Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Archive for Susilo Bambang Yudhoyono

2014, Ikut Pemilu atau Golput?

Dear all, tidak terasa, empat bulan lagi akan ada hajatan besar, yaitu Pemilu 2014, tepatnya bulan April 2014…Sebenarnya, sejak pertengahan tahun ini, mata kita sudah sering diganggu, oleh spanduk, baliho bahkan poster, yang maaf, seringkali tidak menghiraukan pijakan estetika. Nah…itu semua muaranya di April 2014…

 

Sementara itu, kita sama-sama tahu, bahwa penetapan DPT saat ini bermasalah, entah siapa yang salah, saya gak tahu, yang pasti, ketika saya coba tanya ke rumput yang bergoyang , mereka jawab, bahwa mereka hanya akan menjawab untuk Ebiet G.Ade… 

 

Yang lebih parah, kita semua tahu, bahwa tidak ada partai politik yang benar-benar steril dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme…sekalipun masih samar-samar, masih seperti bisik-bisik, bisa dikatakan hampir semua partai politik, telah diisi politisi busuk. Bahkan, seorang Pendiri Partai Keadilan Sejahtera, berani menonton FILM PORNO di Senayan,lebih rusak lagi, Presiden  Partai ini, tertangkap tangan, dan saat ini, menjadi tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi.

 

Penutup gegap gempita kebobrokan politisi di negeri ini, boleh jadi, tertangkap tangannya Akil Mochtar, mantan Politisi Golkar, yang ketika tertangkap tangan, menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi…Hebat…Hebat…

 

Nah, masih bolehkah kita percaya kepada politisi? masih butuhkah kita dengan politisi…berikut pandangan sederhana 8dk :

 

1. Tidak lama lagi, kita menyambut 2015, saat ini, Pasar ASEAN + 1 (China) sudah terbuka, jadi sebaik Anda punya paspor, Anda punya sertifikasi keahlian, ketrampilan dan nomor pokok wajib pajak, Anda sudah bisa mencari penghasilan, pekerjaaan di 1o negara lain selain Indonesia, jadi, Anda tidak perlu ragu, akan dibatasi gerak oleh para politisi, pemerintah, apabila Anda memutuskan untuk tidak memilih. Penting untuk Anda siapkan adalah, kemampuan Anda untuk menghadapi persaingan tersebut. Ingat, sejak 2004 hingga saat ini, sudahkah Anda mendengar Pemerintahan SBY menyiapkan masyarakat Indonesia dalam menghadapi AFTA+1 ini?

 

2. Jangan lupa, bahwa sekalipun Anda bayar pajak, Anda menggaji aparat, menggaji politisi, saat ini, kita sama-sama tahu, bahwa PEMERINTAH lunak, tidak bertaji kepada pelanggaran hukum, seperti KORUPSI yang dilakukan oleh para PEJABAT dan APARAT, jadi, masih mau Anda ikut memilih mereka? Ingat, bahkan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO pun tidak punya niat baik untuk mendukung hukuman mati bagi KORUPTOR, padahal dia digaji oleh PAJAK dari rakyat Indonesia. Jadi Anda masih percaya dengan Partai Politik!? Ingat, bahkan Presiden yang Ketua Umum Parpol pun tidak pernah memperlihatkan apresiasi dirinya kepada masyarakat Indonesia, terutama dalam hal penuntutan hukuman mati bagi para koruptor!

 

3. Sebaik Anda ikut memilih, atau tidak ikut memilih, pada akhirnya, Anda memiliki hak untuk melakukannya, jangan bingung dengan “FATWA”, Ingat, anggap-lah ketika Anda memilih “SI FULAN”  ternyata si FULAN korupsi, apakah yang membuat FATWA ikut menanggung dosa atau beban moral!? belum tentu, sementara Anda, kecuali Anda juga koruptor maka tentu Anda akan merasakan beban moril, tanggungjawab moral yang berat, jadi…Anda masih ingin menambah beban pikiran Anda dengan mengikuti proses PEMILU!? Terserah!

 

4.Perlu dimengerti, bahwa, sebaik Anda tidak memilih, atau memilih, atau memilih untuk Tidak Memilih, itu adalah hak pribadi Anda, jangan lupa, ketika Anda sudah memberikan bekal terbaik secara agama, moral, ilmu dan harta kepada keluarga Anda, maka tugas Anda, sudah paripurna, percaya-lah, saat ini, yang dapat kita lakukan -sementara ini- mendisiplinkan diri untuk jadi manusia yang baik, beriman, bermartabat, baru warna itu dapat melingkupi keluarga kita, jangan bermimpi untuk mewarnai negeri ini, yang sementara ini, lebih banyak dikuasai IBLIS berwujud manusia, terima kasih.

