Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Arsip untuk Partai Keadilan Sejahtera

2014, Ikut Pemilu atau Golput?

Dear all, tidak terasa, empat bulan lagi akan ada hajatan besar, yaitu Pemilu 2014, tepatnya bulan April 2014…Sebenarnya, sejak pertengahan tahun ini, mata kita sudah sering diganggu, oleh spanduk, baliho bahkan poster, yang maaf, seringkali tidak menghiraukan pijakan estetika. Nah…itu semua muaranya di April 2014…

 

Sementara itu, kita sama-sama tahu, bahwa penetapan DPT saat ini bermasalah, entah siapa yang salah, saya gak tahu, yang pasti, ketika saya coba tanya ke rumput yang bergoyang , mereka jawab, bahwa mereka hanya akan menjawab untuk Ebiet G.Ade… 

 

Yang lebih parah, kita semua tahu, bahwa tidak ada partai politik yang benar-benar steril dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme…sekalipun masih samar-samar, masih seperti bisik-bisik, bisa dikatakan hampir semua partai politik, telah diisi politisi busuk. Bahkan, seorang Pendiri Partai Keadilan Sejahtera, berani menonton FILM PORNO di Senayan,lebih rusak lagi, Presiden  Partai ini, tertangkap tangan, dan saat ini, menjadi tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi.

 

Penutup gegap gempita kebobrokan politisi di negeri ini, boleh jadi, tertangkap tangannya Akil Mochtar, mantan Politisi Golkar, yang ketika tertangkap tangan, menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi…Hebat…Hebat…

 

Nah, masih bolehkah kita percaya kepada politisi? masih butuhkah kita dengan politisi…berikut pandangan sederhana 8dk :

 

1. Tidak lama lagi, kita menyambut 2015, saat ini, Pasar ASEAN + 1 (China) sudah terbuka, jadi sebaik Anda punya paspor, Anda punya sertifikasi keahlian, ketrampilan dan nomor pokok wajib pajak, Anda sudah bisa mencari penghasilan, pekerjaaan di 1o negara lain selain Indonesia, jadi, Anda tidak perlu ragu, akan dibatasi gerak oleh para politisi, pemerintah, apabila Anda memutuskan untuk tidak memilih. Penting untuk Anda siapkan adalah, kemampuan Anda untuk menghadapi persaingan tersebut. Ingat, sejak 2004 hingga saat ini, sudahkah Anda mendengar Pemerintahan SBY menyiapkan masyarakat Indonesia dalam menghadapi AFTA+1 ini?

 

2. Jangan lupa, bahwa sekalipun Anda bayar pajak, Anda menggaji aparat, menggaji politisi, saat ini, kita sama-sama tahu, bahwa PEMERINTAH lunak, tidak bertaji kepada pelanggaran hukum, seperti KORUPSI yang dilakukan oleh para PEJABAT dan APARAT, jadi, masih mau Anda ikut memilih mereka? Ingat, bahkan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO pun tidak punya niat baik untuk mendukung hukuman mati bagi KORUPTOR, padahal dia digaji oleh PAJAK dari rakyat Indonesia. Jadi Anda masih percaya dengan Partai Politik!? Ingat, bahkan Presiden yang Ketua Umum Parpol pun tidak pernah memperlihatkan apresiasi dirinya kepada masyarakat Indonesia, terutama dalam hal penuntutan hukuman mati bagi para koruptor!

 

3. Sebaik Anda ikut memilih, atau tidak ikut memilih, pada akhirnya, Anda memiliki hak untuk melakukannya, jangan bingung dengan “FATWA”, Ingat, anggap-lah ketika Anda memilih “SI FULAN”  ternyata si FULAN korupsi, apakah yang membuat FATWA ikut menanggung dosa atau beban moral!? belum tentu, sementara Anda, kecuali Anda juga koruptor maka tentu Anda akan merasakan beban moril, tanggungjawab moral yang berat, jadi…Anda masih ingin menambah beban pikiran Anda dengan mengikuti proses PEMILU!? Terserah!

 

4.Perlu dimengerti, bahwa, sebaik Anda tidak memilih, atau memilih, atau memilih untuk Tidak Memilih, itu adalah hak pribadi Anda, jangan lupa, ketika Anda sudah memberikan bekal terbaik secara agama, moral, ilmu dan harta kepada keluarga Anda, maka tugas Anda, sudah paripurna, percaya-lah, saat ini, yang dapat kita lakukan -sementara ini- mendisiplinkan diri untuk jadi manusia yang baik, beriman, bermartabat, baru warna itu dapat melingkupi keluarga kita, jangan bermimpi untuk mewarnai negeri ini, yang sementara ini, lebih banyak dikuasai IBLIS berwujud manusia, terima kasih.

Tifatul Sembiring is Playing God?

Konten Dewasa, tidak untuk yang berusia di bawah 21 tahun

Sebelum membaca tulisan ini, mohon sudi kiranya, netter membaca berita di bawah ini. Selain itu, mohon dimengerti bahwa isi tulisan ini adalah untuk pembaca dewasa, apabila Anda keberatan, jangan lanjutkan, silakan klik tautan ini

8dk tidak bertanggungjawab atas reaksi Anda setelah membaca tulisan ini, Anda lah yang bertanggungjawab sepenuhnya atas segala tindakan Anda, apabila Anda setuju, para netter, sudilah tengok berita di bawah ini.

