Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Archive for Mario Teguh

KankEr Kulit (?) AdaKah Rekan-Rekan Yang Dapat Menolong?

Salam Sejahtera Para Pembaca….

tengah malam tadi…

8dk berkesempatan menemani seorang klien,

yang kebetulan dokter…

mengunjungi salah seorang anak yang sedang sakit…

Karena ini kunjungan pertama…dokter tersebut, sama sekali belum mengetahui penyakit sang anak….

dan memang,

kunjungan ini adalah kunjungan persahabatan,

karena antara orang tua si anak dengan sang dokter, baru saja menjalin pertemanan yang diupayakan oleh salah seorang penggerak karang Taruna di Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur…

pertama kali masuk…

saya minta izin ikut melihat (mohon maaf…saya tidak tahu secara etika medisnya…tapi 8dk memang punya satu masalah “curiosity kills”)…

Anak tersebut…

berumur 14 tahun,

kelas 3 SMP dan ketika kami masuk…

ia sedang berbaring di tempat tidur……

“Bukan main kagetnya saya…karena ketika melihat kondisi Yulia (nama sebutan si anak)…

ingatan saya melayang ke t4 teman2 kecil saya…yang pernah dan sedang dirawat di RS Kanker Dharmais….

Antara tahun 2006 – 2007…

kami sempat menghibur  acara ulanG tahun salah seorang anak; penderita kanker stadium IV di RS Dharmais ….

8dk dan teman pendongeng ketika itu, gak bisa melupakan “Rasa Haru….betapa teman2 kecil kami, berjuang mempertahankan hidup…mencoba untuk bertegur sapa atas dongeng dan canda yang kami coba tawarkan…

sekalipun…

infus masih terpasang…

masih terbaring…

dan kesulitan untuk berbicara (seingat 8dk, ketika itu hanya 4 orang anak yang dapat ikut berkomunikasi aktif dengan kami dalam acara tersebut, 3 berbaring di atas tempat tidur, sementara yang lain + 6 orang lagi…mengikuti acara dengan botol infus terpasang di tubuh mereka)

….Pengalaman ini…Insya 4JJI tidak akan dapat 8dk lupa….

(semoga kita, keluarga kita diberikan kesehatan dari TUHAN YME dan KUASA, amien, dan mereka yang ditimpa kesulitan, diberikan ketabahan dan jalan keluar oleh NYA…..Amien…)

Kembali kepada Yulia….

berikut kisah dari orang tuanya….

a. Ketika naik kelas tiga Yulia sempat jatuh, terkena bola, tidak sadarkan diri, dan setelah itu, sering tidak dapat mengatur waktu tidur, malam jadi siang, siang jadi malam.

b. Yulia sempat berobat, dan setelah meminum obat, ternyata, kulitnya berubah, bersisik, dan kadang mengelupas, tapi nanti sisik timbul lagi…tadi malam, ketika si dokter menyentuh tempat sisiknya…Yulia berteriak kesakitan…

C. Kedua orang  tua dan keluarga Yulia, sudah berketetapan hati untuk mengobati Yulia secara intensif, sekalipun harus diopname…tetapi Yulia takut ke rumah sakit, sebab ia trauma ketika melihat Neneknya meregang nyawa di Rumah Sakit..

D. Yulia sudah tidak menggerakkan  kaki dan tangannya, sebab apabila digerakkan terasa sakit, alhasil, kaki dan tangannya mengecil, hal ini juga diperparah dengan berkurangnya nafsu makan Yulia

E. Jejak rekam medis Yulia hilang ditelan banjir, sementara Yulia pun sudah sering berganti dokter, hingga terakhir, ia sudah memutuskan untuk tidak keluar rumah ; kurang lebih 6 bulan lalu…

F. kebetulan si dokter, adalah dokter umum, belum mengambil spesialisasi, maka ia berjanji akan membawa dokter kulit ker umah Yulia, sekaligus dokter syaraf….sebab ia menengarai telah terjadi “sesuatupada syaraf Yulia setelah ia jatuh, dan kemungkinan, terjadi dosis obat yang salah sehingga berdampak di kulit Yulia…

pada titik tragis, ketika di mobil, pulang dari menjenguk Yulia…si dokter saya tembak..”itu kok kayak kanker kulit..dan Ia mengangguk”….