Advertisements

IS A CORRUPTOR A MONEY MAGNET!!!???

Ini adalah curhat, 8dk, atas kenyataan yang terjadi saat ini, ini bukan sok suci, karena menurut keyakinan 8dk, tidak ada yang suci kecuali YANG MAHA SUCI, jadi, siapa pun yang membawa jamban selama ia hidup, tidak mungkin suci.

Gimana gak curhat, pada zaman dahulu kala, 8dk mengenali Milana Anggraini, istri Gayus Tambunan, sebagai mahasiswi yang pekerja keras. Hampir setiap Pekan Raya Jakarta, Rani ikut menjadi penjaga stand, menjaga stand dari Departemen tempat sang Bunda bekerja…dan lebih miris lagi, anak pertama Gayus – Rani, sempat saya timang-timang, di rumah Mama-nya Rani, Ahmad Gagah Gattuso…Lebih menyedihkan, seingat saya, pada zaman dahulu kala, ketika Rani (mudah-mudahan  saya tidak lupa, kalau saya lupa, mohon Rani dan atau Gayus dapat mengoreksi saya) saya tanya alasan memilih Gayus – lebih kurangnya – karena Gayus anak yang taat (baca: Anak Musholla)

Itu baru hal pertama, hal kedua, Dhana Widyatmika, Lelaki di Pintu Surga secara mengejutkan, ternyata, adalah Kakak ipar dari mantan pacar 8dk, yang mungkin karena telah merasa dekat dengan surga, pernah mengajak keluarga inti istrinya, sekeluarga jalan-jalan, membahagiakan orang lain, sungguh, pribadi yang suka berbagi…Sedihnya, uang yang digunakan, boleh jadi dan atau ternyata…berasal dari tempat yang tidak jelas, korupsi atau cuci uang, dan maaf, lagi-lagi, ini yang membuat tambah sedih, lagi-lagi anak manusia yang diidentifikasi dekat dengan surga (bandingkan dengan Muhammad Al Amin Nur Nasution)

Saat ini, satu keluarga besar Dhana dan Istri, tidak bisa lagi bersatu dalam satu rumah, dan yang paling menyakitkan, sudah sering kita mendengar issue, bahwa hal ini hanya sebagai pembuka  “dinar dan dirham” bagi para penegak hukum, aparat yang keparat dan bangsat!!!, bukan untuk tujuan mulia, membersihkan Republik ini dari Koruptor…Apa dasar, kalau memang mau membersihkan, Gayus, Rani, Dhana, keluarga besar, kenapa tidak ditelusuri secara utuh!!!??? SE74N!!!!!!!!!!

Terakhir, ini lebih mengerikan, di kampung kami yang sunyi, hanya dilintasi oleh jalur lintas sumatera, sudah terdengar, bahkan memang tengah menonton, seorang anak manusia, yang saat ini bekerja kabarnya di Kantor Bea Cukai Sumatera Utara (atau Medan?) membenahi keluarga besar diri dan istrinya, dengan kemewahan. Bahkan, dalam satu acara keluarga, sang istri dengan bangga, mengatakan, bahwa, ia secara rutin membawa sang anak jalan ke Medan, atau ke tujuan Mana pun, guna bertemu dengan sang ayah, secara bergiliran…Ia mengatakan kepada salah seorang anggota keluarga,kurang lebih begini…gimana ya, memang kita tidak pernah tahu, siapa yang mengirim, tiba-tiba saja ada uang (siluman) di rekening…lho…kok bisa…Sekadar illustrasi, tahun 90-an, sang suami, selalu aktif mengingatkan saya, untuk menunaikan shalat,  MAHA SUCI ALLAH SWT, yang MAHA membolak balik hati manusia….