Tifatul Sembiring berhak menentukan besar kecilnya dosa yang dilakukan Arifinto?

 

Baru-baru ini, salah seorang anggota dewan perwakilan rakyat, tertangkap basah sedang menonton video porno. Menarik, sebab yang bersangkutan, Arifinto, adalah kader dari Partai Keadilan Sejahtera, Partai yang nota bene berasaskan Islam.

 

Entah bodoh atau tolol, yang bersangkutan bilang, dalam siaran pers, mengakui bahwa apa yang ia lakukan bagian dari menghilangkan rasa bosan, jenuh saat sidang paripurna di DPR RI. Maka dengan kata lain, kalau ada seseorang, yang diminta untuk , maaf, melakukan “blow job” pada saat sidang paripurna DPR RI, adalah hal yang wajar, dengan catatan yang bersangkutan, baik yang mem”blow job” maupun yang di “blow job” mengakui, bahwa aktivitas tersebut untuk menghilangkan kejenuhan, maka aktivitas tersebut manusiawi.

 


Sayangnya, kolega Arifinto, dari Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, mengatakan bahwa hal ini adalah bukan dosa besar. Betul apa yang ia katakan,  dalam Islam, dosa besar kriterianya sudah terukur, dan menonton film porno via tablet pc, tidak termasuk dalam kategori tersebut, tapi, apakah ia berhak menentukan tindakan Arifinto dosa besar atau tidak, sepertinya tidak. Aneh bin Ajaib, seorang Menkominfo, yang pada pesta blogger antara 2009-2010, mempertanyakan kepada pengunjung yang memfoto dirinya “…kamera ada filmnya gak sih?…” padahal saat itu, sudah era digital, bahkan di tengah-tengah blogger, eh, dia masih  gaptek, tiba-tiba berusaha Playing God.

Aturan dosa besar – dosa kecil, bagi manusia bersifat untuk diikuti, dipatuhi, atau dilanggar dengan segala konsekuensi yang telah diketahui secara agama, bukan dia mencoba-coba untuk menetapkan, manusia, seperti 8dk dan Tifatul Sembiring tidak diberikan wewenang untuk menetapkan, apakah perbuatan seseorang termasuk dosa besar atau dosa kecil, terlebih yang melanggar adalah bagian dari Tifatul Sembiring, sama-sama dari Partai Keadilan Sejahtera, …dengan segala kerendahan hati, Ushul Fiqh 8dk, Insya ALLAH gak kalah lah kalau cuma dengan Tifatul doang, kalau dengan Om Hidayat Nur Wahid, atau beberapa senior yang lain, 8dk akui, 8dk kalah jauh.

 

 

Dengan kata lain, Tifatul saja masih gaptek, era digital, di pesta blogger, masih bertanya-tanya tentang isi film dalam kamera, kok tiba-tiba berani memutuskan mana dosa besar mana dosa kecil,  yang jelas-jelas itu domainnya TUHAN YANG MAHA ESA atau ALLAH SWT.  Padahal TUHAN  YANG MAHA ESA sudah menciptakan banyak buku untuk Tifatul baca, bahwa era digital sudah lebih dari satu dasawarsa booming di Indonesia. Duh, sedih banget, jangan-jangan Tifatul memang Menteri yang gak tahu menahu persoalan yang harusnya ia putuskan, ia hanya beruntung kebagian jatah karena ngedukung SBY, maaf, maksud saya, partainya Tifatul.   Duh…,atau jangan-jangan sebagai individu, Tifatul sudah merasa paling benar, sehingga berhak menentukan segala-galanya…

 

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, semoga ketika Arifinto berani mundur karena mengakui kesalahan yang ia lakukan, Tifatul berani melakukan hal yang sama, atau minimal bunuh diri, atau lebih rendah lagi, pindah agama, toh, kalau bunuh diri itu berdosa atau tidak, yang jelas, Tifatul sudah menyamakan dirinya TUHAN, kenapa masih takut dengan dosa?

Untuk kita semua, termasuk 8dk, mari kita sudahi kebiasaan menghalalkan segala cara atas nama agama, agama apa pun juga, mari kita buka mata kita lebar-lebar, bangkai, berada di mana pun, akan menjadi bangkai, dan kita juga harus ingat, belum tentu anggota dewan yang lain, yang kebetulan juga dari PKS, yang  tidak tertangkap basah, lebih baik dari Arifinto. Mau bukti? coba  tengok Misbakhun, tengok Adang Daradjatun, istrinya melakukan tindak yang diindikasikan sebagai tindak kejahatan, bohong betul kalau ia tidak tahu. Apa seperti itu pola hubungan suami istri yang dipersyaratkan di Islam yang diadopsi oleh Partai Keadilan Sejahtera, silakan istri berbuat apa saja, suami pura-pura tidak tahu, atau malah kebalikannya?

