Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Archive for Universitas Indonesia

Idealisme….UNgkapan Minggu Ini

Kembali…..

tafsir bebas….

“Idealisme Absolut…Awal Suatu Anarki”

Juwono Sudarsono saat menjabat Menteri Pendidikan Nasional ketika bertemu dengan perwakilan mahasiswa dari UNiversitas Indonesia,

terkait pemungutan DPKP di UI

(maaf…tanggal dan tahun lupa…yg jelas awal-awal ada kebijakan DPKP dan BHMN berlaku di UI)

lintasberitakan..

Advertisements

Alhamdulillah…Terima Kasih Tuhan!!!!

Readers…

Alhamdulillah …

Puji Tuhan…

Satu berkah Insya 4JJI hinggap di Bumi…Amin…

Tadi pagi…di saat saya suntuk noenggoein orang…yang gak jelas (hiks…kok mau sih…tolol amat ya…)

Ternyata ada hikmah…

tanpa sengaja saya bercakap dengan seorang dokter spesialis kulit…

sebut saja Mbak Ani…WNI keturunan Cina (gila..gw salut bangets…) kebetulan anaknya sedang kuliah di UI…Teknik Sipil tepatnya…

Ketika saya cerita tentang anak yang terkena kanker kulit (itu pandangan awam saya…silakan lihat berita di blog ini beberapa hari yang lalu…) Mbak Ani bersedia membantu…mengunjungi itu pasien…

Temans…

Gw gak tau mau nyebut apa…tapi gw dah pernah

dan gak mungkin lupa…melihat anak2 yang terkena kanker di Dharmais….

bermain dengan mereka bersama….

gw cuman minta doa dari temen2 semua…

biar Mbak Ani dan 8dk dapat cepet berkunjung ke rumah Yulia….

(maaf. saya belum hafal alamatnya ..dan orang tua Yulia…tadi saya coba SMS/voice call…HP nya masih mati…)

Jadi…please…minta doa dari teman-teman…..

agar Yulia…bisa cepat sembuh…

Mbak Ani dapat memberikan pengobatan yang maksimal…dan

Yang Terpenting…

4JJI SWT…TUHAN YME…

dengan NAMA APA PUN ENGKAU DISEBUT…

meluluskan upaya ini.. ..Amien…

<a href=”http://www.lintasberita.com/submit.php?phase=2&url=http:/ belajardarikecil.wordpress.com/2009/02/10/smg8dkselalubersyukuramin.php“>
<img src=”http://www.lintasberita.com/buttons_lb/
lintasberita_d_100x20.png” />
</a>

 

PKS bagi Zulhamli (?) : PolIGami KesenAngan Suami….PIjitan Mesra ALa Keluarga PKS…

Masih tidak terlalu jauh dengan topik hangat Kemarin…

Pijat Kesehatan Seksual…

Pelayanan Kesehatan SEksual…

yang mungkin didapat atau diterima oleh Zulhamli…Anggota Dewan dari Partai Keadilan Sejahtera…

Banyak komentar yang mengatakan bahwa 8dk terlalu bersu’uzhon…atau berprasangka negatif..

padahal apa yang saya ungkap…sejatinya merupakan keresahan saya…

ya..maaf-maaf ya teman-teman…

bukan maksud apa-apa…

hampir rutinkok saya gabung di acara buka puasa tahunan hnw…lagian hnw dan saya …satu almamater kok..; jadi males lah kalo ama senior main curiga..atau dendam…saya gak ada dendam ama hnw dan orang-orang PKS kok! .

kalo saya mo debat panjang…ya maaf, kelemahan saya paling mendasar…karena muallaf, saya belum hafal Al-Qur’an..itu aja…

O ya…sebelum lanjut…ada baiknya teman-teman melirik alamat  di bawah ini…dan apa pun hasil di benak-benak teman-teman…bersyukurlah!!!

http://mujahidallah.wordpress.com/2009/02/05/bayan-ustadz-terkait-kasus-caleg-dprd-jambi/