G. Keluarga yUlia…keluarga biasa-biasa saja, bahkan ekonomi lemah, maka apabila ada perawatan dan pengobatan, tentu dibutuhkan dispensasi….

H. Yulia ketika kami coba tawarkan untuk berobat di Rumah Sakti, ia menjerit menangis…jadi trauma yang ia alami sepertinya cukup dalam….Sidang

Pembaca…adakah ANda

atau MungkiN saudara atau Relasi Anda….

dapat Membantu Yulia….

beberapa kebutuhan mendesak adalah :

1. Membujuk Yulia agar mau dan berani untuk berobat di Rumah Sakit….(doakan agar 8dk dapat meminta Om Mario Teguh dan atau Om Tung Desem Waringin untuk membujuk Yulia…amin..) teman-teman yang biasa bergaul dengan anak kecil, pendongeng, mungkin dapat menyumbang tenaga di sini…Sedih melihatnya…apalagi berdasarkan pengakuan Orang Tua Yulia…Yulia adalah anak yang cerdas, dan mendapatkan beasiswa atas kecerdasan dan kegigihan belajar yang ia miliki…

2. Apabila ada dari sidang pembaca yang kebetulan dokter spesialis syaraf dan atau dokter spesialis kulit, yang ingin membantu Yulia, kami akan berterimakasih sekali,

3.Mengingat biaya perawatan yang tidak sedikit, kami berterima kasih sekali apabila ada dari sidang pembaca yang ingin membukakan jalan, kepada orang tua Yulia atau melaluiu kami, agara Yulia dapat dispensasi, minimal kalau benar kanker, dapat berobat dan dirawat di RS Dharmais…

Demikian rekan pembaca yang 8dk hormati, apabila ada yang ingin membantu, mohon email kami ke dokterakyat@yahoo.co.id atau ke ganggang.birulaut@gmail.com…Terima Kasih..

Advertisements

GoNG XI FaT ChOI

Dear All….

Tanggal 26 Januari nanti, Hari Senin….

SEbagian dari masyarakat INdonesia, terutama keturunan Cina (termasuk thecowardbabesb2h) …akan merayakan Tahun Baru Imlek…

8dk & thecowardb2h…mengUcapkan …..

Selamat TahuN Baru IMLEK…

GONG XI FAT CHOI……

Semoga…di tahun Yang Baru…teman-teman dari masyarakat Keturunan Tionghoa…lebih dapat berkarya, berbagi, dan meNGabDi…bagi Seluruh Masyarakat INdonesia…Amien..

Berkah dan Limpahan Rezeki, serta Ilmu Pengetahuan …semoga dapat disharing, dan dikembangkan untuk kemaslahatan kita bersama, terutama masyarakat Indonesia…

sehingga akan Tumbuh

Mario Teguh baru,

Hermawan Kartajaya Baru,

Marie Elka Pangestu baru,

Tung Desem Waringin baru…

Kwik Kian Gie baru….

Mas Agung baru…

Rudi Hartono baru….

Liem Swie King baru….

Yohannes Surya baru…..

Bernard Kent Sondakh baru….

Eva Riyanti Hutapea baru….(mohon dikoreksi  apabila pencantuman nama yang  kami lakukan salah…)  …serta Koko dan Cici baru…

yang selalu siap membantu siapa pun juga, demi Indonesia dan masyarakat  INdONesia….

Amin….