Islam itu suci, Agama apa pun suci bagi tiap-tiap pemeluknya dan individu yang beragama, tapi bukan berarti seluruh anggota Partai Keadilan Sejahtera yang berasaskan Islam adalah manusia suci. Ingat, apabila individu yang mengaku sebagai Murobbi Anda, Ustadz Anda, Kyai Anda, Dosen Anda, atau Presiden Anda,  meminta Anda untuk meniadakan atau menegasi perlunya bersikap kritis terhadap dirinya atau siapa pun, pada saat itu, boleh jadi dia bukanlah penunjuk jalan bagi Anda,bukanlah pemimpin Anda… bukankah seringkali Setan berwujud seperti Malaikat Terang?

IBSN : TeRima KAsih TUHAN!!!

Disclaimer…

1. Tulisan ini ditujukan untuk para pembaca yang dewasa secara literasi. apabila tidak ..maka Anda harus kembali ke sini

2. Komentar untuk Tulisan ini….jangan memBAwa Unsur Ayat atau Hadits, kecuali Anda dapat membuktikan diri bahwa Anda dapat berbahasa Arab dengan Baik dan pernah belajar hingga tamat minimal Bidayatul Mujtahid.. ..yaitu…coppas yang akan Anda komentari…terjemahkan ke Bahasa Arab..lalu Komentari dalam bahasa Arab, baru Anda saya Lihat sebagai Pengomentar Cerdas…kalau Tidak..sebaiknya anda bunuh diri aja daripada memberi komentar, tapi malah dinistakan oleh orang lain…

Terima kasiH TUHAN!!!

Terima Kasih 4JJI SWT…atau Dengan NAMA APA PUN ENGKAU disebut….

EngkaU menUNjukkan Kepada kami…bahwa Kami haruS berUbah…

dari Yang Tidak baik Menjadi baik…dari Yang Baik Menjadi Lebih baIk Lagi….Amin…

Engkau Telah Menunjukkan Kepada Kami..bAHwa MemPolitisasi AgAMa UNtuk Kepentingan Politik adalah PenIStaan…

Tetapi Memberdayakan Politik dengan Agama adalah Keharusan…

BelUM Genap 2 Bulan Fatwa HaraM GolpuT dari MUI kelUAr…ENGKAU tunjukkan Betapa Partai Keadilan Sejahtera Pun …masih “abu-abu” tentang  muhrim bukan muhrim…melalUI Anggota Dewan dari PKS Zulhamli…di tempat pIjat…

Kau tunJUkkan Betapa…SusiLo BamBAng YudhOyono…Tidak Peka …MenghalalkAN segala Cara…guna MemanipUlasi Data…Anggaran Pendidikan 20% yang meMang Keharusan Untuk Dipenuhi…

Dibilang Prestasi…

Harga BBM yang Turun di Tingkat dunia..yang harusnya wajar BBM di INdonesia Turun…

Diklaim PRESTASI oleh SBY dan Partai DemokRat..

.TeriMA KAsih…EnGkau Telah MENunjukkan Bahwa…Rakyat Indonesia perlu diberi Pembelajaran apa adanya…SEtelah Bulyan Royyan, Al Amin Nur Nasution, Zulhamli..hingga Abdul Hadi Djamal….

ENGkau BalikKAN  Kebanggaan RakYat Sulawesi Selatan..Menjadi Satu PendERitaan yang Membebani mereka Semua…itu karena ..mereka telah Memilih ABdul Hadi Djamal..dan Abdul Hadi Djamal…tertangkap tangan, menjadi BroKEr Proyek…Penyuap dan Yang Disuap…Tertangkap Tangan….

TerimA KAsih TUHAN…

ENgkaU BUat Fatwa Haram GOlpuT MUI…menJAdi Mentah..sementah-mentahnya…SEbagaimana DIamnya MUI, dengan Kasus Zulhamli, Kasus Bulyan Royyan, dan KasuS Abdul Hadi Djamal..

.izinkan 8dk BerDoa…semoga…akan Tampak…Betapa Tidak Penting dan Tidak Syar’inya Fatwa Haram GOLPUT dari MUI…Amin

Dan SemoGa…ANggoTa Majlis Ulama Indonesia yang kemarin mensahkan Fatwa Tersebut…

Engkau Bukakan Mata Mereka..Bahwa Fatwa HUkumAN mati Bagi KOruptor di Indonesia terutama Umat Islam…jauh lebih bermanfaat dibandingkan mengharamkan GOlput…

Atau Sekalian Aja…Buta IN mata Mereka Semua…Bikin Mereka Budeg…dengan Omongan-OMongan serta Kebathilan anggota Dewan…

Toh Mereka dah datang kepada MU lagi..dan Terserah Engkau Akan Menerima TObat Mereka Atau Tidak..tapi …

Izinkan Kami atau Minimal 8dk berdoa…

Agar Kau Kabulkan Tobat Mereka dan Kau MInta Nyawa Mereka sebagai Bukti Pertobatan…apakah Mereka Bunuh diri Massal, atau Mobil  MerEka Tabrakan Tragis…dan atau

Pesawat Yang Mereka Tumpangi gagal landing…

Dan cukuplah ajal berada di Tangan Mereka…tidak menyertakan Pihak Lain..Amien

8 DK dan Umat, terutama Umat Islam Yang Menentang Fatwa Haram Golput..TolonG tetap Engkau Lindungi…dari Penggunaan AYat-Ayat-MU yang disitir oleh MUI..dan semata-mata UNtuk MenamBah Fulus di Kantong Mereka….

