Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Archive for Playing God

Tifatul Sembiring is Playing God?

Konten Dewasa, tidak untuk yang berusia di bawah 21 tahun

Sebelum membaca tulisan ini, mohon sudi kiranya, netter membaca berita di bawah ini. Selain itu, mohon dimengerti bahwa isi tulisan ini adalah untuk pembaca dewasa, apabila Anda keberatan, jangan lanjutkan, silakan klik tautan ini

8dk tidak bertanggungjawab atas reaksi Anda setelah membaca tulisan ini, Anda lah yang bertanggungjawab sepenuhnya atas segala tindakan Anda, apabila Anda setuju, para netter, sudilah tengok berita di bawah ini.

Tifatul Sembiring berhak menentukan besar kecilnya dosa yang dilakukan Arifinto?

 

Baru-baru ini, salah seorang anggota dewan perwakilan rakyat, tertangkap basah sedang menonton video porno. Menarik, sebab yang bersangkutan, Arifinto, adalah kader dari Partai Keadilan Sejahtera, Partai yang nota bene berasaskan Islam.

 

Entah bodoh atau tolol, yang bersangkutan bilang, dalam siaran pers, mengakui bahwa apa yang ia lakukan bagian dari menghilangkan rasa bosan, jenuh saat sidang paripurna di DPR RI. Maka dengan kata lain, kalau ada seseorang, yang diminta untuk , maaf, melakukan “blow job” pada saat sidang paripurna DPR RI, adalah hal yang wajar, dengan catatan yang bersangkutan, baik yang mem”blow job” maupun yang di “blow job” mengakui, bahwa aktivitas tersebut untuk menghilangkan kejenuhan, maka aktivitas tersebut manusiawi.

 


Sayangnya, kolega Arifinto, dari Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, mengatakan bahwa hal ini adalah bukan dosa besar. Betul apa yang ia katakan,  dalam Islam, dosa besar kriterianya sudah terukur, dan menonton film porno via tablet pc, tidak termasuk dalam kategori tersebut, tapi, apakah ia berhak menentukan tindakan Arifinto dosa besar atau tidak, sepertinya tidak. Aneh bin Ajaib, seorang Menkominfo, yang pada pesta blogger antara 2009-2010, mempertanyakan kepada pengunjung yang memfoto dirinya “…kamera ada filmnya gak sih?…” padahal saat itu, sudah era digital, bahkan di tengah-tengah blogger, eh, dia masih  gaptek, tiba-tiba berusaha Playing God.

Aturan dosa besar – dosa kecil, bagi manusia bersifat untuk diikuti, dipatuhi, atau dilanggar dengan segala konsekuensi yang telah diketahui secara agama, bukan dia mencoba-coba untuk menetapkan, manusia, seperti 8dk dan Tifatul Sembiring tidak diberikan wewenang untuk menetapkan, apakah perbuatan seseorang termasuk dosa besar atau dosa kecil, terlebih yang melanggar adalah bagian dari Tifatul Sembiring, sama-sama dari Partai Keadilan Sejahtera, …dengan segala kerendahan hati, Ushul Fiqh 8dk, Insya ALLAH gak kalah lah kalau cuma dengan Tifatul doang, kalau dengan Om Hidayat Nur Wahid, atau beberapa senior yang lain, 8dk akui, 8dk kalah jauh.

 

 

Dengan kata lain, Tifatul saja masih gaptek, era digital, di pesta blogger, masih bertanya-tanya tentang isi film dalam kamera, kok tiba-tiba berani memutuskan mana dosa besar mana dosa kecil,  yang jelas-jelas itu domainnya TUHAN YANG MAHA ESA atau ALLAH SWT.  Padahal TUHAN  YANG MAHA ESA sudah menciptakan banyak buku untuk Tifatul baca, bahwa era digital sudah lebih dari satu dasawarsa booming di Indonesia. Duh, sedih banget, jangan-jangan Tifatul memang Menteri yang gak tahu menahu persoalan yang harusnya ia putuskan, ia hanya beruntung kebagian jatah karena ngedukung SBY, maaf, maksud saya, partainya Tifatul.   Duh…,atau jangan-jangan sebagai individu, Tifatul sudah merasa paling benar, sehingga berhak menentukan segala-galanya…

 

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, semoga ketika Arifinto berani mundur karena mengakui kesalahan yang ia lakukan, Tifatul berani melakukan hal yang sama, atau minimal bunuh diri, atau lebih rendah lagi, pindah agama, toh, kalau bunuh diri itu berdosa atau tidak, yang jelas, Tifatul sudah menyamakan dirinya TUHAN, kenapa masih takut dengan dosa?

