Belajar Dari Kecil

Tentang Belajar, Tentang Apa Saja, Dari Apa dan Siapa Saja serta Untuk Siapa Saja

Archive for Pemilu

2014, Ikut Pemilu atau Golput?

Dear all, tidak terasa, empat bulan lagi akan ada hajatan besar, yaitu Pemilu 2014, tepatnya bulan April 2014…Sebenarnya, sejak pertengahan tahun ini, mata kita sudah sering diganggu, oleh spanduk, baliho bahkan poster, yang maaf, seringkali tidak menghiraukan pijakan estetika. Nah…itu semua muaranya di April 2014…

 

Sementara itu, kita sama-sama tahu, bahwa penetapan DPT saat ini bermasalah, entah siapa yang salah, saya gak tahu, yang pasti, ketika saya coba tanya ke rumput yang bergoyang , mereka jawab, bahwa mereka hanya akan menjawab untuk Ebiet G.Ade… 

 

Yang lebih parah, kita semua tahu, bahwa tidak ada partai politik yang benar-benar steril dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme…sekalipun masih samar-samar, masih seperti bisik-bisik, bisa dikatakan hampir semua partai politik, telah diisi politisi busuk. Bahkan, seorang Pendiri Partai Keadilan Sejahtera, berani menonton FILM PORNO di Senayan,lebih rusak lagi, Presiden  Partai ini, tertangkap tangan, dan saat ini, menjadi tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi.

 

Penutup gegap gempita kebobrokan politisi di negeri ini, boleh jadi, tertangkap tangannya Akil Mochtar, mantan Politisi Golkar, yang ketika tertangkap tangan, menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi…Hebat…Hebat…

 

Nah, masih bolehkah kita percaya kepada politisi? masih butuhkah kita dengan politisi…berikut pandangan sederhana 8dk :

 

1. Tidak lama lagi, kita menyambut 2015, saat ini, Pasar ASEAN + 1 (China) sudah terbuka, jadi sebaik Anda punya paspor, Anda punya sertifikasi keahlian, ketrampilan dan nomor pokok wajib pajak, Anda sudah bisa mencari penghasilan, pekerjaaan di 1o negara lain selain Indonesia, jadi, Anda tidak perlu ragu, akan dibatasi gerak oleh para politisi, pemerintah, apabila Anda memutuskan untuk tidak memilih. Penting untuk Anda siapkan adalah, kemampuan Anda untuk menghadapi persaingan tersebut. Ingat, sejak 2004 hingga saat ini, sudahkah Anda mendengar Pemerintahan SBY menyiapkan masyarakat Indonesia dalam menghadapi AFTA+1 ini?

 

2. Jangan lupa, bahwa sekalipun Anda bayar pajak, Anda menggaji aparat, menggaji politisi, saat ini, kita sama-sama tahu, bahwa PEMERINTAH lunak, tidak bertaji kepada pelanggaran hukum, seperti KORUPSI yang dilakukan oleh para PEJABAT dan APARAT, jadi, masih mau Anda ikut memilih mereka? Ingat, bahkan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO pun tidak punya niat baik untuk mendukung hukuman mati bagi KORUPTOR, padahal dia digaji oleh PAJAK dari rakyat Indonesia. Jadi Anda masih percaya dengan Partai Politik!? Ingat, bahkan Presiden yang Ketua Umum Parpol pun tidak pernah memperlihatkan apresiasi dirinya kepada masyarakat Indonesia, terutama dalam hal penuntutan hukuman mati bagi para koruptor!

 

3. Sebaik Anda ikut memilih, atau tidak ikut memilih, pada akhirnya, Anda memiliki hak untuk melakukannya, jangan bingung dengan “FATWA”, Ingat, anggap-lah ketika Anda memilih “SI FULAN”  ternyata si FULAN korupsi, apakah yang membuat FATWA ikut menanggung dosa atau beban moral!? belum tentu, sementara Anda, kecuali Anda juga koruptor maka tentu Anda akan merasakan beban moril, tanggungjawab moral yang berat, jadi…Anda masih ingin menambah beban pikiran Anda dengan mengikuti proses PEMILU!? Terserah!

 

4.Perlu dimengerti, bahwa, sebaik Anda tidak memilih, atau memilih, atau memilih untuk Tidak Memilih, itu adalah hak pribadi Anda, jangan lupa, ketika Anda sudah memberikan bekal terbaik secara agama, moral, ilmu dan harta kepada keluarga Anda, maka tugas Anda, sudah paripurna, percaya-lah, saat ini, yang dapat kita lakukan -sementara ini- mendisiplinkan diri untuk jadi manusia yang baik, beriman, bermartabat, baru warna itu dapat melingkupi keluarga kita, jangan bermimpi untuk mewarnai negeri ini, yang sementara ini, lebih banyak dikuasai IBLIS berwujud manusia, terima kasih.

Advertisements

Selamat Jalan Susilo Bambang Yudhoyono : Memilih Partai, Bukan Rakyat

Sudah beberapa minggu ini, media dipenuhi berita tentang reshuffle kabinet, reposisi koalisi dan lain-lain…Yang menurut beberapa pihak, hal ini bahkan sudah berlangsung sejak akhir tahun 2o1o.

Diakui atau tidak, memang agak menyedihkan,  kejadian ini dipertegas dengan ketidaksolidan partai koalisi untuk menolak hak angket mafia pajak. Entah kenapa, hingga saat ini, pemerintah beserta jajarannya, selalu berlindung dibalik kesalahan “individual atau oknum” bukan karena sistem yang salah. Padahal, sistem yang salah, merupakan jalan tol bagi terciptanya pembenaran kesalahan.

Anehnya lagi, pada saat ini, rakyat sudah banyak yang menderita, sulit mencari makan, tapi, karena SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, ANI YUDHOYONO, keluarga dan kroninya tidak mengalami hal ini, maka mereka lebih mementingkan soliditas koalisi, dibandingkan memikirkan bagaimana caranya MEMPERMUDAH RAKYAT untuk MENCARI MAKAN.