Nah, bagaimana dengan Angelina Sondakh, mungkin kah almarhum suaminya terserang jantung karena mengetahui kelakuan sang istri? bukan karena sekadar serangan jantung yang bisa terjadi karena kurang pemanasan sebelum Futsal? hanya TUHAN YANG MAHA KUASA, YANG MAHA TAHU, dan dokter senior di RS Fatmawati yang bisa bicara…

Nah, kembali ke Money Magnet, mari kita ingat, ketika M Nazarudin, sang Triliuner, bahkan mengingatkan Sang Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono, UNTUK TIDAK MENGGANGGU ANAK ISTRI-nya…Menarik bukan…KORUPTOR, tidak hanya menjadi MONEY MAGNET bagi para APARAT PENEGAK HUKUM, PENGACARA, melainkan juga hingga PRESIDEN…betapa gila negeri ini…betapa nista apabila PRESIDEN kita bertindak seperti ini….mengutip kata-kata ASTERIX…Amit…Amit……….

Apakah betul, apakah ini yang dimaksud dengan Banyak UANG bisa beli TEMAN, Ada UANG bisa “pakai” mulai dari pelacur hingga penguasa!!!..Duh…pertanyaan lanjutan adalah, Apakah ini MONEY MAGNET, korupsi, kemewahan???  Apakah ini harus dijawab oleh para kondektur yang berteriak GAYUS, GAYUS, DHANA, DHANA, ketika mengingatkan penumpang untuk turun di Halte Pajak di Jakarta, atau oleh PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO???

AKhirnya, dengan Segala Kerendahan Hati, mari kita terus meminta kepada ALLAH SWT, TUHAN YME – DENGAN NAMA APA PUN BELIAU DISEBUT – …Apabila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, juga telah menganggap KORUPTOR sebagai MONEY MAGNET, MEMBERI KARPET MERAH untuk mereka yang MELARIKAN UANG RAKYATKita doakan, semoga keturunan beliau – minimal tujuh turunan – memiliki penyakit yang memalukan – apa pun itu penyakitnya – dan pada tiap-tiap keturunan tersebut, memiliki – minimal – bau badan, bau nafas, yang buruk, membuat orang lain merasa ingin muntah, hingga radius 1 mil laut dari keberadaan yang bersangkutan (alih-alih, bau lumpur lapindo saja bisa terasa hingga radius tertentu)…Amin..

Dan, mari kita tetap bersyukur, bahwa masih banyak orang Indonesia, Jutawan yang jujur, tidak korupsi, pegawai yang jujur, bersih dari kolusi, mereka-lah sesungguhnya MONEY MAGNET, bukan para koruptor…Keberadaan mereka yang sedikit, ternyata mampu, meluluhkan hati TUHAN YME, hingga hanya menurunkan azab sedikit demi sedikit ke bangsa dan negara Indonesia, but, the main problem  to be solved is, sedikit demi sedikit, lama – lama jadi bukit…jadi…Entahlah..

Mari, kita belajar bersyukur, untuk selalu terukur, dan diukur oleh Sang Maha Pencipta, sehingga, tidak tergiur, menjadi kaya, dengan jalan semena-mena, semoga ALLAH SWT, TUHAN YME, memberikan kekuatan kepada kita, menjaga kita, tetap menjadi pribadi yang bersyukur, berupaya maksimal untuk menjadi kaya – karena ketika kita kaya kita dapat lebih banyak berbagi – dengan upaya – upaya yang halal…

Untuk Gayus, Dhana, Teman sekampung saya mungkin jadi tersangka (maaf, untuk tidak lanjut, semua urusan KPK, dan maaf, bohong besar kalau semua orang KPK adalah suci…) Semoga ALLAH SWT, melaknat cukup pada Anda, istri Anda, yang sangat mustahil, tidak tahu pola pencaharian rezeki Anda, tetapi, 8dk yakin, Anak-anak Anda, akan diselamatkan oleh ALLAH SWT…bukan oleh Anda, istri Anda atau harta Anda…Semoga

Informasi Renyah Seputar Pariporno – Arifinto

Dear All, agar kita tidak terlalu kusut, minggu lalu, kita sudah mendapatkan informasi hiburan dari kelakuan rekan kita, Anggota Dewan Terhormat (dulunya) Arifinto dan (hobi) dirinya menonton video porno. Terlepas dari salah atau benar, dosa besar atau dosa kecil, berikut 8dk coba tampilkan informasi renyah terkait hal tersebut:       

1. Arifinto, boleh didaulat untuk menjadi murobbi bagi Ariel Peter Porn, keduanya memiliki hobi yang sama, boleh jadi, transformasi nilai-nilai Partai Keadilan Sejahtera dari seorang mantan Dewan Syura Partai Keadilan kepada  Ariel dapat mengubah dunia, menjadi lebih permisif terhadap pornografi, Amin