GONG XI FAT CHOI!!!!

untuk KOko LukMan HermAwan….Terima Kasih untuk Benernya….bagus…sayang gak bisa saya tampilkan di blog ini…hiks…Xie 2

<a href=”http://www.lintasberita.com/submit.php?phase=2&url=https://belajardarikecil.wordpress.com/2009/01/24/gong-xi-fat-choi”&gt;
<img src=”http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png”&gt;
</a>

Terima Kasih…UNtuK SEmUa

Para pengUNjung belajardarikecil yang budiman

Tanpa terasa…kita sudah berada di penghujung tahun…baik tahun Hijriah…maupun Tahun Miladiyah….semAKin Lama…Alhamdulillah…Puji Tuhan….

Semakin BertamBah Usia Hidup yang berarti pintu kematian kita…hanya tinggal sesaat….

Desember ini…merupakan Desember yang menarik bagi kami, sebab,dua penghujung tahun dan awal… (miladiyah dan hijriyah) tampil saling berkejar-kejaran….

Kami curiga…apabila…tanpa sengaja seluruh penanggalan yang ada di dunia ini berlangsung dalam satu bulan yang sama (contoh penanggalan Jawa,Islam, Masehi, Cina, Hindu dll) seperti Maret atau Desember…Jangan-jangan …itu berarti kiamat hanya tinggal sesaat….

Ah..semoga sebelum kiamat…saya sudah dapat bermain-mati…bersms ria dengan para Nabi yang saya kenal….Amien…atau minimal sudah bisa dine-in bareng dengan Lady-Di….(*ini doa…amien Ya. Allah!!!)

Tanpa terasa pula….sudah 4.000 pengunjung lebih …dalam waktu 4 bulan… dengan isi gado-gado… dan diberkahi Page Rank Google 3….

Sungguh…untuk kami b2…kunjungan rekan-rekan tidak hanya sebuah kehormatan…melainkan tanggungjawab…yang akan kami emban…untuk kami coba cukupkan dengan tulisan yang – minimal – melegakan syaraf dan ketegangan pemirsa….

Mungkin pilihan bahasa kami “KERAS” cenderung mengedepaankan “TEMPAT SAMPAH” tapi mohon berikan kepercayaan Anda…sebagaimana manusia bisa…kami pun selalu mencoba untuk berkata santun…tapi kadangkala…kesantunan melenakan kita….

Maka…penting bagi kami…untuk mendapatkan tanggapan, reaksi, bahkan makian…agar kami dapat tetap menimbang…dan mengingatkan diri kami…bahwa pilihan kata-kata yang tertulis…memang pilihan terbaik di tengah-tengah pilihan yang terburuk….

Please believe in LORD…so you can see that Lord Send not only ANGELS and PROPHETS…so HE sent to us DEVILS and OBSTACLES….

Maka…dari lubuk hati yang dalam….

Terima Kasih untuk Para Pengunjung…Terima Kasih untuk Para Tutor Blogging saya…

Om Budi Putera,

Om Ivan Lanin yang sabar,

Ibu “TEnTANGKAMi” yang gigih mengajarkan awal mula saya blogging…serta

Om Fatih Syuhud,

Om Aby Maulana Ramadhan…yang belum pernah saya bertemu…tapi jadi pemandu saya berblogging ria…

OmRovicky dan Om Johan…yang membuat saya berani bercerita….

Teman-Teman di LiNtas BErita…yang hingga hari ini saya belum tahu bagaimana cara

Dan Tentu 4JJI SWT…TUHAN YME…(DENGAN NAMA APA PUN IA DISEBUT) yang memberi kesempatan hidup bagi kami b2, kedua ortu kami kerabat dan teman…

serta ….

SeluRUH SEMESTA ALAM YANG MENDUKUNG (Terima Kasih atas Inspirasinya Om Yohannes Surya)…

OM Mario Teguh..

Om Tung Desem Waringin….

atas Kekuatan Kata-katanya kepada kami b2….dan segala pihak yang tidak  dapat kami sebutkan satu persatu…

Semoga…tahun depan…kami dapat menghadirkan tulisan yang mengurangi kepenatan serta menambah semangat kita semua untuk berbuat baik

sekalipun harus dengan jalan mengkritisi tiap tindakan sesama kita...


Terima Kasih….