Maka, dapat disimpulkan, bahwa Biarkan RAKYATKU MAMPUS!!!, yang penting sebagian dari mereka MEMBAYAR PAJAK, dan aku hidup dari PAJAK TERSEBUT…kurang lebih begitu pikiran sederhana saya atas pola pikir SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, ANI YUDHOYONO, dll yang mendukungnya…

 

MEMILIH KOALISI BUKAN BERARTI MEMIHAK RAKYAT

Mari kita sama-sama mencermati, bahwa pilihan koalisi dan penguatan koalisi SBY, sama dengan pengkhianatan atas suara yang diberikan rakyat kepadanya….

 

Harus kita akui, bahwa ada beberapa hal yang harus kita lihat dengan jernih, terkait pilihan tersebut, diantaranya adalah :

1. Kuantitas suara para pemilih pada PEMILU 2009 , tidak sama dengan kuantitas suara PILPRES 2009.  Jumlah suara pada PEMILU 2009,  104.095.847 (detik.com) sementara untuk PILPRES 2009, jumlah suara adalah 121.504.481 (asa borneo.com). Maka, antusiasme pemilih pada pilpres, jauh lebih besar dibandingkan dengan pemilihan anggota legislatif.

2. Sistem pemerintahan Presidensial yang kita anut, menunjukkan bahwa pertanggungjawaban dan kewenangan secara ideal berada dalam genggaman presiden, bukan dalam genggaman siapa pun (partai tertentu) selain dirinya.

3. Banyaknya para anggota dewan yang dipenjara atau dipidana, menunjukkan bahwa dalam batasan tertentu, banyak salah pilih yang telah dilakukan oleh masyarakat dalam proses pemilihan anggota legislatif, atau banyak anggota legislatif yang SUDAH SEDEMIKIAN CANGGIH DAN BAJINGANNYA sehingga dapat MENGELABUI kebanyakan anggota masyarakat.

 

Maka, berangkat dari Informasi di atas, seharusnya SUSILO BAMBANG YUDHOYONO bersyukur denganBANYAKNYA RAKYAT yang memilih dia, bukan malah KUFUR NIKMAT. SEAKAN-AKAN yang memilih dia adalah ANGGOTA DEWAN atau PARTAI POLITIK, atau jangan-jangan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO sudah sama BAJINGANNYA dengan PARA POLITISI  TERPIDANA…silakan Anda jawab sendiri.

 

Idenya, di saat rakyat kesulitan cari makan, ancaman harga minyak yang melambung tinggi, ancaman inflasi, ancaman pasar bebas ASEAN di mana Indonesia belum siap, SUSILO BAMBANG YUDHOYONO masih selalu memikirkan kekuasaan, bukan rakyatnya yang memberi  amanat atas kekuasaan…. Jadi, masih perlukah kita MEMPERTAHANKAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO?


Political Masturbating ; Pilihan Anda hanya Seharga Promosi Indomie

Salah satu bukti kepakaran para konsultan marketing politik Susilo Bambang Yudhoyono adalah menggunakan jingle Indomie, sebagai sarana mempromosikan diri….

Pilihan ini tidak salah, tapi cenderung menegaskan bahwa, pada tahapan kreativitas…para pakar dan konsultan komunikasi SBY – Boediono, cenderung memilih jalan pintas…Creativity is nothing, it’s only a process of masturbating in every aspect of our daily life…mungkin itu salah satu kebijakan yang dipegang oleh konsultan SBY….

Dengan segala keawaman yang saya miliki, saya ingin mengkomentari, dan sedikit membandingkan …nilai harga iklan INDOMIE dibandingkan dengan nilai harga Iklan SBY-Boediono

Sebelum memulai…hitung-hitungan ini, bukanlah hitungan ideal, ini adalah boleh jadi bagian dari proses belajar PR, yang saya dapatkan …ketika melakukan negoisasi dengan pihak Nestle, antara 2003 – 2004….Jadi…dengan segala kerendahan hati….terima kasih untuk pihak Nestle (kalau gak salah, dulu bertemunya dengan Pritha…; maaf agak lupa..)

Mari kita berandai-andai…

1. Indofood, menganggarkan biaya promosi untuk satu tahun sebesar 1 Trilyun, untuk seluruh produk, maupun korporat Indofood (worldwide)

2. 100 milyar diantaranya, dialokasikan, untuk iklan Indomie di Indonesia

3. 10 milyar diantaranya, dialokasikan untuk biaya pembuatan iklan INDOMIE SELERAKU secara utuh (termasuk biaya pembuatan jingle, dan pendukung lainnya)

4. 20 milyar lainnya, dialokasikan untuk biaya penayangan iklan tersebut, selama satu tahun, di seluruh stasiun televisi yang ada di Indonesia (termasuk melalui saluran berbayar).

5. 30 milyar, biaya yang dikeluarkan oleh Indofood untuk “halo-halo” Indomie..Seleraku versi SBY Presiden-ku (ups…terbaik..tapi gak usah dikoreksi lah…capek…)

6. 30 milyar itu apabila ditayangkan selama 6.000 x (jumlah total penayangan dalam satu tahun) maka hasilnya adalah Rp. 5.000.000/tayang dengan durasi kita anggap 60”

7. 1 kali tayang kita anggap dilihat oleh 500.000 pandangan mata (angka pesimistis viewer) maka selama 6.000 x tayang menghasilkan 3.000.000.000 pandangan mata yang melihat…(baik sekilas, maupun hingga tuntas..tas..tas). 6.000/tayang sama dengan 16.666 atau 17 x tayang perhari

8. Cost per view untuk iklan Indomie Selera-ku adalah Rp. 30.000.000.000/ 3.000.000.000 pandangan mata = Rp. 10 (jujur..cost ini hitungan perkiraan moderat). Seseorang boleh jadi melihat beberapa kali hingga berkali-kali tayangan TVC tersebut.