Untuk kita semua, termasuk 8dk, mari kita sudahi kebiasaan menghalalkan segala cara atas nama agama, agama apa pun juga, mari kita buka mata kita lebar-lebar, bangkai, berada di mana pun, akan menjadi bangkai, dan kita juga harus ingat, belum tentu anggota dewan yang lain, yang kebetulan juga dari PKS, yang  tidak tertangkap basah, lebih baik dari Arifinto. Mau bukti? coba  tengok Misbakhun, tengok Adang Daradjatun, istrinya melakukan tindak yang diindikasikan sebagai tindak kejahatan, bohong betul kalau ia tidak tahu. Apa seperti itu pola hubungan suami istri yang dipersyaratkan di Islam yang diadopsi oleh Partai Keadilan Sejahtera, silakan istri berbuat apa saja, suami pura-pura tidak tahu, atau malah kebalikannya?

Islam itu suci, Agama apa pun suci bagi tiap-tiap pemeluknya dan individu yang beragama, tapi bukan berarti seluruh anggota Partai Keadilan Sejahtera yang berasaskan Islam adalah manusia suci. Ingat, apabila individu yang mengaku sebagai Murobbi Anda, Ustadz Anda, Kyai Anda, Dosen Anda, atau Presiden Anda,  meminta Anda untuk meniadakan atau menegasi perlunya bersikap kritis terhadap dirinya atau siapa pun, pada saat itu, boleh jadi dia bukanlah penunjuk jalan bagi Anda,bukanlah pemimpin Anda… bukankah seringkali Setan berwujud seperti Malaikat Terang?

Advertisements

Pijat ALa ANggota Dewan Dari PKS Jambi… betuLKah Sekedar PIjat Sehat? atau Pelayanan Kesehatan Seksual….!!!???

Sidang pembaca yang budiman…

akhirnya….

beberapa hari menjelang PEmilU…

TUhan YME membukakan kepada kita…

tidak hanya aib elit politik dari Partai Yang selama ini dikenal Bathil atau Korup,

melainkan juga dari Partai …

yang maaf –

bagi 8dk…

telah sukses menjual Agama sebagai Platform Partai…

Pagi ini…berita di detik.com ramai tentang tertangkap tangannya Zulhamli anggota dewan yang juga kembali menjadi caleg dari PKS untuk DPRD Jambi…

tertangkap badan sedang berada di Panti Pijat….

Menarik untuk dicermati perkataan atau pun pembelaan dari dirinya dan anggota PKS lainnya…

bahwa ia berada di Panti Pijat yang “bersih”

karena ingin menyegarkan dirinya setelah bermain badminton pada malam sebelumnya…

(silakan dilihat di detik.com, berita tentang Pemilu,atau detik.pemilu antara jam 07.00 – 11.00 hari ini…)

Pertanyaannya adalah….

betulkah Panti Pijat beserta saudara Zulhamli sebersih itu….

atau hanya Bersih dan Terpingsan-Pingsan karena….

“o.oo..kamu ketahuan….”

Mari kita cermati dengan baik….

Bersih Peduli Professional…

adalah bait-bait yang dikumandangkan oleh Partai Keadilan SEjahTera…

apakah ini membawa pengaruh pada tindakan Zulhamli atau malah dipengaruhi karena terbawa aib…kita kejar sekarang..

.a. Bersih…..

Dalam hal ini…harus diakui bahwa Memang Panti Pijat tempat si Zulhamli tertangkap Badan bisa dibilang bersih…

tapi…

perlu kita kejar ke pemijatnya…

Apakah Ia tahu Bahwa yang ia pijat Adalah Anggota Dewan…?

atau

apakah Ia juga berani mengakui seberapa sering si Zulhamli ke sana…?

