Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Archive for Sri Mulyani

Keprihatinan SBY, Ketulusan atau Kemunafikan?

temans, sebelum membaca tulisan ini, mohon berkenan mencermati, merenungkan berita dari detik dot com di sini.

Marah, sedih dan trenyuh, bercampur baur, mengingat korupsi masih menjadi bagian dari budaya birokrasi negeri ini…Kita yang susah payah bayar pajak, diinjak-injak oleh BAJINGAN KORUPTOR, APARAT PAJAK SETAN, POLISI – JAKSA – HAKIM MAKELAR KASUS,  hingga PEJABAT-PEJABAT SETAN Bermuka AGAMA, Berhaji Berkali-kali, seringkali , perjalanan haji mereka, jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah uang yang mereka KORUPSI (pastinya lah..he..he..he..)

Tetapi, adalah lagi yang lebih BAJINGAN, BERMUKA MANUSIA padahal BERHATI SETAN….silakan dicermati tulisan atau berita dari detik.com ini (paragraph keempat)

SBY mengatakan, saat ini dirinya telah mengizinkan lebih dari 150 pejabat baik pusat atau pun daerah untuk diperiksa terkait kasus korupsi. “100 Pejabat yang saya izinkan untuk diperiksa , saya pikir sudah cukup. Tapi ternyata lebih dari 150 orang. Ini bukan prestasi yang patut kita banggakan,” sindir SBY.

Sebagai pemilih SBY di 2004 (karena terpaksa) saya kecewa, dan di 2009 (karena terpaksa) saya harus menerima SBY menjadi Presiden di negeri saya, tempat saya cari makan, tempat saya bayar pajak….

“Kenapa Saya BEGITU KECEWA dan NAIK PITAM dengan Kalimat SBY tersebut?”

“100 Pejabat yang saya izinkan untuk diperiksa , saya pikir sudah cukup. Tapi ternyata lebih dari 150 orang. Ini bukan prestasi yang patut kita banggakan,” sindir SBY.

Mengerikan, kalimat tersebut dapat bermakna, seharusnya ia berani mengizinkan ratusan, bahkan ribuan mungkin yang harus diperiksa, kenapa baru 100 sudah mengeluh….

Aneh, sebagai seorang JENDRAL BINTANG EMPAT, DOKTOR BIDANG EKONOMI PERTANIAN IPB (ALMAMATER yang cukup dihormati di INDONESIA) kenapa dia harus mengeluh, bahkan terkesan menyindir…Tidakkah SBY reflektif, bahwa ia tidak melakukan gebrakan berarti dalam penuntasan KORUPSI?

Dan BUKANKAH sudah enam puluh tahun lebih ia menjadi  WNI dan hidup  di  INDONESIA  tidakkah ia  sadar, bahwa dirinya bagian dari SISTEM YANG KORUP? kenapa tidak berbesar hati memberikan gebrakan ANTI KORUPSI, HUKUMAN MATI bagi KORUPTOR, ASAS PEMBUKTIAN TERBALIK, semuanya masih diangan-angan…

Kalau SBY jujur, harusnya ia berani MENGHUKUM HENDARMAN SUPANDJI seberat-beratnya sejak kasus URIP TRI GUNAWAN, dan menghukum dirinya DENGAN BUNUH DIRI, karena ternyata  ARTHALYTA SURYANI, adalah salah satu UNDANGAN peluncuran ALBUM-nya. Bahkan ia memiliki kedekatan, minimal dibuktikan pada kehadiran dirinya di pernikahan anak ARTHALYTA SURYANI,  detailnya mohon lihat di sini

Apakah ini tidak gila, kalau ia masih merasa dirinya BERSIH, JUJUR, BEBAS dari KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISME?

SEDIHNYA lagi, ketika AYIN memiliki sel mewah, SBY diam Seribu Bahasa, saya tidak menuduh, apalagi memfitnah, tapi saya juga bukan orang buta, saya paham, bahwa SBY  yang gagah, Ayin yang cantik, boleh jadi pasangan yang serasi, minimal untuk MEMISKINKAN INDONESIA..

Maka, apabila ANDA, SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, tidak menyadari bahwa BIROKRASI INDONESIA adalah BIROKRASI KORUP, lebih baik ANDA tanggalkan gelar DOKTOR Anda…sebab, kualitas intelektual Anda, seharusnya sudah memberi jalan bagi Anda, untuk menyadari hal ini.