2. Arifinto dalam konferensi Pers, mengakui ia membuka link yang ada di email, sementara M.Irvan bersikukuh, itu dari folder dalam tablet pc nya, Apabila Arifinto berbohong, dan pada saat ia berbohong, ia masih menjadi anggota dewan syura PKS, maka kita tidak boleh heran, tertegun atau bersumpah serapah, apalagi sakit hati, apabila SusiloBambang Yudhoyono mungkin pernah membohongi kita, sebab Arifinto yang jelas-jelas sudah jadi Murobbi di Partai Keadilan Sejahtera saja masih “diperbolehkan” berbohong, minimal oleh Partai Keadilan Sejahtera, yang berasaskan Islam, tentu, SBY yang bukan dari partai berbasis Islam, dalam batasan tertentu, untuk keperluan tertentu “boleh merasa halal” untuk membohongi rakyatnya.

3. Menurut Sahibul Hikayat, folder atau link dari email yang dibuka oleh arifinto dapat dilihat di sini

Bukan Dosa Besar, Silakan Menikmati

Kalau memang, yang mengatakan hal tersebut adalah seorang Hafiz Qur’an, mudah-mudahan hafalan quran hilang dari akalnya, Amin, terlebih apabila ia melihat point nomor dua.

4. Ternyata, mundur nya Arifinto, akal-akalan, toh dia juga tetap dapat uang pensiun dan tunjangan lainnya, seperti Anggota DPR lainnya, seumur hidup, beritanya lihat di sini :

Mesum, mundur, menambahkan uang pensiun dan tunjangan

Dengan segala kerendahan hati, apabila Arifinto atau Partai Keadilan Sejahtera masih menganggap layak dirinya atau partai untuk mendapatkan tunjangan tersebut, semoga ALLAH SWT memberi azab yang nyata bagi Arifinto sekeluarga serta para Politisi Partai Keadilan Sejahtera dengan memberikan penyakit kelamin minimal tiga turunan (mohon bantuan dari para blogger dan netter untuk mengaminkan) sebab uang tersebut berasal dari keringat rakyat Indonesia.

Mari Kita doakan, semoga setiap kita berada dalam radius 1 km dari para politisi PKS maupun Arifinto beserta sanak keluarganya, kita sudah bisa mencium bau busuk, sehingga kita dapat lebih berempati, lebih mudah berintrospeksi, bahwa seringkali  Setan Berwujud Malaikat Terang dan mulai belajar mengasah diri kita untuk menjauhi Para SETAN yang SELALU mencoba menjadi MALAIKAT TERANG

Tifatul Sembiring is Playing God?

Konten Dewasa, tidak untuk yang berusia di bawah 21 tahun

Sebelum membaca tulisan ini, mohon sudi kiranya, netter membaca berita di bawah ini. Selain itu, mohon dimengerti bahwa isi tulisan ini adalah untuk pembaca dewasa, apabila Anda keberatan, jangan lanjutkan, silakan klik tautan ini

8dk tidak bertanggungjawab atas reaksi Anda setelah membaca tulisan ini, Anda lah yang bertanggungjawab sepenuhnya atas segala tindakan Anda, apabila Anda setuju, para netter, sudilah tengok berita di bawah ini.

Tifatul Sembiring berhak menentukan besar kecilnya dosa yang dilakukan Arifinto?

 

Baru-baru ini, salah seorang anggota dewan perwakilan rakyat, tertangkap basah sedang menonton video porno. Menarik, sebab yang bersangkutan, Arifinto, adalah kader dari Partai Keadilan Sejahtera, Partai yang nota bene berasaskan Islam.

 

Entah bodoh atau tolol, yang bersangkutan bilang, dalam siaran pers, mengakui bahwa apa yang ia lakukan bagian dari menghilangkan rasa bosan, jenuh saat sidang paripurna di DPR RI. Maka dengan kata lain, kalau ada seseorang, yang diminta untuk , maaf, melakukan “blow job” pada saat sidang paripurna DPR RI, adalah hal yang wajar, dengan catatan yang bersangkutan, baik yang mem”blow job” maupun yang di “blow job” mengakui, bahwa aktivitas tersebut untuk menghilangkan kejenuhan, maka aktivitas tersebut manusiawi.

