Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Arsip untuk Tuhan

IS A CORRUPTOR A MONEY MAGNET!!!???

Ini adalah curhat, 8dk, atas kenyataan yang terjadi saat ini, ini bukan sok suci, karena menurut keyakinan 8dk, tidak ada yang suci kecuali YANG MAHA SUCI, jadi, siapa pun yang membawa jamban selama ia hidup, tidak mungkin suci.

Gimana gak curhat, pada zaman dahulu kala, 8dk mengenali Milana Anggraini, istri Gayus Tambunan, sebagai mahasiswi yang pekerja keras. Hampir setiap Pekan Raya Jakarta, Rani ikut menjadi penjaga stand, menjaga stand dari Departemen tempat sang Bunda bekerja…dan lebih miris lagi, anak pertama Gayus – Rani, sempat saya timang-timang, di rumah Mama-nya Rani, Ahmad Gagah Gattuso…Lebih menyedihkan, seingat saya, pada zaman dahulu kala, ketika Rani (mudah-mudahan  saya tidak lupa, kalau saya lupa, mohon Rani dan atau Gayus dapat mengoreksi saya) saya tanya alasan memilih Gayus – lebih kurangnya – karena Gayus anak yang taat (baca: Anak Musholla)

Itu baru hal pertama, hal kedua, Dhana Widyatmika, Lelaki di Pintu Surga secara mengejutkan, ternyata, adalah Kakak ipar dari mantan pacar 8dk, yang mungkin karena telah merasa dekat dengan surga, pernah mengajak keluarga inti istrinya, sekeluarga jalan-jalan, membahagiakan orang lain, sungguh, pribadi yang suka berbagi…Sedihnya, uang yang digunakan, boleh jadi dan atau ternyata…berasal dari tempat yang tidak jelas, korupsi atau cuci uang, dan maaf, lagi-lagi, ini yang membuat tambah sedih, lagi-lagi anak manusia yang diidentifikasi dekat dengan surga (bandingkan dengan Muhammad Al Amin Nur Nasution)

Saat ini, satu keluarga besar Dhana dan Istri, tidak bisa lagi bersatu dalam satu rumah, dan yang paling menyakitkan, sudah sering kita mendengar issue, bahwa hal ini hanya sebagai pembuka  “dinar dan dirham” bagi para penegak hukum, aparat yang keparat dan bangsat!!!, bukan untuk tujuan mulia, membersihkan Republik ini dari Koruptor…Apa dasar, kalau memang mau membersihkan, Gayus, Rani, Dhana, keluarga besar, kenapa tidak ditelusuri secara utuh!!!??? SE74N!!!!!!!!!!

Terakhir, ini lebih mengerikan, di kampung kami yang sunyi, hanya dilintasi oleh jalur lintas sumatera, sudah terdengar, bahkan memang tengah menonton, seorang anak manusia, yang saat ini bekerja kabarnya di Kantor Bea Cukai Sumatera Utara (atau Medan?) membenahi keluarga besar diri dan istrinya, dengan kemewahan. Bahkan, dalam satu acara keluarga, sang istri dengan bangga, mengatakan, bahwa, ia secara rutin membawa sang anak jalan ke Medan, atau ke tujuan Mana pun, guna bertemu dengan sang ayah, secara bergiliran…Ia mengatakan kepada salah seorang anggota keluarga,kurang lebih begini…gimana ya, memang kita tidak pernah tahu, siapa yang mengirim, tiba-tiba saja ada uang (siluman) di rekening…lho…kok bisa…Sekadar illustrasi, tahun 90-an, sang suami, selalu aktif mengingatkan saya, untuk menunaikan shalat,  MAHA SUCI ALLAH SWT, yang MAHA membolak balik hati manusia….

