Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Archive for Pejabat-Aparatur Negara = Bajingan

SelamAT PasKAh…

Dear All, sejak Jumat kemarin, teman-teman; umat Kristiani, mulai melaksanakan rangkaian peribadatan/perayaan Paskah. Mulai Jumat Agung, hingga kemarin, Minggu Paskah.

Ditengah-tengan hiruk pikuk kekacauan negeri ini, pejabat yang sebenarnya penjahat, petugas pajak yang mengemplang pajak, polisi yang sebenarnya hanya sebatas maling tapi berseragam, hakim dan jaksa bajingan, hingga Presiden yang dipilih oleh Rakyat, tapi tetap peragu,

maka…Rangkaian Acara Paskah, peribadatan tersebut…, semoga, membawa keheningan, kebahagiaan, dan menguatkan kita,

untuk selalu menguatkan tekad hidup dalam damai dan kebajikan…serta yang tidak kalah penting, tidak menjadi peragu, sekalipun dipimpin oleh Presiden yang; sudah menjadi rahasia umum, disebut peragu (adalah hak yang bersangkutan untuk mengatakan dirinya sebagai individu yang selalu berfikir panjang; komprehensif,dll..)

Selamat Paskah Teman-teman!

Advertisements

Masa Depan Anak Koruptor dan Penjahat Kerah Putih (Polling Bo!)

Disclaimer : Yang keberatan, silakan berkomentar atau menulis keberatannya baik via komentar atau di blog dhewe, nanti ta’ link sisan. otre?

Bacaan ini bukan bacaan biasa, perubahan sikap, perilaku, adalah hak dan tanggungjawab pembaca, 8dk hanya menyodorkan tulisan untuk dibaca, tidak untuk mengubah persepsi, perilaku atau lain-lainnya.

Sebuah pertanyaan untuk kita bersama; silakan dipilih (ini polling lho; jawabnya via komentar aja, he he he )

Pertanyaannya mudah sekali,

“Apabila anak dari para koruptor, penyuap (e.g: Arthalyta Suryani), jaksa yang makan suap (e.g : Urip Tri Gunawan) , petugas pajak yang ngemplang pajak, polisi yang bajingan ;pemeras dan pemakan suap, penjahat bertopeng pejabat, telah menjadi dewasa kira-kira mereka akan seperti apa :

A : Lebih canggih dari kedua orang tuanya; kalo gak lebih canggih, berarti gak ada kemajuan dunks!


B : Lebih bersahaja, bertobat, seperti Ustadz Jeffry Al Bukhori yang kabarnya  bertobat tidak menyentuh kembali barang-barang haram.

C : Seperti Pak Harto dan atau Saudari Nunun Nurbaiti, berkelakuan buruk  hingga membabi buta, lalu berharap terkena penyakit lupa berat atau kehilangan salah satu fungsi syaraf memorik

D : Seperti Susilo Bambang Yudhoyono ; menjadi Presiden Republik Indonesia, yang akhirnya seringkali bertindak serba salah, tidak tegas; mungkin karena bawaan masa lalu (baca: ikut menikmati sesuatu)  atau berusaha mengabdi secara total terhadap bangsa dan negara, sembari tetap menutup mata atas kebobrokan para pejabat yang berpolah penjahat, dan tidak berani mengambil ketegasan secara optimal (sekalipun memiliki hak prerogatif tertentu terhadap hukuman atas seorang terpidana) dengan berjuta alasan berlindung dibalik kalimat sakti : tidak konstitusional.

Sekalipun didukung mutlak oleh suara pemilih, Alhamdulillah SBY tetap mengajak partai-partai lain berkoalisi, entah ini strategi atau bukti tidak memiliki kepercayaan diri, hanya TUHAN dan HANTU (mungkin) yang bisa menjawab dengan tepat.

E : Hanya Dukun dan Orang Pintar yang Maha Tahu

F : Tergantung kaderisasi dari Orang Tua bersangkutan


G : Amit-amit, mudah-mudahan gak kejadian di gw dan turunan gw (nah ini jawaban mudah, sekalipun “Jaka Sembung bawa golok”

H : Silakan tanya ke (maaf) kemaluan Anda masing-masing (jawaban ini boleh jadi  hanya cocok diutarakan oleh M.Al Amin Nur Nasution atau yang sejenis.)

Terima kasih teman-teman untuk partisipasinya….Salam….