MenamBAh kesemPatan Mereka Berpoligami

(Mohon dimengerti, bahwa Islam MenghALalKan Poligami, dan BAgi beberapa Ulama, biasanya POligamI diidentifikasi sebagai bUkti bahwa mereka dapat Memakmurkan lebih dari satu wanita…)

MOHON ENGKAU berikan Kekuatan Kepada Orang Tua ABdul hadi Djamal..yang Juga Kyai..UNtuk dapat Menerima Bahwa NaBI Nuh pun rela Kehilangan Anaknya…(Amin)

Sekali LAgi..

Terima KAsih…

ENgKAU tunJUKKAN bahwa PemILU adalah Perbuatan Politis yang TIdak bisa disandarkan kepada AGAMA…terutama ISlam….

SemOGa anggota MUI yang Mengharamkan GolpUT…dapat Engkau Buat Mereka Khilaf…sehingga Perbuatan Suap-MenyUAp sebeluM fatwa itu Keluar..seandainya ada…dapat ENgkaU Tampakkan…

Atau

Semoga Mereka Engkau BEri KeberanIAN..UNtuk Mendirikan Partai Baru…SEhingga Mereka diKemudian Hari dapat Menghalalkan Judi, Prostitusi, Hingga Korupsi…karena Mereka telah Menjadi POlitsi dan Ulama...

Semoga Hidayat Nur Wahid, terpeleset lidah…menghalalkan Prostitusi sebagai sarana pemberdayaan kader…

Semoga EngkaU Hilangkan Hafalan Qur’an dari Hidayat Nur Wahid, yang menghafal Qur’an tapi tidak pernah terlintas untuk MEwaJIBkan ANak-ANak Yang Beragama ISlam untuk Mendapatkan Pelajaran Bahasa Arab sejak Dini..

Semoga…

Bertambah Sedikit…Kompetitor Kami Ke Surga..Amin..

Semoga..Indonesia tetap Engkau Lindungi Ada atau TIdak Adanya Susilo Bambang Yudhoyono, Majlis Ulama Indonesia hingga Hidayat Nur Wahid..

Dan TerakHIR…

semoga ENGKAU bukaKan Jalan Bagi Para  Pengikut/Simpatisan Hingga Kader PKS..yang MengakU Muslim…Tapi Gak Mau Belajar Bahasa Arab…

BUkakanlah Hati Mereka…UNtuk Belajar…atau ….

Membeli silet di warung terdekat, kemudian memotong URat nadi mereka..secara massal..Amin ..

Kami Yakin….ENGKAU sama sekali Tidak MemButuhkan Kami..Tapi Kami MembUTuhkan ENgkau…

Dan Kami Yakin…ENGkau TahU ..

bahwa Islam dan Kami MembuTUhkan Umat Islam Yang Cerdas…

BUkan Punya Duit Tapi Bego…

atau Beribadah karena Ustadz anu..

Ustadz anu..

UStadz Anu…Terima KAsih TuhAN…

Semoga Engkau Berikan beban Moral bagi SEluruh Keluarga atau Anggota Keluarga dari Para Ulama Yang Menggolkan Fatwa Haram GolpuT…tapi Pura-pUra Tuli, Pura-Pura Bego, Pura-pura Buta…ketika Banyak ANGgota Dewan Yang Berbuat Bathil…Amin…

Terima Kasih Tuhan…..

SEMOGa GOLPUT kemBali Menjadi Pemenang

di Pemilu 2009 ini…amin

lintas…beritakan…

Duh Tifatul…Bersih Peduli dan Professional tuh…

DisClaiMEr…

Apa yang akan saya tuliskan disini…mengandung unsur dewasa…termasuk dewasa dalam literasi…

Pabila Anda ragu dengan tingkat kedewasaan membaca Anda…selayaknya  Anda menghentikan proses membaca tulisan ini…dan Izinkan kami untuk tetap mengapresiasi kedatangan Anda ke blog ini…Terima  Kasih…

Pagi ini…tanpa sengaja…saya hiking…mulai dari detik, hingga nusantara news…alkisah…dalam perjalanan saya menemukan…shodiq.com..nah isi tulisan ini..akan membahas salah satu tulisan di shodiq.com

PKS Sombong Lecehkan Artis Sinetron & Kalangan dari Dunia Hiburan Lainnya

itu ada judul tulisan dari M.Shodiq… yang membuat sayatergugah tuk menulis…ya…lagi-lagi tentang PKS…

maaf ya om..bukan saya gak setuju dengan keberadaan Partai Kebathilan Sejati…tapi memang

Partai Keadilan Sejahtera sudah gak bisa dipercaya lagi nih kayaknya….