Tanpa bermaksud curiga….ada ujar-ujar (atau malah ayat?) di Islam…

pabila seorang laki-laki berada dengan seorang wanita yang bukan muhrimnya…hanya b2 saja…maka yang ketiganya (yang lain) adalah Setan…

itu kalo saya gak salah…(mohon dikoreksi)

Lalu  apa kaitannya…dengan Zulhamli dan Pijat Anggota Dewan dari PKS Jambi itu… begini runutan sederhananya…

1. Insya 4JJI…kita semua tahu…bahwa pijat adalah hal yang baik untuk mengembalikan kesegaran tubuh…atau dalam batasan tertentu…baik untuk kesehatan orang yang dipijat (minimal) dan kedua-duanya (maksimal)

2. Kita pun tahu…kalau kita sedang dipijat…baik di rumah maupun di panti pijat…posisi pemijat dan yang dipijat seringkali berada berdua dalam satu kamar atau ruangan…dan seringkali ruangan tersebut tertutup atau semi tertutup

3. bagi mereka yang pernah dipijat…tentu bohong kalau dalam satu masa pemijatan tubuh tersebut…tidak ada reaksi pengerasan alat kelamin..apalagi….apabila yang memijatnya lain jenis…sebab…pengerasan alat kelamin itu adalah hal yang wajar (bahkan seandainya yang memijat jg dengan jenis kelamin yang sama) sebab yang dipijat adalah syaraf, dan terjadi reaksi tanpa kita bisa cegah…

4. Seingat saya…Partai Keadilan Sejahtera terdiri dari orang-orangyang cukup cerdas, tidak sedikit dokter dokter muda di partai ini, maka adalah hal yang baik kalau point ketiga bisa ditabayyun ke mereka…sementara…secara pribadi…karena 8dk pernah belajar pijat refleksi secara intensif di salah satu sekolah di Jawa Timur…maka saya berani berpendapat…

kalo masih bingung…coba tanya rekan saya satuan angkatan tentang kebenaran hal ini…

ia saat ini menjabat LUrah di Pabelan, Muntilan  Magelang…rumahnya masih berada di lingkungan Pondok Pesantren Pabelan….

Nah…mari kita lihat lagi…apabila posisi pemijat dan yang dipijat berada di tengah-tengah mall, maka bisa kita negasi keberadaan “niata buruk maupun dampak buruk dari tindakan pijatan tadi”

setahu saya..

di Jambi tertangkap basahnya Caleg dan Anggota Dewan PKS itu  dalam satu gedung…atau malah satu ruangan…

Kemudian…mari kita ingat….

tiap tubuh manusia…memiliki tanda unik masing-masing yang seringkali tanda tersebut membuat pemiliknya minder atau malu…

maka membuka baju untuk dipijat…akan sangat bijaksana dalam ruangan yang hanya untuk si pemijat dan yang dipijat…

sebab apabila ada tanda2 khusus yang memalukan..

yang tahu hanya mereka berdua…

dan etika pemijat tidak boleh “teriak” tentang tanda-tanda khusus yang dimiliki kliennya…

ini etika yang hampir sama dengan dokter….

mengenai rasa malu…saya yakin ini logis…apabila teman-teman dari PKS masih mau berdebat…coba tanya dulu ke Mas Ito ( Sarlito Wirawan) atau minimal Mas Aten (Bagus  Takwin) search aja …nanti ketemu kok alamat beliau be2…

Jadi…kemungkinan menghindari dampak buruk harus sudah ada di benak Zulhamli…jauh sebelum ia memutuskan untuk memijat di Panti Pijat tersebut…saya memang gak googling Zulhamli…tapi yang saya yakin…karena ia dari PKS…gak mungkin lah kalo cuman tamat SD….

Maka ketika ia memutuskan untuk dipijat di Panti Pijat, harus kita hargai sebagai pilihan yang Ia PILIH…PERSETAN DENGAN ALASAN APA PUN…seingat saya Zulhamli Manusia…dan Manusia DiberikanAKal Untuk Berfikir oleh Allah SWT….kecuali kalau tanpa disadari ternyata…PKS

telah

memilih binatang sebagai calegnya….

