Duaji,  dan Anggora,  RI 1 adalah Bambang Hendarso Danuri…kalau “ya” berarti kita harus mencatatkan RI ini ke Guiness Book of The Record, satu negara dengan presiden yang bejibun……

 


…kebayangkan …..betapa kita telah memilih presiden boneka…dan atau  kebayangkan betapa sudah tidak ada harga dirinya bangsa ini, karena presidennya…dapat dicatut oleh siapa pun…hiks…untung gw gak pilih SBY…minimal gak punya beban moral dosa tuk 2009 – 2014…amin


6. Masih terkait dengan point nomor 5, jelas dan terang benderang..bahwa bagi kalangan pengusaha, baik yang buruk maupun pengusaha yang baik…SBY…dekat….entah dekat dalam artian kedekatan secara emosional maupun kedekatan secara keuangan dan atau secara balas budi….he..he..he..he..


Kedua, pentingnya tulisan ini diketengahkan….masih terkait dengan transkrip rekaman yang beredar….terdapat beberapa hal penting diantaranya….terkait terganggunya SBY, dan ia “meminta” POLRI untuk membuka rekaman…tetapi pada bagian lain…Bambang Hendarso Danuri, atau Kapolri…terlihat tidak terlalu antusias atau mematuhi secara langsung….apa yang dapat kita tangkap disini adalah:


1. Institusi POLRI berada langsung di bawah SBY, maka penolakan ini menunjukkan SBY sudah tidak memiliki “kekuasaan”  atau minimal kewibawaan atas POLRI…..

2.Mengingat Kapolri bukan orang bodoh, saya yakin ia mencemati politik akomodatif SBY atas parpol yang direalisasikan via Kabinet INdonesia BersAtu jilid II…Pada titik ini, Kapolri beserta jajarannya dapat merasakan bahwa SBY, sekalipun dipilih langsung dan mendapat suara mayoritas dari masyarakat…ia bukanlah pribadi yang memiliki kepercayaan diri yang kuat…jadi kenapa harus mematuhi SBY?…

3. Terakhir…Kapolri berada langsung di bawah SBY atau dengan kata lain …terdekat dengan SBY…(selain menteri dan jubir)….maka..ia pula yang paling tahu kelemahan SBY….dan …musuh yang paling berbahaya adalah….teman dekat Anda….bukankah demikian?

Ketiga, harus secara jernih mencermati, terkait pemberantasan korupsi, SBY selalu mengatakan dirinya berada di garda terdepan, tetapi, ketika terjadi atau mengemuka ke publik, penangkapan tersangka korupsi, dan diawali dengan proses penjebakan….ia mulai meneriakkan kurang lebih begini…


“Pembrantasan korupsi dilakukan dengan pencegahan…bukan penjebakkan…atau menjebak calon tersangka…(kurang lebih begitu yang beberapa kali diungkap oleh SBY, sedihnya…ini dilontarkan dalam kapasitas dirinya sebagai PRESIDEN SAH REPUBLIK INDONESIA, dari periode 2004-2014..yang juga DOKTOR dari PERGURUAN TINGGI NEGERI TERNAMA…

8dk kagum dan kaget, ketika SBY tidak melihat pola pemberian hukuman, penjeratan dan penjebakkan  atas tindakan kejahatan (dalam hal ini korupsi) sebagai bagian dari upaya pembrantasan Korupsi….

Lucu, upaya pembrantasan korupsi hanya didedikasikan kepada proses pencegahan…yang menurut definisi sempit SBY mungkin sebatas pembelajaran, pengajaran dan pendidikan anti korupsi…pertanyaan  dangkal saya adalah…apakah SBY beragama? 

Kenapa pertanyaan ini harus saya ungkap…sejujurnya, tiap-tiap pelaku korupsi, atau koruptor, di Indonesia, kebanyakan muslim, bahkan ada yang juga tukang main perempuan…lalu…dimana letak agama dengan segala perintah dan larangannya….???

Nah…betapa jelas bagi kita, banyak orang yang cenderung mengetahui aturan dan larangan,karena sorga dan neraka tidak terlihat jelas…ia tetap melanggar, bahkan model seperti Muhammad Al Amin Nur …nama yang jelas2 reduplikasi dari penerima wahyu Islam… hanya diganjar dengan hukuman penjara ringan..bukan diharuskan pindah agama atau mengganti nama atau bahkan bunuh diri…

Jadi…siapa yang akan kapok…memperkosa..dihukum penjara, korupsi trilyunan dihukum penjara…dan…parahnya lagi…terdapat remisi selama masa penahanan…duh..SBY…..SBY…

Lalu SBY berkoar-koar pembrantasan korupsi melalui pencegahan…duh…jangan-jangan…koar-koar SBY…bukti dari ketakutan dirinya…seperti…jangan-jangan, setelah Aulia Pohan yang jelas2 besan …ditahan karena kelakuan sekaligus membangun citra pra pilpres kemarin…nanti…tanpa disadari…ada orang terdekat…yang tak sengaja, ikut terjebak  atau tertangkap tangan oleh KPK…duh….

Kita tidak ingin menuduh, tapi…kegamangan SBY hingga berani “memfatwakan”  mencegah korupsi berbasis pengajaran, pencegahan tanpa ada penghukuman atas pelaku korupsi..menunjukkan perkataan SBY berada di garis depan dalam upaya pemberantasan korupsi…hanya gimmick tokh…pemanis …dan perlu saya ingatkan bahwa SBY…adalah seorang politisi…dan Politisi berpihak kepada kepentingan dirinya…bohong besar kalau ia berpihak kepada masyarakat luas, tapi berani mengatakan perkataan seperti yang saya ungkap…

kalau GUsdur yang bicara, saya mungkin masih bisa memafhuminya, karena keterbatasan pengindraan, kalau SBY…bukankah ia berusaha menutup mata dan telinga dari kenyataan yang ada!!!???