SunSet PoliCY…uNTUng Rugi Jadi WaJib Pajak…

Banyak orang Yang Kaget…

ketikA MengETAHui 8dk dah Punya NPWP…itu hampir lima tahun lalu…bukan apa-apa…kerja mandiri tho… …

Tapi…ya itu tadi…MumPUNg kita MAsih HiduP siapa Tahu …kalau Kita Bayar Pajak…Ada lah satu sen yang masuk jadi NGikut buat bEli Genteng di salah satu SD di manoKWari…

Kebayangkan…Saya BElum pernah Ke Irian Jaya…tapi dah ada Andil di Pulau Kepala Burung…(ini gak geer..ini Doa….) LagiAN …jatah Ke Negara dah Dikurangi jatah Zakat Saya Juga kan…jadi Kenapa Masih mau BakhiL….(maaf…unTUk JK dan SBY…kalaU Anda Tersinggung …ya itu Hak Anda…dan UntUK Tommy Soeharto…ya…konYOL aja Kalau ANda Tersinggung…lHa wonG pajAk Anda JauH lebiHGEDHE dari pajAK Saya Tha….)

PagI ini…8dk nemenin kawan yang mau menyemut mengantri pembuatan NPWP… tepatnya di salah satu KPP Depok… MuNGkin karenA KebIJakan SUnset Policy Mau Abis….tutup Besok…jadi bejubel dah….

Sambil menunggu giliran….8dk seMPAt BercakAp-CakaP dengan beberapa Orang Wajib Pajak yang lain…nah alkisah ada satu Lontaran Menarik…SeoranG Bapak Mulai bicara…

“Saya heran…temen-temen saya yang dagang…punya satu dua toko bahkan lebih di Pasar …belum punya NPWP…mereka Males ngurus…nahSItu kok yang ProyeknYa Gak Tetap mau aja……

8dk TerdIAm….kaGet dengan LoyalITas Sang BapAK terhadap Indonesia…(dari wajah…. sepertinya sang Bapak berketurunan cIna…)…….

saya cuma Jawab Begini…”Yah…mumpUNG masiH ada RejekI om…sapa Tau …ada Bagian dari yang  saya bayar kePake untuk BAYar SBYJK…Nah Boleh Kalo saya NgamuK-nGamuk ngeliat MerekA berdua gak Bener…(ce ile…kayak benar sendiri…aja…tadi 8dk bicara berapi-api…untuk gak keluar asap…weks….)

Seorang Ibu….Celetuk…wah Asyik Juga Mas…Berarti Saya boleh (maaf) nge-4n71n9-84811n Anggota DPRD Depok dunks…..!!!

8dk kaget…dan MenaMBahkan (sambil mengURut dada…ternyata yang dimusuhin di Depok bukan cuman Walikotanya…hiks…)

Yang saya tahu Bu…(8dk coba nanggepin celoteh si Mbak..)… NPWP ini buat PemerinTah Pusat…Nah Baru deh nanti sebagian ada yang turun  ke Daerah…kalau yang langsung ke Pemda Depok..ya PBB..dan .Pajak Kendaraan bermoTor atau pajak Hotel dan Rumah Makan… gitu Mbak…

tapi…

yang jelas…kalau Kita Punya NPWP…idenya memang Gak boleh kalau cuma mau Beramal ke Negara…

Apalagi negara kita diurus oleh Para Bajingan…Mendingan Kita nIatin juga…Kalau kita dah bayar Pajak berarti kita biSa Ngacak-Ngacak Pejabat Yang Gak Bener…Yah minimal…kalau mereka KoruPSi…saya merasa punya hak…buat ngedoain agar mereka…berPEnyakIT keLAMin…TujUH TUruNAn…TerMASuk menULarkan PEnyakITNYA ke Orang-Orang Yang MereKA Cintai..Juga TujUH Turunan…Dan Minimal juga..Anak KEturuNan Mereka…PUnya Kebiasaan NGILER…di Depan Umum HIngga Usia 40 Tahun…

Si Mbak pun nimbrung lagi….wah…tuh doa lucu juga Mas……..boleh ditiru kan!!!????

Berhubung…karena…jatah menGhadap Petugas teman 8dk samPAi…maka Pembicaraan Terputus…

Secara sederhana..8Dk MengHArapkan ...