 


Sayangnya, kolega Arifinto, dari Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, mengatakan bahwa hal ini adalah bukan dosa besar. Betul apa yang ia katakan,  dalam Islam, dosa besar kriterianya sudah terukur, dan menonton film porno via tablet pc, tidak termasuk dalam kategori tersebut, tapi, apakah ia berhak menentukan tindakan Arifinto dosa besar atau tidak, sepertinya tidak. Aneh bin Ajaib, seorang Menkominfo, yang pada pesta blogger antara 2009-2010, mempertanyakan kepada pengunjung yang memfoto dirinya “…kamera ada filmnya gak sih?…” padahal saat itu, sudah era digital, bahkan di tengah-tengah blogger, eh, dia masih  gaptek, tiba-tiba berusaha Playing God.

Aturan dosa besar – dosa kecil, bagi manusia bersifat untuk diikuti, dipatuhi, atau dilanggar dengan segala konsekuensi yang telah diketahui secara agama, bukan dia mencoba-coba untuk menetapkan, manusia, seperti 8dk dan Tifatul Sembiring tidak diberikan wewenang untuk menetapkan, apakah perbuatan seseorang termasuk dosa besar atau dosa kecil, terlebih yang melanggar adalah bagian dari Tifatul Sembiring, sama-sama dari Partai Keadilan Sejahtera, …dengan segala kerendahan hati, Ushul Fiqh 8dk, Insya ALLAH gak kalah lah kalau cuma dengan Tifatul doang, kalau dengan Om Hidayat Nur Wahid, atau beberapa senior yang lain, 8dk akui, 8dk kalah jauh.

 

 

Dengan kata lain, Tifatul saja masih gaptek, era digital, di pesta blogger, masih bertanya-tanya tentang isi film dalam kamera, kok tiba-tiba berani memutuskan mana dosa besar mana dosa kecil,  yang jelas-jelas itu domainnya TUHAN YANG MAHA ESA atau ALLAH SWT.  Padahal TUHAN  YANG MAHA ESA sudah menciptakan banyak buku untuk Tifatul baca, bahwa era digital sudah lebih dari satu dasawarsa booming di Indonesia. Duh, sedih banget, jangan-jangan Tifatul memang Menteri yang gak tahu menahu persoalan yang harusnya ia putuskan, ia hanya beruntung kebagian jatah karena ngedukung SBY, maaf, maksud saya, partainya Tifatul.   Duh…,atau jangan-jangan sebagai individu, Tifatul sudah merasa paling benar, sehingga berhak menentukan segala-galanya…

 

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, semoga ketika Arifinto berani mundur karena mengakui kesalahan yang ia lakukan, Tifatul berani melakukan hal yang sama, atau minimal bunuh diri, atau lebih rendah lagi, pindah agama, toh, kalau bunuh diri itu berdosa atau tidak, yang jelas, Tifatul sudah menyamakan dirinya TUHAN, kenapa masih takut dengan dosa?

Untuk kita semua, termasuk 8dk, mari kita sudahi kebiasaan menghalalkan segala cara atas nama agama, agama apa pun juga, mari kita buka mata kita lebar-lebar, bangkai, berada di mana pun, akan menjadi bangkai, dan kita juga harus ingat, belum tentu anggota dewan yang lain, yang kebetulan juga dari PKS, yang  tidak tertangkap basah, lebih baik dari Arifinto. Mau bukti? coba  tengok Misbakhun, tengok Adang Daradjatun, istrinya melakukan tindak yang diindikasikan sebagai tindak kejahatan, bohong betul kalau ia tidak tahu. Apa seperti itu pola hubungan suami istri yang dipersyaratkan di Islam yang diadopsi oleh Partai Keadilan Sejahtera, silakan istri berbuat apa saja, suami pura-pura tidak tahu, atau malah kebalikannya?

Islam itu suci, Agama apa pun suci bagi tiap-tiap pemeluknya dan individu yang beragama, tapi bukan berarti seluruh anggota Partai Keadilan Sejahtera yang berasaskan Islam adalah manusia suci. Ingat, apabila individu yang mengaku sebagai Murobbi Anda, Ustadz Anda, Kyai Anda, Dosen Anda, atau Presiden Anda,  meminta Anda untuk meniadakan atau menegasi perlunya bersikap kritis terhadap dirinya atau siapa pun, pada saat itu, boleh jadi dia bukanlah penunjuk jalan bagi Anda,bukanlah pemimpin Anda… bukankah seringkali Setan berwujud seperti Malaikat Terang?