Kasus KPK versus Kepolisian, penahanan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah…semoga dapat membuka “siapa sebenarnya Susilo Bambang Yudhoyono….Amin….”

Tapi bagi 8dk, yang kebetulan tidak memilih SBY…hanya berusaha untuk berfikir positif…Kalau toh SBY…terbukti secara langsung maupun tidak langsung menghalang-halangi upaya pembrantasan korupsi di Indonesia….dan ia adalah Presiden Republik Indonesia…

saya…

8dk…

akan terus mendukung SBY…untuk melakukan BUNUH DIRI….

semoga SBY masih memiliki malu…sebab citra yang selama ini ia agung-agungkan…hilang karena kelengahan dan keinginan dirinya mendewa-dewakan dirinya….

Dan…dengan segala kerendahan hati…Apabila SBY memutuskan bunuh diri (karena masyarakat, terutama masyarakat yang berfikir…terlanjur melihat SBY terkait baik langsung maupun tidak langsung atas pelemahan upaya pembrantasan korupsi…) maka saya tetap akan mengagumi SBY…sebagai seorang yang bersikap ksatria…dan tentunya…(Insya 4JJI) akan dicatat sebagai PRESIDEN PERTAMA di Dunia yang bunuh diri saat memerintah…

Amin…

S….E….M….O…..G….A


100% The Most Dangerous Ad…Beware!!!

Tahukah Anda…

iklan paling berbahaya saat ini…khususnya di Media Cetak???? bagaimana (sambil mengarahkan telinga 8dk ke  arah teman-teman…)

Ya! Betul….

Iklan Media Cetak  Partai Demokrat tentang Keberhasilan SBY dan Porsi Dukungan Bagi SBY…

Mari kita telaah sejenak…..

Kemarin Lusa…ada iklan 1 halaman penuh di Kompas edisi cetak, lalu kemarin di Media Indonesia, dan Jurnal Nasional masing-masing juga 1  penuh..

Iklandiantaranya berbunyi 31..Partai Demokrat Berjuang untuk Rakyat…..kemudian bercerita tentang apa  yang turun dan apa yang naik…lalu ada data69% rakyat Puas ata kinerja Pemerintahan SBY (Lembaga Survey Indonesia 2009)

Mari kita kaji secara sederhana

1. Apa yang turun …di situ disebutkan bahwa BBM, tarif angkutan, Tarif Listrik…Harga Sembako (makin terjangkau) …K0n70l eh maaf maksud saya konyol…

Bukankah kita sama – sama tahu bahwa penurunan harga BBM adalah Konsekuensi logis dari turunnyaharga BBM di pasar INternAsional…Bukan Ujug-ujug dari Mbah CikeAs di PaciTan… Nah Tarif Angkutan dan Listrik..otomatis turun…lha wong ada komponen BBM di situ…

Gila LOE SUsilo Bambang Yudhoyono…DOKTOr Ekonomi Pertanian KOk logikanya Jomplang …atau jangan-jangan disertasi Anda hasil GHost Writer…ha…ha…ha..

2. Turunnya angka pengangguran dan kemiskinan…ini menarik…lain kali …kalo teman2 ada yang jadi Presiden di INdonesia…Tirulah SBY JK…MUI berhasil di setir…BPS dikendalikan…dan KPK…bagai kerbau dicucuk hidungnya….Oekoeran statistik kok cuman BPS…emang yang ngukur dari World Bank orang bego…ha..ha..ha.. SBY…SBY…eling nak!!!!!!!!!!!

Apa yang naik…segala cadangan devisa, anggaran pendidikan, anggaran kesehatan, pemberantasan korupsi, dll. (silakan dilihat sendiri)…

Gila…yang gak masuk akal adalah untuk Anggaran Pendidikan…20% dari APBN itu amanat Undang-UNdang…BUKan Prestasi kalo lOe cuma bisa memenuhi Kewajiban…

Gila Ya DemokRat dan SBY…ternyaa ukuran prestasi mereka DangKAl Amats… Cadangan Devisa…kenapa gak dibandingkan dengan rasio utang????

Pemberantasan Korupsi…Kenapa Yusril Ihza Mahendra masih aman (atau jangan-jangan SBY mulai berorientasi seperti Joop Ave; tahu donk maksudnya….)

Hamid Awwaluddinmasih nyaman (atau karena intervensi Yusuf Kalla….) atau Anwar Nasution…(karena takut kedok teman2 juga kebuka ya…)

Nah tolong diperhatikan…Nomor Demokrat 31…Klaim  Data Kepuasan Rakyat via survey LSI 69%…apabila 31 + 69 hasilnya adalah 100…Tul kan???

Apa yang tersirat di sini???

Kita semua harus hati-hati mensikapi Iklan Partai Politik…terutama Demokrat…100% apabila data yang diungkapkan hanya yang manis2…boleh jadi ….

apabila kita Memilih SBY dan Demokrat…maka selama 5 tahun ke depan …100% kita dianggap ORANG BEGo bin BODoh oleh SBY dan ANtek-ANteknya….

Sudikah Anda???  Bohong Besar Kalau Anda Sudi dan Ikhlas dianggap bodoh oleh orang lain….

This is the Most Dangerous Ad…

The Fuck1n9 L14r ads…

Beware!!!!!!!!!!!

GBU!!!!!!!!!!<a href=”http://www.lintasberita.com/submit.php?phase=2&url=https://belajardarikecil.wordpress.com/2009/02/11/sby100percentdanger.php”&gt;
<img src=”http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png&#8221; />
</a>