<a
href="http://www.lintasberita.com/submit.php?phase=2&url= https://belajardarikecil.wordpress.com/2008/12/28/ucapanterimakasiucapanterimakasi">
<img src="http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png"
/
</a>

Ikhlas…belajar dari Buya Hamka dan Mar’ie Muhammad

Dua hari lewat, seingat saya, Metro TV menampilkan kisah/kenangan tentang Buya Hamka… Salah seorang ulama besar Indonesia…yang dalam hemat saya…hingga saat ini belum ada calon penggantinya (kenapa tidak Anda!!!???…semoga..amien)

Salah satu bagian dari berita tersebut adalah kisah tentang penyiksaan yang ia hadapi saat pemerintahan Soekarno…tapi ia masih dapat memaafkan Soekarno bahkan menjadi imam saat Soekarno wafat…

Kemudian ditampilkan perseteruan Buya Hamka dengan Alamsjah Ratuprawiranegara..menteri agama yang menentang fatwa MUI (waktu itu dipimpin Hamka) yang melarang umat Islam mengikuti perayaan natal (dalam artian ibadah natal) bahkan mengucapkan selamat hari raya …

Tanpa bermaksud melebih-lebihkan…kebetulan pada saat kecil, saya sempat belajar dari kultum ba’da shubuh dengan Buya Hamka di Al Azhar…dan sempat mendengar Alamsyah berbicara tentang Islam…pendapat pribadi saya…jauh dan hampir memilukan apabila kita ingin membandingkan kedalaman ilmu agama antara Buya Hamka dan Alamsjah…

“Tarmizi, Ulama itu tidak bisa dibeli, dan tidak mungkin ditekan oleh pemerintah” itu kalau saya tidak salah ingat…kutipan perkataan Hamka kepada Tarmizi Taher…pada saat Tarmizi Taher berusaha menjadi jembatan bagi perdamaian Hamka-Alamsjah…(kutipan dari tayangan Metro TV)

Pilihan untuk mundur dari jabatan Ketua MUI, dan pada saat memimpin MUI menolak gaji dari pemerintah yang dipilih oleh Hamka, menurut saya, bagian dari keihlasan beliau, yang saat ini sulit untuk dicari padanannya…Pengalaman pribadi saya, yang hampir 3 bulan puasa bershalat shubuh di Al Azhar (saat kecil) mengarahkan bahwa Beliau adalah individu yang ikhlas…semoga…

Antara 1-2 Januari 2005…lebih kurang satu minggu setelah kejadian Gempa dan Tsunami Aceh…(mungkin tepatnya tanggal 2 Januari 2005). Bersama beberapa rekan saya mampir ke Gedung PMI, dekat Pancoran…ingin mendaftarkan diri menjadi relawan…karena memang saya hanya dapat membantu secara tenaga dan doa . untuk rekan-rekan yang tertimpa musibah itu…bukan harta…

Alhamdulillah, sore itu saya sempat bertemu dengan Pak Mar’ie Muhammad…Mungkin beliau sudah tidak ingat saya…tapi kesan saya terhadap beliau…boleh jadi sama mendalamnya dengan kesan saya terhadap Buya Hamka…

Saat itu…ketika saya mendaftar di ruang muka (ada meja pendaftaran relawan)…saya usulkan kepada petugas untuk mencoba membagi perbekalan atau ransum melalui udara dengan menggunakan pesawat rusia yang seingat saya masih ada teronggok di Iswahyudi (Madiun)….Pesawat badak yang bisa mendarat di tanah tidak rata… Petugas tersebut (seingat saya dari NTT..) menyarankan agar saya langsung menemui Pak Mar’ie yang ada di ruang dalam..(mungkin ruang rapat;maaf saya tidak terlalu hafal dan tahu tentang ruangan di kantor PMI).