Lihatlah KeunTUNGAN nyata dari Pendaftaran NPWP ini…minimal ketika Anda SHOPPING di S’PORE…gak Kena FIskal…(saya tahu Anda Borju…) tapi Kalau Untuk Golongan Seperti 8dk…Minimal Kalau Kita Terpaksa Ngata-nGatain Para Pejabat Negara…. kita boleh Merasa Punya Hak…Jadi Sekali LAGI…

Dengan MENJAdi PemBAYAR PAJAk..WajIB PajAK…ANda dapAT dan BOleh MErasa Berhak UNTUk MEMbinATANGKan…Para Pejabat Indonesia Yang Bajingan…….

Jadi tolong diingat…SeLURuh PejABat Negara…dan MungKIn Pegawai Negeri…pAda titik Tertentu…Anda BOleh Jadi…HanYALAH PENGEmis Bagi MAsyarakat Indonesia YAnG berwiraswasta……

Lalu…Masih mau NYOGOK UNTUK JADI POLISI…..TNI….PNS….ANGGOTA DPR…TOlol Amat Sih …!!!!!!!!

TaGLINEs SedErhANAnya…

GUNAKAN SUNSET POLICY…AGAR KITA BISA MEMAKI-MAKI POLISI (Tentu PolISi yang Tolol dan Bajingan….)

Ikhlas…belajar dari Buya Hamka dan Mar’ie Muhammad

Dua hari lewat, seingat saya, Metro TV menampilkan kisah/kenangan tentang Buya Hamka… Salah seorang ulama besar Indonesia…yang dalam hemat saya…hingga saat ini belum ada calon penggantinya (kenapa tidak Anda!!!???…semoga..amien)

Salah satu bagian dari berita tersebut adalah kisah tentang penyiksaan yang ia hadapi saat pemerintahan Soekarno…tapi ia masih dapat memaafkan Soekarno bahkan menjadi imam saat Soekarno wafat…

Kemudian ditampilkan perseteruan Buya Hamka dengan Alamsjah Ratuprawiranegara..menteri agama yang menentang fatwa MUI (waktu itu dipimpin Hamka) yang melarang umat Islam mengikuti perayaan natal (dalam artian ibadah natal) bahkan mengucapkan selamat hari raya …

Tanpa bermaksud melebih-lebihkan…kebetulan pada saat kecil, saya sempat belajar dari kultum ba’da shubuh dengan Buya Hamka di Al Azhar…dan sempat mendengar Alamsyah berbicara tentang Islam…pendapat pribadi saya…jauh dan hampir memilukan apabila kita ingin membandingkan kedalaman ilmu agama antara Buya Hamka dan Alamsjah…

“Tarmizi, Ulama itu tidak bisa dibeli, dan tidak mungkin ditekan oleh pemerintah” itu kalau saya tidak salah ingat…kutipan perkataan Hamka kepada Tarmizi Taher…pada saat Tarmizi Taher berusaha menjadi jembatan bagi perdamaian Hamka-Alamsjah…(kutipan dari tayangan Metro TV)

Pilihan untuk mundur dari jabatan Ketua MUI, dan pada saat memimpin MUI menolak gaji dari pemerintah yang dipilih oleh Hamka, menurut saya, bagian dari keihlasan beliau, yang saat ini sulit untuk dicari padanannya…Pengalaman pribadi saya, yang hampir 3 bulan puasa bershalat shubuh di Al Azhar (saat kecil) mengarahkan bahwa Beliau adalah individu yang ikhlas…semoga…

Antara 1-2 Januari 2005…lebih kurang satu minggu setelah kejadian Gempa dan Tsunami Aceh…(mungkin tepatnya tanggal 2 Januari 2005). Bersama beberapa rekan saya mampir ke Gedung PMI, dekat Pancoran…ingin mendaftarkan diri menjadi relawan…karena memang saya hanya dapat membantu secara tenaga dan doa . untuk rekan-rekan yang tertimpa musibah itu…bukan harta…

Alhamdulillah, sore itu saya sempat bertemu dengan Pak Mar’ie Muhammad…Mungkin beliau sudah tidak ingat saya…tapi kesan saya terhadap beliau…boleh jadi sama mendalamnya dengan kesan saya terhadap Buya Hamka…

Saat itu…ketika saya mendaftar di ruang muka (ada meja pendaftaran relawan)…saya usulkan kepada petugas untuk mencoba membagi perbekalan atau ransum melalui udara dengan menggunakan pesawat rusia yang seingat saya masih ada teronggok di Iswahyudi (Madiun)….Pesawat badak yang bisa mendarat di tanah tidak rata… Petugas tersebut (seingat saya dari NTT..) menyarankan agar saya langsung menemui Pak Mar’ie yang ada di ruang dalam..(mungkin ruang rapat;maaf saya tidak terlalu hafal dan tahu tentang ruangan di kantor PMI).