Nah, bagaimana dengan Angelina Sondakh, mungkin kah almarhum suaminya terserang jantung karena mengetahui kelakuan sang istri? bukan karena sekadar serangan jantung yang bisa terjadi karena kurang pemanasan sebelum Futsal? hanya TUHAN YANG MAHA KUASA, YANG MAHA TAHU, dan dokter senior di RS Fatmawati yang bisa bicara…

Nah, kembali ke Money Magnet, mari kita ingat, ketika M Nazarudin, sang Triliuner, bahkan mengingatkan Sang Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono, UNTUK TIDAK MENGGANGGU ANAK ISTRI-nya…Menarik bukan…KORUPTOR, tidak hanya menjadi MONEY MAGNET bagi para APARAT PENEGAK HUKUM, PENGACARA, melainkan juga hingga PRESIDEN…betapa gila negeri ini…betapa nista apabila PRESIDEN kita bertindak seperti ini….mengutip kata-kata ASTERIX…Amit…Amit……….

Apakah betul, apakah ini yang dimaksud dengan Banyak UANG bisa beli TEMAN, Ada UANG bisa “pakai” mulai dari pelacur hingga penguasa!!!..Duh…pertanyaan lanjutan adalah, Apakah ini MONEY MAGNET, korupsi, kemewahan???  Apakah ini harus dijawab oleh para kondektur yang berteriak GAYUS, GAYUS, DHANA, DHANA, ketika mengingatkan penumpang untuk turun di Halte Pajak di Jakarta, atau oleh PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO???

AKhirnya, dengan Segala Kerendahan Hati, mari kita terus meminta kepada ALLAH SWT, TUHAN YME – DENGAN NAMA APA PUN BELIAU DISEBUT – …Apabila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, juga telah menganggap KORUPTOR sebagai MONEY MAGNET, MEMBERI KARPET MERAH untuk mereka yang MELARIKAN UANG RAKYATKita doakan, semoga keturunan beliau – minimal tujuh turunan – memiliki penyakit yang memalukan – apa pun itu penyakitnya – dan pada tiap-tiap keturunan tersebut, memiliki – minimal – bau badan, bau nafas, yang buruk, membuat orang lain merasa ingin muntah, hingga radius 1 mil laut dari keberadaan yang bersangkutan (alih-alih, bau lumpur lapindo saja bisa terasa hingga radius tertentu)…Amin..

Dan, mari kita tetap bersyukur, bahwa masih banyak orang Indonesia, Jutawan yang jujur, tidak korupsi, pegawai yang jujur, bersih dari kolusi, mereka-lah sesungguhnya MONEY MAGNET, bukan para koruptor…Keberadaan mereka yang sedikit, ternyata mampu, meluluhkan hati TUHAN YME, hingga hanya menurunkan azab sedikit demi sedikit ke bangsa dan negara Indonesia, but, the main problem  to be solved is, sedikit demi sedikit, lama – lama jadi bukit…jadi…Entahlah..

Mari, kita belajar bersyukur, untuk selalu terukur, dan diukur oleh Sang Maha Pencipta, sehingga, tidak tergiur, menjadi kaya, dengan jalan semena-mena, semoga ALLAH SWT, TUHAN YME, memberikan kekuatan kepada kita, menjaga kita, tetap menjadi pribadi yang bersyukur, berupaya maksimal untuk menjadi kaya – karena ketika kita kaya kita dapat lebih banyak berbagi – dengan upaya – upaya yang halal…

Untuk Gayus, Dhana, Teman sekampung saya mungkin jadi tersangka (maaf, untuk tidak lanjut, semua urusan KPK, dan maaf, bohong besar kalau semua orang KPK adalah suci…) Semoga ALLAH SWT, melaknat cukup pada Anda, istri Anda, yang sangat mustahil, tidak tahu pola pencaharian rezeki Anda, tetapi, 8dk yakin, Anak-anak Anda, akan diselamatkan oleh ALLAH SWT…bukan oleh Anda, istri Anda atau harta Anda…Semoga

Informasi Renyah Seputar Pariporno – Arifinto

Dear All, agar kita tidak terlalu kusut, minggu lalu, kita sudah mendapatkan informasi hiburan dari kelakuan rekan kita, Anggota Dewan Terhormat (dulunya) Arifinto dan (hobi) dirinya menonton video porno. Terlepas dari salah atau benar, dosa besar atau dosa kecil, berikut 8dk coba tampilkan informasi renyah terkait hal tersebut:       