Salutnya….saya melihat Pak Mar’ie, yang matanya sudah tebal (mungkin karena kurang tidur) di hari libur…tetap semangat…dan mau mendengarkan usul saya… Setelah mendengarkan usul saya..ia mengatakan bahwa dalam pengiriman logistik, tetap kita harus mengutamakan keselamatan orang yang mengirimkan logistik tersebut….(begitu kira-kira jawaban beliau)…

Sejatinya, pengalaman kecil saya ke Iswahyudi, dan pembelajaran saya tentang militer sekenanya, menunjukkan bahwa militer adalah individu yang siap mati…apalagi pilot/penerbang…tapi…pada saat Pak Mar’ie berargumen pentingnya mengutamakan keselamatan para petugas…saya tidak dapat mengeluarkan pengetahuan saya itu…entah….

Nah…mudah-mudahan saya gak salah alamat…Hamka tidak mau digaji oleh pemerintah…sementara Mar’ie Muhammad, berjuang di hari libur, dan kurang tidur…(itu saya yakin karena melihat kantung mata beliau)…Mudah-mudahan juga itu wujud dari KEIKHLASAN beliau berdua… Saya cuma merenung sedikit…kok masih ada ya…(terutama pas Pak Mar’ie), sementara SBY pun pada saat itu, saya tidak melihat kecekatannya (bandingkan dengan gempa di Yogya)…tapi…/harto (baca;persetan!) dengan itu semua…keberadaan dua manusia tersebut menunjukkan bahwa BEKERJA ADALAH PENGABDIAN…bukan karena INI atau KARENA ITU…pertImbanGan InI atau PERtimBANGan ITu….

Saat ini…belum lama berselang…kalau tidak salah (mohon dikoreksi kalau ingatan saya salah) , Max Sopacua, pada saat debat di ANTEVE menuding lawan debatnya…Anda belum berbuat untuk NEGERI ini…GiLA….masak sih dia gak ngerasa kalau dia juga digaji dari negara ini…APA BEDANYA ia dengan URIP TRI GUNAWAN…yang mengemis pengampunan dengan SENJATA ANAK…serta PENGABDIAN 17 tahun di KEJAKSAAN… SELAMA pengabdian..dia digaji oleh SIAPA…? OLEH BAPAK MOYANGNYA!!! .7UCK…GILA…GILA…

Maaf, Melebar kemana-mana…tapi mari kita kejar ingatan…ketika Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan…ia akhirnya disingkirkan…tapi seingat saya (maaf…Bung Karno wafat saya belum lahir) dari buku-buku tentang beliau yang saya baca…saya belum membaca adanya “PENUNJUKKAN DADA DIRINYA sebagai PROKLAMATOR atau KESOMBONGAN dirinya” nah… atau yang cukup tragis Hatta…sesama proklamator, berbeda pendapat, akhirnya memilih tidak berjalan bersama dengan Bung Karno…dan masih ribuan atau bahkan jutaan MANUSIA IKHLAS indonesia ZAMAN DAHULU KALA….

nah…sekarang…tidak berbentuk atau memang tidak mau membentuk dirinya….Secara pribadi saya jadi bingung…saya bayar pajak, punya NPWP pribadi dari 4 tahun lalu…dan maaf, dalambeberapa kasus gak sekali dua kali tuh “perang-perangan” dengan orang luar Indonesia (tentu dengan ketrampilan dan bidang yang saya kuasai ;;;silakan artikan sendiri; tafsir bebas aja!) belum pernah pun kepikiran seperti ucapan Max Sopacua…Nah…bandingkan dengan para pahlawan BULUTANGKIS kita…atau SEPAKBOLA kita yang akhirnya hidup biasa-biasa saja… ATAU JANGAN-JANGAN…moda pembicaraan yang dikeluarkan oleh Max Sopacua itu adalah doktrin yang sifatnya sudah ditularkan secara turun temurun mulai dari DEWAN PEMBINA (baca; SBY)