Yang saya tahu dilingkup lumayan kecil…di UI, anak Salam , Masjid, Mushola pada tahun 97 an dulu sempat berkelakar..

.bahwa Sepatu atau Sandal pun apabila telah diminta oleh jaringan mereka untuk dipilih jadi ketua senat/BEM UI…sim salabim… akan terpilih…dan jadi…

tapi belum pernah kelakar itu mengatakan “Bahkan BINATANG – pun…” kalau sudah di ACC oleh Ikhwan-Akhwat…bisa jadi ketua BEM UI”

dengan kata lain…PKS lebih Radikal (he..he..he..) dibandingkan Ikhwan-Akhwat di UI…Puji Tuhan!!!!!!!

Saya berhusnuzhon kepada saudara Zulhamli…bahwa pemijat yang ia gunakan jasanya adalah Istrinya (mungkin yang kedua, ketiga atau yang baru ia kawini secara sirri atau diam-diam)

Kenapa begitu?

Sebab

Saudara Zulhamli yang aktif di liqo tahu tentang muhrim dan zinah…maka ia pun menghindarinya… yang jadi masalah adalah…ternyata ia bingung bagaimana melegalkan secara sosial poligaminya …sebab ia anggota dewan..dan ia juga masih nyaleg…gak enak kan…dus kasihan istri dan anaknya…(maaf kalau ternyata Zulhamli masih single…sebab saya memang gak googling data-datanya)..

dus kalau sudah kejadian…ia bisa bilang ke istrinya…

“umi, perempuan itu sebenarnya sudah abi nikahi secara sirri, maaf ya ummi…abi pingin banget berpoligami…”

“atau”

“Ummi…abiii gak mungkinlah berzinah…abi tahu mana muhrim mana bukan…oleh karena itu…yang pijat abi juga sudah abi sahkanuntuk dapat memijat abi dengan leluasa..

Jadi…secara pribadi…saya tetap berhusnu-zhon, bahwa Zulhamli mengerti batasan agama…untuk itu ia pun telah merancang jalan untuk tetap ada di jalur agama itu…

Perlu sama-sama kita ingat. bahwa di Islam…Poligami  itu boleh…masalah mekanisme…aturannya sudah jelas…dan bahkan AA GYM pun tahu…bahwa menikah diam-diam boleh…(silakan tanya ke AA Gym…telah berapa lama ia nikah dengan yang kedua baru kemudian ia teriak atau ditelanjangi oleh media massa…)

Maka…Saya tegaskan bahwa saya Berfikiran POSITIF…saudara Zulhamli Mengetahui Batasan Halal Haram di Islam…Bahkan Mungkin ia juga mengetahui untuk kalangan Islam ala PKS…zinah itu tidak hanya zinah bersetubuh badan, tapi ada zinah hati,zinah mata, dll…

Oleh karena itu…keberanian diri seorang Zulhamli untuk dipijat…tidak akan melanggar aturan tersebut…

alhasil ia telah menikahi…

baik secara terbuka maupun tertutup si pemijat tadi…(tentu klarifikasi dari saudara zulhamli kami nantikan)…

Sejatinya…sebagai seorang muslim dari partai yang berbasiskan agama…ia tentu taat pula beragama…dan ia tahu bahwa di Islam…POLIGAMI ADALAH TINDAKAN YANG HALAL..

.Jadi…

mungkin bagi saudara kita Zulhamli….

PKS telah Menjadi Poligami Kesenangan SUami…untuk melegitimasi dan melegalisasi secara agama bahwa Pijatan Kesehatan Seksual dibutuhkan oleh manusia hidup….