1. Arifinto, boleh didaulat untuk menjadi murobbi bagi Ariel Peter Porn, keduanya memiliki hobi yang sama, boleh jadi, transformasi nilai-nilai Partai Keadilan Sejahtera dari seorang mantan Dewan Syura Partai Keadilan kepada  Ariel dapat mengubah dunia, menjadi lebih permisif terhadap pornografi, Amin

2. Arifinto dalam konferensi Pers, mengakui ia membuka link yang ada di email, sementara M.Irvan bersikukuh, itu dari folder dalam tablet pc nya, Apabila Arifinto berbohong, dan pada saat ia berbohong, ia masih menjadi anggota dewan syura PKS, maka kita tidak boleh heran, tertegun atau bersumpah serapah, apalagi sakit hati, apabila SusiloBambang Yudhoyono mungkin pernah membohongi kita, sebab Arifinto yang jelas-jelas sudah jadi Murobbi di Partai Keadilan Sejahtera saja masih “diperbolehkan” berbohong, minimal oleh Partai Keadilan Sejahtera, yang berasaskan Islam, tentu, SBY yang bukan dari partai berbasis Islam, dalam batasan tertentu, untuk keperluan tertentu “boleh merasa halal” untuk membohongi rakyatnya.

3. Menurut Sahibul Hikayat, folder atau link dari email yang dibuka oleh arifinto dapat dilihat di sini

Bukan Dosa Besar, Silakan Menikmati

Kalau memang, yang mengatakan hal tersebut adalah seorang Hafiz Qur’an, mudah-mudahan hafalan quran hilang dari akalnya, Amin, terlebih apabila ia melihat point nomor dua.

4. Ternyata, mundur nya Arifinto, akal-akalan, toh dia juga tetap dapat uang pensiun dan tunjangan lainnya, seperti Anggota DPR lainnya, seumur hidup, beritanya lihat di sini :

Mesum, mundur, menambahkan uang pensiun dan tunjangan

Dengan segala kerendahan hati, apabila Arifinto atau Partai Keadilan Sejahtera masih menganggap layak dirinya atau partai untuk mendapatkan tunjangan tersebut, semoga ALLAH SWT memberi azab yang nyata bagi Arifinto sekeluarga serta para Politisi Partai Keadilan Sejahtera dengan memberikan penyakit kelamin minimal tiga turunan (mohon bantuan dari para blogger dan netter untuk mengaminkan) sebab uang tersebut berasal dari keringat rakyat Indonesia.

Mari Kita doakan, semoga setiap kita berada dalam radius 1 km dari para politisi PKS maupun Arifinto beserta sanak keluarganya, kita sudah bisa mencium bau busuk, sehingga kita dapat lebih berempati, lebih mudah berintrospeksi, bahwa seringkali  Setan Berwujud Malaikat Terang dan mulai belajar mengasah diri kita untuk menjauhi Para SETAN yang SELALU mencoba menjadi MALAIKAT TERANG

Tifatul Sembiring is Playing God?

Konten Dewasa, tidak untuk yang berusia di bawah 21 tahun

Sebelum membaca tulisan ini, mohon sudi kiranya, netter membaca berita di bawah ini. Selain itu, mohon dimengerti bahwa isi tulisan ini adalah untuk pembaca dewasa, apabila Anda keberatan, jangan lanjutkan, silakan klik tautan ini

8dk tidak bertanggungjawab atas reaksi Anda setelah membaca tulisan ini, Anda lah yang bertanggungjawab sepenuhnya atas segala tindakan Anda, apabila Anda setuju, para netter, sudilah tengok berita di bawah ini.

Tifatul Sembiring berhak menentukan besar kecilnya dosa yang dilakukan Arifinto?

 

Baru-baru ini, salah seorang anggota dewan perwakilan rakyat, tertangkap basah sedang menonton video porno. Menarik, sebab yang bersangkutan, Arifinto, adalah kader dari Partai Keadilan Sejahtera, Partai yang nota bene berasaskan Islam.

 

Entah bodoh atau tolol, yang bersangkutan bilang, dalam siaran pers, mengakui bahwa apa yang ia lakukan bagian dari menghilangkan rasa bosan, jenuh saat sidang paripurna di DPR RI. Maka dengan kata lain, kalau ada seseorang, yang diminta untuk , maaf, melakukan “blow job” pada saat sidang paripurna DPR RI, adalah hal yang wajar, dengan catatan yang bersangkutan, baik yang mem”blow job” maupun yang di “blow job” mengakui, bahwa aktivitas tersebut untuk menghilangkan kejenuhan, maka aktivitas tersebut manusiawi.