9. Dari 3 milyar pandangan mata..mungkinkah menghasilkan 300 juta transaksi (1 transaksi = 1 bungkus Indomie, jadi 10 bungkus Indomie, dianggap 10 transaksi, 1 dus berisi 48 bungkus berarti 48 kali transaksi)? atau 10 persen dari hasil pandangan mata…?

10. Apabila mungkin, maka jelas, Iklan Indomie Seleraku adalah Iklan yang efektif dan efisien

Mari kita alihkan ke Iklan SBY – Boediono

1. Anggap, karena ide-nya jiplakan…maka biaya yang dikeluarkan oleh SBY, lebih murah kalau dibayar dengan otak yang orisinal…anggaplah biaya pembuatan iklan tersebut menghabiskan Rp. 250.000.000

2. Jingle, bisa dianggap dibeli bisa dianggap ”dihibahkan” dengan terpaksa oleh Indofood ke SBY..

3. Dalam satu bulan masa kampanye, anggap untuk SBY adalah Indomie, dapat tayang 20 X dalam sehari (untuk seluruh stasiun televisi) , selama sebulan, biaya satu kali tayang, senilai 5.000.000 rupiah, maka total biaya yang dikeluarkan hanya 3.000.000.000 (600 x tayang)

4. Lalu bagaimana dengan cost perviewnya?

a. Anggap, satu kali tayang mendapatkan 500.000 pandangan mata, maka untuk 600 X tayang mendapatkan 300.000.000 pandang mata…

b. Maka cost perviewnya bisa dianggap 3.250.000.000/300.000.000 pandangan mata senilai Rp. 10,833/ atau Rp.11/pandangan mata.

c. Nah..apabila dari 300.000.000 pandangan mata, terlahir 3.000.000 voter (kita anggap ini salah satu iklan penarik suara yang utuh) maka nilai transaksi (voter memilih SBY-Boediono) adalah Rp.100/voter/suara. Jadi ini iklan yang efektif dan efisien juga..

d. Bahkan ketika hanya terlahir 300.000 transaksi/voter maka biaya hanya Rp.1000/suara

Nah…lalu apa pentingnya saya mendetailkan ini semua…

1. Proses murah meriah dalam iklan Indomie, Indofood, (seandainya dianggap biayanya murah meriah)…tidak terlalu berdampak bagi kehidupan keseharian kita, sebab..kalau kita melihat ada perubahan rasa di Indomie, dan atau ada yang lebih baik, dengan mudah kita bisa pindah ke merek lain

2. Proses iklan yang dilakukan oleh SBY – Boediono, apabila menghasilkan 300.000 atau 3.000.000 transaksi voter, maka nilai 100 rupiah – 1000 rupiah pertransaksi tersebut..juga murah meriah.
Masalahnya adalah, apabila kita salah bertransaksi (baca: salah menentukan pilihan) , dampaknya kita rasakan selama lima tahun…dan sulit bagi kita tuk beralih ke pemimpin yang lain.

Banyak alasan dan pasti tiap alasan adalah alasan konstitusional…alasan paling mudah agar terjadi perubahan pilihan, dari SBY-Boediono ke pilihan lain, adalah keduanya Mangkat secara bersamaan…selebihnya amat sulit mengganti mereka berdua, minimal hingga 5 tahun ke depan…

atau kita punya seorang provokator jitu (sebagaimana peran yang dituduhkan kepada Antasari Azhar yang memprovokasi para eksekutor Nasruddin) yang bisa mengatakan bahwa SBY – Boediono ditakutkan akan cenderung menjadi pengkhianat, maka perlu dikebumikan..itu pun, sang provokator harus menemukan tim eksekutor yang handal (baca : dari milisi terlatih)…

Maka…sudikah Anda..apabila harga suara Anda…ternyata hanya Rp.1000/suara, dan itu berlaku selama 5 tahun…?


3. Tapi nanti dulu, itu belum seberapa…coba ditengok ini …

a. SBY – Boediono, dengan SBY sebagai Presiden saat ini, yang mencanangkan Tahun 2009 sebagai Tahun Industri Kreatif, ternyata tidak dapat menghargai kreativitas sebagaimana layaknya suatu kreativitas.

Proses copycat Jingle Indomie oleh Tim SBY – Boediono menunjukkan SBY hanya pro proses kreatif yang ia akui ia lakukan,, bukan yang dilakukan oleh orang lain…maka kita gak perlu heran, apabila masalah Batik, atau Reog yang diklaim oleh Malaysia, cenderung ia diamkan…sebab…gampangn ya…ia mungkin akan berkata…”itu kan ciptaan orang lain…malah …Reog ada sebelum saya lahir..buat apa saya bela…kira-kira begitu otak gampangnya…)

b. Proses pendomplengan Indomie juga merujuk kepada keinginan SBY- Boediono beserta tim untuk dapat segera diingat dan atau melekat di benak para pemirsa…Seharusnya kita berani mengakui bahwa bagi SBY, mencari jalan pintas, bukanlah hal yang taboo…

c. Permasalahan yang mendesak..di depan mata kita, adalah permasalahan ekonomi, dan apabila kita ingin merujuk kepada negara maju, percepatan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi, ditopang oleh industri kreatif…pertanyaannya adalah….Apakah SBY – Boediono dapat menghargai INDUSTRI KREATIF? Saya secara pribadi, mengatakan bahwa iklan INDOMIE SELERAKU yang diplesetkan menjadi SBY PRESIDENKU adalah indikator bahwa SBY tidak mungkin menghargai kreativitas orang lain…..Mau bukti???

i. Ingatkah teman-teman ketika SBY me-launch albumnya…??? Ia mendaftarkan hak cipta atas karya seni (lagu) yang ia buat…tetapi…adakah Ia membantu proses perlindungan (kalau pelestarian tidak memungkinkan) hak cipta para perajin seni di Bali?