Secara pribadi, 8dk muslim, dan mengakui bahwa poligami diperbolehkan di Islam…maka…perlu diingatkan kepada seluruh wanita di INdonesia…terutama dalam kaitan pemilu….2009 ini…bahwa Partai Islam harus mengakui keberadaan Poligami, baik untuk maupun dengan alasan apa pun poligamiitu dilakukan…sehingga…pabila Anda memilih memberikan suara Anda ke partai Islam…anda juga harus Mengakui…sekaligus menyetujui  Poligami terjadi di Indonesia…dengan atau untuk tujuan apa pun….

Selamat Berpoligami bagi saudara Zulhamli ….Selamat Berpoligami bagi rekan-rekan  PKS yang sudah mampu seperti ANis Matta, Rama Pratama…Zulkiflimansyah…dlll…Poligami itu HALAL KOK…dan gak  butuh FaTWA MUI untuk menghalalkannya….

Wallahu A’lam Bisshowwab…


<a href="https://belajardarikecil.wordpress.com/2009/02/07/pkspoligamikesenangansuami "><img
src="http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png"
/>
</a>


Jangan Takut Kuliah di Universitas Negeri : Universitas Indonesia

Kurang lebih 4 bulan lalu, salah seorang mahasiswa dari salah satu Universitas Muhammadiyyah di P.Jawa, menggugat dikotomi Kuliah di Universitas Negeri dan Universitas Swasta…Gugatan itu kalau tidak salah dituliskan melalui Media Indonesia…seingat penulis, melalui kolom/sub tema berita harian  yang dituliskan oleh para mahasiswa…

Tulisan ini tidak mencoba untuk mendikotomikan ulang atau kembali, melainkan sekadar berbagi pengalaman tentang betapa kuliah di UNiversitas Negeri yang sempat diisukan secara biaya sama saja dengan kuliah di UNiversitas Swasta, dapat dilalui oleh orang-orang yang berpenghasilan rendah… Mereka dapat melalui kuliah hingga selesai, karena kerja keras mereka, keluarga mereka, dan juga ketrampilan belajar yang mereka miliki…

Pada waktu musim awal perkuliahan di mulai, penulis sempat menemani salah satu keponakan yang – akhirnya – dapat lulus SPMB untuk kuliah di UI…kebetulan sedang kosong…kembali jalan-jalan di sekitar balairung, danau hingga mesjid, untuk mengingat masa perkuliahan yang dialami penulis pada waktu kuliah…

Saat akan masuk gedung rektorat kami berpapasan dengan seorang ibu, usia antara 50 – 60 tahun…Ia menanyakan  jalan masuk ke rektorat…karena lokasi bertanya sang ibu sudah masuk lingkungan rektorat, maka saya tinggal menunjukkan  pintu masuk saja…sekaligus menunjukkan letak lift…nah pada saat itulah sang Ibu berkata : “Aduh nak…ibu ini, baru sekali ini ke UI…ibu ini gak nyangka anak-anak ibu bisa kuliah di UI…Ibu ini cuma tukang cuci pakaian orang aja…untuk ongkos pun ibu pas-pasan…tapi masak sudah empat tahun anak ibu kuliah di sini…ibu belum pernah datang ke kampus…..Secara refleks saya bertanya tentang cerita anak si Ibu…Mengalirlah hal ini…anak Ibu…waktu SMA ikut tes kuliah di UI, ternyata masuk…karena kita orang gak mampu…ibu cuma bisa bilang ke anak Ibu, kalau kuliah, kamu harus cari jalan keluar…Anak ibu di FMIPA…nah akan wisuda sekarang (September 2008 kemarin?)…nah adiknya pun masuk UI, diterima di teknik komputer….kalau kakaknya, karena berjuang…dapat beasiswa…gak cuma dari UI, tapi juga dari beberapa perusahaan (ibu itu menyebutkan salah satu nama konsultan manajemen yang biasa mengisi di Kompas dan berkantor di bilangan Kuningan…) Nah dari situlah nak…mudah-mudahan anak Ibu dapat mengubah nasib kami ya Nak…tolong doakan ya…. Karena kebetulan sedang janji dengan orang lain…penulis hanya mengantarkan sang Ibu hingga pintu lift, kalau gak salah tujuannya antara lantai 7 – 8 rektorat, tempat orang mengurus beasiswa…Kedatangan sang Ibu…untuk berterima kasih…”ke orang-orang rektorat yang telah membantu anak saya……