 


Sayangnya, kolega Arifinto, dari Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, mengatakan bahwa hal ini adalah bukan dosa besar. Betul apa yang ia katakan,  dalam Islam, dosa besar kriterianya sudah terukur, dan menonton film porno via tablet pc, tidak termasuk dalam kategori tersebut, tapi, apakah ia berhak menentukan tindakan Arifinto dosa besar atau tidak, sepertinya tidak. Aneh bin Ajaib, seorang Menkominfo, yang pada pesta blogger antara 2009-2010, mempertanyakan kepada pengunjung yang memfoto dirinya “…kamera ada filmnya gak sih?…” padahal saat itu, sudah era digital, bahkan di tengah-tengah blogger, eh, dia masih  gaptek, tiba-tiba berusaha Playing God.

Aturan dosa besar – dosa kecil, bagi manusia bersifat untuk diikuti, dipatuhi, atau dilanggar dengan segala konsekuensi yang telah diketahui secara agama, bukan dia mencoba-coba untuk menetapkan, manusia, seperti 8dk dan Tifatul Sembiring tidak diberikan wewenang untuk menetapkan, apakah perbuatan seseorang termasuk dosa besar atau dosa kecil, terlebih yang melanggar adalah bagian dari Tifatul Sembiring, sama-sama dari Partai Keadilan Sejahtera, …dengan segala kerendahan hati, Ushul Fiqh 8dk, Insya ALLAH gak kalah lah kalau cuma dengan Tifatul doang, kalau dengan Om Hidayat Nur Wahid, atau beberapa senior yang lain, 8dk akui, 8dk kalah jauh.

 

 

Dengan kata lain, Tifatul saja masih gaptek, era digital, di pesta blogger, masih bertanya-tanya tentang isi film dalam kamera, kok tiba-tiba berani memutuskan mana dosa besar mana dosa kecil,  yang jelas-jelas itu domainnya TUHAN YANG MAHA ESA atau ALLAH SWT.  Padahal TUHAN  YANG MAHA ESA sudah menciptakan banyak buku untuk Tifatul baca, bahwa era digital sudah lebih dari satu dasawarsa booming di Indonesia. Duh, sedih banget, jangan-jangan Tifatul memang Menteri yang gak tahu menahu persoalan yang harusnya ia putuskan, ia hanya beruntung kebagian jatah karena ngedukung SBY, maaf, maksud saya, partainya Tifatul.   Duh…,atau jangan-jangan sebagai individu, Tifatul sudah merasa paling benar, sehingga berhak menentukan segala-galanya…

 

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, semoga ketika Arifinto berani mundur karena mengakui kesalahan yang ia lakukan, Tifatul berani melakukan hal yang sama, atau minimal bunuh diri, atau lebih rendah lagi, pindah agama, toh, kalau bunuh diri itu berdosa atau tidak, yang jelas, Tifatul sudah menyamakan dirinya TUHAN, kenapa masih takut dengan dosa?

Untuk kita semua, termasuk 8dk, mari kita sudahi kebiasaan menghalalkan segala cara atas nama agama, agama apa pun juga, mari kita buka mata kita lebar-lebar, bangkai, berada di mana pun, akan menjadi bangkai, dan kita juga harus ingat, belum tentu anggota dewan yang lain, yang kebetulan juga dari PKS, yang  tidak tertangkap basah, lebih baik dari Arifinto. Mau bukti? coba  tengok Misbakhun, tengok Adang Daradjatun, istrinya melakukan tindak yang diindikasikan sebagai tindak kejahatan, bohong betul kalau ia tidak tahu. Apa seperti itu pola hubungan suami istri yang dipersyaratkan di Islam yang diadopsi oleh Partai Keadilan Sejahtera, silakan istri berbuat apa saja, suami pura-pura tidak tahu, atau malah kebalikannya?