Selamat Jalan Susilo Bambang Yudhoyono : Memilih Partai, Bukan Rakyat

Sudah beberapa minggu ini, media dipenuhi berita tentang reshuffle kabinet, reposisi koalisi dan lain-lain…Yang menurut beberapa pihak, hal ini bahkan sudah berlangsung sejak akhir tahun 2o1o.

Diakui atau tidak, memang agak menyedihkan,  kejadian ini dipertegas dengan ketidaksolidan partai koalisi untuk menolak hak angket mafia pajak. Entah kenapa, hingga saat ini, pemerintah beserta jajarannya, selalu berlindung dibalik kesalahan “individual atau oknum” bukan karena sistem yang salah. Padahal, sistem yang salah, merupakan jalan tol bagi terciptanya pembenaran kesalahan.

Anehnya lagi, pada saat ini, rakyat sudah banyak yang menderita, sulit mencari makan, tapi, karena SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, ANI YUDHOYONO, keluarga dan kroninya tidak mengalami hal ini, maka mereka lebih mementingkan soliditas koalisi, dibandingkan memikirkan bagaimana caranya MEMPERMUDAH RAKYAT untuk MENCARI MAKAN.

Maka, dapat disimpulkan, bahwa Biarkan RAKYATKU MAMPUS!!!, yang penting sebagian dari mereka MEMBAYAR PAJAK, dan aku hidup dari PAJAK TERSEBUT…kurang lebih begitu pikiran sederhana saya atas pola pikir SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, ANI YUDHOYONO, dll yang mendukungnya…

 

MEMILIH KOALISI BUKAN BERARTI MEMIHAK RAKYAT

Mari kita sama-sama mencermati, bahwa pilihan koalisi dan penguatan koalisi SBY, sama dengan pengkhianatan atas suara yang diberikan rakyat kepadanya….

 

Harus kita akui, bahwa ada beberapa hal yang harus kita lihat dengan jernih, terkait pilihan tersebut, diantaranya adalah :

1. Kuantitas suara para pemilih pada PEMILU 2009 , tidak sama dengan kuantitas suara PILPRES 2009.  Jumlah suara pada PEMILU 2009,  104.095.847 (detik.com) sementara untuk PILPRES 2009, jumlah suara adalah 121.504.481 (asa borneo.com). Maka, antusiasme pemilih pada pilpres, jauh lebih besar dibandingkan dengan pemilihan anggota legislatif.

2. Sistem pemerintahan Presidensial yang kita anut, menunjukkan bahwa pertanggungjawaban dan kewenangan secara ideal berada dalam genggaman presiden, bukan dalam genggaman siapa pun (partai tertentu) selain dirinya.

3. Banyaknya para anggota dewan yang dipenjara atau dipidana, menunjukkan bahwa dalam batasan tertentu, banyak salah pilih yang telah dilakukan oleh masyarakat dalam proses pemilihan anggota legislatif, atau banyak anggota legislatif yang SUDAH SEDEMIKIAN CANGGIH DAN BAJINGANNYA sehingga dapat MENGELABUI kebanyakan anggota masyarakat.

 

Maka, berangkat dari Informasi di atas, seharusnya SUSILO BAMBANG YUDHOYONO bersyukur denganBANYAKNYA RAKYAT yang memilih dia, bukan malah KUFUR NIKMAT. SEAKAN-AKAN yang memilih dia adalah ANGGOTA DEWAN atau PARTAI POLITIK, atau jangan-jangan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO sudah sama BAJINGANNYA dengan PARA POLITISI  TERPIDANA…silakan Anda jawab sendiri.

 

Idenya, di saat rakyat kesulitan cari makan, ancaman harga minyak yang melambung tinggi, ancaman inflasi, ancaman pasar bebas ASEAN di mana Indonesia belum siap, SUSILO BAMBANG YUDHOYONO masih selalu memikirkan kekuasaan, bukan rakyatnya yang memberi  amanat atas kekuasaan…. Jadi, masih perlukah kita MEMPERTAHANKAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO?


Selamat Jalan Susilo Bambang Yudhoyono : Politisasi Aulia Pohan…

Terus terang, sudah lumayan lama berita ini hadir di publik, tetapi 8dk belum membahasnya, maklum, masih kejar setoran (baca :cari nafkah dulu…he..he..he.)

Sedihnya, ketika membahas, 8dk agak mempersetankan kasus korupsi si Om Aulia, maksudnya, biarpun bukan Om Aulia, siapa pun Koruptor, harus dianggap sebagai SETAN…Amien…(termasuk yang mendukung koruptor, tentu kalau SBY juga mendukung koruptor, ya …ia masuk dalam kategori SETAN bagi 8dk….)