ii. Sudahkah ia memerintahkan departemen terkait untuk jemput bola? Terkait dengan hak cipta, terutama pada masyarakat kreatif yang bermukim di pedesaan ?(baca : para pengrajin)? Silakan cek ke Om Andi M.Sommeng….

iii. Ketika Reog Ponorogo diklaim oleh Malaysia..bahkan SBY pun, yang nota bene lahir dan besar di Pacitan, Jawa Timur dan kabarnya, orang tua beliau sempat menetap di Ponorogo, tetap tidak melakukan upaya konkrit untuk penjernihan masalah Reog Ponorogo…

Terus terang…jangan pernah membayangkan jarak antara Ponorogo – Pacitan sejauh dari Sabang – Bandar Lampung…gak ada…Ponorogo- Pacitan hanya beberapa jam… Nah, apabila keinginan diri SBY tuk menghargai Reog Ponorogo saja masih tidak mengemuka, bagaimana mungkin kita bisa mengharapkan SBY dapat mengapresiasi kreativitas lokal – apalagi melindungi – dari tempat yang jauh dari Jakarta seperti Kutai Kartanegara, Manggarai Barat, Kerinci…Utopia bukan?

iv. Pada saat pembukaan INAICTA Award & Conference 2008 lalu, M.Nuh, Menteri Komunikasi dan Informasi…sempat secara berkelakar…”mempersetank an” (baca dengan bahasa lebih halus; tidak perlu mempersoalkan) siapa Presiden RI (yang akan datang) , yang penting komunitas ICT, harus dapat hidup dan mengeluarkan kreativitas semaksimal mungkin…

Tidakkah hal ini juga merupakan refleksi M.Nuh atas ”keterpinggiran” ICT di mata SBY…dan ICT…adalah INDUSTRI YANG MENISCAYAKAN PERLINDUNGAN…minimal melalui Hak CIPTA, HAK PATEN, HAK DESAIN INDUSTRI, dan lain-lain…Perlu diingat, M.Nuh adalah orang Pintar…maka ia pun bergerak hat-hati, maka curhatnya seorang M.Nuh.. ..pasti disebabkan oleh pengalaman yang ia alami dan ia telah merasakan titik jenuh atas pengalaman tersebut.

v. Jadi…hak teman-teman (terutama di bidang industri kreatif) apakah Anda sekalian melihat keberpihakan utuh SBY terhadap Industri Kreatif???? Kita boleh berbeda pandangan dan pendapat…tapi…dengan sangat menyesal…saya mengatakan, belajar dari penggunaan Iklan INDOMIE SELERAKU yang diplesetkan menjadi SBY PRESIDEN-KU.. saya katakan..SBY sama sekali tidak berpihak kepada Industri Kreatif…

Pertaruhan INDOMIE dan INDOFOOD GRUP

Bagi Indomie…proses ini…seakan-akan menegaskan keberadaan Indomie dan INDOFOOD sebagai salah satu produk/Perusahaan pendukung SBY-JK. Pada titik ini, Indomie, dapat dianggap telah memasuki ranah politik secara praksis, maka tidak menutup kemungkinan..kita bisa berandai-andai..apabila SBY terpilih..maka INDOFOOD melalui INDOMIE, mendapatkan privilege-privilege tertentu..yang hanya diketahui oleh PIHAK SBY beserta TIM dan INDOFOOD beserta TIM…

Pada titik ini…rasa Indomie…tidak dapat mewakili rasa Indonesia lagi…sebab, ia telah diperkuda oleh rasa Demokrat dan Para Partai Pendukung, atau lebih tegas lagi, bumbu Indomie saat ini – seakan-akan – telah dibuat di Cikeas…

Sayangnya, karena Indomie, Supermie dan Sarimi berasal dari induk perusahaan yang sama, maka kita tidak dapat meminta masyarakat memboikot Indomie, sebab, pelarian masyarakat ke Supermie dan Sarimi, hasilnya sama saja…

Saya secara pribadi berandai-andai, apabila SBY berhasil menjadi Presiden RI untuk periode 2009 – 2014 (ini perandaian, bukan curiga apalagi menuduh..) ..Indofood akan berekspansi di beberapa lokasi di Indonesia, dan pembiayaan ekspansi tersebut…akan dibiayai oleh Konsorsium Bank BUMN…yang berarti …itu oeang masyarakat…he..he..he…

Saya berasumsi…tidak lama setelah SBY – Boediono terpilih…INDOFOOD grup mendapatkan fasilitas pengolahan (dari hulu ke hilir) yang baru…minimal di Pacitan atau di Blitar (kira-kira di Karang Nongko atau malah di Bendogerit) …duh…

Atau jangan-jangan…

kondisi ini sudah well developed by SBY..

since SBY berani menerima Konglomerat HITAM di ISTANA NEGARA beberapa tahun lalu..

atau sejak Boediono memberikan Release and Discharge untuk beberapa pengemplang BLBI..

masalahnya…

karena kita-kita orang kebanyakan masih sibuk mengurusi perut

(mulai dari perut kita sendiri dan keluarga kita; masyarakat papan bawah, ditambah dengan perut selingkuhan, dan peliharaan kita; masyarakat papan tengah, hingga perut sang kekasih yang hanya kita kunjungi di kala kita ingin memuaskan…semata-mata kepentingan di bawah perut…; masyarakat papan atas)…maka…kita tidak mencermati perkembangan tersebut (kedua acara tersebut secara teliti)

Kalau sudah begini…maka perbedaan SBY dengan Soeharto…mengambil kata-kata dari banyak orang…beti bo…Beda Tipis..hiks…