Islam itu suci, Agama apa pun suci bagi tiap-tiap pemeluknya dan individu yang beragama, tapi bukan berarti seluruh anggota Partai Keadilan Sejahtera yang berasaskan Islam adalah manusia suci. Ingat, apabila individu yang mengaku sebagai Murobbi Anda, Ustadz Anda, Kyai Anda, Dosen Anda, atau Presiden Anda,  meminta Anda untuk meniadakan atau menegasi perlunya bersikap kritis terhadap dirinya atau siapa pun, pada saat itu, boleh jadi dia bukanlah penunjuk jalan bagi Anda,bukanlah pemimpin Anda… bukankah seringkali Setan berwujud seperti Malaikat Terang?

Terima kasih kepada Ariel, Cut Tari dan Luna Maya…

Disclaimer : Apabila Anda yang MIRIP ARIEL, CUT TARI, LUNA MAYA dan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO keberatan dengan isi tulisan ini, jangan ragu tuk menyatakan pendapat Anda, di bagian komentar, no sensor, dan ini juga diping ke SBY, karena ia adalah PRESIDEN HAK JAWAB, ditunggu keberaniannya MENGUNGKAP FAKTA…terima kasih…

Entah kapan awalnya, saya tidak begitu jelas, Ariel, Cut Tari, Luna Maya, menghebohkan jagad raya…sayangnya ini bermula dari Video Porno yang kabarnya, para pemerannya adalah seperti dan atau mungkin juga mereka…

Rasa penasaran mengusik saya…dan akhirnya, ketika saya mendapatkan kesempatan melihat video tersebut, tidak ada yang bisa saya ungkapkan selain rasa terima kasih saya…

Pertama, saya berterima kasih, apabila dari ketiganya berani membuktikan “Iya atau Tidak” kebeneran para pameran itu adalah salah satu atau ketiganya…hal ini penting, agar saya dapat melanjutkan rasa terima kasih saya kepada salah satu atau ketiganya…

Kedua, apabila hanya mirip, dan terbukti hanya mirip, maka, ucapan terima kasih ini, secara ikhlas saya sampaikan kepada mereka yang hanya mirip, tapi berani tampil total… saya yakin, mereka yang tampil telah mendapatkan kenikmatan yang cukup (Amin) dan tidak ingin mengulangi lagi, kecuali, dan atau apabila…ada pihak yang berani membayar tinggi…untuk itu, saya menyerahkan  hal ini, kepada teman-teman yang kebetulan memahami, jaringan pembuat, penyandang dana film-film porno…

Ketiga…saya tegaskan, bahwa terima kasih ini ikhlas…tidak bermaksud menjatuhkan mereka yang mirip apalagi mempopulerkannya…

Keempat, alasan pertama adalah…Video tersebut …telah menjadi bahan pembicaraan yang mendunia, hal ini berarti, Indonesia telah berhasil menancapkan kuku, sebagai salah satu negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tapi juga memiliki pandangan bahwa kebebasan seksual adalah hal yang manusiawi…

Kelima, alasan kedua adalah….saya berterima kasih, sebab, isu yang merebak, hampir dapat dipastikan, meredam isu DANA ASPIRASI 15 M DPR,  Meredam Tindak lanjut penyelesaian Kasus Century, dan yang tidak kalah penting, MEREDAM, public sense of crisis of PEMBENTUKAN SETGAB, atau KOALISI, yang pada akhirnya…PEMILU, PILPRES, hanya sekadar penghambur-hamburan uang, kalah menang, toh tetap menikmati…

Keenam, alasan ketiga adalah, ini membuktikan bahwa, saat ini, siapa pun juga, hanya memiliki dirinya ketika ia bertemu dengan TUHAN-NYA secara privat dan technoless…maka ketika Saudara Mirip Ariel dan Saudari Mirip Luna/Cut Tari  melakukan hubungan intim dan direkam dengan teknologi terkini….Suka atau TIdak Suka…Minimal Hasil Rekaman tersebut, telah menjadi milik PUBLIK….atau minimal milik mereka yang mengerti tEKnologi tersebut…