Mari melihat dari perspektif berbeda, sebelumnya, mohon blogwalker sudi melihat berita ini Aulia Pohan dikorbankan SBY

Merujuk ke informasi di atas, jelas bahwa penangkapan, atau pada bahasa yang lebih baik lagi, pemidanaan, pemenjaraan Aulia Pohan, bukanlah sebagai bentuk keberpihakan Susilo Bambang Yudhoyono terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia, melainkan – semata-mata – guna mengamankan citra dirinya, beserta – mungkin – Partai Demokrat, dalam rangka Pemilu 2009 lalu, dan tentu Pilpres…

Maka, pembebasan bersyarat Aulia Pohan, remisi pada koruptor, seharusnya menjadi bukti nyata yang kita lekatkan di benak kita, masyarakat Indonesia, bahwa Susilo Bambang Yudhoyono memang tidak memiliki keinginan yang ikhlas, kuat untuk menghilangkan korupsi di Indonesia. Pertanyaannya adalah, kenapa kita masih mempertahankan dirinya?

Akhirnya , dengan segala kerendahan hati, Susilo Bambang Yudhoyono, telah mengamankan jalur hukum yang ia akan tempuh, segera setelah ia melepaskan jabatan (atau mungkin dipaksa melepaskan jabatan; Amin)…Baik secara legal formal (dimana ia meminta Deny Indrayana, salah seorang tokoh Anti Korupsi Indonesia, menjadi bagian dari staf Ahlinya) hingga secara finansial, yaitu melapangkan jalan kebebasan bagi koruptor.

Mumpung masih Ramadhan, mari kita berdoa, semoga niat busuk yang tersimpan di benak Susilo Bambang Yudhoyono beserta tim penjaganya, dapat segera diungkapkan oleh ALLAH SWT di hadapan publik, sehingga ia tidak memiliki alasan untuk ngeles; kecuali semakin terlihat jelas di hadapan masyarakat,kebodohan dirinya,  dan tidak ada jalan lain bagi dirinya, kecuali mengundurkan diri dari jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia, sekalipun baru memerintah untuk satu tahun di periode kedua ini, Amin.




Terima kasih kepada Ariel, Cut Tari dan Luna Maya…

Disclaimer : Apabila Anda yang MIRIP ARIEL, CUT TARI, LUNA MAYA dan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO keberatan dengan isi tulisan ini, jangan ragu tuk menyatakan pendapat Anda, di bagian komentar, no sensor, dan ini juga diping ke SBY, karena ia adalah PRESIDEN HAK JAWAB, ditunggu keberaniannya MENGUNGKAP FAKTA…terima kasih…

Entah kapan awalnya, saya tidak begitu jelas, Ariel, Cut Tari, Luna Maya, menghebohkan jagad raya…sayangnya ini bermula dari Video Porno yang kabarnya, para pemerannya adalah seperti dan atau mungkin juga mereka…

Rasa penasaran mengusik saya…dan akhirnya, ketika saya mendapatkan kesempatan melihat video tersebut, tidak ada yang bisa saya ungkapkan selain rasa terima kasih saya…

Pertama, saya berterima kasih, apabila dari ketiganya berani membuktikan “Iya atau Tidak” kebeneran para pameran itu adalah salah satu atau ketiganya…hal ini penting, agar saya dapat melanjutkan rasa terima kasih saya kepada salah satu atau ketiganya…

Kedua, apabila hanya mirip, dan terbukti hanya mirip, maka, ucapan terima kasih ini, secara ikhlas saya sampaikan kepada mereka yang hanya mirip, tapi berani tampil total… saya yakin, mereka yang tampil telah mendapatkan kenikmatan yang cukup (Amin) dan tidak ingin mengulangi lagi, kecuali, dan atau apabila…ada pihak yang berani membayar tinggi…untuk itu, saya menyerahkan  hal ini, kepada teman-teman yang kebetulan memahami, jaringan pembuat, penyandang dana film-film porno…

Ketiga…saya tegaskan, bahwa terima kasih ini ikhlas…tidak bermaksud menjatuhkan mereka yang mirip apalagi mempopulerkannya…