Maka, kalau ANDA, ingin INDONESIA bersih, hakim yang memberi hukuman ringan koruptor, HUKUM GANTUNG MEREKA, HUKUM GANTUNG KORUPTOR, kekalkan HUKUMAN GANTUNG bagi KORUPTOR dan PENJAHAT SEJENIS serta kekalkan ASAS PEMBUKTIAN TERBALIK di negeri ini. Anda Presiden atau hanya BONEKA? hanya Anda yang bisa menjawab.


“100 Pejabat yang saya izinkan untuk diperiksa , saya pikir sudah cukup. Tapi ternyata lebih dari 150 orang. Ini bukan prestasi yang patut kita banggakan,” sindir SBY.

Seharusnya, ribuan pejabat Anda sel-kan, itu kalau Anda memang berani mengatakan diri ANDA bersih dari KKN. Bukan hanya berlindung di balik “tindakan saya harus konstitusional”


Saya tidak menuduh, tapi saya memiliki asumsi, karena ini periode terakhir Anda, maka, Anda akan menggunakan kesempatan ini, semata-mata UNTUK MENYELAMATKAN CITRA DIRI ANDA, bukan Bangsa dan NEGARA INDONESIA.

Pada awalnya, saya yakin Anda akan memberikan gebrakan anti korupsi, di periode kedua ANDA, tapi nyatanya…ANDA adalah salah seorang yang harus bertanggungjawab di NERAKA nanti, apabila KORUPSI di INDONESIA selalu hadir karena dimoderatori oleh wanita-wanita cantik, pejabat dan aparat, jaksa dan hakim, serta bajingan bangsat lainnya.

Maka kepergian Sri Mulyani ke World Bank, adalah “VICTORY LEAP”  “LOMPATAN KEMENANGAN” untuk mereka yang selalu menggiring Anda….

Pada awalnya saya yakin  presiden saya adalah orang yang tegas, bukan boneka, tapi kini, saya belum dapat mencerna dengan jernih, siapa PENGUASA boneka ini….tapi saya punya asumsi, ia bernama dan tetap bertuhan.

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun.


Advertisements

Terima kasih Bu! Selamat Berjuang!

Minggu ini, ketika mengobok-obok detik.com, saya  disapa kegalauan…

Ibu Sri Mulyani, menerima lamaran dari World Bank, sebagai Managing Director World Bank, terhitung 1 Juni 2010 nanti…

Bagi 8dk, Sri Mulyani dan Boediono adalah orang-orang yang cerdas, jujur dan tidak perlu takut mati gak punya uang, karena mereka punya kecerdasan yang diakui dunia, tidak jago kandang seperti  kebanyakan politisi kita saat ini..

Dengan segala kerendahan hati, saya memiliki keyakinan, kecerdasan dan pengakuan kecerdasan beliau berdua, masih di atas tingkat pengakuan kecerdasan dunia, atas RI 1, tentu akan berkesesuaian dengan kompetensi masing-masing.

Terima kasih untuk segala upaya untuk Indonesia, yang telah Anda lakukan, lalu dengan berat hati, kami menanti penuh harap-harap cemas….Pengganti Anda dapat setegas, setegar serta sejujur Anda….

Kecemasan semakin menjadi, karena ada berita, bahwa kepergian Anda, akan dipergunakan secara maksimal, untuk reshuffle kabinet, yang selalu bermuara pada, bagi-bagi kue, bukan pertanggungjawaban kompetensi…

Akhirnya, Selamat berjuang Bu…mudah-mudahan Indonesia masih ada saat ibu kembali, mudah-mudahan, ketika ibu pergi, tidak bertambah Gayus-Gayus baru di Departemen Keuangan…Amin…

Kini…Susilo Bambang Yudhoyono …dapat bernafas lega, sebab Kasus Century akan redup, dan boleh jadi peti es, sehingga….tinggal tunggu 2014, entah Susilo Bambang Yudhoyono, entah timnya, akan “berkipas-kipas” tentu  dengan “bank note”.

Mudah-mudahan, Susilo Bambang Yudhoyono, tetap memiliki komitmen untuk bekerja demi ALLAH, demi Bangsa, demi Negara, demi Rakyat yang telah MEMBAYAR PAJAK yang AKHIRNYA BERMUARA di GAJI BULANAN dirinya SEBAGAI PRESIDEN, bukan demi Ani Yudhoyono, keluarga atau semata-mata keuntungan pribadi…Semoga….Selamat Jalan Bu! Selamat Berjuang!