Ketujuh…alasan keempat, adalah merujuk kepada alasan keenam, ketika hubungan antar – manusia telah menjadi DOMAIN PUBLIK, maka adalah HAK PUBLIK untuk mengetahui sejauh mana kedekatan ARTHALYTA SURYANI (yang cantik, janda, pengusaha pula) dengan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (yang ganteng, presiden pula) hal ini terekam (menjadi domain publik) bahwa keduanya pernah bertemu, bahkan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO diundang  ke pernikahan anak ARTHALYTA SURYANI, dan yang pasti…pernikahan adalah acara privat, tapi kalau sudah terekam dan ada banyak individu yang merekam…itu menjadi domain publik…

Kedelapan…Maka, belajar dari pengalaman video ini, saya berpendapat, PENYANGKALAN, bisa dilakukan oleh siapa pun, setelah ia bertindak, minimal pelaku  atau yang mirip pelaku video menyangkal, dan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO dapat MENYANGKAL ia memiliki HUBUNGAN KHUSUS atau MINAT KHUSUS atas HUBUNGAN dengan ARTHALYTA SURYANI…ini menyadarkan kita…bahwa kita hidup di NEGERI PENYANGKALAN….

KESEMBILAN…maka…apabila penyangkalan itu hidup dari para pelaku atau mereka yang mirip pelaku video, kemudian keluar dari mulut SBY tentang AYIN, kita pun dapat melakukan penyangkalan, atau mengatakan BOHONG BESAR apabila SBY..ingin BERANI memberantas KORUPSI tapi tidak pernah BERANI mendorong bahkan memutuskan ASAS PEMBUKTIAN TERBALIK, karena…itu boleh jadi bumerang buat dirinya, atau keluarganya (Apa masih kurang saya korbankan besan saya…demikian anggapan mereka yang mirip SBY berkomentar…)

Terakhir…..video tersebut menyadarkan saya, bahwa saat ini, saya berada dan hidup, di negeri yang dipimpin oleh seseorang yang “MIRIP PRESIDEN” secara fungsi dan jabatan, padahal boleh jadi apabila ia MEMBUKA TOPENGNYA…bisa terlihat too many faces…boleh jadi corruptor faces smile there, boleh jadi wajah berjuta pengusaha pengemplang pajak, atau malah segelintir manusia Indonesia terdidik yang selalu mengupayakan INDONESIA, terutama masyarakat INDONESIA, selalu bodoh, bodoh dan miskin, agar tergantung habis-habisan, sehidup semati dengan diri mereka…Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun…

Terima kasih Ariel, terima kasih Luna Maya, terima kasih Cut Tari….o iya, kelupaan terima kasih pula ke SETGAB…dan IDE SEGAR DANA  ASPIRASInya…semoga….ANDA sekalian…dapat MENYUAP TUHAN YME, dengan perjalanan BOLAK- BALIK ke TANAH SUCI masing-masing AGAMA ANDA…dan izinkan saya yakin…(ini yang menyebabkan saya bertahan hidup di negeri penyangkalan Indonesia; TUHAN YME…jauh dari tipe penerima suap seperti JAKSA URIP TRI GUNAWAN…Amin)

Selamat Tahun Baru 1431 H

sALAM…

rEAders…

hari Ini…uMat IslAM di seluruh Dunia…

mERAYAkan tahun Baru 1431 H….

Kami….

8dk mengucapkan…

SelAMAt TahUn BarU….Hijriah 1431 H,

bagi UmAt MuslIm di SelURuh DuniA….

SemOGa…apa Yang Baik tahun  Lalu dapat kita Kukuh dan KembanGkan Tahun ini…dan Apa Yang Buruk…dapat Kita Tinggalkan Hingga Hapuskan…Amin….

SeMOgA KedaMaian dari ALLAH SWT…melINgkupi ALam SemEsta…

SeLAmaNYA….

AMIEN…..

Memakzulkan Susilo Bambang Yudhoyono…kenapa tidak!? …001

Saldi Isra, dalam topik di Media Indonesia, tanggal 4 November 2009,halaman 9 , menulis “Gerbang Menuju Permakzulan?”

Tulisan tersebut, mengangkat skandal Cicak Vs Buaya, yang diteruskan pada kematian logika hukum, pada proses perkara tersebut, dan seakan-akan diamini oleh Susilo Bambang Yudhoyono…nah…..

dalam 2 paragraph yang terakhir…ia menulis….