Keempat, alasan pertama adalah…Video tersebut …telah menjadi bahan pembicaraan yang mendunia, hal ini berarti, Indonesia telah berhasil menancapkan kuku, sebagai salah satu negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tapi juga memiliki pandangan bahwa kebebasan seksual adalah hal yang manusiawi…

Kelima, alasan kedua adalah….saya berterima kasih, sebab, isu yang merebak, hampir dapat dipastikan, meredam isu DANA ASPIRASI 15 M DPR,  Meredam Tindak lanjut penyelesaian Kasus Century, dan yang tidak kalah penting, MEREDAM, public sense of crisis of PEMBENTUKAN SETGAB, atau KOALISI, yang pada akhirnya…PEMILU, PILPRES, hanya sekadar penghambur-hamburan uang, kalah menang, toh tetap menikmati…

Keenam, alasan ketiga adalah, ini membuktikan bahwa, saat ini, siapa pun juga, hanya memiliki dirinya ketika ia bertemu dengan TUHAN-NYA secara privat dan technoless…maka ketika Saudara Mirip Ariel dan Saudari Mirip Luna/Cut Tari  melakukan hubungan intim dan direkam dengan teknologi terkini….Suka atau TIdak Suka…Minimal Hasil Rekaman tersebut, telah menjadi milik PUBLIK….atau minimal milik mereka yang mengerti tEKnologi tersebut…

Ketujuh…alasan keempat, adalah merujuk kepada alasan keenam, ketika hubungan antar – manusia telah menjadi DOMAIN PUBLIK, maka adalah HAK PUBLIK untuk mengetahui sejauh mana kedekatan ARTHALYTA SURYANI (yang cantik, janda, pengusaha pula) dengan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (yang ganteng, presiden pula) hal ini terekam (menjadi domain publik) bahwa keduanya pernah bertemu, bahkan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO diundang  ke pernikahan anak ARTHALYTA SURYANI, dan yang pasti…pernikahan adalah acara privat, tapi kalau sudah terekam dan ada banyak individu yang merekam…itu menjadi domain publik…

Kedelapan…Maka, belajar dari pengalaman video ini, saya berpendapat, PENYANGKALAN, bisa dilakukan oleh siapa pun, setelah ia bertindak, minimal pelaku  atau yang mirip pelaku video menyangkal, dan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO dapat MENYANGKAL ia memiliki HUBUNGAN KHUSUS atau MINAT KHUSUS atas HUBUNGAN dengan ARTHALYTA SURYANI…ini menyadarkan kita…bahwa kita hidup di NEGERI PENYANGKALAN….

KESEMBILAN…maka…apabila penyangkalan itu hidup dari para pelaku atau mereka yang mirip pelaku video, kemudian keluar dari mulut SBY tentang AYIN, kita pun dapat melakukan penyangkalan, atau mengatakan BOHONG BESAR apabila SBY..ingin BERANI memberantas KORUPSI tapi tidak pernah BERANI mendorong bahkan memutuskan ASAS PEMBUKTIAN TERBALIK, karena…itu boleh jadi bumerang buat dirinya, atau keluarganya (Apa masih kurang saya korbankan besan saya…demikian anggapan mereka yang mirip SBY berkomentar…)

Terakhir…..video tersebut menyadarkan saya, bahwa saat ini, saya berada dan hidup, di negeri yang dipimpin oleh seseorang yang “MIRIP PRESIDEN” secara fungsi dan jabatan, padahal boleh jadi apabila ia MEMBUKA TOPENGNYA…bisa terlihat too many faces…boleh jadi corruptor faces smile there, boleh jadi wajah berjuta pengusaha pengemplang pajak, atau malah segelintir manusia Indonesia terdidik yang selalu mengupayakan INDONESIA, terutama masyarakat INDONESIA, selalu bodoh, bodoh dan miskin, agar tergantung habis-habisan, sehidup semati dengan diri mereka…Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun…

Terima kasih Ariel, terima kasih Luna Maya, terima kasih Cut Tari….o iya, kelupaan terima kasih pula ke SETGAB…dan IDE SEGAR DANA  ASPIRASInya…semoga….ANDA sekalian…dapat MENYUAP TUHAN YME, dengan perjalanan BOLAK- BALIK ke TANAH SUCI masing-masing AGAMA ANDA…dan izinkan saya yakin…(ini yang menyebabkan saya bertahan hidup di negeri penyangkalan Indonesia; TUHAN YME…jauh dari tipe penerima suap seperti JAKSA URIP TRI GUNAWAN…Amin)