Nah itu tidak mengemuka pada berita detik…

Seakan-akan …ide PIJAT Semata-Mata UNtuk Kesehatan Ba’da Badminton…

padahal PIjat ini jUga idenTIK dengan PELayaNAN kEsehatan SEKsual…(sila dijawab oleh Om Hidayat Nur Wahid…)

2.Peduli….

pada bagian ini…

kabarnya Zulhamli adalah kader asli PKS…

atau dengan kata lain benar-benar orang Ikhwanul Muslimin atau Tarbiyah …

pabila ini benar…patut kita pertanyakan tentang “Peduli”…

Seyogyanya…

Zulhamli harus peduli dengan Nama Baik dirinya…

maupun Nama Baik partainya…perharto (baca: persetan!) ia tidak berbuat apa pun yang aib…

tapi dipijat oleh Bukan Muhrim…dan maaf…seingat saya gak boleh…

sayangnya saya gak dapat gambar siapa pemijatnya…

boleh jadi ia telah kawin siri dengan pemijatnya…

sebagaimana AA Gym kabarnya telah kawin siri dengan istri mudanya…sebelum terkuak oleh Detik.com…

kalau dah dikawin siri sih…HALALAN walaupun THOYYIBAN masih debatable…

Dipijat adalah hal yang manusiawi,

melakukan perbuatan seks pun manusiawi,

menambahkan porsi perbuatan seks setelah menerima pemijatan…harus diakui juga manusiawi….

Nah..ini jadi menarik…ketika kita rujuk pada kata

PEDuli…

Bagaimana kita ingin Menyerahkan dan Mengamanatkan suara kita..serta Memastikan…bahwa Caleg atau Anggota Dewan dari Partai Keadilan Sejahtera Peduli terhadap sesama…apalagi masyarakat Indonesia yang jelas-jelas tidak semuanya muslim...

apabila untuk PEduli Menjaga Nama Baik dirinya

Maupun Partainya…ia Masih keteteran…

Saya curiga…jangan-jangan masih banyak Zulhamli – Zulhamli lain di Partai Keadilan Sejahtera…

yang beruntung belum terkuak…

dan boleh jadi malah lebih parah dari

Max Moein

atau

Al Amin Nur Nasution…

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun…

3. Professional…

nah ini wujud Kesialan Profesionalisme…

PKS atau Zulhamli secara professional mengakui keberadaan Profesi Pemijat yang ada di Panti Pijat, dan ia butuh ketrampilan itu…

maka ia datang…padahal secara nyata…ia dapat memanggil ke rumah.para pemijat….baik yang tuna netra maupun tuna susila…..

tapi mungkin gak enak dengan IStrinya (ya kan? …ya kan???)

Ini bagus..

.yang jadi masalah adalah Zulhamli tidak professional..

selayaknya ia mengakui bahwa saat ini,

karena ia adalah anggota dewan, bahkan kembali nyaleg…

maka mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi..

ia sudah berada di wilayah publik…ia adalah anggota dewan…

baik ketika ia shalat, rapat, bahkan ketika ia berzinah….

Nah…yang kurang professional adalah…

harusnya ia tidak takut mengeluarkan dana lebih untuk MENIKmati Relaksasi INi…harusnya Ia berani Mengeluarkan dana Lebih untuk Membayar Mak Comblang kelas atas…bohong aja kalau di Jambi gak ada…apalagi di Dewan…namanya PB (Pialang Berahi) bukanlah hal yang luar biasa.

AKHIRNYA…

semoga ini dapat dijadikan patokan,

pijakan pembelajaran bagi kita semua…

untuk tidak menggantungkan amanah atau suara kita…

semata-mata karena partai menjual agama atau Kyai atau bahkan Fatwa..Ulama…

guna mendukung berahi politiknya…

Semoga MAjlis Ulama INdonesia Terbuka Matanya..

.dan

Merasa Malu

Karena telah  Membuat Fatwa Haram bagi Golput…

sekalipun  saya yakin..

Rasa Malu di MUI adalah hal yang luarbiasa mahal…

apalagi karena mereka Adalah Ulama…

mereka seakan-akan MENUHANKAN diri Mereka Masing-Masing…

Playing God kalau kata Ustadz saya yang bernama Soren Kierkegaard….

Terima kasih

<a href=”https://belajardarikecil.wordpress.com/2009/02/05/pkspelayanankesehatanseksual”&gt;
<img src=”http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png&#8221; />
</a>