Penutup…

Akhirnya…pilihan terletak di tangan teman-teman…apakah teman-teman akan menghargai suara teman-teman hanya sebatas Rp.1000/vote, dan Rp 200/tahun.. atau memang nurani teman-teman menunjukkan ke arah sana…

sebagai penutup…yang saya tahu…
kalau tidak salah
Pemerintah berasal dari kata perintah…
dan Pemerintah …siapa pun yang akan memerintah…
kalau kita berharap mereka untuk berfikir…berarti kita salah …sebab…
Pemerintah..(karena ia berasal dari kata perintah)…ia hanya cakap untuk memerintah…dan (boleh jadi) ia memang tidak pernah dapat berfikir…

Akhirnya kalau teman-teman setuju untuk mendapatkan pemerintah yang juga pemikir…
pilihlah TUHAN YME….
sebab, ia telah memikirkan jauh-jauh hari…
segala carut marut ini (beserta pemecahan masalahnya) …

Masalah yang tersisa adalah…Masih mau kah TUHAN YME memikirkan kita …atau lebih tegas lagi masyarakat Indonesia? Wallahu A’lam bi-showwab…

TIPS DapAT DuiT dari CONtreng ..Berguna Bagi Caleg MAupUN para Pemilih…

….tips dpt duit dr “contreng” (berbagi..gak pernah rugii…tq IBSN…..)  ..(dari dunia lain…mudah-mudahan bermanfaat..)

:bahan

1.hp berkamera

2.pulsa secukupnya

3.data2 caleg.

cara pengolahan


:1.telpon caleg negosiasi harga suara(sesuaikan dgn kebutuhan Anda),


2.contreng.


3.abadikan di kamera hp Anda.


4.Keluar dari TPS..temui caleg bersangkutan…

5. INGAT …meminta DP atau Down Payment adalah hal yang wajar..biar si Tjaleg kagak kaboer…tq…tq…

(jangan lupa…keluarkan zakatnya….atau minimal bersedekah…)

ingat.Anda punya bukti otentik..

harusnya terjual dengan harga lumayan..

dan hp milik sendiri…Selamat Mencoba…

dan..ingat..INi hanya sekali dalam 5 Tahun…

Sekali dalam 5 Tahun…Anda bekerja 5 menit, mendapatkan 3-5 juta…kenapa tidak dicoba????

semoga bermanfaat

Sekedar Mengingatkan…asal kata Pemilu..boleh jadi dari Pilu

Gak terasa…bentar lagi hari PENCONTRENGAN…alias pemilu..pemilihan umum….

Gak terasa…kita juga sudah puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali diboongin ama para anggota legislatif…yang secara TELANJANG korupsi di depan mata kita…seperti Al Amin Nur Nasution, Bulyan Royyan, Abdul Hadi Djamal, dll…

Gak kita sangka..ternyata…kesempatan tuk korupsi masih terbuka lebar…sebab …setiap celah hukum di Indonesia..seakan-akan ada untuk diterjang..bukan ditaati….

Jadi…..

gak perlu habis pikir, kalau semakin banyak yang ingin ikut jadi anggota dewan…legislator..yang bisa jadi koruptor..cuma gara-gara buat aturan kotor…

Nah..kini..semua ada di tangan Anda sekalian….Anda yang akan Mencontreng atau tidak Mencontreng…tapi coba direnungkan sedikit :

1. Tegakah Anda melihat..orang seperti Rama Pratama yang tadinya bersih..kemudian kena imbas…lalu..menggunakan nama TUHAN…kemudian…tanpa ia sadari…ia terpuruk di sistim yang korup…Sayang kan…??? Apalagi ..ia baru mengaji dari pijakan ustadz-ustadznya..belum memiliki kemampuan mengaji secara mandiri (baca: belum bisa bahasa Arab)….

2. Tegakah Anda..melihat ratusan (kalau tidak mungkin ribuan)…para wanita berjilbab …yang muslim…tiba-tiba..tanpa ia sadari..ia telah “menjajakan” dirinya di jalan-jalan raya..hanya untuk “Mengemis tuk Mengemban Amanat”..toh pada akhirnya..tanpa Mereka sadari..”mereka telah melepas tidak hanya jilbab..bahkan kesucian diri mereka…karena terlibat dalam sistim yang korup…

3. Saya yakin..8dk yakin..para netter yang budiman adalah orang-orang yang terpelajar…tentu tahu bahwa bahasa Indonesia mengenal sisipan “em” untuk kata kerja atau benda atau kata dasar…

Nah..Bayangkanlah…

Ternyata “INVENTOR” kata atau SINGKATAN PEMILU…memang mendedikasikan kata PEMILU berasal dari kata dasar PILU…

karena ia menyadari..Pemilihan Umum di Indonesia..adalah pemilihan umum yang membawa para pesertanya ke jurang kepiluan (kesedihan)…

Jadi..benarkah Anda sudah siap…mensukseskan proses menjadi sedih untuk berlaku, selama lima tahun bagi rakyat Indonesia???

Ingatlah..Memilih atau Tidak Memilih adalah satu sikap…Tidak memilih adalah HAK ASASI Anda..dan Percayalah…Pada saat 9 April 2009…..

Akan banyak Ulama yang tidak mencoblos…tahukah Anda kenapa…???

Karena mereka bingung…setelah memutuskan fatwa haram golput, ternyata..”kemaluan” anggota dewan terkuak….Korupsi…Suap, Pijat di Panti Sehat…maju ke depan…

Bayangkan…ketika Anda sedang ada di Mekkah…Anda melihat Ustadz atau Ulama Fulan…tanggal 9 April…sedang Thawaf…Sa’i dll…Kemudian Anda Tanya…Ustadz..Antum gak Nyontreng…??? Apa jawabannya kira-kira…

Afwan..ana tadi lagi tawaf qudum/tawaf wada…trus pas balik ke konjen…ternyata…TPS di Konjen dah tutup…jadi..lihat..begitu lihainya Ulama-Ulama Anda…ngeles dari apa yang telah mereka putuskan…

Kata kuncinya Adalah…ketika Ulama saja sudah tidak bisa kita percaya…yang jelas-jelas mereka mengaku atau mendapatkan pengakuan sebagai orang yang tahu Agama..

kenapa kita mesti memilih Calon Legislatif, yang boleh jadi..berasal dari Preman…Bukan Orang Yang memelihara Kemaluan Mereka, Bukan Orang yang memelihara kesucian harta benda mereka…

Silahkan tentukan sikap Anda…Selamat Untuk Yang Mencontreng..dan Maaf…semoga yang Golput jauh lebih selamat…Amin

terima kasih

lintas….beritakan!!!