4n71n9!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! kalau memang begitu…;pantas saja JK berani mengklaim SBYJK BERHASIL…contohnya meningkatkan ANGGARAN PENDIDIKAN di APBN…apa lacur…itu kan sudah jadi amanat undang-undang…ANggaran PENDIdikan adalah 20% dari APBN…jadi…IKHLASkah JK…GILA……(silakan dicek di detik.com http://www.detiknews.com/prokontra/detail/2008/09/29/081945/1013925/612/sby-jk-klaim-berhasil-memimpin dan di http://www.detiknews.com/read/2008/09/29/011414/1013877/10/jk-klaim-kepemimpinannya-bersama-sby-berhasil )

Teman-teman…saya ingat pada saat INAICTA 2008 (pada saat membuka INAICTA), Menkominfo Muhammad Nuh mengatakan secara (implisit atau eksplisit..ya)…mari kita persetankan siapa yang menjadi pemimpin (baca; presiden RI)…yang penting kita mau dan bisa berbuat untuk negeri ini….

Saya cuma bisa berharap…beliau…contoh pribadi ikhlas dari segelintir pejabat negara yang ada di negeri ini…SEJATINYA…bagi para Caleg…Coba deh Belajar Ikhlash…kalau gak mau ke makamnya Buya Hamka, Bung Hatta atau Bung Karno…masih ada Pak Mar’ie Muhammad, atau Kalau Malu denganPak Mar’ie…belajar dari M.Nuh (menkominfo) kalau malu juga (dianggap gak bonafide) belajar aja ke Mario Teguh…kalau masih malu juga….saran saya BUNUH DIRI AJA!!!

Teman-teman. pada akhirnya NASIB kita dan HARAPAN kita hanya akan bergantung kepada diri kita masing-masing…BUKAN kepada PKS…kepada SBYJK…kepada CALEG..gak…itu fitnah… Maka…kalau kita sayang dengan diri kita sendiri…mari kita belajar ikhlas dari mereka yang telah mengajarkan keikhalasan kepada kita… Buya Hamka, Pak Mar’ie, Mario Teguh, Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, dll adalah contoh saja…mungkin Anda malah lebih dapat menyelami keikhlasan dari Orang Tua Anda…atau Guru Anda…atau malah Pembantu Rumah Tangga Anda…mari belajar dari mereka semua…

Teman-teman…Maaf..ya…kebetulan saya orang INdonesia juga…maka saya cuma bisa mengatakan NEGERI INI SUDAH DIPENUHI OLEH PARA PEJABAT NEGARA DAN APARATUR NEGARA BAJINGAN…yang sudah berimbas ke sebagian dari MASYARAKAT INDONESIA (menularkan yang buruk jauh lebih cepat dari menularkan kebaikan…betul…???) Maka Mudah-MUDAHAN dan mari kita NIATKAN dengan IKHLAS (amien) JANGANLAH KITA MENAMBAH…; baik secara KUALITAS maupun KUANTITAS BAJINGAN di NEGERI ini…semoga….

Secara pribadi, saya berharap, keikhlasan dapat hidup minimal dalam diri pribadi kita masing-masing…mudah-mudahan ini dapat membawa pencerahan…dan akan tampil minimal 28 juta Mar’ie Muhammad-Mar’ie Muhammad dan atau Mario Teguh -Mario Teguh yang baru… Amien (maaf kalau cuma satu atau sepuluh juta masih kurang…dan masak sih untuk urusan begini kita masih merepotkan TUHAN YME…)

SEMOGA TUHAN YME – DENGAN NAMA APA PUN IA KITA SEBUT – SELALU MENJAGA KEIKHLASAN SEBAGAI SALAH SATU PIJAKAN UTAMA BAGI KITA DALAM HIDUP…dan yang TIDAK kalah PENTINGNYA…kalau memang RI ini akan HANCUR…BELIAU …TUHAN YME – Dengan NAMA APA PUN IA KITA SEBUT – Tetap menjaga kita , maupun masyarakat biasa..(.Ada pun pejabat negara…wahai TUHAN YME..tolong gak usah dibantu…kami yakin kok…tanpa BANTUAN ENGKAU…mereka sudah pada kabur ke LUAR NEGERI.).. Amien…