Awal Persetubuhan….

dari kecil…tanpa sengaja…

8dk akrab dengan seni…teater..puisi…mulai dari SD…sempat belajar banyak dari Om Willie…di Depok

dan juga Om Emha…yang kebetulan satu almamater…

entah kenapa.. kok saya suka dunia seni…

ada yang bilang seni itu mengalir…dan alirannya harus dikeluarkan seperti air seni…kalau tidak jadi penyakit…

ada yang bilang itu bagian paling awal dari pelajaran bagaimana mengapresiasi semesta..dll..dst..dst..

.Antara 94 – 96 (maaf saya lupa tepatnya…makloem dah tua..hiks)…saya sempat melibatkan diri di SIneTron “Ku Bersujud” menyambut Iedul Fithri.. di antara bintangnya adalah

Paramitha Russady dan Yana Julio..

.nah ini capeknya...hampir tiap hari…ketika itu…proses shooting berakhir tengah malam, dan di mulai dari tengah hari…sementara apparatus disiapkan tentu jauh lebih awal..

Jadi UNTUK OM TIFATUL…Ada KERJA KERAS dan KEsunGGUHan Dalam PROses PemBUATAN SINetron…BUkan CUma MengaNDalkan Wajah…pasti …cepat dibuang produser…

Pembelajar….

Saya belajar dari Yana Julio…

ketika menunggu proses shooting untuk dirinya……Ia membaca buku…baik di dalam mobil maupun di tempat shooting…beberapa bukunya yang sempat saya intip berbahasa Inggris (ingat ini tahun 1995-an…) dan ketika waktu sholat…beberapa hari proses shooting kubersujud…saya menyaksikan sendiri Yana Julio pun bergegas…

Seingat saya dulu belum ada tuh PKS bahkan PK…dan ia telah mencontohkan hal yang baik…menggunakan waktu luang dengan seksama…Ia adalah ARTIS…

ARTIS Om TIFatUL.!!!.

dan saya berani bertaruh…

LITERASI YanA JULIo jauh lebih baik dibandingkan Om. Tifatul….Ukuran gampangnya….seingat saya Yana Julio alumni IPB; mohon dikoreksi kalau saya salah…nah bandingin dengan om…

Seingat saya…saat Ini untuk Campaign ..PKS dibantu oleh IPang Wahid…nah tanya dia dulu dong sebelum ngomong…bener gak kalau artis itu gak bisa apa-apa…

Tifatul…lu jangan lupa…dunia politik dan dunia keartisan sama-sama cair…bukan dunia yang Kaku…Oon Loe!!!…Artis yang berotak dan faham betul dengan ilmu dan tuntutan keartisannya jangan-jangan jauh lebih banyak dibandingkan dengan KADER PKS yang bisa berbahasa Arab lancar, faham ushul-Fiqh, Ngerti Bidayatul Mujtahid…

gw berani taruhan kok…

lha wong Hidayat dan M.Hatta juga kakak kelas gw…..gw sempat kok denger curhatan mereka berdua…udah lah…loe toeL… jangan SOmbong lah…

Jualan KOran AJa…kalau gak Pake Otak…itu koran bisa gak laku…

Apalagi jadi Artis….

dan Yang Paling Penting…Politik itu bisa dipelajari kok…udahlah gak usah ngomongin fungsi legislasi, monitoring dan budgeting…itu semua dalam kehidupan sehari-hari udah manifest kok…

Kita harus atur jam tidur kita (legislasi diri) kita harus atur jam makan kita biar maag gak kambuh (monitoring) kita harus atur ongkos…(budgeting)

Wah…itu lain…(misal loe nolak..Tul..) ala…Tul..hidup ini cuma permainan ANALOGI tul…makannya belajar Sosiologi dimantengin…jangan ujug2 lari ke Politik cuma Menang Kolot atau Udah jamuran di Liqo’

Sorry Tul…gw konfrontatif aja deh…

Sadar Wujudlah…Elo tuh “jadi”  Karena PKS ngamanatin lu jadi PResiden…TItik…

Loe harus minta MAaf TUl!!!

Loe kira jadi artis cuma modal tampang..ujug-ujug di-shoot…”jadi”…

Gila Loe…Gua gak tau loe belajar Islam di mane…Ustadz atau Murobbi lu sape..

.tapi sekalipun gw muallaf…

gw gak takut kalo cuma debat masalah “ISlam boleh gak ngerendahin orang lain” ama Loe…toh modal kita sama…perkiraan gw…

(sorry gw belon pernah ngobrol dengan Tifatul) bahasa Arab gw ama Bahasa Arab lu…paling sepadan lah…

Belajar dong dari AA Gym…yang habis keceplosan ngkritik Indonesian Idol dan Idol2 yang laen taun lalu…akhirnya kelabakan nyari jalan masuk ke sana (ke dunia artis)…

Udah lah..lu…jalan yang lurus2 aja…

.Tifatul..harusnya elu malu…loe gak bisa masuk ke dunia Artis…Partai lu gak bisa masuk ke dunia Artis…padahal…pada titik tantangan dakwah…dakwah yang membabi buta di dunia hiburan adalah hal yang niscaya…sebab…kecenderungan orang kepleset di dunia hiburan jauh lebih banyak dibandingkan dunia yang “aman”.