APa yang ingin penulis sosialisakan di sini, tidak lain…kalau rekan-rekan atau pirsawan…ada yang memiliki anak, keponakan dan atau Anda sendiri…memiliki kemampuan untuk kuliah di negeri secara kemampuan belajar (baca : lolos SPMB/UMPTN atau yang sejenis) seharusnya, tidak ada keraguan akan beban finansial…As long as Anda berani mengutarakan beban ANda tanpa mengada-ada…Insya 4JJI akan ada jalan keluar…Pada masa penulis berkuliah…masa yang baru saja dihantam krisis  finansial (1998)…banyak para mahasiswa yang “tepar” secara ekonomi keluarga mereka…tapi…mereka dapat diselamatkan..oleh bantuan beasiswa yang ada di lingkungan UI, dan diupayakan oleh pihak rektorat…tentu dengan catatan; individu-individu tersebut mau dan mampu menjaga kualitas belajar mereka, minimal mencapai nilai IPK di atas nilai rata-rata kemampuan teman mereka…

Penulis merasa perlu menyampaikan peristiwa dan pengalaman ini, mengingat, segera setelah beberapa Universitas Negeri beralih menjadi BHMN…biaya kuliah pun disesuaikan karena berkurangnya atau hampir tidak adanya jatah subsidi dari pemerintah untuk Universitas negeri bersangkutan…maka biaya kuliah di UI, dan beberapa UNiversitas Negeri lainnya (yang telah memilih menjadi BHMN) hampir sama, bahkan lebih besar dari biaya kuliah di UNiversitas Negeri kebanyakan…padahal hal itu semata-mata guna untuk mensubsidi silang, agar pembiayaan kuliah di UNiversitas bersangkutan tetap jalan sebagaimana proses pengajaran yang diharapkan…

Sebagai penutup…penulis ingin menganalogikan beberapa pengalaman dan atau keluh kesah rekan-rekan penulis yang kebetulan pada 1992 – 1995 mendapatkan kesempatan belajar di UNiversitas Al Azhar, Cairo, Mesir…waktu itu penulis bertanya tentang kualitas belajar mengajar di Al Azhar…beberapa lontaran…menyatakan bahwa kuliah di Al Azhar, seperti layaknya kuliah di Kuliah Umum di Indonesia…kuantitas mahasiswa dalam satu ruang dan mata kuliah, besar atau banyak partisipannya, sehingga tidak ada interaksi utuh antara mahasiswa dengan dosen…bukan seperti zaman dahulu (maksudnya zaman keemasan Al Azhar dahulu)…pada waktu itu penulis tanya kenapa…mereka mengatakan bahwa kebanyakan dosen di Al Azhar lebih suka mengajar di Universitas-Universitas di Negara-Negara Arab seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab..dll…karena secara gaji…jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang mereka dapatkan dari mengajar di Al Azhar…silakan Anda cek sendiri (untuk tahun dan masa kuliah saat itu), adapun kualitas Al Azhar saat ini…penulis tidak terlalu mengetahuinya…..

Point penting lainnya adalah…kebanyakan Univ Negeri masih disubsidi pemerintah…maka fasilitas mereka…kualitas dosen…akan lebih unggul dibandingkan Universitas Swasta…Tapi yang terpenting…adalah apabila Anda akan kuliah…belajarlah di tempat PALING BAIK untuk JURUSAN atau PROGRAM STUDI yang akan Anda Ambil…contoh untuk LINGUISTIK…seingat saya Linguistik bahasa INggris dan INdonesia, Atmajaya Jakarta, jauh lebih maju dibandingkan UI, Ilmu Komputer, BiNus jauh meninggalkan UNiversitas Negeri…INgat kuliah tidak hanya investasi bagi Anda…tapi juga ajang menuntut ilmu dari sumber utama…maka pilihlah sumber yang tepat….terima kasih….