Dukung Hendarman Supandji…Sebagai Cawapres pendamping Capres SBY….

…dari tetangga sebelah….(Fesbuk)

Disclaimer

1. Tulisan ini ditujukan kepada pembaca yang cukup memiliki kedewasaan literasi, apabila ada yang belum, sebaiknya Anda belajar banyak dari Rama Pratama…yang bisa bikin hidup lebih hidup dengan bercanda…

2. Mohon maaf, saya tidak menemukan alamat Hendarman Supandji yang saya dukung dalam facebook, alhasil saya mentag om Kemas Yahya Rahman..semoga Om tidak keberatan memberitahu ke Om Hendarman tentang dukungan saya bagi dirinya…

Banyak orang bilang…SBY akan kembali berpasangan dengan JK….ada paranormal yang bilang…SBY mungkin akan berpasangan (sebagai cawapresnya) dengan perempuan..yang secara gossip (di gosok makin sip) merujuk ke Mbak Ani…(Menkeu ..Sri Mulyani)…nah…bagi saya ..yang paling tepat untuk mendampingi Om SBY…bukan Mbak Ani…bukan Om JK ..bukan juga Om HNW…tapi …ia adalah Om Hendarman Supandji…(Jaksa Agung)…berikut pijakan bodoh saya…(baca : logika bego atau logico phallussophya)…

Hendarman Supandji adalah sosok yang amat sangat berprestasi selama menjabat Jaksa Agung…berikut catatan prestasinya :

1. Terbongkarnya kasus Urip Tri Gunawan… dalam kasus ini…terlihat Jaksa Agung tidak hanya reaktif, tapi juga protektif…secara ideal, karena jaksa adalah “penuntut” yang paham tentang hukum…selayaknya ia meng”endorse” ke hadapan pengadilan agar Urip Tri Gunawan dihukum mati..nyatanya tidak.. apa keuntungan bagi SBY di sini…


a. Keuntungan “kenyamanan” dalam melakukan pelanggaran hukum, dengan hukuman minimal…dengan kata lain..pada masa 2009 – 2014 …apabila ada pelanggaran hukum contoh sederhananya korupsi..maka apabila pelanggar berasal dari “kaum” incumbent..ia bisa “dipastikan” hanya akan menerima hukuman yang minimal..atau maksimal tidak melebihi Urip Tri Gunawan..


b. Keuntungan “kestabilan perilaku korupsi dan koruptor” di lingkaran dekat Incumbent…Proses politik adalah proses yang mahal, maka secara ekonomi…hitung-hitungan politis yang menggarisbawahi …balik modal…dapat mengemuka…Nah..karena Hendarman Supandji adalah orang yang mengerti hukum…ia dapat memberikan advis-advis penting…bagi calon koruptor maupun koruptor agar “selamat” dalam melakukan korupsinya…

2. Masih dalam kasus UTG…ketika terbuka… adanya komunikasi via telpon antara Arthalyta Suryani dengan para petinggi Kejaksaan Agung…seperti Om Kemas Yahya Rahman…Jaksa Agung..langsung mengangkat Om Kemas Yahya Rahman (dan salah satu rekannya) sebagai “staf ahli” Jaksa Agung…apa yang patut kita banggakan di sini adalah :

a. Om Hendarman Supandji adalah orang yang tulus…ia mengakui bahwa apa yang terjadi menunjukkan ada kelihaian yang dimiliki oleh aparat kejaksaan agung…dan ia tidak malu “untuk belajar dari mereka”

b. Ingat Habibie…beliau adalah seorang pembelajar…ketika ia jadi Presiden…ia belajar ekonomi..alhasil enam bulan ia menjabat…ia tidak canggung bicara ekonomi di Metro TV..dan runut…jadi..kita akan terbantu kalau kita punya wapres yang juga pembelajar…

c. Om Hendarman juga secara jujur mengakui bahwa ILMU adalah hal yang mahal, dan harus ditransfer ke penjuru dunia..maka Om Kemas sempat menjadi tim ahli (konsultan…atau pengawas…? maaf saya lupa detailnya…) bagi para jaksa di daerah dalam hal “penindakan kasus korupsi”…hal ini semakin mengukuhkan bahwa Om Hendarman Supandji yakin..bahwa ilmu Om Kemas Yahya Rahman amat tinggi dan mahal..sehingga sayang disayang kalau orang internal Kejaksaan gak punya itu ilmu..