Jadi… jangan karena loe gak bisa masuk ke mereka..trus loe ngerendahin mereka…Tul…Sorry Menyori…Ilmu Politik Om Rendra…jauh lebih berisi dibandingkan eloe…dan mungkin juga Marissa Haque…nah…Ilmu Agama nya Om Emha…gua yakin gak kalah dari eloe……udah lah…jangan SOMBONG…

KeSOMBONGAN itu Cuma MIlik TUHAN YME…ALLAH SWT..

.Sengak lu TUl!!!

Nah sekarang Masuk ke Tagline PKS…

Bersih…

Apakah Orang PKS yang terkenal Bersih lalu Boleh Merendahkan Orang lain…..Saya kira kalau kayak gitu tingkat bersih yang dijaga oleh PKS…berarti BErsihnya manipulatif…

Peduli…

Kalo elu peduli Tul..harusnya eloe rangkoel tuh Artis…lu benerin kalo mereka salah tapi loe harus akui dan apresiasi kerja  mereka yang bener DOnk!!..Peduli PKS jangan-jangan cuma Peduli uang artis buat didonasi untuk keperluan PKS…..Gila…

pRofESSIONAl…

Nah kalau PKS pRofessional..khusus untuk TIfatul…harusnya ia mengakui bahwa dunia politik adalah dunia yang cair…

siapa pun bisa masuk asal persyaratan terpenuhi…syarat di INdonesia adalah suara dan ajangnya pemilu…Titik. itu dulu…Masalah Legislasi, Monitoring, Budgeting..itu adalah aktivitas lanjutan..

tapi intinya dia dapat suara atau gak..baru Elo liat kerjaan mereka..

dan Yang Penting…seseorang yang mengklaim dirinya Professional…

akan menghargai dan mengetahui bahwa tiap-tiap kerjaan atau kegiatan orang lain..juga menuntut ilmu,, ketabahan, kesungguhan dan kecerdasannya masing…

Tifatul …!!!

Loe Harus MINTA MAAF!!!!…

Sorry Tifatul….

Tadinya gua kira Elo cerdas dan Santun …gak taunya..eloe sama bajingannya

Ama Gw…bahkan mendingan gw kalee…sebajingan-bajingannye gw…

gak pake agama…agama ISlam ; yang gw kejar jungkir balik ini ilmunya

(gila sampe sekarang gw baru dapet kulit doank) …

gw gak pake itu agama buat aktivitas bajingan gue…

Terima kasih.. …

NB…Apabila Tifatul Sembuiring tidak mau  meminta maaf atas

kesalahan  ini…

saya cuma ingin menyampaikan kepada pembaca…

mohon jangan memilih  partai yang taglinenya bagus…

tapi gak bisa ngejalani itu tagline…

Bukankah kita memilih Anggota Dewan…bukan orang yang professional

merendahkan orang Lain….Tq

<a href=”https://belajardarikecil.wordpress.com/2009/02/17/tifatulsakitjiwa”&gt;
<img src=”http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png&#8221; />
</a>

Introducing…Ungkapan Minggu INi…

Temans…seringkali saya iseng…mengutak atik kata…

baik untuk mengapresiasi semesta…maupun mengkritisi sesama(termasuk diri saya).bahkan merendahkan…

Merendahkan kadang kala dekat ke penistaan….

Tentu ..tidak boleh menistakan…kecuali sesuatu atau seseorang telah menistakan kita…(ih pendendam…sorry 8dk cuma manusia biasa..bukan malaikat…) sejatinya.. menistakan adalah tindakan yang tidak boleh…apa pun alasannya…

bukan karena seseorang menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera …seperti Tifatul Sembiring…lalu boleh menistakan kemampuan calon legislatif dari kalangan artis sinetron..

( mohon dilihat…http://shodiq.com/2009/02/12/pks-sombong-lecehkan-artis-sinetron-kalangan-dari-dunia-hiburan-lainnya)

sebab…

dengan segala hormat…saya berani taruhan…8dk kalau cuma debat dengan Tifatul Sembiring…tentang politik, apalagi politik Indonesia…kacang …(kacang dalam  bahasa Sasak berarti gampang…mudah)…

Jadi untuk Tifatul..berhubung Anda telah menistakan profesi dan profesi itu dihuni oleh manusia hidup (artis)…maka saya pun terayu untuk MEnistakan Anda…

Mari Kita Saling Menistakan

(ini antara 8dk dengan Tifatul Sembiring…kalau ada yang mau ikutan..ya terserah..asal siap mental…siap juga silet..buat bunuh diri potong nadi…tq)

Lha wong baru lulusan Pakistan aja kok Sombong …Paling menclok ke Pakistannya gara-gara jamaah khurujiyah doang..ha…ha…

atau …karena sadar kemampuan gak bakal tembus UI, UGM, sorry…kalau untuk Oxford dan Harvard…kejauhan…Kalo Lulusan Harvard…Oxford..baru deh tepok dada…(itu pun bakal diketawain ama alumni dari kedua almamater tadi..)