DPR Pemalas!!!???

Metro TV …

metro hari ini pada paruh pertama…

menampilkan tinjauan berita tentang Kemalasan Anggota DPR untuk menghadiri sidang …yang jadi bahan rujukan adalah (atau mungkin dibaca; terutama…)sidang paripurna hari ini yang hanya dihadiri oleh 70-80 orang.. ..

Metro TV juga menampilkan Om Gayus T Lumbuun dari DPR (anggota badan kehormatan) dan Om Sebastian Salang dari Formappi (?)

Alkisah …pada saat dialog berlangsung…

Om Gayus bilang bahwa  tiap-tiap rapat di DPR memiliki nilai tersendiri, ada yang tinggal mensahkan dan ada yang juga pada tahapan memutuskan…

Pada tahapan memutuskan ini, diupayakan kuorum…

Menurut Gayus …masyarakat perlu diberitahu, bahwa ” seakan-akan” tidak semua rapat di DPR RI harus dihadiri oleh Anggota Dewan Yang Terhormat (atau maaf; gilahormat?)

atau dengan kata lain…bagi Badan Kehormatan DPR RI…apabila rapat atau sidang itu biasa-biasa saja…kehadiran anggota dewan saat itu adalah pilihan (mohon dikoreksi bila pencerapan saya ini salah)

Bagi Sebastian Salang…ketidakhadiran anggota dewan pada sidang atau rapat…ia asumsikan mewakili satu dari dua hal…

hal pertama terkait dengan sikap politis anggota dewan yang tidak hadir…

dan yang kedua…malas…

Sebastian Salang lebih menitikberatkan asumsinya pada Kemalasan…

Secara pribadi, 8dk termasuk orang yang memperhartokan (baca: mempersetankan) tingkat kehadiran anggota dewan…

pijakannya sederhana…

8dk  dan banyak pembaca…yang benar2 kerja keras dan tidak mengharapkan gaji dari negara tapi tho bayar pajak untuk negara…dan gak ambil pusing karena memang gak ada pemasukan kalo “ngurusin” anggota dewan..

Lha wong kita cari makan dengan ketrampilan kita masing-masing …dan Mudah-mudahan ketrampilan kita tidak termasuk membohongi rakyat…(amin)…

Bagi Metro TV dan Sebastian Salang…terlihat keluhan yang dikemukakan adalah tingkat kemalasan tersebut, seringkali mengganggu proses pembuatan undang-undang hingga pengesahannya...

sementara bagi Om Gayus T Lumbuun, keberhasilan pengesahan Undang-UNdang oleh DPR yang mencapai  60% dari target adalah SUATU KEBERHASILAN….

Terus terang…seingat 8dk…ketika seorang caleg dipilih untuk jadi Anggota Dewan…yang jadi pokok pekerjaan dia adalah Budgeting, Monitoring, dan Legislasi…yang kesemuanya di mata kita-kita…mereka adalah orang yang berkantor dan mau gak mau harus datang setiap hari ke kantornya…

atau minimal secara sederhana…

“lu dibayar untuk ngantor di DPR…titik..loe kerjain dah apa yang jadi kewajiban lu…termasuk kehadiran fisik…saat rapat dll..inget..gw, tukang becak, kaki lima yang bayar retribusi, hingga pengusaha yang bayar fiskal..itu ngebiayain lu…kalo lu males-malesan …mendingan mati aje lu…..daripada uang buat biayain lu ongkang-ongkang kaki…mendingan buat nguburin lu…itu mah dah kewajiban”

Secara sederhana…logika  begonya…kehadiran di rapat apa pun itu adalah kewajiban dari pekerjaan mereka dan kita gak mau tau…

lha wong mereka dibayar kok…tho kalo ke konstituen…ada masa reses…tho kalo mereka begadang bikin Undang-Undang…itu memang dah kerjaan..ada uang rapatnya lagi…..sapa suruh NYalEg…

Jadi…euphemisme tingkatan rapat…tanpa disadari dapat membodoh-bodohi masyarakat dan mensosialisasikan “Bolos pada tempatnya adalah hal yang manusiawi”

entah di mana pijakannya ..yg jelas bagi 8dk…memilih Caleg…maka Caleg itu dah tau kerjaannya dan gak boleh bolos tuh caleg….kecuali dia lagi kabur dari simpanannya atau lagi kabur dari KPK…ya..terserah deh…paling 8dk coba bantu doa…biar cepet ..amen...