…Secara konstitusional, sekecil apa pun kesalahan yang dilakukan Presiden, Pasal 7A UUD 1945 memungkinkan adanya permakzulan. Gerbang menuju permakzulan bisa ai dan amat mungkin terjadi dengan memberi tafsir terbuka (longgar) klausul 7A UUD 1945. Tafsir demikian akan semakin mendapat tempat seiring dengan meluasnya kemarahan masyarakat. Jika itu terjadi, dukungan politik yang dimiliki DPR tidak akan memberi bantuan banyak bagi Presiden Yudhoyonon…” (Saldi Isra, “Gerbang Menuju Permakzulan” Media Indonesia, 4 November 2009, halaman 9)…

Masih terkait dengan Cicak Vs Buaya, yang pada akhirnya berlanjut menjadi Cicak & masyarakat Pendukung Vs Godzilla (Kejaksaan Agung, Kepolisian) dan akhirnya…Cicak, Masyarakat Pendukung vs Monster (Kejaksaan Agung, Kepolisian, Komisi III DPR RI, Pemerintah, Masyarakat Pendukung lainnya)… Tim 8 yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono…telah mengirimkan atau melaporkan rekomendasi akhir….

TIM 8 ini, dibentuk SBY, semata-mata guna meredam emosi masyarakat, sekaligus sebagai bentuk kebiasaan SBY…menjaga citra…kali ini ia memainkan citra…”mau mendengar aspirasi masyarakat”….

Menurut informasi pada siaran pers tim 8 plus Menkopolkam…SBY akan mengambil sikap….paling lambat..senin depan…atau 23 November 2009…

Nah…apakah masa penantian tersebut semata-mata “buying time” ala SBY, atau ia memang ingin secara serius mempelajari rekomendasi…hanya SBY, Ani Yudhoyono dan TUHAN yang tahu…kita hanya mereka-reka…

Yang mengerikan…paparan publik masukan tim 8 yang serta merta dibebaskan bagi publik untuk mengetahuinya sejak kemarin (saat penyampaian rekomendasi ke dirinya)….telah kembali MENCITRAKAN SBY sebagai individu yang DEMOkRAtis…

nah..yang berbahaya…kita jadi lupa….bahwa carut marut…centang perenang perseteruan ini…juga tidak lepas dari andil Susilo Bambang Yudhoyono…baik sebagai individu, maupun sebagai Presiden Republik Indonesia…

Perlu bukti? nantikan di lanjutan paparan ini…satu hal yang ingin 8dk sampaikan…

apapun sikap dan keputusan SBY, jangan sampai membuat kita lengah, sehingga melupakan, bahwa jalan Permakzulan itu ada, dan lebih baik kehilangan Presiden saat ini (mumpung belum 100 hari) dibandingkan kita mendiamkan selama 5 tahun…dalam ketidakpastian, bahwa Presiden berada sebagai pembela hukum, pembela negara atau malah berdiri menjadi pembela cukong, pembela saudagar, dan kroni kerabatnya…kita lihat….

(bersambung)….


Siapa RI 1 2009 – 2014? (0002)

Nah…ini nominasi RI – 1  yang pertama….….

jangan kaget….apalagi bersedih…menurut 8dk….RI 1 yang pertama kali….tidak lain dan tidak bukan adalah…..

TUHAN YME….

Tentu…Anda bisa menyebut Nama TUHAN YME sesuai dengan penamaan dari keyakinan Anda masing-masing…sebab…keyakinan Anda akan mengajarkan (mereka yang yakin atas keberadaan TUHAN YME) bahwa….

TUHAN MAHA SEGALA-GALA…maka…bukan hal yang sulit bagi diri-NYA tuk melakukan apa pun atas dunia…apalagi kalau cuma INDONESIA….

Kenapa TUHAN YME dikorbankan menjadi RI 1…berikut pijakan logika bego-nya….

1. Belajar dari bencana yang ada…hampir setiap bulan…ada bencana yang bersifat masif…entah itu bernama longsor, gempa..hingga terungkapnya kasus korupsi  yang penuh rekayasa di sana – sini…lalu…siapakah yang sanggup merekayasa ini semua, hingga sedemikian njlimet…kecuali TUHAN YME….