Tifatul….Orang cari Ilmu itu Kewajiban ..bukan buat MEnistakan ORang…!!!!

B4n954T!!!!!!!!!

(untuk teman2 PKS yang jago ngehack…sorry ini urusan 8dk ama Tifatul ..kenapa diungkap diruang publik…karena dia Presiden Partai..dan Partai isinya manusia..bukan binatang...jangan dihack..gw nyuwun…kalau mau debat…ya berkaitan tulisan ini..)

Pindah agama aja Loe.!!!

Anak buah elo…eloe…jangan-jangan cuma suka teriak istighfar…istighfar..gak pernah ngelakonin kecuali lagi liqo dan sholat…gila lu pada…Elo tu ye..Istighfar juga..ngeremehin Kerjaan Orang Lain…kayak Kerjaan loe udah Bener aje…!!!

..Islam mewajibkan Orang Belajar untuk Mencari dan Mengimani 4JJI sejadi-jadinya…bukan untuk Merasa lebih Baik dari Orang Lain…

Baru dipanggil Ustadz aja bangga…emang gak ada Ustadz yang pezinah…hah!!!….

Sorry…jadi ke mana-mana…maaf…tulisan ini cuma mau ngenalin…insya4JJI kita kan coba buat

“Ungkapan Minggu Ini”

yang berasal dari ide-ide sederhana ..yang kadang melelahkan kita kalau kita melupakan  mereka…

Tentunya…ungkapan tersebut hanya semata-mengungkap…Tafsir bebas ada di benak dan pemikiran teman-teman..jadi tidak ada penjelasan…silakan menikmati penjelasan teman-teman dari ungkapan tersebut…secara mandiri…baik ketika di kamar mandi…maupun di kamar tidur, baik sedang sendiri maupun ketika bersebadan…(apa coba….!!!??)

atau Ungkapkan dalam Komentar…Baik Buruk..Kasar Sopan…diterima….dan diberi ucapan Terima Kasih…Anda memiliki Hak untuk menyebut piaraan Anda (seperti Anjing, Kuda, maupun Monyet)  atau Makanan Anda (seperti Anjing, Babi, Cumi-cumi, dll ;sekalipun mereka sebenarnya malu kalau Anda sebut di sini..) dalam komentar Ungkapan Tadi….Otre???

Omongan tentang Tifatul Sembiringnya…nanti dibuat judul baru…mungkin agak jadul…maklum…bukan blogwalkers sejati..he..he..he..

Lho …Om…ungkapannya Mana…(entar…judul baru…tq)

<a href=”https://belajardarikecil.wordpress.com/2009/02/17/introducingquote-of-the-week”&gt;
<img src=”http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png&#8221; />
</a>

Fatwa Haram Golput MUI; saya malu bagaimana dengan Anda?

Minggu lalu…

8dk menghadiri seminar…

di Jakarta Media Center…kebon sirih..jakarta….

seminar itu ngomongin tentang pemilu di mata media…

Tidak ada hal yang baru di sana…tetapi ada hal yang menarik untuk dijadikan pelajaran…

Terutama oleh Umat Islam…Seorang Komisioner KPU…

I Gusti Putu Artha…

pada saat seminar berlangsung…ketika sesi tanya jawab….sempat berkelakar…dengan kalimat yang kurang lebih isinya begini….

” …saya gak tau tentang sorga – neraka…tapi setelah Pemilu…Tuhan kayaknya bingung nyiapin penjara untuk “mereka yang golput; merujuk ke Fatwa Haram GOlput oleh Pemilu”….

(kurang lebih begitu…tolong direkonfirmasi atau bahasa Partai Keadilan Sejahtera di tabayyun ke I.Gusti Putu Artha …di KPU…gampang ditrack via google atau 108…tq)

dan memang ….pada pertemuan tersebut…Fatwa Haram Golput oleh MUI…sudah banyak diperbincangkan…

Apa yang ingin saya sampaikan adalah :

1.Bahkan seorang komisioner di KPU…yang jelas-jelas ia individu yang mengemban pelaksanaan Pemilu dan Pilpres…secara implicit, Mengatakan bahwa Fatwa Haram Golput oleh MUI adalah hal yang tidak mendidik….

2. Penyampaian kelakar tadi menunjukkan bahwa MUI tidak lebih dari pendongeng, atau pelawak seperti TUkul Arwana…yang boleh didengar kalimatnya …bukan untuk dipikirkan…tapi lebih untuk relaksasi…bahan tertawaan….

3. Beberapa pendapat pada seminar itu juga menertawakan Fatwa Haram Golput MUI, di antaranya di lakukan oleh seorang mahasiswa dari Serang…nah jelas bahwa kita tidak bisa meminta orang Non Muslim untuk tidak menertawakan MUI…apabila kita (termasuk saya…) juga menertawakannya…

4. Saya kok jadi malu…punya majlis ulama…yang fatwa mereka…bukan dijadikan pedoman…tapi malah dijadikan bahwa pertentangan hingga tertawaan…

seakan-akan…MUI tidak lebih dari sekadar majlis untuk tertawa dan ditertawakan…Masalahnya adalah kalau kita minta Tukul untuk melawak…itu masuk akal…dan memang itu bidangnya…Tapi kalau ulama melawak tanpa ia sadari ia melawak…apakah itu tidak fatal?