3. Kasus Jaksa Dara Veranita dan Esther Tanak

Nah..kita lihat di sini..Om Hendarman Supandji memiliki rasa kesetiawanan korps yang baik…jadi ..Jaksa Veranita dan Esther Tanak..dapat bebas menghirup udara segar sekalipun tertangkap karena dugaan jual beli alat bukti berupa narkoba…

Apa keuntungannya bagi SBY….???

a. apabila ada kasus seperti ini…maka Hendarman dapat dengan mudah (dengan pengaruhnya nanti) memberikan “kebebasan” bagi para tersangka koruptor…sehingga mereka dapat bebas menghirup udara segar..tentu koruptor di sini..harus berasal dari lingkungan incumbent…bukan dari opposan

b. Apabila dirujuk ke Kasus Lumpur Lapindo..yang dikembalikan ke “bencana Alam” maka para pengusaha yang dekat dengan incumbent akan berjaya..sebab mereka dapat menghemat budget, dan kalau itu hasilnya ada “bencana”…dengan segala semangat membela korps yang ada di Hendarman..ia akan membela para pengusaha tersebut..untuk “menjadikan bencana yang boleh jadi karena kelalaian manusia..menjadi bencana alam…Uenak Tenan……

c. Paling parah dan manis adalah…belajar dari Pengalaman Urip Tri Gunawan, Kemas Yahya Rahaman, Esther Tanak dan Dara Veranita…ketika ada seorang warga negara Indonesia..yang tiba-tiba saja secara bercanda meledakkan dirinya di Gedung Putih…Om Hendarman dapat dengan segera membela tindakan orang tersebut minimal dengan salah satu dari pernyataan di bawah ini :

i. “kami tidak dapat mengontrol pilihan-pilihan apa yang dilakukan oleh individu..bahkan Agama pun belum tentu dapat mengontrolnya”

ii. “tindakan itu keji, kami turut berduka cita bagi korban…dan kami akan “mengusut tuntas” (mohon dirujuk ke butiran-butiran pasir sebelumnya…) kasus ini.

iii. “pilihan individu tersebut, terlepas dari amarah atau canda..itu adalah pilhan individu…dan tidak ada yang dapat mengontrolnya hingga tataran optimal..” dari i, ii, dan iii, secara “pertanggungjawaban moral” pemerintah dapat di terima..(tul gak!?)


Terakhir..mengingat krisis ekonomi yang melanda…maka pengangkatan Hendarman Supandji dapat mengintrodusir dan menginspirasi

“Legalize Drugs for Sustainable Economic Growth” …

Terus terang…dari pengamatan saya…saya yakin banyak uang bertebaran di bisnis napza…dan keberpihakan Hendarman Supandj bagi Esther Tanak dan Dara Veranita…dapat dijadikan modal awal bagi “pelegitimasian bisnis narkoba sebagai alat untuk menjaga kestabilan keuangan negara di luar pajak dan bahan bakar minyak”…dan …apabila Narkoba dirujuk kepada Cannabis Sativa…yang dapat tumbuh di mana saja..maka tiap-tiap orang Indonesia dapat dengan cara sederhana mengeruk keuntungan ekonomi dari penanaman ganja di kebun atau halaman rumah mereka masing-masing

Jadi..bagi teman-teman yang kebetulan bermain di bisnis narkoba (atau minimal pengguna…) atau mereka yang pro ekonomi kerakyatan..dan ini tetap mendukung program Pro Growth, Pro Poor dan pro – pro yang lain yang pernah diusung SBY…please bantu saya..dukung Hendarman Supandji sebagai Cawapres bagi SBY…plizzzzzzzzzz

Lalu bagaimana dengan cacat-cacatnya…???

Maaf, yang saya utarakan ini adalah pertimbangan prestasi..sebab saya tidak melihat ada cacat dalam prestasi Hendarman Supandji.serta tak ada gading yang tak retak..dan tulisan ini tidak membahas masalah pergadingan…

Om…Tante…tak ada manusia yang sempurna..maka memilih Hendarman Supandji..boleh jadi bagian yang terbaik..demi memuliakan kita semua…Ingat ketika semua orang bertindak bathil…maka kebathilan sudah tidak menjadi hal yang berbahaya (Al “Aadatu-l-Muhakkamah…: mohon dikoreksi kalau istilah ini salah)

Mari..dukung Hendarman Supandji sebagai Cawapres bagi SBY (Ini karena elektabilitas SBY yang amat tinggi) demi “ekonomi kerakyatan yang berbasiskan budi daya narkoba

” Hidup Hendarman Supandji!!!!!