2. Kecuali mereka yang tidak ber-TUHAN…maka mulai dari penyembah berhala hingga penyembah seksual bahkan penyembah jabatan…sejatinya makhluk ber-TUHAN…maka…kalau kita rujuk ke Arthalyta yang cantik, cerdas bahkan berhasil mengajak SBY berpose bersama…hingga Anggoro – Anggodo dan Ong Yuliana…

suka-atau tidak suka…

keberhasilan mereka mencatut nama SBY, baik itu via simbolisasi RI 1 maupun inisial…menunjukkan bahwa TUHAN itu Ada….bukti dari keberadaan TUHAN adalah keberadaan SETAN itu sendiri..yang membedakan TUHAN disembah sementara SETAN dijunjung…(maaf…silakan Anda mengaku atau tidak mengakui..itu hak Anda…)

3. Karena IA adalah MAHA SEGALA-GALA – nya…maka tidak ada yang mustahil bagi dirinya….

Sialnya…apabila TUHAN YME memang bertindak langsung sebagai RI-1 di Indonesia, periode 2009 – 2014…terdapat konsekuensi2 yang bisa dilogis-logiskan untuk kita terima….antara lain;

1. Pada pilpres kemarin…kita tidak mencoblos atau mencontreng…melainkan kita beribadah…masalahnya…seberapa banyak dari kita…yang menyadari proses pencontrengan kemarin bisa diniatkan ibadah…kalau yang saya perhatikan, kebanyakan dari kita yang berpartisipasi pada pilpres; lebih kepada ingin ada kepastian bahwa Indonesia bergerak menuju tujuan yang lebih baik…

permasalahannya..

bagi TUHAN …membicarakan TUJUAN adalah hal yang tidak mungkin…sebab…secara ideal …

IA adalah TUJUAN…

2. …Seingat saya..TUHAN YME telah dengan ikhlas membagikan AKAL bagi makhluk yang bernama MANUSIA…untuk dapat berfikir bagaimana caranya mengatur dunia, termasuk kehidupan sosial di dunia…

Nah…Apabila…kita pasrah dipimpin langsung oleh TUHAN YME, tanpa melalui proses berfikir tuk mencoba mengendalikan Indonesia secara baik…

pada titik itu…

kita gugur sebagai manusia…

Maka…mulai dari Susilo Bambang Yudhoyono, hingga saya…harus berani dan mau…dianggap sebagai BINATANG…makhluk yang tidak memiliki akal….

masalahnya…jangankan SBY…saya aja ogah dianggap BINATANG….


3. Terkait dengan rahmat TUHAN YME berupa akal sehat kepada makhluk yang bernama manusia…dan secara kebetulan, sebagian kecil manusia hidup di Indonesia….

maka..

keberadaan akal sehat, meniscayakan (imperatif) kerja keras manusia Indonesia tuk mengolah akalnya agar dapat memanfaatkan Indonesia, bagi kepentingan

– minimal –

masyarakat banyak yang tinggal di INDonesial….nah…APabilA…kita dengan LUGAS, TEGAS dan TERPERCAYA (maaf, mencontek Media Indonesia…)  berani menisbAtkan TUHAN YME sebagai RI-1  2009-2014….

pada saat bersamaan…

kita telah menghilangkan eksistensi kita sebagai manusia..terutama manusia Indonesia…

Apabila hal ini benar…maka dengan berat hati…kita…makhluk yang berjenis manusia, dan hidup di INdonesia…selayaknya BUNUH DIRI…

tentu…

apabila ini dianggap sebagai kegagalan kolektif masyarakat INDONesia…dengan segala kerendahan hati…

SUsiLO BambANg Yudhoyono,

layak menjadi imam dalam prosesi bunuh diri tersebut…..gimana?

…..(Bukan Konklusi) berdasarkan penjabaran di atas…jelas…keberadaan TUHAN YME sebagai  RI 1 di Indonesia adalah hal yang lucu….gampangnya TUHAN YME akan teriak begini (baca: kira-kira…)…

Gila Loe ORang INdonesia…dari kecil sampai dah mau mati…masih aja minta-minta (berdoa)…bukannya USAHA…gak MALu LU….!!!  (bersambung)