Salutnya….saya melihat Pak Mar’ie, yang matanya sudah tebal (mungkin karena kurang tidur) di hari libur…tetap semangat…dan mau mendengarkan usul saya… Setelah mendengarkan usul saya..ia mengatakan bahwa dalam pengiriman logistik, tetap kita harus mengutamakan keselamatan orang yang mengirimkan logistik tersebut….(begitu kira-kira jawaban beliau)…

Sejatinya, pengalaman kecil saya ke Iswahyudi, dan pembelajaran saya tentang militer sekenanya, menunjukkan bahwa militer adalah individu yang siap mati…apalagi pilot/penerbang…tapi…pada saat Pak Mar’ie berargumen pentingnya mengutamakan keselamatan para petugas…saya tidak dapat mengeluarkan pengetahuan saya itu…entah….

Nah…mudah-mudahan saya gak salah alamat…Hamka tidak mau digaji oleh pemerintah…sementara Mar’ie Muhammad, berjuang di hari libur, dan kurang tidur…(itu saya yakin karena melihat kantung mata beliau)…Mudah-mudahan juga itu wujud dari KEIKHLASAN beliau berdua… Saya cuma merenung sedikit…kok masih ada ya…(terutama pas Pak Mar’ie), sementara SBY pun pada saat itu, saya tidak melihat kecekatannya (bandingkan dengan gempa di Yogya)…tapi…/harto (baca;persetan!) dengan itu semua…keberadaan dua manusia tersebut menunjukkan bahwa BEKERJA ADALAH PENGABDIAN…bukan karena INI atau KARENA ITU…pertImbanGan InI atau PERtimBANGan ITu….

Saat ini…belum lama berselang…kalau tidak salah (mohon dikoreksi kalau ingatan saya salah) , Max Sopacua, pada saat debat di ANTEVE menuding lawan debatnya…Anda belum berbuat untuk NEGERI ini…GiLA….masak sih dia gak ngerasa kalau dia juga digaji dari negara ini…APA BEDANYA ia dengan URIP TRI GUNAWAN…yang mengemis pengampunan dengan SENJATA ANAK…serta PENGABDIAN 17 tahun di KEJAKSAAN… SELAMA pengabdian..dia digaji oleh SIAPA…? OLEH BAPAK MOYANGNYA!!! .7UCK…GILA…GILA…

Maaf, Melebar kemana-mana…tapi mari kita kejar ingatan…ketika Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan…ia akhirnya disingkirkan…tapi seingat saya (maaf…Bung Karno wafat saya belum lahir) dari buku-buku tentang beliau yang saya baca…saya belum membaca adanya “PENUNJUKKAN DADA DIRINYA sebagai PROKLAMATOR atau KESOMBONGAN dirinya” nah… atau yang cukup tragis Hatta…sesama proklamator, berbeda pendapat, akhirnya memilih tidak berjalan bersama dengan Bung Karno…dan masih ribuan atau bahkan jutaan MANUSIA IKHLAS indonesia ZAMAN DAHULU KALA….

nah…sekarang…tidak berbentuk atau memang tidak mau membentuk dirinya….Secara pribadi saya jadi bingung…saya bayar pajak, punya NPWP pribadi dari 4 tahun lalu…dan maaf, dalambeberapa kasus gak sekali dua kali tuh “perang-perangan” dengan orang luar Indonesia (tentu dengan ketrampilan dan bidang yang saya kuasai ;;;silakan artikan sendiri; tafsir bebas aja!) belum pernah pun kepikiran seperti ucapan Max Sopacua…Nah…bandingkan dengan para pahlawan BULUTANGKIS kita…atau SEPAKBOLA kita yang akhirnya hidup biasa-biasa saja… ATAU JANGAN-JANGAN…moda pembicaraan yang dikeluarkan oleh Max Sopacua itu adalah doktrin yang sifatnya sudah ditularkan secara turun temurun mulai dari DEWAN PEMBINA (baca; SBY)