5. Untuk rekan-rekan muslim..(untuk ulama mau denger syukur…gak mau denger jg syukur) …termasuk  saya…

Inilah saat nya kita beristighfar…karena memang MUI…sudah jadi “budak” atau Kakitangan Kepentingan Politis atau Politisi…

Seingat saya…Islam datang ke dunia…dan membawa pencerahan bahwa Perbudakan haruslah diatur dengan seksama bahkan kalau aturan itu tidak berjalan dengan baik…memerdekakan budak adalah hal yang niscaya…

Jadi…saya malu…kalau dikit-dikit…fatwa MUI dijadikan Jokes…seakan-akan MUI ada untuk Melawak dan Melawak seingat saya dekat Kepada berbohong….

Akhirnya…saya malu…dan terserah Anda…apakah Anda malu atau tidak…tapi yang jelas saya cuma bisa berharap…

MUI dapat dilirik oleh Trans TV untuk ikut melawak di ajang Xtra Vaganza..

(lumayan kan kalo ditanggap..dapet duit..duit  bisa dibuat naek haji…lagian kalau MUI digosipin…jadi wajar…kan selebritis…he..he..he..)..

Selamat Untuk MUI…

Era Pelawak yang Melandasi Pijakan Lawakannya dengan dalil agama…baru saja dimulai di Indonesia..

.Ih…

keren da…. cihuiiiiii

<a href=”http://www.lintasberita.com/submit.php?phase=2&url=https://belajardarikecil.wordpress.com/2009/02/15/fatwamuibikinmalu”&gt;
<img src=”http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png&#8221; />
</a>

Valentine dan PKS Depok : Saatnya Memilih…

Pertama…

tanpa sengaja saya blogwalking ke blog ajaran (ajaran.wordpress.com)  dan di situ ada blog PKS Watch (www.pkswatch.blogspot.com)….

Nah sumber ide tulisan ini berasal dari pkswatch…

Kedua…

agar tidak terjadi kesimpangsiuran…sumber berita ini…berasal dari dua media lain…yang saya juga kutipkan alamatnya disini :

1. http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=57933

2.http://pemilu.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/02/08/267/190574/pks-rayakan-valentine-untuk-jaring-

pemilih-pemula

Secara pribadi….apabila

Partai Keadilan Sejahtera adalah partai politik murni yang berasaskan sekuler…bagi saya itu bukanlah hal yang luar biasa…jangankan valentine…

wong di beberapa lokalisasi …ada caleg membagikan kondom kok…jadi apa masalahnya?? ?

Tapi

apabila dirujuk kepada Partai Islam apalagi Partai Dakwah yang dicanangkan oleh PKS…mulai dari  embrio bernama Partai Keadilan….apalagi gerakan tarbiyah…harus kita “kejar” apa yang ada dibalik program ini….

Bagi saya secara pribadi

saya masih mengingat ada hadith (? mohon dikoreksi kalau saya salah) “man tasyabbaha biqoumin…fahuwa minhum…atau terjemahan bebasnya barangsiapa berperilaku seperti suatu kaum…mereka bagian dari kaum itu…..

Dengan kata lain…

apabila betul adanya PKS Depok menghalalkan pencapaian pemilih melalui kampanye Valentine Days  ..

.walau sekadar menggunakan momentum…

tapi membagikan simbol yang biasa digunakan pada momentum itu (coklat berbentuk hati sebagai simbol kasih sayang)

maka PKS Depok seharusnya memindahkan dirinya ke dalam Partai Demokrasi Kasih Bangsa (Masih ada gak ya???) atau Mungkin ke Partai Krisna (Partai Kristen Nasionalis…juga masih ada gak??? )

atau minimal ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan saya kira di Partai ini…

bisa diakomodir oleh Baitul Muslimin..kebetulan para senior saya juga tidak sedikit yang bermukim di Baitul Muslimin….

Terlepas dari kesulitan PKS Depok menggaet pemilih Pemula…

.kreativitas dalam berkampanye…bukan berarti menghalalkan segala cara...

Saatnya memilih…

PKS sebagai Partai Dakwah…

atau malah To THe POint aja Jadi

Partai SEkuler…yang kebetulan juga bisa berdakwah (?)…

Wallahu A’ lam Bisshowwab…

Yang jelas…. kalau saya boleh usul…untuk PKS Depok…

mungkin lebih baik antum sekalian menjual diri untuk mendapatkan suara (itu pun kalau ada yang mau membelinya)

dibandingkan antum sekalian menjual agama antum…sebab…Islam itu luhur…

hanya manusia seperti saya…atau mungkin antum…yang baru belajar Islam yang sering khilaf

(atau malah mengkhilafkan dirinya)  dan kemudian bernaung di balik keterbatasaan kita…semata-mata guna melegitimasi kedangkalan kita dalam beragama….Naudzu billahi min dzaalika…