Lalu bagaimana dengan “sikap politik”…

Secara pribadi…sebagai orang awam politik (cuma s4 ngerasain di Kampus doang..jaman forsal, forkot, kbui) 8dk melihat wajar apabila ketidakhadiran seorang politisi sebagai sikap politik…

tetapi ia harus mengkomunikasikan dan menegaskan bahwa ia memilih tidak hadir karena :

a.beda pendapat,

b. menentang apa yang akan diputuskan,

c. melihat apa yang diputuskan bertentangan dengan kebutuhan masyarakat,

d.dst,

e.dst

Hal ini penting mengingat :

1. ia dipilih oleh ratusan bahkan mungkin ribuan atau puluhan ribu orang,

2. Ada orang yang kejebak sebenarnya memilih orang lain, tapi karena suara dia paling banyak, suara ke calon lain…”dihibahkan” ke diri dia

3. nah ini paling penting…bahkan orang yang anti dia pun, selagi  pernah bayar pajak, melalui pajak apa pun juga, harus dianggap berkontribusi untuk pembelian celana dalam dia, pil kb dia, kondom dia hingga biaya untuk sekolahin anak mereka di Luar Negeri…minimal selama lima tahun masa mereka mengabdi…

Lha..gimana kalo memang mereka dah kaya dari sebelum jadi anggota dewan..gampang…tinggal declare…bahwa

Gua Kalo Jadi anggota dewan..itu uang gaji, tunjangan, dll..gua balikin ke sekretariat.dewan..gw balikin ke negara deh!!!.gw dah ada perusahaan, gw dah ada deposito, portofolio berjibun…

tapi declaration ini gak Ngehalalin dia bolos…

cuma ia selamat, karena beli Kondom dari uang sendiri, titik.

Nah..seharusnya MUI buat fatwa haram bagi Anggota DPR yang malas, mangkir kerja…bahkan fatwakan darah mereka halal, mungkin dengan jalan “ketabrak mobil kek, Mobil mereka terjun dari jembatan layang”, atau tiba-tiba jantung kambuh karena bolos lebih dari tiga kali…(amien)

baru itu bisa dibilang MUI bertanggungjawab atas fatwanya…

Fatwakan juga..bagi Anggota DPR yang beragama Islam…ketauan Serong, Korupsi, Malakin orang…untuk dihukum rajam, bunuh, hukuman mati…atau minimal hukuman Harus Pindah Agama…terserah deh (itu pun kalo ada agama lain yang nampung…tapi saya yakin…agama lain pun menajiskan tralala trilili anggota dewan tersebut…)

Akhirnya…9 April 2009 …

Anda dapat memilih …untuk tetap memilih…

atau memilih untuk tidak memilih…

Insya 4JJI…apabila Anda berserah diri kepada TUHAN YME…

sesuai dengan agama Anda masing-masing, dan telah memacu logika Anda hingga maksimal dalam memutuskan memilih atau tidak memilih…

dan niat Anda baik…semoga Anda diberkahi..dengan apa pun  itu pilihan Anda……

Jadi…

Masih ada masalah dengan Golput???

(he..he..he..)

lintas..beritakan…

Duh Tifatul…Bersih Peduli dan Professional tuh…

DisClaiMEr…

Apa yang akan saya tuliskan disini…mengandung unsur dewasa…termasuk dewasa dalam literasi…

Pabila Anda ragu dengan tingkat kedewasaan membaca Anda…selayaknya  Anda menghentikan proses membaca tulisan ini…dan Izinkan kami untuk tetap mengapresiasi kedatangan Anda ke blog ini…Terima  Kasih…

Pagi ini…tanpa sengaja…saya hiking…mulai dari detik, hingga nusantara news…alkisah…dalam perjalanan saya menemukan…shodiq.com..nah isi tulisan ini..akan membahas salah satu tulisan di shodiq.com

PKS Sombong Lecehkan Artis Sinetron & Kalangan dari Dunia Hiburan Lainnya

itu ada judul tulisan dari M.Shodiq… yang membuat sayatergugah tuk menulis…ya…lagi-lagi tentang PKS…

maaf ya om..bukan saya gak setuju dengan keberadaan Partai Kebathilan Sejati…tapi memang

Partai Keadilan Sejahtera sudah gak bisa dipercaya lagi nih kayaknya….

Awal Persetubuhan….

dari kecil…tanpa sengaja…

8dk akrab dengan seni…teater..puisi…mulai dari SD…sempat belajar banyak dari Om Willie…di Depok

dan juga Om Emha…yang kebetulan satu almamater…

entah kenapa.. kok saya suka dunia seni…

ada yang bilang seni itu mengalir…dan alirannya harus dikeluarkan seperti air seni…kalau tidak jadi penyakit…

ada yang bilang itu bagian paling awal dari pelajaran bagaimana mengapresiasi semesta..dll..dst..dst..

.Antara 94 – 96 (maaf saya lupa tepatnya…makloem dah tua..hiks)…saya sempat melibatkan diri di SIneTron “Ku Bersujud” menyambut Iedul Fithri.. di antara bintangnya adalah

Paramitha Russady dan Yana Julio..

.nah ini capeknya...hampir tiap hari…ketika itu…proses shooting berakhir tengah malam, dan di mulai dari tengah hari…sementara apparatus disiapkan tentu jauh lebih awal..

Jadi UNTUK OM TIFATUL…Ada KERJA KERAS dan KEsunGGUHan Dalam PROses PemBUATAN SINetron…BUkan CUma MengaNDalkan Wajah…pasti …cepat dibuang produser…

Pembelajar….

Saya belajar dari Yana Julio…

ketika menunggu proses shooting untuk dirinya……Ia membaca buku…baik di dalam mobil maupun di tempat shooting…beberapa bukunya yang sempat saya intip berbahasa Inggris (ingat ini tahun 1995-an…) dan ketika waktu sholat…beberapa hari proses shooting kubersujud…saya menyaksikan sendiri Yana Julio pun bergegas…

Seingat saya dulu belum ada tuh PKS bahkan PK…dan ia telah mencontohkan hal yang baik…menggunakan waktu luang dengan seksama…Ia adalah ARTIS…

ARTIS Om TIFatUL.!!!.

dan saya berani bertaruh…

LITERASI YanA JULIo jauh lebih baik dibandingkan Om. Tifatul….Ukuran gampangnya….seingat saya Yana Julio alumni IPB; mohon dikoreksi kalau saya salah…nah bandingin dengan om…

Seingat saya…saat Ini untuk Campaign ..PKS dibantu oleh IPang Wahid…nah tanya dia dulu dong sebelum ngomong…bener gak kalau artis itu gak bisa apa-apa…