4n71n9!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! kalau memang begitu…;pantas saja JK berani mengklaim SBYJK BERHASIL…contohnya meningkatkan ANGGARAN PENDIDIKAN di APBN…apa lacur…itu kan sudah jadi amanat undang-undang…ANggaran PENDIdikan adalah 20% dari APBN…jadi…IKHLASkah JK…GILA……(silakan dicek di detik.com http://www.detiknews.com/prokontra/detail/2008/09/29/081945/1013925/612/sby-jk-klaim-berhasil-memimpin dan di http://www.detiknews.com/read/2008/09/29/011414/1013877/10/jk-klaim-kepemimpinannya-bersama-sby-berhasil )

Teman-teman…saya ingat pada saat INAICTA 2008 (pada saat membuka INAICTA), Menkominfo Muhammad Nuh mengatakan secara (implisit atau eksplisit..ya)…mari kita persetankan siapa yang menjadi pemimpin (baca; presiden RI)…yang penting kita mau dan bisa berbuat untuk negeri ini….

Saya cuma bisa berharap…beliau…contoh pribadi ikhlas dari segelintir pejabat negara yang ada di negeri ini…SEJATINYA…bagi para Caleg…Coba deh Belajar Ikhlash…kalau gak mau ke makamnya Buya Hamka, Bung Hatta atau Bung Karno…masih ada Pak Mar’ie Muhammad, atau Kalau Malu denganPak Mar’ie…belajar dari M.Nuh (menkominfo) kalau malu juga (dianggap gak bonafide) belajar aja ke Mario Teguh…kalau masih malu juga….saran saya BUNUH DIRI AJA!!!

Teman-teman. pada akhirnya NASIB kita dan HARAPAN kita hanya akan bergantung kepada diri kita masing-masing…BUKAN kepada PKS…kepada SBYJK…kepada CALEG..gak…itu fitnah… Maka…kalau kita sayang dengan diri kita sendiri…mari kita belajar ikhlas dari mereka yang telah mengajarkan keikhalasan kepada kita… Buya Hamka, Pak Mar’ie, Mario Teguh, Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, dll adalah contoh saja…mungkin Anda malah lebih dapat menyelami keikhlasan dari Orang Tua Anda…atau Guru Anda…atau malah Pembantu Rumah Tangga Anda…mari belajar dari mereka semua…

Teman-teman…Maaf..ya…kebetulan saya orang INdonesia juga…maka saya cuma bisa mengatakan NEGERI INI SUDAH DIPENUHI OLEH PARA PEJABAT NEGARA DAN APARATUR NEGARA BAJINGAN…yang sudah berimbas ke sebagian dari MASYARAKAT INDONESIA (menularkan yang buruk jauh lebih cepat dari menularkan kebaikan…betul…???) Maka Mudah-MUDAHAN dan mari kita NIATKAN dengan IKHLAS (amien) JANGANLAH KITA MENAMBAH…; baik secara KUALITAS maupun KUANTITAS BAJINGAN di NEGERI ini…semoga….

Secara pribadi, saya berharap, keikhlasan dapat hidup minimal dalam diri pribadi kita masing-masing…mudah-mudahan ini dapat membawa pencerahan…dan akan tampil minimal 28 juta Mar’ie Muhammad-Mar’ie Muhammad dan atau Mario Teguh -Mario Teguh yang baru… Amien (maaf kalau cuma satu atau sepuluh juta masih kurang…dan masak sih untuk urusan begini kita masih merepotkan TUHAN YME…)

SEMOGA TUHAN YME – DENGAN NAMA APA PUN IA KITA SEBUT – SELALU MENJAGA KEIKHLASAN SEBAGAI SALAH SATU PIJAKAN UTAMA BAGI KITA DALAM HIDUP…dan yang TIDAK kalah PENTINGNYA…kalau memang RI ini akan HANCUR…BELIAU …TUHAN YME – Dengan NAMA APA PUN IA KITA SEBUT – Tetap menjaga kita , maupun masyarakat biasa..(.Ada pun pejabat negara…wahai TUHAN YME..tolong gak usah dibantu…kami yakin kok…tanpa BANTUAN ENGKAU…mereka sudah pada kabur ke LUAR NEGERI.).. Amien…