Tifatul…lu jangan lupa…dunia politik dan dunia keartisan sama-sama cair…bukan dunia yang Kaku…Oon Loe!!!…Artis yang berotak dan faham betul dengan ilmu dan tuntutan keartisannya jangan-jangan jauh lebih banyak dibandingkan dengan KADER PKS yang bisa berbahasa Arab lancar, faham ushul-Fiqh, Ngerti Bidayatul Mujtahid…

gw berani taruhan kok…

lha wong Hidayat dan M.Hatta juga kakak kelas gw…..gw sempat kok denger curhatan mereka berdua…udah lah…loe toeL… jangan SOmbong lah…

Jualan KOran AJa…kalau gak Pake Otak…itu koran bisa gak laku…

Apalagi jadi Artis….

dan Yang Paling Penting…Politik itu bisa dipelajari kok…udahlah gak usah ngomongin fungsi legislasi, monitoring dan budgeting…itu semua dalam kehidupan sehari-hari udah manifest kok…

Kita harus atur jam tidur kita (legislasi diri) kita harus atur jam makan kita biar maag gak kambuh (monitoring) kita harus atur ongkos…(budgeting)

Wah…itu lain…(misal loe nolak..Tul..) ala…Tul..hidup ini cuma permainan ANALOGI tul…makannya belajar Sosiologi dimantengin…jangan ujug2 lari ke Politik cuma Menang Kolot atau Udah jamuran di Liqo’

Sorry Tul…gw konfrontatif aja deh…

Sadar Wujudlah…Elo tuh “jadi”  Karena PKS ngamanatin lu jadi PResiden…TItik…

Loe harus minta MAaf TUl!!!

Loe kira jadi artis cuma modal tampang..ujug-ujug di-shoot…”jadi”…

Gila Loe…Gua gak tau loe belajar Islam di mane…Ustadz atau Murobbi lu sape..

.tapi sekalipun gw muallaf…

gw gak takut kalo cuma debat masalah “ISlam boleh gak ngerendahin orang lain” ama Loe…toh modal kita sama…perkiraan gw…

(sorry gw belon pernah ngobrol dengan Tifatul) bahasa Arab gw ama Bahasa Arab lu…paling sepadan lah…

Belajar dong dari AA Gym…yang habis keceplosan ngkritik Indonesian Idol dan Idol2 yang laen taun lalu…akhirnya kelabakan nyari jalan masuk ke sana (ke dunia artis)…

Udah lah..lu…jalan yang lurus2 aja…

.Tifatul..harusnya elu malu…loe gak bisa masuk ke dunia Artis…Partai lu gak bisa masuk ke dunia Artis…padahal…pada titik tantangan dakwah…dakwah yang membabi buta di dunia hiburan adalah hal yang niscaya…sebab…kecenderungan orang kepleset di dunia hiburan jauh lebih banyak dibandingkan dunia yang “aman”.

Jadi… jangan karena loe gak bisa masuk ke mereka..trus loe ngerendahin mereka…Tul…Sorry Menyori…Ilmu Politik Om Rendra…jauh lebih berisi dibandingkan eloe…dan mungkin juga Marissa Haque…nah…Ilmu Agama nya Om Emha…gua yakin gak kalah dari eloe……udah lah…jangan SOMBONG…

KeSOMBONGAN itu Cuma MIlik TUHAN YME…ALLAH SWT..

.Sengak lu TUl!!!

Nah sekarang Masuk ke Tagline PKS…

Bersih…

Apakah Orang PKS yang terkenal Bersih lalu Boleh Merendahkan Orang lain…..Saya kira kalau kayak gitu tingkat bersih yang dijaga oleh PKS…berarti BErsihnya manipulatif…

Peduli…

Kalo elu peduli Tul..harusnya eloe rangkoel tuh Artis…lu benerin kalo mereka salah tapi loe harus akui dan apresiasi kerja  mereka yang bener DOnk!!..Peduli PKS jangan-jangan cuma Peduli uang artis buat didonasi untuk keperluan PKS…..Gila…

pRofESSIONAl…

Nah kalau PKS pRofessional..khusus untuk TIfatul…harusnya ia mengakui bahwa dunia politik adalah dunia yang cair…

siapa pun bisa masuk asal persyaratan terpenuhi…syarat di INdonesia adalah suara dan ajangnya pemilu…Titik. itu dulu…Masalah Legislasi, Monitoring, Budgeting..itu adalah aktivitas lanjutan..

tapi intinya dia dapat suara atau gak..baru Elo liat kerjaan mereka..

dan Yang Penting…seseorang yang mengklaim dirinya Professional…

akan menghargai dan mengetahui bahwa tiap-tiap kerjaan atau kegiatan orang lain..juga menuntut ilmu,, ketabahan, kesungguhan dan kecerdasannya masing…

Tifatul …!!!

Loe Harus MINTA MAAF!!!!…

Sorry Tifatul….

Tadinya gua kira Elo cerdas dan Santun …gak taunya..eloe sama bajingannya

Ama Gw…bahkan mendingan gw kalee…sebajingan-bajingannye gw…

gak pake agama…agama ISlam ; yang gw kejar jungkir balik ini ilmunya

(gila sampe sekarang gw baru dapet kulit doank) …

gw gak pake itu agama buat aktivitas bajingan gue…

Terima kasih.. …

NB…Apabila Tifatul Sembuiring tidak mau  meminta maaf atas

kesalahan  ini…

saya cuma ingin menyampaikan kepada pembaca…

mohon jangan memilih  partai yang taglinenya bagus…

tapi gak bisa ngejalani itu tagline…

Bukankah kita memilih Anggota Dewan…bukan orang yang professional

merendahkan orang Lain….Tq

<a href=”https://belajardarikecil.wordpress.com/2009/02/17/tifatulsakitjiwa”&gt;
<img src=”http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_d_100x20.png&#8221; />
</a>